Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Komposisi Media Dasar pada Kultur Embrio Kelapa Kopyor (Cocos Nucifera L. var.kopyor) Putri , Halida Adistya; Gustiningsih, Dini; Sholeh, M. Mahftuchin; Firdaus, Fahmi
Jurnal Biotek Vol 13 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v13i1.55894

Abstract

 Kopyor coconut has the potential to be an export crop native to Indonesia. The low production of kopyor coconut in Indonesia occurs because kopyor coconut cannot germinate conventionally like an endosperm mutation. This is due to the food reserves in the form of fruit flesh in crumb condition (kopyor), so it cannot supply sufficient nutrients for the seed germination process. The only appropriate and effective germination method to obtain Kopyor coconut seeds is in vitro embryo culture. This study aimed to determine the composition of the best culture media types for the growth of Kopyor coconut embryos. The study was arranged using a non-factorial Completely Randomized Design with three levels of media types: M1: Y3 + BA 4 mg L-1. M2: De Fossard + BA 4 mg L-1, and M3: Modified Media (Macro and Micro: Eeuwens, Organic: De Fossard) + BA 4 mg L-1. The results of the study showed that in the germination phase, M1 media was an effective medium for the germination of coconut kopyor up to 16 MST, where there are embryos in phase 4/embryos that swell more (10 embryos) compared to M2 media (3 embryos) and M3 media (2 embryos). After evaluating the planting method, media composition, and replacement of ZPT, the dominant embryos experienced germination, where there were 30% of embryos in the modified media (M3) tended to be higher than other media treatments, but not significantly different
Pengembangan Kit Gerak Lurus Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Dan Sensor Infrared Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Ayub, Syahrial; Firdaus, Fahmi; 'Ardhuha, Jannatin; Susilawati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.303

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan revolusi industri 4.0 yang menuntut integrasi teknologi dalam pendidikan, khususnya dalam pembelajaran fisika. Tujuan utama penelitian ini untuk menghasilkan produk berupa kit gerak lurus berbasis mikrokontroler arduino uno dan sensor infrared yang layak, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan (development research) yang dikembangkan oleh Jan Van Der Akker dengan langkah-langkahnya meliputi penelitian pendahuluan, tahap pembuatan prototipe, evaluasi sumatif, dan refleksi sistematik dan dokumentasi. Produk yang dikembangkan berupa kit gerak lurus berbasis mikrokontroler arduino uno dan sensor infrared didukung dengan perangkat lainnya yaitu modu ajar, LKPD, dan instrumen tes keterampilan proses sains. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan angket respon peserta didik serta instrumen tes. Validitas produk dinilai oleh 3 validator ahli dari dosen fisika dan 3 validator praktisi dari guru mata pelajaran fisika yang dianalisis menggunakan skala Likert. Kepraktisan diperoleh dari lembar pengamatan oleh guru dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran yang dilakukan. Efektivitas diperoleh dari hasil uji coba terbatas produk berupa peningkatan nilai pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji N-gain. Hasil validitas produk yang dikembangkan memiliki persentase yaitu kit 93,18%; modul ajar 90,42%; LKPD 92,05%; dan instrmen tes 88,64 dengan kategori sangat valid serta reliabel rata–rata di atas 75%, sehingga produk dapat dikatakan layak digunakan. Hasil kepraktisan produk yang dikembangkan berupa lembar keterlaksanaan oleh guru dan respon peserta didik sebesar 95,00% dan 93,85% dituliskan secara berurutan dengan kategori sangat praktis. Hasil perolehan uji N-gain untuk keterampilan proses sains peserta didik sebesar 0,42 dengan kategori sedang dan termasuk ke dalam kriteria cukup efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kit, modul ajar, LKPD, dan instrumen tes yang dihasilkan layak, sangat praktis dan cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik.
Analisis Hubungan Etnosains Fisika Terhadap Alat Transportasi Tradisional Cidomo di Pulau Lombok Hasan, Yulia; Firdaus, Fahmi; Syukur, Abdul
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.312

