Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

OPTIMALISASI KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH PRA PEMBELAJARAN DI KELAS V SDN KULUK LEUGEUT Sofa Marwati; Neng Aat Hayati; Jessica Dwi Sukma; Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1022

Abstract

ABSTRACT This research was conducted at Kuluk Leugeut Elementary School, Siketug Village, Ciomas District, Serang Regency, with the background of the low reading ability and reading interest of fifth grade students. This study aims to determine the results of optimizing the reading ability of fifth grade students through the School Literacy Movement (GLS) program. This research uses a qualitative approach, descriptive method. Observation, interview and documentation techniques are data collection techniques used in this study. The results of this study indicate that through the School Literacy Movement (GLS) program which was carried out 15 minutes before learning was able to improve reading ability and reading interest in fifth grade students. Every day before learning students read accompanied by the class teacher with teaching materials, story books and other media. This shows that the implementation of the GLS (School Literacy Movement) program implemented in pre-learning has been able to optimize reading skills and increase students' interest in reading so that there is an increase in students' reading abilities. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di SDN Kuluk Leugeut Desa Siketug Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang yang dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca dan minat baca peserta didik kelas V. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil optimalisasi kemampuan membaca peserta didik kelas V dengan melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode deskriptif. Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui porgram Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dilaksanakan 15 menit sebelum pembelajaran ternyata mampu meningkatkan memampuan membaca dan minat baca pada peserta didik kelas V. Setiap hari sebelum pembelajaran peserta didik membaca yang didampingi oleh guru kelas dengan media bahan ajar, buku cerita maupun media lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) yang dilaksanakan pada pra pembelajaran sudah dapat mengoptimalkan kemampuan membaca dan meningkatkan minat baca peserta didik sehingga adanya peningkatan kemampuan membaca pada peserta didik.
Meningkatkan Motivasi Membaca Siswa Kelas III Melalui Model Make a Match Susan Nurwidianing; Nita Andriani; Sintia Eka Putri; Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1023

Abstract

ABSTRACT Motivation to read in students must be owned by a student, so that learning objectives are achieved easily. However, in reality students' reading motivation tends to be low, in order to increase students' reading motivation, teachers must use creative methods such as using learning models that can stimulate students to read. So the learning model that teachers can use is the make a match learning model. With that this research aims to be able to see how to increase motivation to read in students after using the make a match learning model in learning. This research was carried out using a descriptive qualitative approach, with the research subjects being class III students. The implementation was a class action observation using the make a match learning model in the learning process, carried out sequentially following the syntax of the make a match model. The results obtained by the researchers were an increase in students' reading motivation during learning using the make a match model, data obtained through observation of class action, review and also direct interviews with students. ABSTRAK Motivasi membaca pada siswa haruslah dimiliki oleh seorang siswa, agar tujuan pembelajaran tercapai dengan mudah. Namun kenyataannya motivasi membaca pada siswa cenderung rendah, untuk untuk dapat meningkatkan motivasi membaca pada siswa ini, guru harus menggunakan cara yang kreatif seperti menggunakan model pembelajaran yang dapat merangsang diri siswa untuk membaca. Maka model pembelajaran yang dapat guru gunakan ialah model pembelajaran make a match. Dengan itu penelitian ini bertujuan untuk dapat melihat bagaimana peningkatan motivasi membaca pada siswa setelah digunakannya model pembelajaran make a match pada pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas III. Pelaksanaannya merupakan observasi tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran make a match dalam proses pembelajarannya, dilaksanakan secara urut mengikuti sintak pada model make a match. Hasil yang didapat oleh peneliti ialah adanya peningkatan terhadap motivasi membaca siswa pada saat pembelajaran menggunakan model make a match, data yang diperoleh melalui observasi tindakan kelas, peninjauan dan juga wawancara secara langsung pada siswa.
Analisis Penguatan Karakter Percaya Diri Melalui Metode Diskusi Tanya Jawab di SD Negeri Margasana 1 Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan; Lismayani Lismayani; Rima Agusyulia Rahayu; Fadila Monica
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2171

