Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Form and Function of Directive Satgas COVID-19 Speech Act in The Socialization of Pandemic Resolution Kholifah, Umi; Assidik, Gallant Karunia
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 6, No 1 (2022): JURNAL KREDO VOLUME 6 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v6i1.7802

Abstract

Penelitian bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif satgas covid-19 dalam sosialisasi penanganan pandemi, dan (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif satgas covid-19 dalam sosialisasi penanganan pandemi pada tayangan youtube Kemenkes RI edisi penanganan pandemi bulan September. Metode penelitian yang menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa tindak tutur direktif satgas covid-19. Sumber data dalam penelitian berupa media youtube kementerian kesehatan Indonesia bulan September 2021. Pengumpulan data menggunakan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) yang kemudian data yang diperoleh direkam selanjutnya dilakukan mentranskip video tahap terakhir dianalisis untuk mendapatkan hasil bentuk tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif. Data yang sudah dianalisis mendapatkan hasil yaitu bentuk-bentuk dari tindak tutur direktif berupa, (1) tindak tutur direktif perintah, (2) tindak tutur permintaan, (3) tindak tutur saran, (4) tindak tutur ajakan. Dari bentuk-bentuk tindak tutur direktif terdapat pula fungsi tindak tutur direktif berupa (1) fungsi tindak tutur perintah meliputi, memerintah, menyuruh, dan memaksa, (2) fungsi tindak tutur permintaan meliputi, meminta, mengharapkan, memohon, mengimbau, (3) fungsi tindak tutur direktif saran meliputi, nasihat, (4) fungsi tindak tutur ajakan meliputi, ajakan. Tindak tutur yang paling banyak digunakan dalam sosialisasi penanganan covid-19 ialah bentuk permintaan sedangkan tindak tutur direktif yang sedikit digunakan adalah bentuk ajakan. Adanya sosialisasi penanganan covid-19 yang diberikan, seharusnya masyarakat dapat mematuhi peraturan yang ada, guna untuk pencegahan penyebaran virus covid-19. Penangganan pandemi yang dilakukan satgas covid-19 memberikan sebuah informasi untuk mengajak masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. The research aims to (1) describe the speech acts of the COVID-19 task force directive in the socialization of handling the pandemic, (2) describe the speech acts of the COVID-19 task force directive in the socialization of handling the pandemic, and (3) describe the markers of the speech acts of the COVID-19 task force directive. 19 in the socialization of the handling of the pandemic on the YouTube show of the Indonesian Ministry of Health for the September edition of the pandemic handling. The research method using descriptive qualitative methods. The research data is in the form of directive speech acts of the Covid-19 task force. The data source in the study was the Indonesian Ministry of Health's YouTube media in September 2021. The data collection used the SBLC (Simak Gratis Libat Cakap) technique, then the data obtained was then transcribed the last stage of the video and analyzed to obtain the results of the directive speech act and the function of the directive speech act. The data that have been analyzed are the forms of directive speech acts in the form of, (1) command directive speech acts, (2) request speech acts, (3) suggestion speech acts, (4) invitation speech acts. From the forms of directive speech acts there are also directive speech act functions in the form of (1) command speech act functions include, command, and command (2) request speech act functions include, request, plead and appeal, (3) suggestive directive speech act function includes, advice, (4) the function of the speech act of invitation includes, invitation. The most widely used speech act in handling COVID-19 is in the form of an order, while the least used speech act is a form of invitation. With the socialization of the handling of COVID-19, the public should be able to comply with existing regulations, in order to prevent the spread of the Covid-19 virus. The handling of the pandemic carried out by the COVID-19 task force provides information to invite the public to comply with health protocols.
Creatif Craft, Media Latihan Motorik Lansia Prastyaningrum, Ihtiari; Maharani, Swasti; Mustikarini, Indriyana Dwi; Kholifah, Umi
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): EDISI DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v7i2.5429