Abstract

Cidomo merupakan alat transportasi tradisional di Pulau Lombok yang memiliki hubungan etnosains dalam konteks materi fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etnosains pada cidomo dalam konteks materi fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan etnosains fisika terhadap alat transportasi cidomo, yang mencakup materi pembelajaran seperti momentum, kinematika, dinamika gerak, elastisitas bahan, dan kesetimbangan benda tegar. Kesimpulannya, penelitian ini berhasil menganalisis hubungan etnosains pada cidomo dalam konteks materi fisika, menunjukkan bagaimana pengetahuan lokal dan ilmiah dapat saling melengkapi dalam pemahaman konsep fisika.
Program Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Media Pembelajaran Virtual untuk Meningkatkan Kreativitas Guru di SMA Negeri 2 Jonggat Susilawati; Doyan, Aris; Kosim; Taufik, Muhammad; Verawati, Ni Nyoman Sri Putu; Fuadi, Husnul; Firdaus, Fahmi; Muliadi, Irman; Afandi, Samsul; Iqlima, Sheiliana; Jaswadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12077

Abstract

Rendahnya kreativitas guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran, khususnya yang berbasis virtual, menjadi masalah utama yang diidentifikasi di SMA Negeri 2 Jonggat. Hal ini berdampak pada monotonnya proses belajar mengajar dan kurangnya keterlibatan aktif peserta didik. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan program pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kreativitas guru melalui pemanfaatan berbagai platform media pembelajaran virtual. Metode pelaksanaan kegiatan, yang berlangsung pada hari Sabtu, 17 Mei 2025, terdiri dari tiga tahap utama: (1) pemberian materi teoritis mengenai konsep media virtual dan prinsip kreativitas dalam pembelajaran, (2) workshop praktik pembuatan media menggunakan tools seperti Canva for Education, simulasi PHET, serta (3) sesi pendampingan dimana peserta secara berkelompok merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan media yang telah dibuat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru. Sebanyak 95% peserta berhasil membuat media pembelajaran virtual interaktif dan merasa lebih percaya diri untuk menerapkannya di kelas. Pembahasan mengungkap bahwa pendekatan kombinasi antara pelatihan intensif dan pendampingan langsung terbukti efektif dalam membangun kapasitas guru secara berkelanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur dan praktis berhasil memacu kreativitas guru serta menjadi katalis untuk transformasi pembelajaran yang lebih dinamis dan relevan di SMA Negeri 2 Jonggat.
TINDAK TUTUR PERCAKAPAN GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN OLAHRAGA DI SDN PETINGGEN Firdaus, Fahmi
JURNAL SKRIPTA Vol 10 No 1 (2024): SKRIPTA MEI 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v10i1.4584

Abstract

Speech act events are frequently utilized to learn specific knowledge; they are differentiated by the presence of speakers and speech partners. The purpose of this study is to explain and describe (1) the speech actions employed in teacher and student dialogues in sports learning at SDN Petinggen, as well as (2) the meaning/intention behind the communication between the teacher and students in sports learning. The qualitative research approach is used in this study. Data is collected through observation and recording procedures. For analysis, the flow approach was applied. This study's findings may be summarized as follows: (1) how instructors and students utilize locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech actions in learning; (2) the goal of the teacher and student dialogue, such as educating, motivating, clarifying, reinforcing, amusing, and finishing. The instructor does speech acts in order to develop good communication with pupils using various tactics and speaking strategies that take into account the context of formal or casual circumstances. Thus, the instructor student conversation in sports learning involves both direct and indirect speaking activities.
Hambatan Kontraktor Dalam Penerapan Konsep Green Construction Di Surabaya: Barriers’s Contractors In Implementing The Green Construction Concept In Surabaya Alrizal, Fahmi Firdaus; Untari, Alda Rizma; Kurniawan, Adhitya Bangkit; Kalammolah, Moch.
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2024): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v12i1.5877

