Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN LEMBAGA PENYEDIA SAPRODI DENGAN PREFERENSI DAN KEPUASAN PELANGGAN Mirnawati Mirnawati; Marcelinus Molo; Suminah Suminah
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 40, No 2 (2016): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.565 KB) | DOI: 10.20961/agritexts.v40i2.42667

Abstract

The  purposes  of  this  research  are  to  know  the  service  quality  of  the production medium supplier organizations, the chosen location to fulfill the farmer needs; the farmers’ reasons  in choosing KUD, agriculture shops or shops to fulfill the farmer needs. The basic method used in this research is descriptive with survey. The sample are taken by simple random sampling and the decision of the mount each village are done proportionally with 60 respondents of farmers. The analysis to know the relationship among variable is use correlation coefficient of rank spearman and uses t test with (α=0,005). The result of rank spearmen analysis shows that the relationship between the service quality of the production medium supplier organization with preference and the customers’ satisfaction are the most significant. While, the relationship between agriculture shops, which is seen from worker performance, variety of product, and availability of the production medium are not significant which is the trust (α=0,005). In analysis of rank spearman also is found that the relationship between the quality of shop service and the costumers’ preference are not significant, but the relationship between the worker performance and the costumer’s satisfaction are the most significant and the relationship between variety of product and the availability of the production. medium in he shops with the costumers’ satisfaction.
Motivasi Petani dalam Pemanfaatan Lahan Pesisir untuk Perkebunan Kelapa di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara Muhammad Pambudi Utomo; Retno Setyowati; Suminah Suminah
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 46, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v46i1.54062

Abstract

This study aims to examine the factors forming the motivation of farmers in the use of coastal land for coconut plantations, to examine the level of motivation of farmers in the use of coastal land for coconut plantations, to examine the relationship between motivational forming factors and the level of motivation of farmers in the use of coastal land for coconut plantations. The research location is in Karimunjawa Sub-district with the consideration that sub-district is one of the sub-districts in the Jepara Regency which has the largest coconut plantation area and the largest yields. The sampling technique used is the Census Data analysis using Spearman rank. The results showed that the motivation-forming factors were age 37 to 43 years, elementary formal education, nonformal education (X1) in the rare category, a land area (X2) less than 0.5 ha, the majority of farmers' income (X3) is less than 2.000.000 IDR, cosmopolitan (X4) 1 to 2 times, the role of extension workers (X5) in the category of quite a role, family support (X6) in the supporting category, the role of community leaders (X7) in the role category and price assurance (X8) in the easy category. The level of motivation of farmers in the use of coastal land for coconut plantations (Y) includes existence motivation (Y1) in the want category, relatedness motivation (Y2) in the unwilling category and growth motivation (Y3) in the less wanted category. There is no significant relationship between X1, X2, X4, X5, X6, X7 and X8 on the Y variable, while only X3 has a significant relationship to the Y variable.
Vegetable and Fruits Consumption, Physical Activity, and Nutritional Status of Adolescents Nanda Rizkha Heratama; Kusnandar Kusnandar; Suminah Suminah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 13, Nomor 2, July-December 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v13i2.23588

Abstract

The nutritional status of adolescents is one of the main challenges for health workers and the community. This study analyzed the relationship between vegetable consumption habits and physical activity with the nutritional status of adolescents. The research design used was cross-sectional. The sampling technique was carried out using the proportional random sampling method. The population in this study were teenagers in Pangkalpinang City. The sample consisted of 340 teenagers in the city of Pangkalpinang. The prevalence of malnutrition in adolescents is 38.2 with the prevalence of over and undernutrition being 31.2% and 7%, respectively. Most teenagers with good nutritional status (67.3%) have the habit of consuming vegetables frequently. The results of logistic regression analysis showed that the habit of consuming vegetables and physical activity had an effect on the nutritional status of adolescents. The risk of malnutrition increased significantly by 2.46 times in adolescents with less physical activity (p = 0.016) and increased by 1.94 times in adolescents with less vegetable consumption habits (p = 0.005). The community, especially adolescent families, needs to receive education about the importance of healthy habits such as the consumption of vegetables and fruit to maintain good nutritional status in adolescents.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KOMANDO STRATEGIS PEMBANGUNAN PERTANIAN (KOSTRATANI) DI KABUPATEN SRAGEN Tika Sekar Kinasih; Widiyanto; Suminah
Agrica Ekstensia Vol 15 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.191 KB) | DOI: 10.55127/ae.v15i2.98