Abstract

Human motor skills will decrease with age. It is very necessary to provide some exercises to maintain motor skills. Creative Craft is one of the activities that can be done to train motor skills. In this community service activity, we partnered with the Salimah Brotherhood. Salimah has an elderly school with several programs in it, one of which is motor training. The problem in motor training here is the lack of media and facilitators, therefore we offer to provide training in making lavender flower handicrafts made from plastic straws. The results of the training are lavender flower crafts which will later be exhibited at the Salimah bazaar. The activity was carried out using a demonstration and mentoring model, considering that the participants were elderly. This activity has a positive impact, where the elderly will have better trained motor skills, be more independent, more confident because they are old but can still be creative. Another positive impact is that the elderly are more motivated in living their lives because in the future they can create more works. In conclusion, this activity is very positive and can be used as a routine activity in seniors' schools. Because there are quite a lot of benefits in supporting the quality of life of the elderly.ABSTRAKKemampuan motorik manusia akan menurun seiring bertambahnya usia. Perlu sekali memberikan beberapa latihan untuk menjaga kemampuan motorik. Creatif Craft adalah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan motorik. Pada kegiatan abdimas ini, kami bermitra dengan Persaudaraan Salimah. Salimah memiliki sekolah lansia dengan beberapa program di dalamnya, salah satunya adalah pelatihan motoric. Permasalahan dalam pelatihan motorik disini adalah kurangnya media dan fasilitator, oleh karena itu kami menawarkan diri untuk memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan bunga lavender berbahan sedotan plastik. Hasil pelatihan adalah kerajinan bunga lavender yang nantinya dipamerkan dalam bazar Salimah. Kegiatan dilaksanakan dengan model demonstrasi dan pendampingan, mengingat pesertanya adalah lansia. Kegiatan ini berdampak positif, dimana lansia akan lebih terlatih kemampuan motoriknya, lebih mandiri, lebih percaya diri karena dengan usia yang sudah senja namun masih dapat berkreasi. Dampak positif lainnya adalah para lansia lebih termotivasi dalam menjalani hidup karena kedepannya mereka dapat membuat karya-karya lain yang lebih banyak. Kesimpulannya, kegiatan ini sangat positif dan dapat digunakan sebagai kegiatan rutin di sekolah lansia. Karena kebermanfaatan yang cukup banyak untuk menunjang kualitas hidup para lansia.
JUAL BELI DENGAN SISTEM TEBASAN; STUDI ANTAR PERSPEKTIF TOKOH NU STRUKTURAL DAN TOKOH NU KULTURAL DI DESA SUMUR, KECAMATAN TAMANSARI, KEBUPATEN BOYOLALI Kholifah, Umi
Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum Vol. 8 No. 1 (2020): Al-Mazaahib
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.096 KB) | DOI: 10.14421/al-mazaahib.v8i1.2214

