Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Menapaki Jejak Karakteristik Sosial Kultural Basis Sasaran Transmigrasi Ashari Ismail
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v11i2.10849

Abstract

AbstrakPenelitian  ini  berupaya mengurai   jejak karakteristik sosiokultural  komunitas transmigran, saat awal program transmigrasi dicanangkan pada  salah satu daerah transmigrasi. Riset ini  adalah bagian urgen,  untuk memahami “relevansi” antara kebijakan pemerintah yang bersifat top down, dengan kesiapan komunitas transmigran dalam menerima dan melakukan pesan-pesan pembangunan transmigrasi. Penelitian mengambil setting riset pada komunitas Baras Sembilan, Mamuju Sulawesi Barat. Problem pokok riset ini,  tentang jejak  karakteristik sosial  kultural, lingkungan sosial (termasuk lingkungan fisik) komunitas Baras Sembilan, sebagai lokasi sasaran transmigran, dalam melihat terwujudnya transmigran yang berdayaguna dan sesuai dengan misi pembangunan.  Riset  ini menggunakan  penelitian kualitatif  deskriptif, ditunjang  dengan pendekatan historis.   Hasil riset    menunjukan bahwa karakteristik sosial kultural (termasuk fisik) komunitas Baras Sembilan, adalah pemukiman yang yang disetting dengan kondisi yang  terpencil, yang berjarak sekitar 19 Km, dari Bambaloka, dan jarak dari Mamuju sekitar lebih 270 km. Pemukiman Baras  Sembilan adalah lokasi trasmigran yang datar, bukan daerah ketinggian, yang amat cocok dengan perkebunan sawit. Canangan transmigran secara top down  dengan multi etnik  dan multi agama. Respon komunitas transmigran dengan canangan pembangunan secara top down adalah melakoni kehidupan para transmigran dengan bersinergi  dengan melakukan aktivitas yang berdayaguna, dan penuh kerukunan dalam pergaulan sesama para transmigran dan masyarakat lokal.Sinkronisasi antara pembangunan secara topdown dan botton up, cukup nampak,  dan sesuai dengan misi pembangunan transmigran, walaupun yang masih ada problematik kemasyarakatan yang perlu dibeinahi, demi terciptanya “masyarakat transmigran” yang berdaya guna.
Kekerasan terhadap Perempuan Pedagang Jalanan Ashari Ismail; Firman Umar
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.707 KB)

Abstract

Kajian ini adalah studi tentang kekerasan terhadap perempuan pedagang jalanan. Riset ini, adalah bagian dari misi advokasi terhadap perempuan pedagang jalanan, --- dalam menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan . Riset yang di laksanakan di Kabupaten Barru ini, dipahami --- mengungkapkan tentang kekerasan yang bias gender. Mengacuh pada UU nomor 23, 2004, : PP RI No. 23 Tahun 2004, dan UU RI No. 7 Th 1984, cukup menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan pedagang jalanan di Kabupaten Barru, telah terjadi dalam ranah public dan ranah domestic. Kekerasan terhadap perempuan dalam ranah public seperti perlakukan yang kurang manusiawi (hardik, bentak, label, hingga pelecehan seksual) yang dilakukan oleh para pelanggan lelaki. Sedang kekerasan dalam ranah domestic; berupa pemukulan atau hardikan yang dialami oleh perempuan dari suami atau kerabat laki-laki, dengan berbagai sebab: cemburu atau factor psikis lain yang dialami oleh suami atau kerabat laki-laki. Kata kunci:
Pola Kerja Perempuan Tani dalam Pencarian Nafkah Keluarga Musdaliah Mustadjabar; Ashari Ismail
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.572 KB)

Abstract

Kajian ini, adalah kajian tentang pola kerja perempuan petani, yang mengambil setting pada komunitas Larewa Dalam, Kabupaten Luwu. Peran kerja perempuan tani, adalah peran yang memiliki diferensiasi peranan, fungsi, akses dan control. Persoalan ini, amat urgen, sebagai bagian rekonstruksi cultural kesetaraan gender, laki- perempuan.. Perempuan petani, melakukan berbagai tindakan gender, tidak hanya dalam lingkup domestic, tetapi menjadi pencari nafkah utama, dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dalam kaitan demikian, memahami dinamika relasi gender (laki-laki perempuan) petani, adalah sumber daya yang memiliki --- peran yang tidak kurang dari laki-laki di pedesaan dalam pencarian nafkah keluarga, bukan warga second class. Kata kunci:
Traces of Mountain Rural Development Collective Policy in Local Community Relations with Migrants Ashari Ismail
Jurnal Office Volume 9, Number 1, January-June 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jo.v9i1.46772

Abstract

Tracing the tracks of transitional rural development collective policies, is a study of policies designed jointly, between the village government and the local community (read: village). This development departs from local initiatives, taking into account the cultural potential and human resources. This research was carried out in Kaili Village, West Suli District, Luwu, South Sulawesi. The research was carried out using a qualitative method, a sociohistorical approach. The research targets were all community groups (indigenous and immigrant communities) in Kaili Village, and the determination of the research sample was done by purposive sampling. The results of the study show that collective rural development policies are made possible by factors: the figure of the leader, needs and security, and cultural patterns of Siri Pacce. Based on these factors there are a number of collective policies, designed within the Kaili community, namely: social solidarity/solidarity and tolerance, accommodation and assimilation, and mutual cooperation/cooperation and competition. This collective policy enables Kaili's human development, in a harmonious and associative relationship, which is in favor of the interests of the local community and immigrants. A harmonious and humane relationship between the future group and the local community is a relationship that is far from conflict. Cooperation and adjustment in social relations occur in a mutually beneficial relationship, in accordance with village rules.
Bimbingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Gerakan Literasi Bagi Siswa-siswi SMA Batara Gowa di Kabupaten Gowa. St Junaeda; Ashari Ismail; Heri Tahir; Firman Umar; Andi Dewi Riang Tati; Maya Kasmita; Muhammad Jihad Firman
Humanis Vol. 22, No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i1.47435

Abstract

Salah satu persoalan yang masih umum terjadi dikalangan siswa adalah masih rendahnya minat membaca maupun menulis. Hal ini juga dialami oleh siswa yang ada di SMA Batara Gowa. Mekipun letaknya yang berada di Ibukota Kabupaten Gowa yaitu Kota Sungguminasa yang sangat memungkinkan bagi kemudahan untuk mengakses beberapa perpustakaan sebagai sumber belajar, ternyata belum mampu meningkatkan dan memperbaiki secara signifikan gerakan literasi pada siswa SMA Batara Gowa. Demikian juga dengan kemampuan untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan seperti menghasilkan karya tulis imiah sederhana juga masih sangat kurang bagi mereka. Masih rendahnya kesadaran untuk memperkaya bacaan maupun untuk menuangkan ide mereka dalam tulisan, diperlukan beberapa upaya untuk peningkatan gerakan literasi bagi mereka. Salah satu yang bisa dijadikan pemantiknya adalah mengajak membaca dengan cara membagikan beberapa buku dengan tema yang ringan dan sesuai dengan usia mereka. Sedangkan untuk mengenalkan dalam dunia karya tulis ilmiah dilakukan dengan memberikan beberapa contoh tema dan judul penelitian, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk menghasilkan contoh dan mendesain dari tema-tema karya tulis ilmiah. Abstract. One of the problems that is still common among students is the low interest in reading and writing. This is also experienced by students at SMA Batara Gowa. Although its location in the capital city of Gowa Regency, Sungguminasa City, makes it easy to access several libraries as learning resources, it has not been able to significantly increase and improve the literacy movement in Batara Gowa High School students. Likewise, the ability to express ideas in written form such as producing simple scientific papers is also still very lacking for them. The low awareness to enrich their reading and to express their ideas in writing requires some efforts to improve the literacy movement for them. One thing that can be used as a trigger is to invite reading by sharing several books with light themes and according to their age. Meanwhile, introducing them to the world of scientific writing is done by providing several examples of themes and research titles, so that they have the ability to produce examples and design from the themes of scientific papers
Kontribusi Perempuan Pemecah Kemiri Dalam Menopang Ekonomi Keluarga Ashari Ismail; Mauliadi Ramli; Sopian Tamrin
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Riset ini, adalah riset yang berupaya untuk mengeksplanasi urgensi perempuan sebagai pemecah kemiri, dalam menopang ekonomi keluarga. Riset dilakukan pada komunitas, perempuan pemecah kemiri di Kelurahan Mallawa, Mallusetasi Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Riset ini  menggunakan pendekatan kualitatif rasionalistik. Hasil riset menunjukkan, perempuan pemecah kemiri memliki kontribusi nyata dalam menopang ekonomi keluarga, sebagai penghasilan tambahan, atau okuvasi sambilan, ditengah himpitan ekonomi yang menderahnya. Dengan penghasilan tambahan tersebut, mengkonstruk perempuan pemecah kemiri, bukan semata pekerja domestik, tetapi  juga  memiliki posisi tawar dalam keluarga, sebagai penyambung hidup keluarga, demi keberlangsungan hidup perempuan dan keluarganya. Kata Kunci: Perempuan, Pemecah Kemiri, Ekonomi, Keluarga
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Musrembang: Optimalisasi Tata Kelola Untuk Penguatan Kapasitas dan Kemandirian Lokal: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Musrembang: Optimalisasi Tata Kelola Untuk Penguatan Kapasitas dan Kemandirian Lokal A. Aco Agus; M. Ridwan Said Ahmad; Ashari Ismail; A. Dody May Putra Agustang; ibrahim arifin
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 01 Nomor 01 (November 2023)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musrembang menjadi bagian dalam proses penyusunan sistem perencanaan dan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan setiap tahunnya. Program rencana kerja digunakan untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan menentukan kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan potensi dari sumber daya dan jaringan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan urgensi musrembang dan kebutuhan program kerja yang berangkat dari aspirasi dan kebutuhan real masyarakat dalam mendorong pembangunan kemandirian lokal dimana prasyarat utama adalah tata kelola, penguatan kapasitas, dan partisipasi masyarakat, maka pengabdian kepada masyarakat ini bekerja sama dengan instansi terkait yaitu LPM Kelurahan La’latang dalam bimbingan/pendampingan penyusunan program kerja Pj, Ketua RT dan Pj, Ketua RW keluarahan La’latang, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemerintahan desa dalam melaksanakan program kerja yang berorientasi pada kebutuhan dan partisipasi masyarakat. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah FGD dan survey evaluasi program. Manfaat pengabdian mendorong keberdayaan masyarakat dalam hal penguatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam menyusun program kerja sehingga target dan sasaran dapat ditentukan sesuai dengan capaian visi dan misi.
PEMBINAAN KEHIDUPAN SOSIAL KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT DESA PEGUNUNGAN YANG PLURAL Ashari Ismail; Idham Irwansyah; Saifuddin; A. Aco Agus; Sunania
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 01 Nomor 01 (November 2023)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan kehidupan sosial keagamaan pada masyarakat desa yang plural, adalah esensi mendasar membangun tatanan kehidupan pedesaan yang jauh dari konflik. Komunitas pegunungan Tandara Kaili, adalah salah satu komunitas plural yang berada di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. Pluralitas dusun ini diindikasikan dengan percampuran berbagai etnik yang datang. yang memungkinkan rawan terjadinya problematik dan konflik sosial dalam masyarakat.Alternatif dalam mengatasi hal ini, dengan melakukan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan metode cerama, yang dikemas dengan nuansa keagamaan. Dengan bimbingan, pembinaan kehidupan sosial yang dilakukan menunjukkan adanya upayah memupuk kesadaran, dengan meminimalkan atau menghindari konflik sosial demi terciptanya masyarakat yang harmoni dan jauh dari segregasi sosial.
MAHASISWA BERCADAR DAN GERAKAN SOSIAL (KAJIAN TENTANG PERSPEKTIF DAN PARTISIPASI MAHASISWA BERCADAR TERHADAP GERAKAN SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR) Arisnawawi Arisnawawi; Ashari Ismail
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 1, No 2 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v1i2.17950

