Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN PADA BERBAGAI LUASAN LAHAN DI SANTONG, KABUPATEN LOMBOK UTARA Arya Ahsani Takwim; Markum M; Sitti Latifah
Ekosains Vol 8, No 02 (2016)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.017 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pengelolaan lahan pada berbagai luasan lahan di HKm Santong dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pengelolaan HKm Santong. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, analisis indeks good servise ratio, analisis indeks shanon, alometric equation, description scoring.  dan multiple linear regresion. Analisis ini digunakan untuk menilai tingkat kesejahteraan masyarakat, kelestarian kawasan dan kelembagaan pengelola HKm. Dependent variabel dalam penelitian ini adalah efektivitas HKm, sedangkan independent variabelnya adalah jumlah anggota keluarga, luas lahan dan jarak lahan garapan dari rumah petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan HKm Santong telah berjalan cukup efektif, dan lahan dengan luas 0.5 s.d 0.9 ha adalah lahan yang paling efektif dikelola oleh petani. Di lihat dari tingkat kesejahteraan, petani HKm Santong masih diklasifikasikan ke dalam petani miskin. Meskipun pendapatan yang diperoleh dari 19 komiditi HHBK sebesar > Rp.3.000.000,- per bulannya. Di lihat dari komponen kelestarian hutan dapat dijelaskan bahwa keanekaragaman vegetasi tergolong sedang dengan nilai indeks shanon sebesar >1.48, Kerapatan pohon rata-rata 1.064 pohon/ha, Cadangan karbon rata-rata 114,6 ton/ha.  Stratifikasi tegakan terdiri atas 4 strata yang didominasi oleh jenis Leucaena glauca, Paraserianthes falcataria, Adinantera sp, Picus sp, Ceiba Petandra dan Aleurites molluccana. 57,2% responden menyatakan bahwa intensitas pertemuan kelompok 6 s.d 12  kali per tahunnya dan 62,3% responden menyatakan ada satu lembaga yang mendukung pengembangan kelembagaan kelompok. Faktor jarak lahan HKm adalah variabel yang berpengaruh nyata terhadap efektifitas pengelolaan HKm Santong dengan nilai signifikan sebesar 0.43 satuan.
PENGEMBANGAN PEMASARAN KERAJINAN KERAI DESA SELAT KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT MELALUI PASAR DIGITAL Sitti Latifah; Sulistia Ningsih; Anwar Hadi; Khairunnisa Khairunnisa; Hidayah Hidayah; Dodi Alfayed; Bq. Sulis Meilandri; Nurul Nurul; Rizqon Hasanah; Viorenza Aulia Shani; Muhammad Muhammad; Siti Roslyana Oktari; Khana Azril Athariq; Farid Ma’ruf; Dea Rizqy Amalia; Desi Lestari; Noer Alif Baslamin; Haykal Fikri; Lalu Muhammad Anggi Satriawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13708