Abstract

Jual beli dengan sistem tebasan merupakan pembelian hasil tanaman sebelum dipetik. Dalam praktiknya sistem tebasan dilakukan oleh pemborong yaitu dengan cara membeli hasil pertanian sebelum masuk masa panen. Praktik jual beli seperti ini mengandung gharar ( الغرر ) yang mengakibatkan transaksi jual beli menjadi tidak sah. Penyebab dikarenakan tanpa penakaran yang sempurna, dan ketidakjelasan jumlah dari barang yang diperjual-belikan dapat menimbulkan kerugian kepada salah satu pihak yang melakukan akad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tentang bagaimana bagaimana praktik jual beli dengan sistem tebasan yang dilakukan di Desa Sumur, serta bagaimana pandangan tokoh-tokoh NU, baik struktural maupun kultural mengenai jual beli dengan sistem tebasan tersebut. Lantas kemudian menganalisa perspektif kedua belah pihak untuk dibandingkan antara persamaan dan perbedaan pandangannya. Penelitian ini menggunakan kajian lapangan (field research). Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normativ dan sosiologis. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa tokoh NU struktural membolehkan jual beli dengan sistem tebasan namun harus memenuhi rukun dan syarat yang telah diatur dalam hukum Islam secara sempurna. Jika terdapat syarat-syarat yang belum terpenuhi, maka jual beli tersebut batal atau tidak sah. Pendapat Tokoh NU kultural membolehkan jual beli tebasan secara keseluruhan, yang penting di dalam jual beli ini adalah kesepakatan yang terjadi di antara kedua belah pihak.
Pengembangan Modul Pembelajaran PLC Outseal Berbasis Proyek Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Universitas PGRI Madiun Alif Mashuri; Sulistyaning Kartikawati; Umi Kholifah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, peran modul pembelajaran sebagai sumber ajar sangat penting. Salah satu perkembangan teknologi modern adalah Programmable Logic Controller (PLC) Outseal. Modul berbasis proyek salah satu modul yang sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran PLC Outseal. Secara umum penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dan validitas modul pembelajaran PLC Outseal berbasis proyek. Penelitian iini menggunakan metode Research and Development dengan model 4D (Four D) yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), Disseminate (Penyebaran). Pengambilan data dari angket uji kelayakan dan validasi ahli. Data yang diperoleh kemudian dihitung dan mendapatkan hasil kelayakan sebesar 87,69%. Ahli media sebesar 89%. Dan ahli materi sebesar 81,53%. Dengan hasil rata-rata sebesar 86%. Dari hasil yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan pengembagan modul PLC Outseal berbasis proyek "layak" dan "valid" pada tampilan, isi dan penutup untuk digunakan dalam proses pembelajaran
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANAU DI KAMPUNG RAWA BAMBU KOTA BEKASI Amelia Arita Purba; Annas Bachtiar Roby; Hirda Ronggo Pratama; Inggrid Puspitasari; Nur Alim Reza Oktian; Okta Eliza Sinaga; Siti Aisah Azzahra; Tarisa Trihandayani; Umi Kholifah; Venisya Zahra Finantha; Yuarini Wahyu Pertiwi
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 6 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v4i6.10539

Abstract

Kampung Rawa Bambu, yang terletak di Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, merupakan wilayah dengan potensi besar sebagai aset daerah. Salah satu elemen utama kawasan ini adalah danau buatan yang berfungsi ganda, yakni sebagai area resapan air untuk pengendalian banjir dan destinasi wisata lokal yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Program pengembangan infrastruktur dan revitalisasi Kawasan dengan menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga. Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan partisipatif, Kampung Rawa Bambu berpeluang menjadi contoh sukses pengembangan wilayah yang berkelanjutan, mengombinasikan pemanfaatan sumber daya alam, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pelatihan Marketing Online bagi Komunitas Ibu-Ibu Pelaku Bisnis Online Ihtiari Prastyaningrum; Nurulita Imansari; Umi Kholifah
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 5 No 2 (2024): SULUH: Jurnal Abdimas Februari
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v5i2.3365

