Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS DISCOVERY LEARNING (PART OF INQUIRY SPECTRUM LEARNING-WENNING) PADA MATERI BIOTEKNOLOGI KELAS XII IPA DI SMA NEGERI 1 MAGELANG TAHUN AJARAN 2014/2015 Akbar Handoko; Sajidan Sajidan; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i3.9460

Abstract

Penelitian dan pengembangan modul dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan prototype dan keefektifan modul biologi berbasis Discovery Learning (part of Inquiry spectrum learning-Wenning) pada materi bioteknologi terhadap hasil belajar siswa kelas XII IPA di SMA Negeri 1 Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi. Model pengembangan modul mengadaptasi model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate). Instrumen yang digunakan berupa: angket, observasi, penilaian diri sendiri, penilaian antar teman, dan tes. Uji lapangan operasional menggunakan Post-test only design Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan menggunakan uji Independent Sample T-test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa; karakteristik modul hasil pengembangan adalah modul dilengkapi dengan basis model Discovery Learning, menekankan pada kerja sama kelompok dalam penemuan konsep bukan individu dan modul sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013; kelayakan modul biologi berbasis Discovery Learning diperoleh skor rata-rata 86.42 dengan berkategori “sangat baik”;  dan  modul biologi berbasis Discovery Learning efektif untuk memberdayakan hasil belajar dari aspek sosial, aspek keterampilan dan aspek pengetahuan. Simpulan dari penelitian ini adalah modul biologi hasil pengembangan memiliki karakteristik dilengkapi basis model Discovery Learning yang menekankan pada kerja sama kelompok layak digunakan dan dapat memberdayakan aspek sosial, aspek keterampilan dan aspek pengetahuan.
PENGEMBANGAN MODUL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI POPULASI HEWAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET Ima Aryani; Mohammad Masykuri; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9592

Abstract

Tujuan penelitian, yaitu: 1) Mengetahui karakteristik Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret 2) Mengetahui kelayakan Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret, 3) Mengetahui efektivitas Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret.Jenis penelitian merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang telah dimodifikasi dari Borg dan Gall (1983). Sampel penelitian pengembangan meliputi: 1) Sampel uji coba produk awal sejumlah 3 validator ahli dan 2 dosen sebagai praktisi, 2) Sampel uji coba lapangan terbatas sejumlah 15 mahasiswa, dan 3) Sampel uji lapangan operasional sejumlah 41 mahasiswa. Instrumen yang digunakan angket, lembar observasi, kuisioner, wawancara, dan tes. Uji lapangan operasional menggunakan One Group Pretest- Posttest Design. Data kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif diuji menggunakan uji T-Test (Paired Samples T-Test) dan dihitung dengan N-gain ternormalisasi. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Kelayakan Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa setelah dilakukannya uji coba produk awal, uji coba lapangan terbatas, dan uji lapangan operasional didapatkan rata-rata sebesar 3,49 dengan persentase 87,17% dikategorikan ˝baik˝, 2) Efektifitas Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa didapatkan nilai N-gain dari kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,75 dikategorikan ˝tinggi˝ dan hasil belajar kognitif sebesar 0,69 dikategorikan ˝sedang˝ dengan hasil signifikansi sebesar p=0,000
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN JUST IN TIME TEACHING (JITT) BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI JAMUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS X SMA Icha Kurnia Wati; Maridi Maridi; Murni Ramli
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan model JiTT berbasis pendekatan saintifik, 2) Mengetahui kelayakan model JITT berbasis pendekatan saintifik, 3) Mengetahui efektivitas model JITT berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis kelas X SMA pada materi jamur. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Borg & Gall dengan tahapan: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji coba permulaan, 5) revisi produk pertama, 6) uji lapangan terbatas, 7) revisi produk kedua, 8) uji lapangan operasional, 9) revisi produk ketiga, 10) disseminasi. Kelayakan model divalidasi oleh ahli model, ahli materi, guru biologi (praktisi), dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, lembar observasi, wawancara, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kemampuan belajar analitis dianalisis dengan mengunakan uji t (t test) dengan desain posttest only control group design. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) pengembangan model pembelajaran JiTT berbasis saintifik dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dari model yaitu adanya sintaks, sistem sosial, sistem pendukung, peran siswa, peran guru, dampak intruksional, dan dampak pengiring, 2) hasil pengembangan model pembelajaran JiTT berbasis saintifik layak untuk diterapkan pada materi jamur. Kelayakan model pembelajaran JiTT berbasis saintifik berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori baik pada produk pengembangan, 3) model pembelajaran JiTT berbasis saintifik mampu meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Uji statistik pada kemampuan berpikir analitis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan (sig 0,00 < 0,05) antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Sri Sulastri; Maridi Maridi; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9616

