Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan self care perawatan kaki dengan pencegahan luka diabetik pada pasien diabetes melitus Agusri, Agusri; Rezeki, Riky; Muhazir, Rahmat; Nadiya, Sarah; Wahyuni, Liza; Andala, Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.864

Abstract

Background: Common complications of diabetes mellitus are untreated feet and are prone to wounds that if not treated properly will develop into gangrene. Self care is a description of an individual's behavior that is done consciously, is universal, and is limited to oneself. Purpose: To determine the relationship between self care foot care and prevention of diabetic wounds in patients with diabetes mellitus. Method: This study used an analytical design with a cross-sectional approach, data collection was carried out simultaneously in June 2023 in all working areas of the Lhokseumawe City Health Center. The study population was all patients with type II Diabetes Mellitus recorded at the study location. The sampling technique used a non-probability sampling method through a purposive sampling approach with a set sample size of 244 respondents, calculated using the Open Epi application. Results: Showing that out of 163 respondents who had good foot self-care in preventing diabetic wounds and the majority carried out prevention, 114 respondents (69.9%) were found. Of the 81 respondents who had poor foot self-care in preventing diabetic wounds and the majority carried out prevention, 41 respondents (50.6%) were found with a p value of 0.003 (<0.05) meaning that there is a relationship between foot self-care and prevention of diabetic wounds in patients with diabetes mellitus. Conclusion: There is a relationship between self-care of the foot and prevention of diabetic wounds in patients with diabetes mellitus.   Keywords: Diabetes Mellitus; Foot Care; Prevention of Diabetic Wounds; Self Care.   Pendahuluan: Komplikasi umum dari diabetes melitus adalah masalah kaki yang tidak dirawat dengan baik dan mudah mengalami luka yang jika tidak dirawat dengan benar akan berkembang menjadi gangrene. Self care merupakan gambaran perilaku seseorang individu yang dilakukan dengan sadar, bersifat universal, dan terbatas pada diri sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara self care perawatan kaki dengan pencegahan luka diabetik pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data dilakukan secara bersamaan pada bulan Juni 2023 diseluruh wilayah kerja Puskesmas Kota Lhokseumawe. Populasi penelitian mencakup seluruh penderita Diabetes Melitus tipe II yang tercatat di lokasi penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling melalui pendekatan purposive sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 244 responden, dihitung menggunakan aplikasi Open Epi. Hasil: Menunjukan bahwa dari 163 responden yang memiliki self care perawatan kaki baik dalam pencegahan luka diabetik dan mayoritas melakukan pencegahan sebanyak 114 responden (69.9%). Dari 81 memiliki self care perawatan kaki buruk dalam pencegahan luka diabetik dan mayoritas mencegah sebanyak 41 responden (50.6%) dengan p value 0.003 (<0.05), berarti terdapat hubungan antara self care perawatan kaki dengan pencegahan luka diabetik pada pasien diabetes melitus. Simpulan: Terdapat hubungan antara self care perawatan kaki dengan pencegahan luka diabetik pada pasien diabetes melitus.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Pencegahan Luka Diabetik; Perawatan Kaki; Self Care.
Efektivitas Terapi Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Konsumsi Asi Rahmi, Aulia; Zuhra, Meutia; Ardianti, Riski Dian; Nadiya, Sarah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3470

