Articles
Kompetensi Guru dalam Mengajar Notasi Balok pada Siswa Sekolah Dasar
Anggraini, Adisty;
Widiastuti, Uyuni
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v13i1.56581
Guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) di Sekolah Dasar Kota Binjai yang mengajarkan materi seni musik bukan berlatar belakang pendidikan seni musik, hal ini menyebabkan pembelajaran musik terutama notasi balok tidak maksimal. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan guru dalam mengajar notasi balok siswa Sekolah Dasar di Kota Binjai dan mendeskripsikan kompetensi dalam mengajar notasi balok ditinjau dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari narasumber terkait. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ditemukan permasalahan yang dihadapi guru dalam mengajarkan notasi balok diantaranya: guru kurang menguasi materi notasi balok, siswa kurang semangat untuk pembelajaran Seni Musik, kurangnya media untuk pembelajaran seni musik, kurangnya kreativitas guru-guru untuk pembelajaran Seni Musik. Kompetensi guru dalam mengajarkan seni musik dapat ditinjau dari kompetensi pedagogik, guru belum memahami perangkat pembelajaran yang mereka buat dengan bena; kompetensi profesional, guru-guru tidak memahami materi notasi musik; kompetensi sosial bisa dikatakan baik walaupun masih ada guru yang kurang ramah kepada rekan kerja, murid-murid dan masyarakat di lingkungan sekolah; kompetensi kepribadian bisa dikatakan baik karena sangat bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya.
HAND SIGNS IN THE LERANING OF TRADITIOINAL ANGKLUNG INSTRUMENTS IN SMA NEGERI 1 BABALAN PANGKALAN BRANDAN
Pegenusa, Julio;
Widiastuti, Uyuni;
Hirza, Herna
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v9i1.17227
This research is the Use of Hand Signs in Learning Angklung traditional musical instruments in SMA Negeri 1 Babalan. The purpose of this study was to determine the learning process of Angklung traditional musical instruments in SMA Negeri 1 Babalan, to determine the use of hand signs in learning angklung traditional music, to determine the difficulties faced by students from using Hand Signs in learning traditional angklung music at SMA Negeri 1 Babalan, to know the student's learning ability in understanding the use of hand signs in the learning of traditional angklung music in SMA Negeri 1 Babalan. The theory used in this research is the theory of Hand Signs, learning, angklung traditional music, difficulties and learning abilities. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach which includes several aspects: Observation of observation, interviews, documentation and study of literature. This research was carried out in SMA Negeri 1 Babalan, North Sumatra, located at Jalan Melati number 2 Kec. Babalan City of Pangkalan Brandan postal code 20857 North Sumatra. When this research was conducted from April 2019 to June 2019.
Penerapan Inovasi Model Instrumen Musik Kulcapi Senar 4 pada Kelompok Seniman Tradisional Produktif di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo
Widiastuti, Uyuni;
Suroso, Panji;
Togatorop, Merdy R. S;
Satria, Tri Danu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v9i2.20428
Studi ini bertujuan menjelaskan proses penerapan produk hasil inovasi kulcapi senar 4, pada kelompok seniman tradisional produktif yang ada di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, mengikuti pendapat Miles dan Huberman (1984) yakni: 1) pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan pengamatan; 2) pengamatan intisari dokumen; 3) perekaman dan pencatatan; 4) reduksi data; 5) memilih hal-hal yang pokok untuk dapat direduksi; 6) memfokuskan hal-hal yang penting dan membuang yang tidak perlu; dan 7) menyajikan data secara lengkap dilakukan dengan mendeskripsikan data dalam bentuk teks yang bersifat naratif dan bagan. Penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan pada bagian konklusi. Dalam studi ini dideskripsikan kulcapi 4 senar menjadi solusi alternatif yang memungkinkan para seniman untuk mengeksplorasi nada-nada dengan jangkauan yang lebih luas. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi model instrumen musik kulcapi senar 4 merupakan pengembangan konsep organologi dari senar 2 menjadi senar 4 dengan alasan untuk dapat mengeksplorasi dan menjangkau nada-nada secara lebih luas. Penerapan inovasi model instrumen kulcapi senar 4 pada kelompok seniman produktif di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo bertujuan membentuk kemampuan seniman produktif dalam menciptakan inovasi atau memproduksi instrumen kulcapi senar 4, yang dampaknya dapat meningkatkan perekonomian seniman. Serta untuk menciptakan atau mengembangkan ide dan konsep baru dalam menyajikan pertunjukan musik ansambel gendang kulcapi Karo.