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) menggunakan media laboratorium riil dan laboratorium virtual ditinjau dari kemampuan awal dan interaksi sosial siswa. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Karanganyar Semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karanganyar. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium riil terdiri dari 28 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium virtual terdiri dari 29 siswa.Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar aspek kognitif. Uji coba instrumen tes kognitif meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas, dengan α = 0,05 disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Teknik non tes untuk data interaksi sosial dan lembar observasi untuk aspek afektif dan aspek psikomotor. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan uji lanjut scheffe menggunakan bantuan software SPSS 18. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Ada pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (2) Ada pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar afektif siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa; (3) Ada pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif siswa; (4) Ada interaksi antara model belajar dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (5) Ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa, tetapi tidak ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif siswa; (6) Tidak ada interaksi antara kemampuan awal dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; dan (7) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran, kemampuan awal, dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Lisan dan Tulisan melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Siswa Kelas X SMA Maridi Maridi; Suciati Suciati; Bella Mawar Permata
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2019): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v12i2.31932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi  lisan dan  tulisan  siswa  melalui penerapan model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran biologi melalui penerapan model PBL sebagai tindakan penelitian. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap siklus penelitian terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian meliputi: keterampilan komunikasi lisan dan tulisan siswa, keterlaksanaan sintaks, serta dokumentasi pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif komparatif dan alnalisis kritis. Prosedur penelitian meliputi: perencaranaan, tindakan, observasi, dan  refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari Pra-siklus, Siklus I, dan Siklus II hasil peningkatan rata-rata keterampilan komunikasi lisan (Pra-siklus/ Siklus I/ Siklus II) sebesar (30,81%/ 54,6%/ 63,7) dan keterampilan komunikasi tulisan (29,22%/ 62,01%/ 68,06%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model PBL dapat meningkatkan keterampilan komunikasi lisan sebesar 32,89% dan tulisan sebesar 38,84%.
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI KINERJA GURU BERSERTIFIKASI DI PURWOKERTO BANYUMAS Nurfuadi Nurfuadi; Supriyanto Supriyanto; Maridi Maridi
Jurnal Penelitian Agama Vol 18 No 2 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.32 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v18i2.2017.pp196-223

Abstract

Abstract: Teachers as a part of professional educators are having the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating learners in early childhood education on formal education, primary education and secondary education. In performing their duties, teachers apply skills, skills that suitable with the quality standards or specific norms they obtain through professional education. The target of this research is the teachers who have passed the certification and have received professional allowance from 2008 in Banyumas District Education Office. Data on these teachers is based on the data sourced from Teachers Certification Teams of Banyumas District Education Office. The total amount of teachers who have passed the certification and received professional allowance in Education Department of Banyumas Regency as many as 6,884 people. Keywords: Model Development, Performance Evaluation, Teacher Certified
Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik di SMA Negeri 1 Karas Tahun Pelajaran 2017/2018 pada Mata Pelajaran Biologi Ditinjau dari Profil Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan dan Proses Pembelajaran Irwan Irwan; Maridi Maridi; Sri Dwiastuti
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 6, No 1: June 2018
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.691 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v6i1.959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik pada mata pelajaran biologi ditinjau dari profil pemenuhan standar nasional pendidikan dan proses pembelajaran yang dilakukan di SMA Negeri 1 Karas tahun pelajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, penyebaran angket, dan wawancara langsung dengan guru dan peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan persentase pemenuhan 8 standar nasional pendidikan di SMA Negeri 1 Karas sebesar 81,48%. Hasil analisis Ujian Nasional selama tiga tahun terakhir pada mata pelajaran biologi menunjukkan bahwa terjadi penurunan nilai rerata penguasaan materi tingkat mata pelajaran biologi selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2015 sebesar 77,69 menurun di tahun 2016 menjadi sebesar 67,16 dan penurunan nilai rerata penguasaan materi biologi peserta didik berlanjut di tahun 2017 sebesar 56,04. Hasil angket proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah menurut guru telah mencapai 83,3% dan menurut peserta didik mencapai 65,7%. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah dilakukan sesuai dengan standar pelaksanaan kurikulum yang diterapkan di sekolah yaitu melalui pendekatan saintifik. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru menurut peserta didik sudah baik, namun perlu dikembangkan dan ditingkatkan agar hasil belajar kognitif peserta didik meningkat dan lebih bagus dari sebelumnya