Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

CHATBOT PROTOTYPE TRAINING USING DEEP LEARNING METHODS FOR TOURISM IN NORTH SUMATRA Fibriasari, Hesti; Putri, Tansa Trisna Astono; Widiastuti, Uyuni
Journal of Community Research and Service Vol 8, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.57639

Abstract

Tourism is one of the foreign exchange industry that has significant potential for expansion. One notable province is North Sumatra, which boasts a plethora of captivating tourism destinations. Advertising and insufficient management systems for tourism information are hindering the expansion of the tourism business. The younger generation lacks a significant comprehension of artificial intelligence and its utilization in Chatbots and support services. A Chatbot is a program designed to engage in conversations on your behalf. Consequently, the design and deployment of deep-learning Chatbots necessitate teaching. This non-profit initiative aimed to tackle the issue by providing direction, examples, and practical training on tourist Chatbot prototypes specifically from North Sumatra. The PKM curriculum offers teaching in marketing methods, specifically focusing on tourist information management systems. 2) Education on the core concepts of artificial intelligence, specifically focusing on Chatbots. 3) Training in deep learning for constructing Chatbots; 4) Training in using the Chatbot application. The purpose of this activity is to increase public knowledge and usage of Chatbot applications for obtaining information about tourism destinations in the province of North Sumatra, in order to raise awareness among tourists.
Analisis Bentuk Musik The Phantom of The Opera Pada Marching Band Gita Thata Citra Kencana Dabo Singkep Nurkhaliq, Raja Fitrian; Widiastuti, Uyuni
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.16221

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Eksistensi Marching Band Gita Thata Citra Kencana Dabo Singkep. 2) Bentuk musik pada lagu The Phantom of The Opera pada Marching Band Gita Thata Citra Kencana Dabo Singkep. Masalah difokuskan pada eksistensi dan bentuk musik. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori eksistensi dan teori bentuk musik (prier). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kerja laboratorium dan dianalisis secara mendalam dan detail sesuai dengan teori yang digunakan. Kajian ini menyimpulkan bahwa 1) Marching Band Gita Thata Citra Kencana hingga saat ini masih eksis dikalangan masyarakat Dabo Singkep, 2) bentuk musik yang terdapat pada aransemen The Phantom of The Opera memuat 5 motif asli dengan 4 motif pengembangan, 3 kalimat depan atau antesenden dan 3 kalimat belakang atau konsekwen, yaitu (ax), (by) dan (cz). Aransemen ini adalah bentuk lagu tiga bagian, yaitu A(ax), B(by) dan C(ax). Kata Kunci: Analisis; The Phantom of The Opera; Marching Band; Dabo Singkep; Eksistensi.
Analisis Teknik Permainan Instrumen Flute pada Lagu Concertino for Flute Oleh Hayley Miller Pada pertunjukan Boston Philharmonic Youth Orchestra Asmon, Shafira Permata Dewi; Widiastuti, Uyuni
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i2.27685

Abstract

The aim of this research is to: 1) Describe the technical analysis of playing the flute instrument in the song Certino for Flute by Hayley Miller. 2) Describe the interpretation of the song Concertino for Flute by Hayley Miller at the "Boston Philharmonic Youth Orchestra" performance. The theories used in this research are analysis theory, game techniques, interpretation. The method used in this research is a qualitative descriptive method where the sample for this research is the video and sheet music of the Concertino for Flute song. The data collection techniques used are observation, documentation, laboratory work. The research results show: 1) Analysis of flute playing techniques in the song Concertino For Flute by Hayley Miller in this research was carried out by analyzing flute playing techniques, namely: Body Posture, Breathing, Ambition, Fingering, Body Position. 2) The interpretation of the song Concertino For Flute can be seen from the several tempos used (moderato, poco string, Stringendo) and dynamic signs (Forte, Piano, Crescendo, Decrescendo, Meizo Forte), this work wants to show the player's ability to perform the song smoothly deep soul and makes the song very lively.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN CARL ORFF PADA MATERI IRAMA KELAS VIII DI SMPN 3 MEDAN Simanjuntak, Angelina Natalia; Widiastuti, Uyuni
Jurnal Sitakara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) Implementasi Metode Pembelajaran Carl Orff Pada Materi Irama Kelas VIII di SMPN 3 Medan. 2) Kelebihan dan Kekurangan Implementasi Metode Pembelajaran Carl Orff Pada Materi Irama Kelas bahwa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Metode Carl Orff serta  kelebihan dan kekurangan Metode Pembelajaran Carl Orff. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang dimana sampel penelitian ini adalah Guru Seni Budaya dan Siswa Kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implemenasi Metode Pembelajaran Carl Orff mengunakan 4 tahap yaitu: Tahap Eksplorasi, Imitasi, Komposisi dan Kolaborasi. Penelitian ini dilakukan 4 pertemuan dan dapat memberi pemahaman yang baik kepada siswa dengan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan serta dapat memberikan motivasi kepada guru dalam mengajar. 2) Kelebihan Implementasi Metode Pembelajaran Carl Orff  yaitu, a) Mendorong guru untuk berpartisipasi melalui keterlibatan dengan siswa, b) Mengajarkan unsur-unsur musik, c) Mendorong guru mengajar dengan menyenangkan melalui pengalaman dan pembelajaran dalam suasana bermain. Kekurangan Implementasi Metode pembelajaran Carl Orff yaitu, a) Kurangnya kemampuan membaca notasi b) siswa kurang menguasai dalam memainkan tempo irama lagu. c) Suasana kelas yang kurang kondusif.                                                                               Kata Kunci: Implementasi, Metode Pembelajaran, Carl Orff, Irama
Kompetensi Guru dalam Mengajar Notasi Balok pada Siswa Sekolah Dasar Anggraini, Adisty; Widiastuti, Uyuni
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.56581