Abstract

Program Kostratani merupakan salah satu kegiatan pembangunan pertanian yang ada di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), sehingga penyuluh pertanian berperan aktif dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam pelaksanaan program Kostratani di Kabupaten Sragen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen yang merupakan pegawai negeri yaitu sebanyak 54 orang, sehingga penentuan responden penelitian ini dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Teknik pengambilan data pada penelitian menggunakan wawancara melalui google form, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini terdiri atas variabel X (faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja) yaitu umur, frekuensi pelatihan kerja, masa kerja, jumlah kelompok tani, serta ketersediaan sarana dan prasarana, sedangan variabel Y (kinerja penyuluh pertanian), yaitu terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan serta evaluasi dan pelaporan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen dalam pelaksanaan program Kostratani berada pada kategori cukup baik. Faktor-faktor berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen sebesar 19,5% pada tingkat signifikansi α=5%. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu frekuensi pelatihan kerja, sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu umur, masa kerja, jumlah kelompok tani binaan serta ketersediaan sarana dan prasarana.Program Kostratani merupakan salah satu kegiatan pembangunan pertanian yang ada di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), sehingga penyuluh pertanian berperan aktif dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam pelaksanaan program Kostratani di Kabupaten Sragen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen yang merupakan pegawai negeri yaitu sebanyak 54 orang, sehingga penentuan responden penelitian ini dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Teknik pengambilan data pada penelitian menggunakan wawancara melalui google form, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini terdiri atas variabel X (faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja) yaitu umur, frekuensi pelatihan kerja, masa kerja, jumlah kelompok tani, serta ketersediaan sarana dan prasarana, sedangan variabel Y (kinerja penyuluh pertanian), yaitu terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan serta evaluasi dan pelaporan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen dalam pelaksanaan program Kostratani berada pada kategori cukup baik. Faktor-faktor berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen sebesar 19,5% pada tingkat signifikansi α=5%. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu frekuensi pelatihan kerja, sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu umur, masa kerja, jumlah kelompok tani binaan serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengambilan Keputusan Petani Bawang Putih dalam Menjalin Kemitraan (Studi Kasus di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar) Herlinda Nur Fitriana; Eny Lestari; Suminah Suminah
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 46, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v46i1.61412

Abstract

Garlic cultivation is one of the high-value farming development activities. One of the garlic-producing areas in Karanganyar Regency is Segorogunung Village. Farmers in Segorogunung Village in garlic farming have partnered with CV Berkat Putih Abadi and carried out the first harvest in 2019 after 20 years of vacuum. This study aims to (1) examine the decision-making of farmers in establishing partnerships; (2) analyzing the factors that influence farmers in establishing partnerships; (3) analyzing the factors that influence farmers' decision-making in establishing partnerships. The basic research method used is quantitative with survei techniques. The location selection was purposively in Segorogunung Village, Karanganyar Regency. A sampling of 66 respondent farmers was carried out using the proportional random sampling technique. Data analysis used logistic regression test with IBM Statistic 22 application. The results showed that: (1) age factors, farm area, income, formal education, non-formal education, economic environment, and social environment affect farmers' decisions in establishing partnerships; (2) factors in the form of age, non-formal education, economic environment, and social environment are included in the high category; income and formal education are in a low category, and the area of farming land is included in the very low category; (3) simultaneously the independent variables have a significant effect on the dependent variable, while partially the variables of age, economic environment, and social environment on farmer’s decisions, while the variables of farming land area, income, formal education, and non-formal education have no significant effect on farmers' decisions in establishing partnerships.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap Petani pada Aspek Kognitif Petani pada Program IP Padi 400 di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali Prisca Puspita Sari; Suminah Suminah; Putri Permatasari
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.8328