Abstract

Perkembangan dunia internet saat ini sudah sangat pesat. Pelaku bisnis saat ini sudah mulai menjamur, mulai dari kalangan anak muda hingga orang tua. Terlebih lagi saat ini sudah mulai terbentuk kominitas ibu-ibu pelaku usaha online yang menjalankan usahanya dalam bentuk onlineshop sederhana. Namun pola pemasaran mereka hanya sebatas update story di whatsapp. Hal ini tentu belum maksimal. Dalam hal ini kami mencoba focus pada pola pelatihan pemasaran marketing online. Dimana pelatihan dilakukan secara online menggunakan whatsapp. Hasilnya komunitas ibu-ibu ini sudah mulai dapat memperluas pemasaran produknya.
ANALISIS SOAL MATEMATIKA UJIAN AKHIR SEMESTER GANJILDITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF PADA SISWA KELAS VII SMP NGERI 13 MUKOMUKO TAHUN AJARAN 2019/2020 Kholifah, Umi; Hanifah, Hanifa; Siagian, Teddy Alfra; Utari, Tria
JP2MS Vol 5 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.5.1.99-110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal ujian semester ganjil ditinjau dari aspek kognitif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 13 Mukomuko Tahun Ajaran 2017/2020. Berdasarkan pada Taksonomi Bloom revisi terdapat ada 6 tingkat proses kognitif. Dalam tingkat kognitif mencakup dari Mengingat (C1), Memahami (C2), Mengaplikasikan (C3), Menganalisis (C4), Mengevaluai (C5), Mencipta (C6). Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dari penelitian ini dengan jumlah soal ujian semester ganjil kelas VII di SMP Negeri 13 Mukomuko tahun ajaran 2019/2020 berjumlah 40 soal pilihan ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kategori level kognitif “Memahami” C2 sebanyak 16 soal (40%), “Mengaplikasikan” 24 soal (60%)  dan untuk Mengingat (C1), Menganalisis (C4), Mengevaluai (C5), Mencipta (C6) tidak ada sama sekali. Kemudian berdasarkan Validitas terdapat 11 soal yang  valid yaitu soal nomor 1, 4, 6, 7, 11, 18, 24, 26, 32, 38, 39.  Untuk Reabilitas didapat nilai 0,348 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak reliabel. Untuk Tingkat Kesukaran didapat bahwa yang termasuk dalam kategori mudah 38 soal (95%), dan kategori sedang 2 soal (5%). Untuk Daya Pembeda  didapatkan bahwa yang termasuk dalam kategori “Baik” 5 soal (12,5%), “Cukup” 9 soal (22,5%), “Jelek” 26 soal (65%). Sedangakan untuk fungsi Pengecoh diketahui bahwa soal yang termasuk dalam kategori “Baik “berjumlah 14 soal, kategori “Cukup” berjumlah  17 soal, kategori “Jelek” berjumlah 9 soal.
Peningkatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Tradisi Gamelan Di Desa Jetak, Blora Fadhila, Emy Ika; Pasiningsih, Pasiningsih; Luthfi , Muhammad Adib; Ulil, Muhammad; Fadhila, Emy; Kholifah, Umi; Nikhlah, Sailin; Muqtafiyah, Ifa Nirotul; Afifah, Izzatul; Susanto , Cahyo; Rahmasari , Shellya Afita; Rochmah, Illa Nur Laela; Jannah, Nishfiyatul; Makarima , Naeli; Yanti , Ulin Nur Nihklah Dwi; Hafidzah, Zulia Afiani Nur; Nailal M, Muhammad Isyfa’; Abdulloh , Khoiruddin; Rosianti, Maulida
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dedikasi.v3i2.21871

Abstract

Indonesia sebagai negara majemuk memiliki banyak keberagaman diantaranya adalah budaya dan agama. Pada prakteknya, agama dan budaya saling mendukung namun terkadang dipertentangkan. Desa Jetak, Kecamatan Kunduran, Blora, Jawa Tengah kental akan kegiatan keagamaan yang memadukan budaya tetapi terkadang menjadikan pro dan kontra sehingga “Peningkatan Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Tradisi Gamelan Di Desa Jetak” menjadi tema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). PkM dilakukan oleh dosen IAIN Kudus berkolaborasi dengan 17 mahasiswa KKN melalui metode tatap muka dengan 39 peserta. Hasil PkM menunjukkan antusiasme masyarakat dan mahasiswa KKN pada topik agama dan budaya lewat tradisi gamelan terutama saat narasumber memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Namun, pemilihan hari dalam pelaksanaan PkM serta pendekatan mahasiswa ke masyarakat agar terlibat aktif dalam talkshow perlu dievaluasi. PkM bisa melibatkan pendidik, anak, dan warga masyarakat agar lebih optimal dalam mengenalkan moderasi beragama dalam hal agama dan budaya.
PENINGKATAN AKTIFITAS DAN KOOPERATIF SISWA MELALUI PEMBELAJARAN JIG SAW DI SMP NEGERI 1 PREMBUN Kholifah, Umi
Ta'dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v13i1.240

