Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING YANG DIINTEGRASIKAN DENGAN GROUP INVESTIGATION PADA MATERI PROTISTA KELAS X SMA NEGERI KARANGPANDAN Septina Dwi Prasetyana; Sajidan Sajidan; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9628

Abstract

Model Pembelajaran Group Discovery Learning (GDL) adalah model pembelajaran yang dikembangkan dengan mengintegrasikan model pembelajaran Discovery Learning dengan Group Investigation yang saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Penelitian bertujuan untuk 1). Mengembangkan Model Pembelajaran Discovery Learning (DL) yang diintegrasikan dengan Group Investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMAN Karangpandan, 2). Menguji kelayakan Model pembelajaran DL yang diintegrasikan dengan GI pada materi protista untuk meningkatkan hasil belajar SMAN Karangpandan, 3). Menguji keefektifan produk Model DL yang diintegrasikan dengan GI disertai modul dan media untuk meningkatkan hasil belajar SMAN Karangpandan. Penelitian menggunakan metode Research And Development mengacu pada model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Responden pengembangan meliputi 2 validator, dan praktisi, uji coba skala terbatas 10 siswa, uji coba lapangan 28. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan hasil belajar kognitif dengan N-gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektifan model, Paired - Sample T test untuk mengetahui sebelum dan setelah penggunaan model, Independent t-test untuk mengetahui perbedaan hasil belajar. Data nilai aspek pengetahuan siswa kelas model, agregasi, dan existing learning dilakukan perhitungan prasyarat sebelum dilakukan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan 1). Pengembangan model pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan komponen model; 2). Hasil pengembangan model pembelajaran layak diterapkan pada materi Protista. Berdasarkan penilaian hasil validasi ahli memperoleh kategori baik, praktisi, dan penilaian siswa mendapatkan kategori sangat baik; 3). Model pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar. Ada perbedaan signifikan hasil belajar pengetahuan, dan sikap antara kelas model, agregasi, dan existing learning tetapi tidak ada perbedaan pada hasil belajar ketrampilan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model DL yang diintegrasikan dengan GI mengalami peningkatan keefektifan hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY (GIL) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN Ita Widya Yanti; Suciati Sudarisman; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9486