Abstract

Guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) di Sekolah Dasar Kota Binjai yang mengajarkan materi seni musik bukan berlatar belakang pendidikan seni musik, hal ini menyebabkan  pembelajaran musik terutama notasi balok tidak maksimal. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan guru dalam mengajar notasi balok siswa  Sekolah Dasar di Kota Binjai dan mendeskripsikan kompetensi dalam mengajar notasi balok ditinjau  dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari narasumber terkait. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ditemukan permasalahan yang dihadapi guru dalam mengajarkan notasi balok diantaranya: guru kurang menguasi materi notasi balok, siswa kurang semangat untuk pembelajaran Seni Musik, kurangnya media untuk pembelajaran seni musik, kurangnya kreativitas guru-guru untuk pembelajaran Seni Musik. Kompetensi guru dalam mengajarkan seni musik dapat ditinjau dari kompetensi pedagogik, guru belum memahami perangkat pembelajaran yang mereka buat dengan bena; kompetensi profesional, guru-guru tidak memahami materi notasi musik; kompetensi sosial bisa dikatakan baik walaupun masih ada guru yang kurang ramah kepada rekan kerja, murid-murid dan masyarakat di lingkungan sekolah; kompetensi kepribadian bisa dikatakan baik karena sangat bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya.
HAND SIGNS IN THE LERANING OF TRADITIOINAL ANGKLUNG INSTRUMENTS IN SMA NEGERI 1 BABALAN PANGKALAN BRANDAN Pegenusa, Julio; Widiastuti, Uyuni; Hirza, Herna
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i1.17227

Abstract

This research is the Use of Hand Signs in Learning Angklung traditional musical instruments in SMA Negeri 1 Babalan. The purpose of this study was to determine the learning process of Angklung traditional musical instruments in SMA Negeri 1 Babalan, to determine the use of hand signs in learning angklung traditional music, to determine the difficulties faced by students from using Hand Signs in learning traditional angklung music at SMA Negeri 1 Babalan, to know the student's learning ability in understanding the use of hand signs in the learning of traditional angklung music in SMA Negeri 1 Babalan. The theory used in this research is the theory of Hand Signs, learning, angklung traditional music, difficulties and learning abilities. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach which includes several aspects: Observation of observation, interviews, documentation and study of literature. This research was carried out in SMA Negeri 1 Babalan, North Sumatra, located at Jalan Melati number 2 Kec. Babalan City of  Pangkalan Brandan postal code 20857 North Sumatra. When this research was conducted from April 2019 to June 2019.
Penerapan Inovasi Model Instrumen Musik Kulcapi Senar 4 pada Kelompok Seniman Tradisional Produktif di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Widiastuti, Uyuni; Suroso, Panji; Togatorop, Merdy R. S; Satria, Tri Danu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i2.20428