Abstract

The level of carbon dioxide or global warming continues to increase in the world. It becomes one of the strongest reasons for providers of construction goods and services to apply the concept of green construction. The application of the green construction concept is still a new thing, and not all components of the green construction concept have been well implemented by contractors. In applying the concept, several obstacles have occurred. This study identified the most dominant obstacles experienced by contractors in implementing the green construction concept, especially in Surabaya. Primary data were collected and then processed through the interpretive structural modeling method to find the most dominant obstacles. Twelve obstacles spread over five levels were found in this research, namely: lack of best practices and lessons learned, lack of understanding of green construction, difficulty in getting certificates, lack of awareness of the green construction benefits, feeling no need to implement green construction, no guidelines, procedural constraints, lack of government socialization, limited availability of green land, lack of alternative materials, limited availability of environmentally friendly materials, and difficulty in obtaining environmentally friendly materials. According to the respondents, the most dominant obstacles included the absence of a guideline and the lack of socialization from the government.
Analisis perbandingan biaya, waktu, dan dampak lingkungan pada pekerjaan lapis pondasi atas menggunakan material recycle dan cut and fill (studi kasus: proyek pembangunan jalur lintas selatan Tulungagung -Trenggalek) Fahmi Firdaus Alrizal; Diah Listyaningsih; Ihsan Galang Saputra
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.12.2.6698.195-202

Abstract

Nowadays, environmental issues in construction project activities that were previously ignored have become major problems as they trigger global warming. Consequently, green construction as a concept of sustainable development has begun to be implemented. It is sort of an effort to minimize the impact of damage to the environment. The construction project of the Tulungagung-Trenggalek southern route carried out material recycling from construction waste to top foundation layer material. The material processing will have an impact on the construction implementation. Therefore, it is necessary to have a study on a comparative analysis of costs, time, and environmental impacts on the work of the top layer using recycled materials and the cut-and-fill method. After using recycled materials, the cost was IDR 2,637,312,551.00, while the cut-and-fill method cost was IDR 2,535,283,401.00. The recycling method took 20 days, whereas the cut-and-fill method took 37 days. Material waste reached 5729.27 tons by the recycle method and 46586.82 tons by the cut-and-fill method. The recycling method caused emissions of 52774.4 kgCO2/liter, while the cut-and-fill method brought in 59935.34 kgCO2/liter. In conclusion, the recycling method can be categorized as a green construction method because it produces fewer emissions and waste than the cut-and-fill method. The recycling method can reduce the impact of environmental damage.
Evaluasi Value Engineering Struktur dan Non Struktur pada Pekerjaan Hotel Reddoorz Jl. Woodland WL 10 No. 7 Citraland, Surabaya Iqbal Bagus Dwi Putra; Siti Choiriyah; Felicia Tria Nuciferani; Fahmi Firdaus Alrizal
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2026.v7i1.8859

Abstract

Proyek pembangunan kerap menghadapi kendala tingginya biaya konstruksi, terutama pada pekerjaan struktur dan arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen pekerjaan yang berpotensi menimbulkan pemborosan biaya, menganalisis alternatif yang lebih efisien, serta memberikan rekomendasi solusi yang dapat meningkatkan nilai (value) proyek. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode Value Engineering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa komponen pekerjaan pada pasangan dinding dan plesteran memiliki peluang penghematan biaya yang signifikan melalui pemilihan material serta metode pelaksanaan yang lebih tepat. Alternatif yang direkomendasikan mampu menghasilkan selisih biaya antara Rp 1.188.927.015,46 pada desain awal dan Rp 633.813.750,19 pada desain hasil Value Engineering. Penghematan yang diperoleh mencapai Rp 555.113.265,27 atau sekitar 46,72% dari total biaya awal. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan Value Engineering efektif dalam meningkatkan efisiensi biaya tanpa menurunkan fungsi bangunan.