Abstract

Penelitian bertujuan untuk:1) mengetahui karakteristik modul berbasis GIL; 2) menguji kelayakan modul pembelajaran berbasis GIL; dan 3) menguji keefektivan modul berbasis GIL untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan. Penelitian menggunakan model prosedur Research And Development (R & D) mengacu pada model Borg and Gall (1983) yang dimodifikasi. Subjek pengembangan meliputi responden uji lapangan awal berjumlah 4 validator dan 2 praktisi, responden uji skala kecil berjumlah 10 peserta didik. Responden uji lapangan terbatas berjumlah 50 peserta didik yang terdiri atas 2 kelas mengunakan modul yaitu 25 peserta didik kelas XI MIA 1 dan 25 peserta didik kelas XI MIA 3. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, lembar analisis, angket, lembar validasi, wawancara, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan hasil belajar dianalisis dengan N-gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektivan modul, Paired-sample t-test untuk mengetahui literasi sains dimensi konten sebelum dan setelah menggunakan modul berbasis GIL. Hasil penelitian diperoleh: 1) Modul berbasis GIL untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan dikembangkan sesuai dengan sintaks GIL (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi) dengan pendekatan saintifik; 2) Hasil pengembangan modul berbasis GIL dari validator ahli instrumen pembelajaran memperoleh kategori “baik” dengan persentase 85%, dan kategori “sangat baik” dari ahli keterbacaan dengan persentase 100%, ahli materi dengan persentase 92%, ahli penyajian modul dengan persentase 100%,  praktisi modul dengan persentase 100% serta responden uji skala kecil dengan persentase 87,38%, sehingga modul berbasis GIL layak digunakan di kelas XI; 3) Hasil keefektivan modul berbasis GIL pada materi Sistem Pencernaan terdapat kenaikan literasi sains dimensi konten setelah mengunakan modul berbasis GIL, sehingga modul efektif dalam meningkatkan literasi sains dimensi konten. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik modul berbasis GIL sesuai sintaks GIL (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi) dengan pendekatan sainstifik, layak, dan efektif untuk meningkatkan untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI.
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING YANG DIPADU SURVEY LAPANGAN DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI LOKAL PADA MATERI FUNGI SMA KELAS X KURIKULUM 2013 Diyar Maflukha; Sajidan Sajidan; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui Karakteristik Modul Pembelajaran Discovery Learning Yang Dipadu Survey Lapangan Dengan Memanfaatkan Potensi Lokal Pada Materi Fungi Biologi SMA Kurikulum 2013. 2) Mengetahui Keefektifan Pengembangan Modul Pembelajaran Discovery Learning Yang Dipadu Survey Lapangan Dengan Memanfaatkan Potensi Lokal Pada Materi Fungi Biologi SMA Kurikulum 2013. 3) Mengetahui Kelayakan Pengembangan Modul Pembelajaran Discovery Learning Yang Dipadu Survey Lapangan Dengan Memanfaatkan Potensi Lokal Pada Materi Fungi Biologi SMA Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode Research And Development (R & D) mengacu pada model Borg &Gall yang dimodifikasi menjadi 9. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA dengan rincian 23 research and information collection, 15 siswa untuk tahap main field testing dan 36 siswa untuk tahap operasional field testing. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, lembar observasi, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji t (t test). Hasil penilaian oleh validator media diperoleh nilai 81,9%. Hasil penilaian oleh validator materi  diperoleh persentase 80%. Modul biologi discovery learning yang dipadu survey lapangan dengan memanfaatkan potensi lokal  efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan rerata nilai postest sebesar 87 dengan nilai maksimum 96,67 dan nilai minimum 70 untuk kelas modul, sedangkan untuk existing class sebesar 78 dengan nilai maksimum 90 dan nilai minimum 60,00. Dilihat dari KKM di SMA Negeri 1 Jogorogo Ngawi  sebesar 75 maka dari ketuntasan maksimal siswa untuk kelas modul sebanyak 33 siswa dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 3 dari 36 siswa, sedangkan untuk kelas biasa siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 9 siswa dari 36 siswa. Rata-rata posttest kelas biasa lebih rendah dibanding dengan rata-rata posttest kelas modul dengan selisih nilai 9,00. Proses pengembangan modul biologi discovery learning yang dipadu survey lapangan dengan memanfaatkan potensi lokal dilakukan dengan mengacu10 tahapan metode Research and Development oleh Borg dan Gall yang kemudian dimodifikasi oleh peneliti sampai pada tahap ke 9, meliputi: penelitian pendahuluan, perencanaan, mengembangkan bentuk produk awal, uji coba lapangan tahap awal, revisi produk utama, uji lapangan utama, revisi produk operasional, uji lapangan operasional, revisi produk akhir.
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI POLUSI SERTA DAMPAKNYA PADA MANUSIA DAN LINGKUNGAN SISWA KELAS XI SMK PANCASILA PURWODADI Mingle A Pistanty; Widha Sunarno; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9574