Abstract

Masa bayi merupakan masa keemasan dan masa kritis yang membutuhkan stimulasi dini untuk optimalisasi perkembangan. Salah satu stimulasi yang dapat diberikan adalah pijat bayi.Pijat bayi sebagai salah satu bentuk bahasa sentuhan ternyata memiliki efek positif untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.Sentuhan atau pijat bayi juga dapat merangsang produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan konsumsi ASI.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 bayi yang diambil secara total sampling.Penelitian ini bersifat quasi exsprimen, selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t (uji parametric).Hasil uji-t didapatkan nilai t(hitung) = 0,000 p-value   t ( tabel),yang berarti ada hubungan antara pijat bayi dengan konsumsi ASI pada bayi.Dengan kata lain terdapat perbedaan konsumsi ASI (frekuensi konsumsi ASI ) yang signifikan antara sebelum diberikan terapi pijat bayi dengan sesudah diberikan terapi pijat bayi dengan sesudah diberikan terapi pijat bayi.Semua bayi (100 %) mengkonsumsi ASI Lebih banyak dibandingkan sebelum diberikan terapi pijat bayi. Maka dapat disimpulkan bahwa terapi pijat bayi efektif untuk meningkatkan konsumsi ASI pada bayi umur 3-6 bulan.Kata kunci: Efektifitas pijat bayi, & Konsumsi ASIInfancy is a golden period and a critical period that requires early stimulation to optimize development. One of the stimulations that can be given is baby massage. Baby massage as a form of touch language turns out to have a positive effect on baby growth and development. Baby touch or massage can also stimulate milk production. This study aims to determine the effectiveness of baby massage in increasing milk consumption. The sample in this study were 12 infants who were taken by total sampling. This research was a quasi experiment, then the data were analyzed using the t-test (parametric test). value < t (table), which means there is a relationship between infant massage and breast milk consumption in infants. In other words, there is a significant difference in milk consumption (frequency of breast milk consumption) between before being given infant massage therapy and after being given infant massage therapy and after being given therapy baby massage. All babies (100%) consume more breast milk than before being given infant massage therapy. So it can be concluded that infant massage therapy is effective for increasing milk consumption in infants aged 3-6 monthsKeyword: The effectiveness of baby massage, ASI consumption
Pengaruh Scrapbook Sebagai Media Konseling Terhadap Pengetahuan Tentang Resiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Remaja di SMA Negeri 1 Juli Kabupaten Bireuen Nadiya, Sarah; Fazira, Frisca
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1948

Abstract

Latar Belakang: Pemantauan status gizi tahun 2017 menunjukkan bahwa Wanita Usia Subur (WUS) beresiko Kurang Energi Kronis (KEK) di Indonesia sebesar 10,7%. Laporan survei pemantauan status gizi provinsi Aceh tahun 2017 menunjukkan WUS beresiko menderita KEK di Aceh sebesar 4,1%, sedangkan WUS beresiko menderita KEK di Aceh Besar sebesar 5,0%.Wanita Usia Subur (WUS) memiliki rentang usia dari 15-49 tahun, sehingga remaja usia 10 sampai 19 tahun juga termasuk kedalam kategori kelompok WUS. Remaja yang menderita KEK, maka cenderung akan mengalami KEK juga saat kehamilannya nanti.. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penggunaan scrapbook sebagai media konseling terhadap pengetahuan remaja putri tentang resiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) di SMA Negeri 1 Juli Bireuen. Metode: Penelitian ini merupakan jenis eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Adapun Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Negeri 1 Juli Bireuen yang diberikan konseling tentang Kekurang Energi Kronis (KEK) menggunakan media scrapbook sebanyak 63 orang. Hasil: Hasil uji Wilcoxon, terdapat pengaruh yang bermakna dari pemberian konseling menggunakan media scrapbook terhadap pengetahuan remaja tentang Kekurangan Energi Kronis. Kesimpulan: pemberian konseling menggunakan media scrapbook dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang Kekurangan Energi Kronis          Kata kunci: Scrapbook, Konseling, Pengetahuan, Remaja, KEKBackground: Monitoring of nutritional status in 2017 shows that Women of Childbearing Age (WUS) are at risk of Chronic Energy Deficiency (KEK) in Indonesia by 10.7%. The 2017 Aceh provincial nutrition status monitoring survey report showed WUS at risk of suffering from KEK in Aceh by 4.1%, while WUS was at risk of suffering from KEK in Aceh Besar by 5.0%. Women of Childbearing Age (WUS) have an age range of 15-49 years, so adolescents aged 10 to 19 years also fall into the wus group category. Teenagers who suffer from KEK, then tend to experience KEK also during pregnancy later. Purpose: To find out the influence of the use of scrapbooks as a medium of counseling on young women's knowledge about the risk of Chronic Energy Deficiency (KEK) at Sma Negeri July 1 Bireuen. Method: This research is a type of experiment with the one group pretest posttest design approach. The sample in this study was a young woman at Sma Negeri July 1 Bireuen who was given counseling on Chronic Energy Deficiency (KEK) using scrapbook media as many as 63 people.. Results: Wilcoxon's test results have a significant effect on counseling using scrapbook media on adolescents' knowledge of Chronic Energy Deficiency. Conclusion: Counseling using scrapbook media can increase young women's knowledge of Chronic Energy DeficiencyKeywords: Scrapbook, Counseling, Knowledge, Teen, Chronic Energy Deficiency (KEK) 
Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe dengan Anemia di Puskesmas Peusangan Kabupaten Bireuen Nadiya, Sarah; Gani, Abdul; Fitria, Nanda; Rizana, Novia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2931