Abstract

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berkurangnya keyakinan diri adalah kurangnya dorongan dan penguatan dari orang-orang terdekat terhadap potensi peserta didik. Selain itu, kurangnya penguatan karakter percaya diri pada siswa oleh pendidik selama proses pembelajaran, serta ketidaktersebaran perhatian pada semua siswa atau konsentrasi hanya pada beberapa siswa tertentu, menjadi faktor yang berkontribusi terhadap krisis kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang penguatan karakter percaya diri pada peserta didik melalui penggunaan metode diskusi tanya jawab di SDN Margasana 1. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin timbul selama proses penguatan karakter percaya diri melalui metode tersebut. Terakhir, penelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak dari proses diskusi tanya jawab terhadap perkembangan karakter percaya diri di SDN Margasana 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, khususnya dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penggunaan teknik diskusi tanya jawab untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SDN Margasana 1 telah cukup efektif, seperti yang terbukti dengan pendidik yang mengikuti serangkaian langkah dalam melaksanakan pendekatan diskusi tanya jawab. Meskipun terdapat kemajuan dalam pendidikan, masih terdapat tantangan-tantangan yang menghambat pembelajaran, termasuk kurangnya keterlibatan siswa dalam kurikulum. Namun, manfaat dari lingkungan belajar yang mendukung sangat banyak, meliputi peningkatan kepercayaan diri, peningkatan ketabahan, dan perbaikan pandangan positif pada peserta didik.
ANALISIS PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SEBAGAI BENTUK DIGITALISASI DI SEKOLAH DASAR Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan; Dwi Aprianti; Fauziah Nuraini; Dian Wena Anggraeni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1173

Abstract

Blended Learning merupakan sebuah pembelajaran yang mana dalam pelaksanaannya memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Tujuan penelitiann ini adalah untuk mengetahui seperti apa pelaksanaan blended learning sebagai Upaya digitalisasi di sekolah dasar. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Pada metode studi literatur ini, peneliti akan mendeskripsikan permasalahan dengan mengulas artikel-artikel pada penelitian sebelumnya. Adapun hasil yang peneliti temukan yaitu penerapan blended learning di sekolah dasar memberikan banyak perubahan dan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan sebagai hasil dari pelaksanaan digitalisasi di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA GIFT BOX BERBASIS MULTILITERASI PADA PEMBELAJARAN PENEMUAN DI KELAS VI SEKOLAH DASAR Syifa Alivia Munawaroh; Encep Andriana; Sigit Setiawan
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v9i2.2229

Abstract

Multiliteracy is an effort to help students improve various skills in the 21st century. Multiliteration can be collaborated with interactive learning media such as Gift Box. Gift Box learning media based on multiliteracy can help students understand the material, one of which is science material. The aim of this research is to find out the process of developing Gift Box media, find out the suitability of the media and find out students' responses after using multiliteracy-based Gift Box media which is integrated with the discovery model for class VI students. This research is Research & Development with the Lee & Owens development model, which consists of five stages, namely needs assessment and start-to-finish analysis, design, development, implementation and evaluation. Through the validation stage, the results obtained were that the appropriateness level in terms of media was 89.25% and was in the very appropriate category, in terms of material, 91.4% was in the very appropriate category, and in terms of language, 79% was in the appropriate category. Then, after the revision was carried out, the researchers conducted product trials on 28 class VI students and based on the student response questionnaire, the results were 93% in the very good category. It can be concluded that the Gift Box learning media based on multiliteracy in discovery learning is suitable for use and has received a very good response from students.
Studi Literatur: Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Sd Pada Materi Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Armilah Hinda Wati; Agustina Agustina; Fijriyati Fijriyati; Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 17 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8296416

Abstract

In this study, a literature review method was employed to gather and analyze data relate to errors in learning mathematics, specifically in the topics of addition and subtraction at the elementary school level. Secondary data from journals, books, and relevant official documents were utilized. The study followed three main steps, which involved collecting relevant literature, integrating the findings of the literature review into a summary, and identifying debated issues within each literature source. The data analysis was conducted using the bibliography annotation method. The research findings indicated several factors that contribute to difficulties in learning mathematics, including misconceptions in subtraction operations involving the number zero, insufficient problem-solving skills among students, challenges in reading and writing, and difficulties in comprehending addition and subtraction procedures. Proposed solutions to address these learning difficulties include providing more concrete exercises, enhancing student understanding through repeated practice, and shifting the learning approach from concrete to abstract.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN PERKALIAN TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 2 SDN TAKTAKAN 2 Ilyas Naufal Faiz; Inka Nurhidayah; Nadila Hepta Sari; Ujang Jamaludin; Sigit Setiawan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 18 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8313066