INOVASI INSTRUMEN BIOLA BERFRET DI MTS NURHASANAH KABUPATEN BATUBARA
Fauzi, Ade;
Widiastuti, Uyuni
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v9i1.23292
The purpose of this study 1) To determine the learning process of the violin using the innovation of the fret violin instrument at MTs Nurhasanah Batubara Regency, 2) To determine the process of making the violin instrument innovation. The theories used are innovation theory, learning theory, violin theory, and fret (tone barrier). Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate 1) The learning process of the violin includes an explanation of the parts of the violin and their functions followed by reading music notation with tabulated numbers and teaching material from the Suzuki method manual. 2) The production of the stringed violin instrument consists of several stages, including: (1) the manufacturing process, (2) the manufacturing steps, (3) the materials used, and (4) the advantages and disadvantages of the stringed violin instrument. The manufacturing process is quite simple, just adding a fret that is planted on the fingerboard and then measured by a cromatic tuner measuring instrument.
Inovasi Instrumen Biola Berfret di MTS Nurhasanah Kabupaten Batubara
Fauzi, Ade;
Widiastuti, Uyuni
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v10i1.23322
Tujuan Penelitian ini 1) Untuk mengetahui proses pembelajaran biola menggunakan inovasi instrumen biola berfret di MTs Nurhasanah Kabupaten Batubara, 2) Untuk mengetahui proses pembuatan Inovasi Instrumen biola berfret. Teori yang digunakan adalah teori inovasi, teori pembelajaran, teori biola, dan fret (pembatas nada). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Proses pembelajaran biola mencakup penjelasan mengenai bagian-bagian biola beserta fungsinya diikuti dengan membaca notasi musik dengan tabulasi angka serta materi ajar dari buku panduan metode Suzuki. 2) Proses pembuatan instrumen biola berfret terdiri dari beberapa tahapan antara lain: (1) proses pembuatan, (2) langkah-langkah pembuatan, (3) material yang digunakan, dan (4) kelebihan serta kekurangan instrumen biola berfret. Proses pembuatan cukup sederhana hanya menambahkan fret yang ditanam pada fingerboard kemudian diukur dengan alat ukur cromatic tuner
Kompetensi Guru dalam Mengajar Notasi Balok pada Siswa Sekolah Dasar
Anggraini, Adisty;
Widiastuti, Uyuni
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v13i1.56581
Guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) di Sekolah Dasar Kota Binjai yang mengajarkan materi seni musik bukan berlatar belakang pendidikan seni musik, hal ini menyebabkan pembelajaran musik terutama notasi balok tidak maksimal. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan guru dalam mengajar notasi balok siswa Sekolah Dasar di Kota Binjai dan mendeskripsikan kompetensi dalam mengajar notasi balok ditinjau dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari narasumber terkait. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ditemukan permasalahan yang dihadapi guru dalam mengajarkan notasi balok diantaranya: guru kurang menguasi materi notasi balok, siswa kurang semangat untuk pembelajaran Seni Musik, kurangnya media untuk pembelajaran seni musik, kurangnya kreativitas guru-guru untuk pembelajaran Seni Musik. Kompetensi guru dalam mengajarkan seni musik dapat ditinjau dari kompetensi pedagogik, guru belum memahami perangkat pembelajaran yang mereka buat dengan bena; kompetensi profesional, guru-guru tidak memahami materi notasi musik; kompetensi sosial bisa dikatakan baik walaupun masih ada guru yang kurang ramah kepada rekan kerja, murid-murid dan masyarakat di lingkungan sekolah; kompetensi kepribadian bisa dikatakan baik karena sangat bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya.