Abstract

Veiled students are a representation of the teachings of Islam. This religion has several commands or recommendations. Among them help people who are oppressed or wronged. This religious suggestion has a substantial correlation with the aims of the social movement of the UNM student demonstrations. Namely to help people who are oppressed or oppressed. Seeing the harmony between religious advice and the goals of the social demonstration movement, in reality it is rare or even never seen that UNM-veiled students are present in a series of UNM demonstration social movements. This study aims to find out how the perspective of UNM veiled students towards the social movement of UNM student demonstrations and how the participation of UNM veiled students in social movements in general. This research uses a qualitative approach. Location and research informants are at Makassar State University, which are spread over various faculties. Determination of informants is done by purposive sampling involving 20 individuals as informants. The data collection technique was done by observing, interviewing and documenting. Based on the research results, it can be concluded that the perspective of UNM-veiled students towards the social movement of demonstrations at UNM consists of a positive perspective and a negative perspective. The form of participation of UNM veiled students in carrying out social movements is divided into two forms. Namely participation in physical or tangible form and participation in physical or intangible form.
HAFIDZ CILIK: POLA ASUH DAN MODEL PENDIDIKAN DINI HAFIDZ CILIK DI KELURAHAN KARAMPUANG KECAMATAN PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR Andi Pawellangi; Ashari Ismail
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 1, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v1i1.14947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pola Asuh Hafidz Cilik, 2) Model Pendidikan Dini Hafidz Cilik yang dapat menumbuhkan Hard Skill dan Soft Skill bagi Hafidz Cilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Pola Asuh Hafidz Cilik: 1) interaksi antar anggota keluarga, 2) pengenalan nilai positif dan negatif, 3) bentuk berpikir (mind set), 4) internalisasi nilai-nilai, 5) tingkah laku, 6) kaidah-kaidah (kepercayaan, kesusilaan, kesopanan, dan hukum). b) Model Pendidikan Dini Hafidz Cilik yang dapat menumbuhkan hard skill dan soft skill bagi hafidz cilik ialah Metode Keteladanan (Uswah), hard skill berupa kemampuan membaca dan menghafalkan Al Quran. Soft skill berupa  kemampuan berkomunkasi, berperilaku baik,  disiplin dan mempunyai daya ingat yang kuat. Kata Kunci : Pola asuh, Hafidz cilik, Model pendidikan dini.