Abstract

Studi ini bertujuan menjelaskan proses penerapan produk hasil inovasi kulcapi senar 4, pada kelompok seniman tradisional produktif yang ada di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, mengikuti pendapat Miles dan Huberman (1984) yakni: 1) pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan pengamatan; 2) pengamatan intisari dokumen; 3) perekaman dan pencatatan; 4) reduksi data; 5) memilih hal-hal yang pokok untuk dapat direduksi; 6) memfokuskan hal-hal yang penting dan membuang yang tidak perlu; dan 7) menyajikan data secara lengkap dilakukan dengan mendeskripsikan data dalam bentuk teks yang bersifat naratif dan bagan. Penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan pada bagian konklusi. Dalam studi ini dideskripsikan kulcapi 4 senar menjadi solusi alternatif yang memungkinkan para seniman untuk mengeksplorasi nada-nada dengan jangkauan yang lebih luas. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi model instrumen musik kulcapi senar 4 merupakan pengembangan konsep organologi dari senar 2 menjadi senar 4 dengan alasan untuk dapat mengeksplorasi dan menjangkau nada-nada secara lebih luas. Penerapan inovasi model instrumen kulcapi senar 4 pada kelompok seniman produktif di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo bertujuan membentuk kemampuan seniman produktif dalam menciptakan inovasi atau memproduksi instrumen kulcapi senar 4, yang dampaknya dapat meningkatkan perekonomian seniman. Serta untuk menciptakan atau mengembangkan ide dan konsep baru dalam menyajikan pertunjukan musik ansambel gendang kulcapi Karo.
INOVASI INSTRUMEN BIOLA BERFRET DI MTS NURHASANAH KABUPATEN BATUBARA Fauzi, Ade; Widiastuti, Uyuni
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i1.23292

Abstract

The purpose of this study 1) To determine the learning process of the violin using the innovation of the fret violin instrument at MTs Nurhasanah Batubara Regency, 2) To determine the process of making the violin instrument innovation. The theories used are innovation theory, learning theory, violin theory, and fret (tone barrier). Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate 1) The learning process of the violin includes an explanation of the parts of the violin and their functions followed by reading music notation with tabulated numbers and teaching material from the Suzuki method manual. 2) The production of the stringed violin instrument consists of several stages, including: (1) the manufacturing process, (2) the manufacturing steps, (3) the materials used, and (4) the advantages and disadvantages of the stringed violin instrument. The manufacturing process is quite simple, just adding a fret that is planted on the fingerboard and then measured by a cromatic tuner measuring instrument.
Inovasi Instrumen Biola Berfret di MTS Nurhasanah Kabupaten Batubara Fauzi, Ade; Widiastuti, Uyuni
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i1.23322

Abstract

Tujuan Penelitian ini 1) Untuk mengetahui proses pembelajaran biola menggunakan inovasi instrumen biola berfret di MTs Nurhasanah Kabupaten Batubara, 2) Untuk mengetahui proses pembuatan Inovasi Instrumen biola berfret. Teori yang digunakan adalah teori inovasi, teori pembelajaran, teori biola, dan fret (pembatas nada). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Proses pembelajaran biola mencakup penjelasan mengenai bagian-bagian biola beserta fungsinya diikuti dengan membaca notasi musik dengan tabulasi angka serta materi ajar dari buku panduan metode Suzuki. 2) Proses pembuatan instrumen biola berfret terdiri dari beberapa tahapan antara lain: (1) proses pembuatan, (2) langkah-langkah pembuatan, (3) material yang digunakan, dan (4) kelebihan serta kekurangan instrumen biola berfret. Proses pembuatan cukup sederhana hanya menambahkan fret yang ditanam pada fingerboard kemudian diukur dengan alat ukur cromatic tuner
Kompetensi Guru dalam Mengajar Notasi Balok pada Siswa Sekolah Dasar Anggraini, Adisty; Widiastuti, Uyuni
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.56581

Abstract

Guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) di Sekolah Dasar Kota Binjai yang mengajarkan materi seni musik bukan berlatar belakang pendidikan seni musik, hal ini menyebabkan  pembelajaran musik terutama notasi balok tidak maksimal. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan guru dalam mengajar notasi balok siswa  Sekolah Dasar di Kota Binjai dan mendeskripsikan kompetensi dalam mengajar notasi balok ditinjau  dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari narasumber terkait. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ditemukan permasalahan yang dihadapi guru dalam mengajarkan notasi balok diantaranya: guru kurang menguasi materi notasi balok, siswa kurang semangat untuk pembelajaran Seni Musik, kurangnya media untuk pembelajaran seni musik, kurangnya kreativitas guru-guru untuk pembelajaran Seni Musik. Kompetensi guru dalam mengajarkan seni musik dapat ditinjau dari kompetensi pedagogik, guru belum memahami perangkat pembelajaran yang mereka buat dengan bena; kompetensi profesional, guru-guru tidak memahami materi notasi musik; kompetensi sosial bisa dikatakan baik walaupun masih ada guru yang kurang ramah kepada rekan kerja, murid-murid dan masyarakat di lingkungan sekolah; kompetensi kepribadian bisa dikatakan baik karena sangat bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya.