Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : AGROTEKBIS

UJI ANTAGONIS JAMUR Aspergillus niger TERHADAP PERKEMBANGAN JAMUR PATOGENIK Fusarium oxysporum PADA BAWANG MERAH (Allium cepa agregatum L. aggregatum group) SECARA In vitro Sarah, Sarah; Asrul, Asrul; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit layu fusarium atau dikenal dengan penyakit moler adalah salah satu penyakit penting pada pertanaman bawang merah, yang menimbulkan banyak kerugian dibeberapa sentra produksi. pengendalian penyakit moler pada saat ini masih ditekankan pada teknik pengendalian dengan menggunakan fungisida, sehingga dipertimbangkan pilihan lain, yaitu dengan menggunakan agensia pengendali hayati.  jamur Aspergillus niger salah satu jamur yang bersifat antagonis sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu alternatif pengendalian penyakit layu fusarium.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jamur A.  niger sebagai jamur antagonis terhadap jamur   Fusarium oxysporum. Metode pengujian adalah dengan meletakkan isolat jamur A. niger secara bersamaan dalam media PDA dengan isolat F. oxysporum pada posisi berlawanan, kemudian diinkubasi sampai terjadi pertautan antara kedua koloni jamur, metode ini terus dilakukan dengan isolat jamur A. niger pada umur kultur berbeda sesuai perlakuan yaitu K1 6 hari, K2 8 hari, K3 10 hari, K4 12 hari.  Hasil penelitian menunjukan bahwa umur kultur yang berbeda dapat mempengaruhi laju pertumbuhan jamur A. niger dalam menekan pertumbuhan Jamur patogen F. oxysporum.  Perlakuan yang paling efektif dalam menekan pertumbuhan jamur  F. oxysporum yaitu P1 dengan kultur awal yang berumur 6 hari. Kata kunci: Aspergillus niger, Fusarium oxysporum, Layu Fusarium, Uji Antagonis.
PENGARUH SISTEM PERTANAMAN KAKAO TERHADAP INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT VSD (Vascular streak dieback) PADA KEBUN KAKAO RAKYAT DI KECAMATAN BUNGKU TENGAH As’ar, Marwia; Shahabuddin, Shahabuddin; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This aim of the study was to determine the cropping systems of small holder cocoa plantations on the intensity of VSD (Vascular streak dieback) attacks. This study would be useful information for farmers on how to control VSD attacks on cocoa plantation particularly in Central Bungku. The research used descriptive methods. Data collected in this study was done through survey on two types of cacao plantations i.e. polyculture system and monoculture system. It was found that the attacks of the VSD disease were more intense in the monoculture system than its counterpart.  The intensity of the VSD attack was 2.58% in the monoculture system whereas it was only 1.48% in the polyculture system.
EFEKTIVITAS TANAMAN NAUNGAN DAN PUPUK BIOPROTEKTAN KOMPOS Trichoderma sp. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK UMBI PADA TANAMAN BAWANG MERAH Indiani, Ni Ketut; Lakani, Irwan; Ismail, Rosmini
AGROTEKBIS Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Onion (Allium ascallonicum L.) is one of horticultural commodities that has high economic value and national priority to cultivate. The purpose of this study was to determine the effectiveness of shade plant and bioprotectant fertilizer (compost + Trichoderma sp.) to control  tuber root disease (Fusarium oxysporum) on onion crop. This study used Split plot design, which consists of: (1) shade treatment as the main plot namely: without (A1) and with (A2) shade plants, (2) application of bioprotectant fertilizer (compost + Trichoderma sp.) as the subplot namely: without fertilizer (B0),  fertilizer 1 kg/plot (B1), 2 kg/plot (B2), and 3 kg/plot (B3). The results showed that application of shade and fertilizer bioprotectant 3 kg/plot (B3) produced the lowest of tuber rot disease infestation of and the highest levels of onion yield.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KASAR DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia)TERHADAP KEPADATAN POPULASI, INTENSITAS SERANGAN Spodoptera exigua Hubner (LEPIDOPTERA : NOCTUIDAE) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH Megawati, Megawati; Anshary, Alam; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective control and friendly to the environment for example the utilization of natural pesticide that is a paitan leaf (Tithonia diversifolia).One of often found pestin red onion plant is Spodoptera exigua Hubner.The aims of this research were to determine the concentration of rough extract of paitan leaves(Tithonia diversifolia) which is best in controlling Spodoptera exigua Hubner pests. This research took place in Oloboju village, Sigi regency, central Sulawesi province and the implementation from May toJuly 2017. Research method using randomized block design (RBD), with 6 treatment that is 0g/1 liter air (without treatment), 2.5 g/1 liter water, 5 g/1 liter water, 7.5 g/1 liter water, 10 g/1 liter water, and 12.5 g/1 liter water and repeated 3 times. The results showed that the amount of population density, intensity of S. exigua attack, and the highest onion production is found in plants without treatmentand the lowest at 12.5 g /1 liter water treatment.T. diversifolia extract was able to control S. exigua larvae which showed a decrease in attack caused by S. exigua larvae with increasing treatment concentration.