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran Jig Saw adalah kooperatif tipe Jigsaw dapat merubah suasana belajar lebih efektif dan menyebabkan siswa menjadi lebih aktif mencari dan menggali berbagai informasi mengenai materi yang dijelaskan.Jurnal ini memberikan gambaran kepada pembaca langkah penyusunan penelitian tindakan kela. Rumusan masalah dalam jurnal ini membahas tentang Bagaimanakah aktifitas siswa dalam KBM pada konsep Kemagnetan dengan metode pembelajaran Jig Saw?Sejauh mana ketrampilan kooperatif siswa dapat dimunculkan dalam KBM yang menerapkan metode Jig Saw, pada konsep Kemagnetan? Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode PTK dari siklus I, siklus II, dan sikus III. Tahapan penelitian yang digunakan yaitu tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (acting), tahap pengamatan (observasi), dan tahap evaluasi (refleksi). Instrumen yang digunakan berupa lembar angket, dan lembar observasi pembelajaran.Aktifitas belajar yang teramati antara lain ketergantungan mendengarkan (memperhatikan) penjelasan guru atau teman, membaca buku materi/LKS, mengerjakan LKS, menulis (mencatat) materi esensial, berdiskusi dengan teman/guru, bertanya kepada teman/guru dan menjadi presenter (penyaji). Kooperatif siswa yang teramati yaitu merespon pendapat orang lain, mengambil inisiatif (giliran) dan berbagi tugas, memberi kesempatan orang lain berbicara, kerjasama dengan teman dalam kelompok dan kemampuan siswa untuk menyampaikan informasi. Kata kunci: Aktifitas, Kooperatif, Jig Saw.
Penyuluhan Demam Berdarah dan Pemanfaatan Pekarangan sebagai Strategi Pencegahan Berbasis Lingkungan Kurniawan, Anugallakata Nea Sasgapata; Kharullah, Ilham; Sa'adah, Naili; Kholifah, Umi; Azizah, Rizky Annisa'; Mila, Zamilatul; Rahmawati, Putri; Shabrina, Nada Nasywa; Andriyani, Evita Ayu; Fahreza, Muhammad Nouval Raya; Munashiva, Nur Shifiya; Wangi, Nabila Mega; Agustina, Sofyya; Septian, Asya Ainu; Qoniah, Fadhilatul; Perdana, Fatkhi Zalfa
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i4.557

Abstract

Introduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) continues to be a serious public health issue in Indonesia, including in Waru Village, Mranggen District, Demak Regency, where a rise in cases was recorded in 2024. Traditional prevention efforts such as the 3M campaign (draining, covering, and burying) and fogging have not been fully effective in reducing case numbers. This community engagement program aimed to enhance DHF prevention efforts by combining health education with the ecological use of home yards through the cultivation of mosquito-repellent plants. Method: The program was conducted by the KKN team from UIN Walisongo Semarang using a Participatory Action Research (PAR) approach, which involved active collaboration with PKK cadres and local residents. The implementation consisted of three stages: preparation, core activities (education and planting), and post-activity evaluation. Data were collected through observations, interviews, documentation, and reflective discussions with the community. Results: showed increased public awareness and participation in environmental hygiene practices. Residents expressed a better understanding of natural mosquito control methods and began planting and maintaining useful plants such as aloe vera (Aloe barbadensis), lemongrass (Cymbopogon citratus), and citrus (Citrus sinensis) in their yards. Interviews revealed positive behavioral changes and a collective commitment to sustaining these efforts. Conclusion: this program demonstrates that integrating health education with participatory environmental action can effectively strengthen community-based DHF prevention strategies and promote long-term behavioral change.