Abstract

Program IP Padi 400 merupakan program terobosan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan cara meningkatkan produksi padi. Bantuan sarana produksi pertanian (saprotan) sudah diberikan kepada petani, namun masih terdapat petani yang enggan untuk melaksanakan program ini. Sikap petani pada aspek kognitif perlu diketahui untuk mengetahui kekonsistenan petani pada Program IP Padi 400. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400, (2) menganalisis faktor-faktor pembentuk sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400, dan (3) menganalisis pengaruh faktor-faktor pembentuk sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400. Metode dasar yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik survei. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Pengambilan sampel berjumlah 47 responden dilakukan dengan purposive sampling di dua desa yaitu Desa Ngesrep dan Desa Donohudan. Responden yang dipilih yaitu petani yang mengikuti Program IP Padi 400. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memiliki sikap yang mendukung terhadap Program IP Padi 400 pada aspek kognitif. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan nonformal (X1), pengalaman pribadi (X2), dukungan pemerintah (Kementerian Pertanian) (X5), dan peran penyuluh pertanian (X6) dengan sikap petani pada Program IP Padi 400. Pengaruh media massa (X3) dan pengaruh orang lain yang dianggap penting (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan sikap petani pada Program IP Padi 400.
Persepsi Petani Terhadap Program Kemitraan Tanam Bawang Putih dengan PT. Fajar Mulia Transindo di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Imaduddin Xena; Suminah Suminah; Agung Wibowo
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.711 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v2i03.210

Abstract

This research described garlic planting partnership program, described farmers’ perception on garlic planting partnership program, and analysed factors which influenced farmers’ perception on garlic planting partnership program. Basic method of the research used was quantitative with survey technique. The research location was in Nglebak Village and Sepanjang Village, Tawangmangu Sub-district, Karanganyar Regency, with Gapoktan consideration in Nglebak Village and Sepanjang Village that was one of Gapoktan followed garlic planting partnership program with Fajar Mulia Trasindo Ltd. The sampling used technique of purposive random sampling that consisted of 60 respondents. The data analysis used multiple linear regression test with SPSS Statistics 25.0 program. The research result showed that: (1) garlic planting partnership program that was done by Gapoktan in Sepanjang Village and Nglebak Village, Tawangmangu Sub-district with private party namely Fajar Mulia Trasindo Ltd. has occured since 2017. This program was based on partnership principle in order to be mutually beneficial between two parties. (2) farmers’ perception on garlic planting partnership program with Fajar Mulia Trasindo Ltd. in Tawangmangu Sub-district included in bad category, it was due to unsatisfactory result that was obtained by farmers in garlic planting partnership program which have been implemented, among others, the lateness of seed supply, the low quality of seeds given so that it influenced their garlic harvest. (3) partially or together in independent variable (self-concept, needs, experience, hope, novelty, intensity, and proximity) it did not be significantly influenced towards dependent variable (farmers’ perception on garlic planting partnership program).
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Suminah Suminah
Simposium Nasional Mulitidisiplin (SinaMu) Vol 2 (2020): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.802 KB) | DOI: 10.31000/sinamu.v2i0.3456

