Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Rekayasa Ekologis Ultisol Bervegetasi Alang-Alang dengan Kondisi Tercekam Biologis untuk Pengembangan Tomat Lokal Muna Kilowasid, La Ode Muhammad Harjoni; Lisnawati, Lisnawati; Nurhaida, Nurhaida; Sarawa, Sarawa; Alam, Samsu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Ke
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.199 KB) | DOI: 10.37149/3130

Abstract

Memacu peningkatan laju pertumbuhan produktivitas pangan di Indoensia dilakukan melalui pendekatan peningkatan produksi per satuan luas, perluasan area pertanian, dan restorasi lahan-lahan pertanian terdegradasi. Paradigma teknologi peningkatan produksi tanaman pangan era pasca Bimas Pertanian (Green Revolution) diarahkan kepada penggunaan teknologi minimal bahan bakar, emisi gas teredusir, kesehatan petani terjaga, lingkungan sehat dan aman, serta kehilangan keanekaragaman hayati terhindarkan. Lahan pengembangan pertanian kelompok Ultisol  bervegetasi alang-alang cukup tersebar luas di wilayah Indonesia bagian Timur. Faktor fisik-kimia pembatas pertumbuhan tanaman tanah ini sering digunakan sebagai basis pendekatan pengembangan teknologi peningkatan produksi pangan pertanian. Sesungguhnya, faktor pembatas kelulus-hidupan tanaman tidak hanya dikendalikan faktor fisik-kimia tanah, tetapi juga ditentukan oleh faktor biologi tanah, yakni kelompok biota tanah yang mendapatkan makanan dengan memangsa akar tanaman, selanjutnya dalam makalah ini dirujuk sebagai cekaman biologis‖.Buah tomat sering dihidangkan dalam menu setiap hari baik bentuk buah segar ataupun hasil olahannya. Tomat lokal Muna sebagai salah satu kekayaan plasma nutfah dari Sulawesi Tenggara perlu mendapatkan perhatian untuk pengembangannya di berbagai tipe agroekologi dalam kerangka kerja teknologi produksi pangan era pasca Bimas Pertanian. Dinding sel akar tomat cukup lunak sehingga mudah diakses oleh sejumlah biota tanah pemangsa akar. Konsep yang dikembangkan pengaturan populasi pemangsa akar melalui rekayasa ekologis menggunakan fauna tanah perkayasa ekosistem dan bahan organik untuk mengatasi cekaman biologis. Makalah ini bertujuan untuk memelajari peran introduksi fauna tanah perekayasa dan bahan organik terhadap kerapatan nematoda pemakan akar pada Ultisol dan untuk mengkaji pengaruh jangka panjang hasil rekayasa in situ menggunakan fauna tanah perekayasa ekosistem dan berbagai jenis bahan organik pada Ultisol terhadap kelulus-hidupan dan hasil panen buah tomat lokal Muna.Tiga tingkatan jumlah individu cacing tanah epigeik (Lumbricus sp.), yakni 0, 20, dan 40 individu per petak dan tiga jenis bahan organik (pangkasan Chromolaena odorata, pangkasan Collopogonium sp., dan pangkasan Imperata cylindrica) diuji mengikuti prosedur rancangan acak kelompok. Benih tomat lokal yang diperoleh dari petani di Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna dikecambahkan pada media tumbuh dari campuran Ultisol dan pupuk kandang sapi dan dipelihara sampai bibit berusia 3 minggu. Bibit tomat ditanam di tiap petak dengan jarak tanam 60 cm x 50 cm. Setelah petak percobaan diberokan selama tiga bulan, ditanami kembali bibit tomat lokal Muna pada tiap petak percobaan.Hasil penelitian pada tahap pertama menunjukan kerapatan nematoda pemakan akar pada 30, 60 maupun 90 hari setelah tanam antara kombinasi jumlah individu cacing tanah dan jenis bahan organik berbeda signifikan. Kerapatan nematoda pemakan akar menunjukan kecenderungan menurun sejalan dengan bertambahnya waktu setelah aplikasi cacing tanah dan bahan organik. Dalam percobaan tahap pertama tanaman tomat di semua petak percobaan hanya dapat bertahan hidup sampai usia dua minggu setelah tanam. Percobaan tahap dua menunjukan buah tomat dari tiap petak percobaan dapat dipanen. Jumlah buah dapat dipanen bervaraisi menurut jumlah cacing tanah dan jenis bahan organik. Total buah dipanen pada bahan organik dari C. odorata tanpa introduksi cacing tanah lebih rendah dibanding dengan introduksi 20 dan 40 individu cacing tanah. Total buah dipanen pada pangkasan Collopogonium sp. tanpa cacing tanah lebih banyak dibanding dengan introduksi 20 dan 40 jumlah individu cacing tanah. Total buah dipanen pada kombinasi pangkasan I. cylindrica untuk semua jumlah individu cacing tanah relatif mirip. Berat buah segar pada pangkasan I. cylindrica dengan introduksi 20 individu cacing tanah adalah paling tinggi, sedang pangkasan I. cylindrica dengan introduksi 40 individu cacing tanah adalah paling rendah.Temuan di atas membantu kami menyimpulkan bahwa pendakatan biologis melalui rekayasa ekologi menunjukan pengaruh bermanfaat dalam jangka panjang terhadap produktivitas pangan. Waktu mendatang, kajian terkait ―Agroecological Economic” metode rekayasa ekologi kualitas dan kesuburan tanah untuk produksi pangan masih perlu dikembangkan untuk mensikronkan antara upaya-upaya percepatan capaian swasembada pangan tiga tahuan ke depan dengan paradigma pertanian era pasca Bimas Pertanian (Green Revolution).
Pemanfaatan Informasi Klimatik Dan Karakterisistik Fisik Tanah Untuk Menentukan Neraca Air Dalam Mendukung Produksi Jagung Kacang Tanah Sistem Tumpangsari Sabaruddin, La Ode; Afa, La Ode; Syaf, Hasbullah; Kilowasid, La Ode Muhammad Harjoni; Ardi, Ardi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Ke
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.29 KB) | DOI: 10.37149/3131