Abstract

ABSTRAKKerajinan kerai berbahan dasar bamboo atau pelepah aren merupakan salah satu industry kerajinan yang telah lama digeluti masyarakat dan menjadi mata pencaharian utama di Desa Selat. Harga jual yang sangat murah dan sangat tergantung pada tengkulak, proses pemasaran masih tradisional dan belum adanya branding yang menarik pasar diduga menjadi penyebab permasalahan lambatnya perkembangan industry kerajinan ini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan untuk mendorong peningkatan penjualan denan, (1). Memfasilitasi pembentukan cikal bakal pusat penjualan kerai dalam bentuk koperasi dan, (2). Memanfaatkan pasar digital (Branding, Marketplace, Instagram). Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Mitra yang menjadi sasaran adalah kelompok kerajinan “Bajang Salut” beranggotakan 15 pemuda-pemuda yang memiliki kemampuan teknologi. Hasil yang dicapai melalui kegiatan PkM ini adalah: (1). Terbentuknya cikal bakal koperasi sebagai pusat penjualan kerai, (2). Terbentuknya pasar digital untuk kerai Desa Selat dengan branding “Kerai Senada” yang merupakan singkatan dari Kerai Selat Narmada. Selain itu, hasil nyata dari penjualan dalam kurun waktu 1 minggu menunjukkan terjadi peningkatan pada harga jual kerai bambu sebesar 65% dan pelepah aren 100%, jumlah produk yang terjual meningkat sebesar 58% dengan nilai penjualan meningkat sebesar 288%. Kata kunci: kerajinan kerai; desa selat; kuliah kerja nyata (kkn) ABSTRACTThe blinds handicraft made from bamboo or palm fronds is one of the handicraft industries that the community has been involved in for a long time and has become the main livelihood of the people in Selat Village. The selling price is very cheap and highly dependent on middlemen, the marketing process is still traditional and the absence of branding that attracts the market is suspected to be the cause of the problem of the slow development of this blind handicraft industry. Community Service Activities (PkM) aim to encourage increased sales by (1). Facilitating the formation of forerunner blind sales centers in the form of cooperatives and (2) Utilizing digital markets (Branding, Marketplace, Instagram). The method used is training and  supervising. The target partners are “Bajang Salut Handicraft Groups consisting of 15 young people who have technological skills. The results achieved through this PkM activity are: (1). The formation of the forerunner of the cooperative as a blind sales center, (2). The establishment of a digital market for Desa Selat blinds with the branding “Kerai Senada” which stands for Kerai Selat Narmada. In addition, the real results of sales within 1 week showed an increase in the selling price of bamboo blinds by 65% and 100% of palm fronds, the number of products sold increased by 58% with sales value increasing by 288%. Keywords: the blinds handicraft; selat village; community service program (kkn)
Studi Vegetasi dan Cadangan Karbon di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru, Bayan Lombok Utara Muhamad Husni Idris; Sitti Latifah; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Endah Wahyuningsih; Indriyatno Indriyatno; Rima Vera Ningsih
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.852 KB) | DOI: 10.22146/jik.6135