Abstract

AbstrakAwal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan, China, kemudian menyebar dengan cepat ke lebih dari 204 negara dan teritori di seluruh dunia. Wabah ini diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19). Penyebaran penyakit ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari kesehatan, sosial, ekonomi dan lainnya. Persebaran virus corona selain berdampak besar dari segi kesehatan juga berdampak pada kebutuhan bahan pangan. Sehingga, perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat  terkait pentingnya mencegah Covid-19 dan edukasi terkait pengoptimalan pemanfatan lahan pekarangan, serta menggalakkan warung hidup untuk ketahanan pangan masyarakat di era COVID-19. Metode pelaksanaanya dengan edukasi, fasilitasi dan pendampingan secara daring dan luring berupa door to door sosialisasi, pemberdayaan masyarakat melalui warung hidup dan upaya pencegahan virus corona. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 serta dapat mengoptimalkan penggunaan lahan untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Covid-19, Pangan Keluarga
Pengaruh Human Capital dan Social Capital terhadap Kemandirian Petani Jamur Tiram di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar Puspita Annisa Utami; Suminah Suminah; Eksa Rusdiyana
JURNAL TRITON Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i1.316

Abstract

Pelaksanaan usaha tani jamur tiram membutuhkan modal untuk menjalankan usaha, termasuk didalamnya human capital dan social capital. Oleh karena itu, dalam pengelolaan modal yang dimiliki oleh petani ditentukan oleh kemandirian petani itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis human capital, social capital, dan tingkat kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, 2) Menganalisis pengaruh human capital terhadap kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, dan 3) Menganalisis pengaruh social capital terhadap kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei. Pemilihan lokasi dilakukan dengan cara purposive di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus/sampling jenuh dan responden diambil sebanyak 32 petani. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Human capital usahatani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar berada pada kategori tinggi, social capital usahatani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar berada pada kategori tinggi, dan kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar berada pada kategori mandiri, 2) Variabel human capital berpengaruh signifikan terhadap kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, dan 3) Variabel social capital tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Implikasi teoritis berdasarkan riset ini adalah bahwa kemandirian petani (jamur) dipengaruhi oleh human capital dan tidak dipengaruhi oleh social capital. Berdasarkan hal tersebut secara manajerial petani perlu meningkatkan pengamalan, mengikuti pelatihan/penyuluhan, serta motivasi dalam berusaha tani.
Minat Generasi Muda Pertanian dalam Budidaya Padi Rojolele Srinuk di Desa Delanggu Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten Nuzul Asti Rezauji; Suminah Suminah; Emi Widiyanti
JURNAL TRITON Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i1.362

Abstract

Keberlanjutan sektor pertanian merupakan bagian yang penting dari pembangunan pertanian di Indonesia. Minat generasi muda pertanian untuk bekerja di sektor pertanian masih rendah termasuk untuk budidaya padi varietas baru rojolele srinuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses terbentuknya minat dan mengkaji minat generasi muda pertanian dalam budidaya padi rojolele srinuk. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Pemilihan lokasi dilakukan dengan cara purposive di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Penentuan informan menggunakan snowball sampling dan purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, in depth interview serta pengkajian dokumen dan arsip. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles and Huberman dengan triangulasi sumber untuk validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Proses terbentuknya minat generasi muda pertanian di Desa Delanggu dalam budidaya padi rojolele srinuk dimulai dengan adanya pengenalan varietas baru kepada masyarakat dari BPP serta sosialisasi bertani oleh orang tua, kemudian adanya aktivitas dari komunitas sanggartani rojolele. 2) Stimulus minat yang berasal dari fenomena yang terjadi lingkungan sekitar diantaranya pekerjaan yang ditekuni saat ini, aktivitas sanggartani rojolele, dukungan orang tua, rasa sosial untuk melestarikan varietas lokal delanggu, kesadaran regenerasi petani, keunggulan varietas rojolele srinuk dan yang utama adalah sumber daya lahan. Terdapat keputusan generasi muda diantaranya yaitu terdapat generasi muda pertanian yang berminat dan budidaya rojolele, berminat namun belum budidaya, dan tidak berminat serta tidak ingin budidaya rojolele srinuk.