UJI KETAHANAN BEBERAPA KLON KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP INFEKSI PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophtora Palmivora Butler) Asriani, Andi Halida; Lakani, Irwan; Panggeso, Johanes
AGROTEKBIS Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan beberapa klon kakao (Theobroma cacao L.) pelukaan dan tanpa pelukaan terhadap penyakit Busuk Buah (Phytophtora palmivora) berdasarkan uji detected pod. Pengambilan klon kakao diperoleh dari PT.Mars Desa Sidole kecamatan Ampibabo dan perbanyakan inokulum serta pengujian ketahanan klon kakao bertempat di Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu.Waktu Pelaksanaan pada bulan Mei hingga November 2014. Penelitian menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok Faktorial.  Faktor pertama yaitu 6 klon kakaoyaitu Klon AP, 45, M01, M06, S1 dan S2.  Faktor kedua yaitu Pelukaan dan tanpa pelukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon pelukan yang mempunyai tingkat ketahanan yang tinggi terhadap serangan P. palmivoraadalah klon S1 (42,46 cm/hari2), Sedangkan klon tanpa pelukaan adalah klon M06 (5,17 cm/hari2). Bibit kakao pelukaan yang mempunyai tingkat ketahanan yang tinggi terhadap serangan P. palmivoraadalah klon M01 dan bibit kakao tanpa pelukaan adalah S1.
POTENSI Trichoderma sp. DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT VASCULAR STREAK DIEBACK (Oncobasidium theobroma) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao) H., Herman; Lakani, Irwan; Yunus, Moh.
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan antagonis Trichoderma sp. dalam mengendalikan Oncobasidium theobromae penyebab penyakit VSD  (Vascular Streak dieback)  pada tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan  Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Pada bulan  Oktober - Desember 2013. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan.  Pada perlakuan ini digunakan 3 isolat Trichoderma sp. yaitu,isolat Astra A, Isolat Astra B berasal dari PT Astra dan isolat Untad dari laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.  Variabel yangdiamati adalah pertumbuhan koloni jamur O. theobromae dan Trichoderma sp., setiap 2 hari selama 8 hari. Pengukuran dilakukan terhadap: a. Jari-jari koloni O. theobromae yang tumbuh menjauhi Trichoderma sp (R1) dan yang mendekati jamur Trichoderma sp. (R2). b. Daya hambat jamur Trichoderma sp. Data yang diperoleh jari-jari hifa O.theobromae tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan Trichoderma.sp. Daya hambat  ketiga  spesies Trichoderma menunjukkan pengaruh yang nyata selanjutnya dianalisis dengan Uji  BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jamur Trichoderma isolat Untad lebih efektif untuk menekan pertumbuhan O.theobromae dengan persentase 85,78% disusul Trichoderma isolat Astra A dan Isolat Astra B dengan persentase 45,66% dan 30,58%.
EKSPLORASI BAKTERI ENDOFIT SEBAGAI AGENS PENGENDALIAN HAYATI TERHADAP PENYAKIT DARAH PADA TANAMAN PISANG SECARA IN-VITRO Balosi, Fitria; Lakani, Irwan; Panggeso, Johanes
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit darah yang disebabkan oleh BDB  (Blood Disease Bacterium) merupakan salah satu penyakit penting pada pisang di Indonesia. Bakteri endofit melakukan kolonisasi pada relung ekologi yang sama dengan patogen tanaman. Bakteri endofit berpotensi sebagai  agensi pengendalian hayati, sebab bakteri endofit dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap patogen tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri endofit sebagai agens pengendalian hayati terhadap penyakit darah pada tanaman pisang secara in-vitro.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah Palu.Penelitian berlangsung pada bulan Juni sampai Desember 2013. Bakteri endofit diisolasi dari perakaran  tanaman pisang yang sehat diantara tanaman yang terserang BDB. Hasil isolasi kemudian diseleksi dan diuji antagonisme dengan isolat BDB secara in-vitro . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, didapatkan dua koloni isolat yang berhasil diisolasi dari akar tanaman pisang yang diseleksi berdasarkan ciri morfologi, uji KOH, dan uji hipersensitif yaitu koloni isolat BEA1 dan BEA2 dengan kerapatan populasi 5,8x105 cfu/ml. Koloni isolat bakteri endofit BEA1 20,7%  memiliki kemampuan daya hambat lebih efektif dan berbeda nyata dalam menekan patogen BDB dibandingkan koloni isolat bakteri endofit BEA2 12 % secara in-vitro.