The Use of The Maestro Music Application in Creative Music Learning For Grade XI Science Students
Samosir, Rully Yohanes;
Widiastuti, Uyuni
Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jsm.v13i1.600
This research aims to: (1) describe the process of using Maestro Music application in learning creative music in class XI MIA 3 SMA Negeri 2 Padangsidimpuan; (2) evaluate the results of using Maestro Music application in learning creative music in class XI MIA 3 SMA Negeri 2 Padangsidimpuan;and (3) describe the benefits of using Maestro Music application in learning creative music. The sample for this study consisted of 8 individuals, namely 1 art teacher of SMA Negeri 2 Padangsidimpuan and 7 students from grade XI MIA 3 SMA Negeri 2 Padangsidimpuan. The research method used was qualitative with descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The research results show: (1) The process of using the Maestro Music application in learning creative music in class XI MIA 3 involves several stages, including downloading the application, providing instructional videos about the Maestro Music application via video links, offering practice exercises such as transcribing song scores into the Maestro Music application; (2) The benefits of using the Maestro Music application in learning creative music.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK BERBASIS ETNIS SIMALUNGUN DALAM APLIKASI WEBSITE
Widiastuti, Uyuni
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1741
Penelitian ini berjudul Pembelajaran Seni Musik Berbasis Etnis Simalungun Dalam Aplikasi Website. Permasalahan pada penelitin ini adalah belum tersedianya materi pembelajaran Seni Budaya di SMK khususnya musik tradisional Sumatera Utara, oleh sebab itu maka tuujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menyusun materi seni musik berbasis etnis Simalungun dalam bentuk dokumen; (2) mengunggah materi seni musik berbasis etnis Simalungun dalam bentuk audio visual ke dalam aplikasi website. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpul data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian merumuskan bahwa materi yang disusun untuk pembelajaran seni musik adalah pembelajaran sulim simalungun dalam bentuk audio visual. Video Pembelajaran Sulim Simalungun yang dihasilkan pada penelitian ini menguraikan tentang teknik dalam memainkan sulim Simalungun secara bertahap, baik teknik memainkan sulim secara umum maupun teknik yang khas dalam memainkan sulim Simalungun. Selanjutnya dengan VCD pembelajaran sulim Simalungun diunggah pada website dengan blog https://pembelajaransulimsimalungun.blogspot.com/, sehingga digunakan pembelajaran Seni Musik.
Chatbot Prototype Training Using Deep Learning Methods For Tourism in North Sumatra
Fibriasari, Hesti;
Putri, Tansa Trisna Astono;
Widiastuti, Uyuni
Journal of Community Research and Service Vol. 7 No. 2: July 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jcrs.v7i2.49506
One of the several foreign exchange industries with considerable expansion potential is tourism. One is the province of North Sumatra, which has numerous intriguing tourist attractions. Advertising and inadequate tourism information management systems are factors that are impeding the growth of the tourism industry. The younger generation still has very little understanding of artificial intelligence and its applications for Chatbots and support services. A program called a Chatbot makes to hold chats for you. As a result, instruction requires in the design and use of deep-learning Chatbots. By offering guidance, examples, and hands-on training on tourist Chatbot prototypes from North Sumatra, this non-profit endeavor attempted to address the issue at hand. The PKM program's activities include: 1) instruction in marketing strategies including tourist information management systems. 2) instruction in the fundamental ideas of artificial intelligence, particularly Chatbots. 3) instruction in deep learning for Chatbot construction; 4) instruction in utilizing the Chatbot application. It envisaged that the outcomes of this activity would promote public awareness usage of Chatbot applications to discover data regarding tourist attractions around the province of North Sumatra as awareness among tourists.
CHATBOT PROTOTYPE TRAINING USING DEEP LEARNING METHODS FOR TOURISM IN NORTH SUMATRA
Fibriasari, Hesti;
Putri, Tansa Trisna Astono;
Widiastuti, Uyuni
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.57639
Tourism is one of the foreign exchange industry that has significant potential for expansion. One notable province is North Sumatra, which boasts a plethora of captivating tourism destinations. Advertising and insufficient management systems for tourism information are hindering the expansion of the tourism business. The younger generation lacks a significant comprehension of artificial intelligence and its utilization in Chatbots and support services. A Chatbot is a program designed to engage in conversations on your behalf. Consequently, the design and deployment of deep-learning Chatbots necessitate teaching. This non-profit initiative aimed to tackle the issue by providing direction, examples, and practical training on tourist Chatbot prototypes specifically from North Sumatra. The PKM curriculum offers teaching in marketing methods, specifically focusing on tourist information management systems. 2) Education on the core concepts of artificial intelligence, specifically focusing on Chatbots. 3) Training in deep learning for constructing Chatbots; 4) Training in using the Chatbot application. The purpose of this activity is to increase public knowledge and usage of Chatbot applications for obtaining information about tourism destinations in the province of North Sumatra, in order to raise awareness among tourists.