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Menurut data Kementrian Kesehatan Indonesia, Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi, yaitu sekitar 38,3%. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada kehamilan seperti bayi lajir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur, dan bahkan kematian maternal dan neonatal. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Metode : Penelitian ini bersifat Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil pada bulan Desember sampai dengan Januari 2022 di Puskesmas Peusangan Kabupaten Bireuen sebanyak  43 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dengan cara Total Sampling sebanyak 43 jiwa. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kepatuhan ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe dengan Kejadian anemia dengan nilai p-value = 0,010< α (0,05). Kesimpulan : Dari Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin patuh ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan, maka semakin kecil ibu hamil tersebut mengalami anemia dalam kehamilan.Kata kunci : Kepatuhan Konsumsi Fe, Anemia, Ibu HamilBackground : Anemia in pregnant women is a serious health problem in Indonesia. According to data from the Indonesian Ministry of Health, the prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia is still high, which is around 38.3%. Anemia in pregnant women can cause various complications in pregnancy such as low birth weight babies, premature births, and even maternal and neonatal deaths. Purpose : To determine the relationship between adherence of pregnant women consuming Fe tablets with the incidence of anemia. Method : This research is analytic using Cross Sectional approach. The population in this study were all pregnant women from December to January 2022 at the Peusangan Health Center in Bireuen Regency, with as many as 43 pregnant women. Sampling technique by means of a Total Sampling of as many as 43 people. Results: The results showed that there was a relationship between the compliance of pregnant women who consumed Fe tablets with the incidence of anemia with a p-value = 0.010 < α (0.05). Conclusion: From the results of the study it can be concluded that the more obedient pregnant women are in consuming Fe tablets during pregnancy,  the less pregnant women experience anemia during pregnancy.Key words : Fe Consumption Compliance, Anemia, Pregnancy
HUBUNGAN PEMBERIAN KIE DENGAN PENGETAHUAN TENTANG NUTRISI IBU PADA MASA NIFAS DI DESA GEUDONG-GEUDONG WILAYAH KERJA PUSKESMASKOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN Nadiya, Sarah; Wati, Ratna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1830

Abstract

Latar Belakang : Nutrisi merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dan harus mendapatkan perhatian khusus, terutama pada ibu postpartum dimana masih ada luka perineum ataupun luka caesar, gizi diperlukan dalam proses penyembuhan luka tersebut. Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang berperan penting dalam penyampaian informasi kesehatan, berkewajiban untuk memberikan penyuluhan kepada ibu dengan metode yang tepat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian KIE dengan pengetahuan tentang nutrisi ibu pada masa nifas di desa Geudong-geudong, kecamatan Kota Juang, kabupaten bireuen. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total populasi dengan cara kunjungan rumah yang berjumlah 68 ibu. Hasil : Dari hasil uji statistic chi-square antara pemberian KIE dengan pengetahuan tentang nutrisi ibu pada masa nifas diperoleh hasil nilai p value (0,000) <dari α (0,05). Kesimpulan : Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pemberian KIE dengan pengetahuan tentang nutrisi ibu pada masa nifas.Kata kunci : Pemberian KIE, Pengetahuan Tentang Nutrisi Masa Nifas