Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Intratemporal Meningioma: Serial Kasus Putra, Akbar Eka; Mahdiani, Sally; Lasminingrum, Lina; Dermawan, Arif
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i5.4057

Abstract

Meningioma merupakan tumor yang muncul dari sel arachnoid yang menempel pada piamater dan bagian dalam lapisan arachnoid. Tumor ini merupakan tumor intrakranial, mewakili 12-25% dari neoplasma intrakranial. Meningioma intrakranial dapat menyebar secara ekstrakranial hingga melibatkan struktur di sekitarnya yang termasuk telinga dan tulang temporal. Meningioma ektopik, digambarkan sebagai meningioma primer tanpa keterlibatan intrakranial dan merupakan kasus yang jarang terjadi. Serial kasus ini menampilkan pasien dengan gambaran hiperostosis pada tulang temporal yang mengarah ke diagnosis meningioma intratemporal dan dilakukan tindakan mastoidektomi sebagai salah satu modalitas terapi. Ilustrasi Kasus 1: Seorang perempuan 53 tahun mengeluhkan penurunan pendengaran pada telinga kiri. pada pemeriksaan audiometri menunjukkan gangguan dengar tipe konduktif derajat berat 72,5 db. Hasil pemeriksaan ct scan menunjukkan gambaran hiperostosis disertai lesi sklerotik pada tulang temporal dan sphenoid. Pada pasien dilakukan tindakan operasi kanaloplasti dan mastoidektomi radikal. Ilustrasi Kasus 2: Seorang perempuan 50 tahun datang dengan keluhan telinga kiri mengeluarkan cairan kuning kehijauan yang sudah berlangsung sejak 3 tahun yang lalu dan hilang timbul, pada pemeriksaan audiometeri menunjukkan gambaran gangguan dengar tipe konduktif derajat berat 73,75 db. Hasil pemeriksaan ct scan menunjukkan hiperostosis disertai penebalan pada tulang temporal dan sphenoid wing kiri. Pada pasien dilakukan tindakan operasi kanaloplasti dan mastoidektomi radikal
Prevalence of Allergic Rhinitis on Children with Stunting Using ISAAC Questionnaire Sarumpaet, Venny Tiursani; Dermawan, Arif; Lasminingrum, Lina
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i11.54911

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by many factors, including the condition of nutritional intake in infants. Malnutrition reduces body immunity so it is considered as a risk factor for inflammation in children. Allergic rhinitis is an inflammatory disease of the nasal mucosa caused by allergic reactions in patients. This study aims to determine the prevalence of allergic rhinitis in stunting patients in Kabupaten Bandung. This research is a descriptive study, data was taken by multistage cluster randomized sampling based on inclusion and exclusion criteria, in Kabupaten Bandung from the October 2019 to December 2019. The data obtained will be presented in the form of tables and diagrams. Result. From a total of 436 children age 2 – 5 years old with stunting, there were 188 children (43.11%) with allergic rhinitis and 245 children (58.6%) who did not suffer from allergic rhinitis. Most ages were in the range of 48-60 months as many as 77 children (40.95%), with the most sex being male as many as 100 children (53.19%), the most reported comorbidities were tonsillitis as many as 74 children (39.36%). Of the total 188 respondents, only 19 children (8.5%) had a history of atopy. In this study, the prevalence of allergic rhinitis in stunting children was 43.11%.