Abstract

Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan, mengetahui kelayakan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada  materi polusi serta dampaknya pada  manusia dan lingkungan, mengetahui efektivitas modul IPA berbasis  Problem Based  Learning  untuk  meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Research and Development yang dikemukakan oleh Thiagarajan, meliputi tahapan define, design, develop, disseminate. Pengembangan modul dinilai berdasarkaan kelayakan materi, perangkat pembelajaran, media, dan bahasa oleh 3 dosen, 1 pakar bahasa, dan 1 guru. Pengumpulan data  kemampuan  memecahkan  masalah  menggunakan  tes.  Tahap  pengembangan  modul  IPA  berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan menggunakan model 4D meliputi tahapan define berupa analisis kebutuhan, tahap design berupa penyusunan draft modul, tahap develop berupa validasi draft modul, setelah valid dilakukan uji coba skala terbatas pada 10 siswa yang kemudian memperoleh kritik dan saran. Perbaikan draft  modul  dilakukan  sesuai  kritik  dan  saran  menjadi  draft  2  produk  dan  tahap  terakhir  dilakukan disseminate  pada  30  siswa  untuk  mengetahui  efektivitas  modul.  Modul  yang  dikembangkan  memiliki kualitas dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Ada peningkatan kemampuan memecahkan masalah selama pembelajaran menggunakan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan, ditunjukkan oleh besarnya N-gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GARIK YANG DIIMPLEMENTASIKAN DALAM MATERI MITOSIS DAN MEIOSIS MELALUI MODEL DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XII IPA SMA PGRI 1 MAOSPATI MAGETAN Lubri Junianto; Baskoro Adi Prayitno; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17258

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) pengembangan media ajar yang dapat diimplementasikan melalui discovery, 2) mengetahui kelayakan produk media garik pada materi mitosis dan meiosis, 3) mengukur efektifitas produk media garik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian dan pengembangan media garik menggunakan prosedur Borg and Gall (2003) termodifikasi melalui tahapan: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk awal, revisi produk I, uji coba lapangan terbatas, revisi produksi II, uji lapangan operasional, dan revisi produk akhir. Uji lapangan awal dilakukan di SMA Negeri Karas Magetan. Uji lapangan operasional dilakukan di SMA PGRI Maospati Magetan. Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara & saran saat uji lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari penilaian validasi media oleh ahli, uji lapangan operasional dan tes hasil belajar. Efektivitas media diperoleh dengan menggunakan N-gain score. Produk yang dihasilkan adalah media garik berupa seri gambar yang dapat ditarik dalam suatu bingkai yang disusun sesuai tahapan mitosis dan meiosis dan diimplementasikan melalui sintaks discovery. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) Kelayakan media garik menurut para ahli berkualifikasi “sangat baik sebesar 94.79%, 91,88% dan 100%. Praktisi pendidikan berkualifikasi “baik” sebesar 83,03% sedangkan menurut Siswa berkualifikasi “baik sebesar 82.50%”, 2) peningkatan prestasi belajar kognitif 86,67% dengan N-gain 0,51 berkatagori ˝sedang˝ dengan signifikasi p=0,00, afektif 79,45%, dan psikomotorik 75,65%.
DISCOVERY PADA FUNGI BERBASIS GUIDED PROJECT Christine Noverima Prasasti Hujianti; Sajidan Sajidan; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17280