Abstract

Penelitian pada Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) (Hutan Pendidikan) ± 225,7 ha di Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk mengetahui potensi vegetasi dan cadangan karbon tersimpan. Tutupan alami KHDTK Senaru berubah akibat pemanfaatan kayu 1993, penanaman sengon dan mahoni 1996, penanaman gaharu 1998-2001, dan saat ini pemanfaatan dengan sistem agroforestri. Populasi dalam penelitian ini adalah areal KHDTK Senaru yang dikelola intensif oleh masyarakat (± 120 ha), yang ditentukan secara sengaja. Sampel dengan intensitas 1% dan terbagi dalam 30 plot ukuran 20x20 m ditentukan secara random sampling. Analisis data meliputi analisis vegetasi, cadangan karbon atas permukaan tanah dan karbon tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 32 spesies. Pada tingkat semai, pancang, tiang dan pohon ditemukan masing-masing 10, 8, 17 dan 20 spesies. Dua spesies dengan Index Nilai Penting (INP) tertinggi untuk semai dan pancang adalah kopi dan kakao, dengan INP pada tingkat semai sebesar 120,3 dan 34,2 dan pada tingkat pancang sebesar 146,1 dan 92,5. Dadap dan sengon memiliki INP tertinggi pada tingkat tiang dan pohon, dengan INP pada tingkat tiang sebesar 77,9 dan 48,7, dan pada tingkat pohon sebesar 87,1 dan 79,9. Cadangan karbon rata-rata 126,41 ton/ha, yang terdiri atas karbon tingkat pancang (3,36 ton C/ha), tiang (9,32 ton C/ha), pohon (70,61 ton C/ha), tumbuhan bawah tegakan (0,13 ton C/ha), seresah (0,29 ton C/ha) dan tanah (42,7 ton C/ha). Hasil penelitian dapat menjadi masukan dalam pengembangan model pengelolaan KHDTK Senaru dan bahan evaluasi di masa mendatang, dan secara umum dapat menambah informasi sumberdaya hutan yang sudah ada saat ini.Katakunci: hutan, vegetasi, cadangan karbon, Senaru Lombok A Study on the Vegetation and Carbon Stocks of the Special Purpose Forest (KHDTK) of Senaru Village, Northern LombokAbstractStudy was conducted in Forest for Special Purpose (Education Forest) ±225.7 ha in Senaru Village, North Lombok. The study was aimed to determine the potential of vegetation and carbon stocks. Land cover of study area was changed due to the timber management in 1993, planting mahogany and sengon in 1996, planting Aquilaria spin 1998-2001, and currently the implementation of agroforestry. Population for this study was the area of education forest intensively utilized by farmer (±120 ha). Sampling was determined by means of random with the intensity of 1% and distributed into 30 plots of 20x20m. Data analysis included analysis of vegetation, above ground carbon and soil carbon stock. The result shows that 32 species were found. There were 10, 8, 17 and 20 species of vegetation for seedlings, saplings, poles and trees, respectively. The first two highest Important Value Index (IVI) for seedling and saplings were Coffea sp and Theobroma sp, where the IVI for seedling was 120.3 and 34.2, while for saplings were 146.1 and 92.5. Erytrhina sp and Pharaseriantes sp were the two highest IVI for poles and trees, where the IVI for poles was 77.9 and 48.7, while for trees was 87.1 and 79.9, respectively. Carbon stock of study area was 126.41 ton C/ha, which was differentiated into carbon stock for saplings (3.36 ton C/ha), pole (9.32 ton C/ha), trees (70.61 ton C/ha), understory (0.13 ton C/ha), litter (0.29 ton C/ha) and soil (42.7 ton C/ha). The results of this study could be an input in develoving a model of Senaru educational forest as wells as future evaluation. Besides, it could enrich the existing information about forest resources.
Identifikasi Tipe Kerusakan Pohon di RTH Kampus Universitas Mataram Fikri, Khairul; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.21637

Abstract

Fungsi Ruang Terbuka Hijau berdasarkan aspeknya yaitu terkait aspek sosial budaya, ekologi, dan estetika. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, RTH membutuhkan pohon yang sehat. Oleh karena itu, dibutuhkan data terkait dengan informasi dari segi kesehatan pohon agar RTH tetap bisa menjalan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait tipe-tipe kerusakan pohon yang terjadi di RTH Kampus Universitas Mataram. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM) untuk identifikasi tipe kerusakan pohon. Forest Health Monitoring (FHM) adalah salah satu metode pengamatan untuk mengetahui kondisi kesehatan pohon yang dikenalkan oleh USDA. FHM adalah proses pencatatan parameter atau pengambilan data sampel untuk dibandingkan dengan data baseline yang telah diketahui. dimana metodeIni terdiri dari tiga kode berurutan yang menunjukkan lokasi kerusakan, jenis kerusakan, dan tingkat keparahan yang diamati pada pohon. Dari kode ini, kerusakan pohon dapat dideteksi.Pada data hasil pengamatan didapatkan jumlah kerusakan yaitu 240 kasus dengan tipe kerusakan cabang patah/mati merupakan tipe kerusakan yang paling banyak ditemukan yaitu 30,4% atau berjumlah 73 kasus kerusakan. Sedangkan tipe kerusakan yang paling sedikit berjumlah 1 kasus kerusakan atau 0,4% yaitu tipe kerusakan daun berubah warna.
Analisis Kesehatan Pohon di Hutan Kota Selong dan Taman Rinjani Kota Selong Kabupaten Lombok Timur: Analysis of Tree Health in Selong City Forest and Rinjani Park, Selong City, East Lombok Regency Shafwati Munawarah; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v7i1.31833