Abstract

Menurut penelitian yang dilaksanakan peneliti di SDN Taktakan 2 bahwa dalam kegiatan belajar mengajar, kebanyakan guru khususnya guru matematika memanfaatkan metode pembelajaran ceramah. Metode ini dapat menjadikan siswa pasif dan tidak minat mengikuti pelajaran. Adapun tujuan dari penelitian yaitu mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media papan perkalian terhadap peningkatan hasil belajar matematika pada siswa kelas 2 SDN Taktakan 2. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif berupa pretest dan posttest. Sampel penelitian sebanyak 26 siswa kelas 2. Bersumber pada hasil pretest dan posttest yang dilaksanakan menunjukkan rata-rata presentase ketuntasan posttest lebih tinggi dibandingkan pretest adalah dari 38% menjadi 81%. Dengan rata-rata presentase ketuntasan yang diperoleh dari posttest maka diharapkan siswa menjadi lebih paham terkait perkalian matematika dan hasil belajar meningkat dengan media papan perkalian.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH ADIWIYATA SEBAGAI SARANA PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN Euis Rahmawati; Lukman Nulhakim; Sigit Setiawan; Reksa Pribadi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2636

Abstract

Pendidikan karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan demi keberlangsungan segala makhluk hidup di masa yang akan datang. Namun pada kenyataannya saat ini tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan masyarakat masih sangat mengkhawatirkan dan sekolah memiliki peran yang signifikan untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pelaksanaan pemanfaatan lingkungan di sekolah adiwiyata, lalu mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan lingkungan di sekolah dan menganalisis implikasi penguatan karakter peduli lingkungan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai alat ukur pengumpulan data. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah Adiwiyata sebagai sarana penguatan karakter peduli menggambarkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah menciptakan landasan yang kokoh untuk pembentukan karakter peserta didik yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar menjadi program Adiwiyata, pemanfaatan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi sarana implementasi nilai-nilai peduli lingkungan dalam tindakan nyata sehari-hari.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ANAK TUNARUNGU DALAM MELATIH KECERDASAN VISUAL SPASIAL Citta Delia Noventy; Dedi Mulia; Sigit Setiawan; Ujang Jamaludin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.2760

Abstract

Pada dasarnya anak berkebutuhan khusus membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan strategi dalam penerapan pembelajaran menggambar pada anak tunarungu terhadap kecerdasan visual spasial dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pembelajaran menggambar pada anak tunarungu terhadap kecerdasan visual spasial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, metode fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berasal dari Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa 1) Strategi pembelajaran menggambar pada anak tunarungu dalam melatih kecerdasan visual spasal meliputi 3 hal penting yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran. 2) Faktor pendukung dari pembelajaran menggambar ini berasal dari fasilitas yang memadai salah satunya tedapat lemari di tiap sudut kelas yang berisi peralatan belajar dan termasuk peralatan untuk menggambar, peran guru yang mampu melayani anak berkebutuhan khusus terutama dalam komunikasi dengan bahasa isyarat BISINDO. Sedangkan faktor penghambatnya berasal dari peran orang tua terhadap pembelajaran di rumah misalnya saat orang tua membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah namun mereka belum fasih dalam berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang digunakan anak saat sekolah.
PERAN GURU DALAM MEREALISASIKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DITINJAU DARI ASPEK KARAKTER RELIGIUS Maharani Sabrina Eka Putri; Istinganatul Ngulwiyah; Sigit Setiawan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2908

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pentingnya karakter religius pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila ditinjau dari aspek karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang peneliti peroleh dilapangan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru ekstrakurikuler tahfidz, guru kelas IV, dan peserta didik kelas IV SDIT Bina Bangsa Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perencanaan perealisasian profil pelajar pancasila terdapat komponen pembelajaran yang dipersiapkan oleh guru yaitu: 1) memahami tujuan pembelajaran, 2) memahami isi atau materi pembelajaran, 3) penggunaan metode pembelajaran, 4) mempersiapkan media pembelajaran, 5) melakukan evaluasi. Proses pelaksaan guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila dilakukan pada 3 kegiatan, yaitu: 1) pembelajaran intrakurikuler, 2) proyek penguatan profil pelajar pancasila, 3) ekstrakurikuler. Guru juga membangun karakter religius peserta yang dididik melalui budaya positif berupa keteladanan, penguatan, dan pembiasaan. Elemen karakter religius yang terlihat dalam diri peserta didik dalam proses perealisasian profil pelajar pancasila bagian menjadi 5, yakni: 1) akhlak beragama, seperti: mengenal dan mencintai Tuhan YME, pemahaman agama atau kepercayaan, 2) akhlak pribadi, seperti: integritas, merawat diri secara fisik mental dan spiritual, 3) akhlak kepada manusia, seperti: mengutamakan orang lain dan menghargai perbedaan, 4) akhlak kepada alam, seperti: memahami keterhubungan ekosistem bumi dan menjaga lingkungan alam sekitar, 5) akhlak bernegara, seperti: melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.