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik model pembelajaran Discovery Based guided Project, 2) kelayakan model pembelajaran Discovery Based guided Project, dan 3) keefektifan model pembelajaran Discovery Based guided Project tehadap hasil belajar pada materi fungi siswa SMA Negeri Karangpandan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Gall, Borg, and Gall (1983) yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Responden pengembangan meliputi respon uji coba lapangan awal berjumlah 3 validator dan 2 praktisi, respon uji coba lapangan terbatas berjumlah 10 siswa, dan responden uji lapangan operasional berjumlah 36 siswa kelas existing class, 38 siswa modeling class. Instrumen yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan tes. Uji coba lapangan operasional menggunakan desain penelitian Posttest-Only Control Design dan hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji t (t test). Hasil penelitian diperoleh: 1) model yang dikembangkan mengacu pada model Gall, Borg, and Gall (1983) dan model pembelajaran  Discovery based guided project terdapat sembilan sintak pembelajaran; 2) hasil pengembangan model pembelajaran  Discovery based guided project yang diperoleh dari ahli, praktisi, dan siswa masuk kedalam kategori baik, sehingga model pembelajaran  Discovery based guided project layak digunakan sebagai model pembelajaran; 3) Hasil efektivitas model pembelajaran  Discovery based guided project pada materi fungi terdapat kenaikan hasil belajar, dengan demikian model pembelajaran  Discovery based guided project efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model yang telah dikembangkan dan diuji cobakan memperoleh hasil yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DISERTAI INTERRELATIONSHIP DIAGRAM PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR INTERPRETASI SISWA Afrisa Mustika Habsari; Suciati Suciati; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i3.9456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing disertai interrelationship diagram (ID) pada materi Pencemaran Lingkungan untuk memberdayakan keterampilan proses sains (KPS) dan kemampuan berpikir interpretasi (KBI) siswa; 2) kelayakan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing disertai ID pada materi Pencemaran Lingkungan untuk memberdayakan KPS dan KBI siswa; 3) keefektivan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing disertai ID pada materi Pencemaran Lingkungan untuk memberdayakan KPS; dan 4) keefektivan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing disertai ID pada materi Pencemaran Lingkungan untuk memberdayakan KBI siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Borg &Gall yang telah dimodifikasi (Emzir, 2012) yaitu 10 tahap.  Sampel pengembangan meliputi sampel uji coba lapangan awal sejumlah 4 validator, sampel uji coba lapangan utama sejumlah 10 siswa dan sampel uji coba lapangan operasional sejumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar observasi, wawancara, dan tes. Uji coba lapangan operasional menggunakan one group pretest-posttest design. Data KPS dan KBI dianalisis dengan uji Wilcoxon dan dihitung dengan gain ternormalisasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) karaktristik modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing disertai ID pada materi Pencemaran Lingkungan untuk memberdayakan KPS dan KI dengan sintaks: menyajikan pertanyaan atau masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan untuk memperoleh informasi, mengumpulkan dan menganalisis data  dan membuat kesimpulan dengan mengidentifikasi hubungan sebab akibat melalui ID; 2) Kelayakan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing disertai ID pada materi Pencemaran Lingkungan untuk memberdayakan KPS dan KBI siswa berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori sangat baik pada produk pengembangan dan layak digunakan di SMA Kota Madiun; 3) keefektivan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing disertai ID pada materi Pencemaran Lingkungan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam memberdayakan KPS; dan 4) keefektivan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing disertai ID pada materi Pencemaran Lingkungan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam memberdayakan KBI siswa.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS BOUNDED INQUIRY LAB UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI Renny Widya Kusuma Sanjaya; Maridi Maridi; Suciati Suciati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17828