Abstract

Masalah yang sering dialami petani dalam pertanian lahan kering adalah pemanfaatannya yang belum optimal dari sisi informasi sumberdaya iklim dan tanah. Dalam bidang pertanian, informasi klimatik dan karakteristik tanah merupakan faktor yang sangat penting kaitannya dengan pemilihan teknologi budidaya dalam mendukung pertumbuhan dan produksi. Di sisi lain pengembangan  tanaman khususnya tanaman pangan masih berorientasi kepada kebutuhan petani dan keinginan pemerintah dan belum didasarkan pada informasi klimatik dan karakteristik tanah wilayah  pengembangan. Untuk menjawab masalah tersebut telah dilaksanakan penelitian untuk menentukan neraca air dalam mendukung produksi. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui tingkat produksi tanaman jagung dan kacang tanah yang ditanam secara tumpangsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan air tanah di wilayah penelitian adalah 29.01 %vol dan 20.06 %vol masing-masing sebagai batas atas dan batas bawah air, dengan tingkat ketersediaan 89.45 mm m-1. Interaksi antara pemberian pupuk urea:SP-36:KCl dosis 125:100:50 kg ha-1 dengan waktu tanam kacang tanah bersamaan jagung menghasilkan jagung 3.50 t ha-1 dan kacang tanah 1.37 t ha-1 dengan LER 1.69.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abd. Rasyid Syamsuri Abda Abda Abdul Madiki Achmad Nur Azhary Dussy Agustin, Widia Alam, Samsu Andi Bahrun Andi Nurmas ANDI NURMAS, ANDI Ansar, Nurul Awalia Ardi Ardi Asniah Asniah AZHAR ANSI, AZHAR Azhar, Wahyu Muhamad B Widiawan B Widiawan Bahari Bahari, Bahari Dahlan Darwis Sulaeman Djafar, Muhammad Kabil Dussy, Achmad Nur Azhary Dwita Siniona Manik Endah Sulistyawati Endah Sulistyawati Endah Sulystiawati Febri Dian Handayani Fitri Wahyu Ningsi Fitriani, Wa Ode Franciscus Xaverius Susilo Franciscus Xaverius Susilo, Franciscus Xaverius Fransiscus S. Rembon Fransiscus-Xaverius Susilo Gusti Arya Komang H Herlina H Herlina H Syaf H Syaf Hakim, Irfan Hasanuddin Jumareng Hasbullah Syaf Hasbullah Syaf Herlina, Riska Irfan Hakim Jamili Jamili JAYA, IRFAN L Safuan L Safuan La Karimuna LA MUDI, LA La Ode Afa La Ode Ahmad Nur Ramadhan La Ode Ahmad Nur Ramadhan La Ode Kasno Arif La Ode Sabaruddin La Ode Safuan La Ode Santiaji Bande Laksana, Mohammad Alfi Nanda Laode Sabaruddin Laode Sabaruddin Laode Sabaruddin Lies Indriani M Tufaila M Tufaila Makmur Jaya Arma Mashuni Muhammad Albar Pattah Muhammad Aswar Limi Muhammad Fahyu Sanjaya Muhammad Kabil Djafar Muliddin Nevianti Nevianti Nikoyan, Anas Ningsi, Fitri Wahyu Nini Mila Rahni NORMA ARIF, NORMA Nur Isiyana Wianti Nuraida, Waode Nurfadillah Nurhaida Nurhaida Parapa, Imelia Puja Mutmainna Rachmawati Hasid Rahayu Endah Purwanti Rahmaniar, Wa Ode Ramdan, Nurfatihah Hijrah Robiatul Adawiyah Rustam, La Ode S Leomo S Leomo Sanjaya, Muhammad Fahyu SARAWA, SARAWA Sulaeman, Darwis Suleman, Darwis Sulistyawati, Endah Suryana syamsu Alam SYAMSU ALAM Tati Suryati Syamsudin Tati Suryati Syamsudin Tati Suryati Syamsudin TERRY PAKKI, TERRY Tresjia Corina Rakian Tresjia Corina Rakian TRESJIA CORINA RAKIAN, TRESJIA CORINA Uli Fermin Wa Ode Rahmaniar Waode Nuraida Waode Siti Anima Hisein Yudistira Yudistira Yudistira Yudistira Zulfikar