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI; 2) Menguji kelayakan modul biologi berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI dan; 3) Menguji keefektivan penggunaan modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI. Penelitian dan pengembangan modul menggunakan prosedur Borg & Gall (1983) yang telah dimodifikasi yang meliputi 10 tahap: 1) tahap penelitian dan pengumpulan informasi; 2) tahap perencanaan; 3) tahap pengembangan desain; 4) tahap uji coba lapangan awal; 5) tahap revisi produk pertama; 6) tahap uji coba lapangan utama; 7) tahap revisi produk kedua; 8) tahap uji lapangan operasional; 9) tahap revisi produk akhir dan; 10) Diseminasi dan implementasi modul. Subjek pengembangan meliputi responden uji coba lapangan awal berjumlah 4 validator ahli dan 2 praktisi, respon uji skala kecil berjumlah 10 peserta didik. Responden uji coba lapangan utama/keefektivan berjumlah 65 peserta didik yang terdiri atas 2 kelas menggunakan modul yaitu 32 peserta didik kelas XI MIA 1 dan 33 peserta didik kelas XI MIA 4. Data kemampuan literasi sains dimensi konten dianalisis dengan N-Gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektivan modul berbasis bounded inquiry lab. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) Modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan dikembangkan sesuai dengan tahapan bounded inquiry lab (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, aplikasi) dan pendekatan saintifik; 2) Kelayakan modul berbasis bounded inquiry lab dikategorikan sangat baik; 3) Keefektivan modul yang dikembangkan berbasis bounded inquiry lab dibuktikan dengan uji Wilcoxon yang menunjukkan ada perbedaan dalam literasi sains dimensi konten sebelum dan sesudah menggunakan modul berbasis bounded inquiry lab memiliki probabilitas (p) sebesar 0,000 (p<0,05), Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul berbasis bounded inquiry lab layak dan efektif meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MODEL SEARCH SOLVE CREATE SHARE PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 8 SURAKARTA Karina Pratiwi; Baskoro Adi Prayitno; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i3.31726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik modul berbasis model Search Solve Create Share (SSCS) pada materi sistem ekskresi untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa, 2) menguji kelayakan modul berbasis model SSCS pada materi sistem ekskresi untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa, dan 3) mengukur keefektifan modul berbasis model SSCS pada materi sistem ekskresi untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Metode penelitian mengacu pada sembilan langkah model Research and Development (R & D) dari Borg dan Gall. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) karakteristik modul berbasis model SSCS dikembangkan berdasarkan sintaks model pembelajaran SSCS yang bermuatan indikator-indikator kemampuan berpikir analitis siswa yang divisualisasikan pada tujuan, materi, kegiatan, dan soal evaluasi modul; 2) kelayakan modul siswa dinilai berkualifikasi sangat baik oleh penilaian ahli materi dengan pemenuhan 84,42%; ahli pengembangan modul 96,09%; dan ahli desain dan keterbacaan 100%; kelayakan modul guru dinilai berkualifikasi sangat baik oleh penilaian ahli materi dengan pemenuhan 84,42%; ahli pengembangan modul 92,97%; ahli desain dan keterbacaan 100%; dan berkualifikasi baik oleh penilaian ahli perangkat pembelajaran 75%; rata-rata penilaian praktisi 92,57%; serta rata-rata penilaian siswa 91,88%; 3) keefektifan modul berbasis model SSCS ditunjukkan dengan rerata hasil kemampuan berpikir analitis siswa kelas perlakuan (68,20), lebih tinggi dibanding dengan kelas kontrol (52,50) dan dapat disimpulkan bahwa modul berbasis model SSCS dinyatakan efektif serta dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DISERTAI DIAGRAM POHON PADA MATERI FOTOSINTESIS KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAWOO Afrida Husniati; Suciati Suciati; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis; 2) kelayakan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis; 3) keefektifan penggunaan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis kelas VIII untuk meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.Metode penelitian yang digunakan mengacu kepada metode penelitian pengembangan modifikasi Borg dan Gall (1983) menjadi 9 tahap, yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; 2) perencanaan; 3) pengembangan produk awal; (4) uji coba lapangan awal; 5) revisi; 6) uji coba lapangan utama; 7) revisi; 8) uji lapangan operasional; 9) revisi produk akhir.  Penelitian pengembangan meliputi uji coba lapangan awal, yaitu validator ahli berjumlah 3 orang, subyek uji coba lapangan utama sejumlah 22 siswa dan 2 orang praktisi ahli, subyek uji  lapangan operasional 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sawoo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes (wawancara, angket, observasi). Uji lapangan operasional menggunakan one group pretest-posttest design. Data hasil belajar dianalisis dengan Paired sample t-test untuk mengetahui hasil pretest dan posttest dan dihitung menggunakan N-gain score. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) karakteristik modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis meliputi: belajar mandiri sesuai dengan kemampuan siswa, melatih kemampuan memecahkan masalah dengan pembelajaran sesuai sintaks PBL, mengaitkan konsep relevan dengan diagram pohon, integrasi PBL dengan diagram pohon meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 2) kelayakan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis berdasarkan penilaian ahli termasuk kategori sangat baik (84,76%); 3) keefektifan modul berbasis PBL disertai diagram pohon ditunjukkan melalui N-gain score termasuk kategori sedang (0,41) dengan hasil belajar siswa setelah diberikan modul pembelajaran dengan nilai aspek kognitif termasuk kategori baik (79,91), aspek psikomotorik temasuk kategori sangat baik (85), aspek afektif termasuk kategori sangat baik (91).