Abstract

Abstract The green open spaces of Selong City Forest and Rinjani Park Selong City are areas that are used by the community to support economic, social, sports, and educational activities. The large number of activities carried out in the green open space can affect the health of the trees and it is feared that this will impact the safety of the visitors. This research aims to determine the health condition of trees in the Selong City Forest and Rinjani Park Selong City using the Forest Health Monitoring (FHM) method. Health measurements and assessments were carried out on all trees in the Selong City Forest were in healthy condition with an interval of (0-3,8) totaling 219 trees (93,3%) while for trees in the Rinjani Park Selong City which is in the healthy category with an interval of (-3,19) has 63 trees (90%). This shows that all the trees are in healthy condition both in the Selong City Forest and Rinjani Park, Selong City. Key Words: Tree Health, FHM, Selong City Forest, Rinjani Park Selong City. Abstrak Ruang terbuka hijau Hutan Kota Selong dan Taman Rinjani Kota Selong merupakan kawasan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penunjang dalam kegiatan ekonomi, sosial, olahraga, dan pendidikan. Banyaknya aktivitas yang dilakukan di RTH tersebut dapat mempengaruhi kesehatan pohon dan dikhawatirkan berdampak terhadap keselamatan pengunjung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan pohon di Hutan Kota Selong dan Taman Rinjani Kota Selong dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Pengukuran dan penilaian kesehatan dilakukan terhadap seluruh pohon dan pengukuran dilakukan secara sensus dan hasil penelitian menunjukkan pohon di Hutan Kota Selong berada pada kondisi sehat dengan interval sebesar (0–3,8) berjumlah 219 pohon (93,3%) sementara untuk pohon di Taman Rinjani Kota Selong yang berada pada kategori sehat dengan interval sebesar (0–3,19) berjumlah 63 pohon (90%). Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pohon berada dalam kondisi sehat baik di Hutan Kota Selong maupun di Taman Rinjani Kota Selong. Kata Kunci : Kesehatan Pohon, FHM, Hutan Kota Selong, Taman Rinjani Kota Selong.
Managing Forest Conflicts: Perspectives of Indonesia's Forest Management Unit Directors Fisher, Larry A.; Kim, Yeon-Su; Latifah, Sitti; Mukarom, Madani
Forest and Society Vol. 1 No. 1 (2017): APRIL
Publisher : Forestry Faculty, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/fs.v1i1.772

Abstract

Recent expansion of the forestry and plantation sectors in Indonesia has intensified agrarian and natural resource conflicts, and created increased awareness of the social, economic and environmental impacts of these disputes. Addressing these disputes is a critical issue in advancing Indonesia's commitment to sustainable forest management. The Forest Management Units (Kesatuan Pengelolaan Hutan, or KPH), have become the pivotal structural element for managing all state forests at the local level, with responsibility for conventional forest management and policy implementation (establishing management boundaries, conducting forest inventory, and developing forest management plans), as well as the legal mandate to communicate and work with indigenous people and local communities. This paper presents the results of a national survey of all currently functioning KPH units, the first of its kind ever conducted with KPH leadership, to obtain a system-wide perspective of the KPHs? role, mandate, and capacity for serving as effective intermediaries in managing forest conflicts in Indonesia. The survey results show that the KPHs are still in a very initial stage of development, and are struggling with a complex and rapidly evolving policy and institutional framework. The most common conflicts noted by respondents included forest encroachment, tenure disputes, boundary conflicts, and illegal logging and land clearing. KPH leadership views conflict resolution as among their primary duties and functions, and underscored the importance of more proactive and collaborative approaches for addressing conflict, many seeing themselves as capable facilitators and mediators. Overall, these results juxtapose a generally constructive view by KPH leadership over their role and responsibility in addressing forest management conflicts, with an extremely challenging social, institutional, and political setting. The KPHs can certainly play an important role as local intermediaries, and in some cases, as facilitative mediators in resolving local conflicts, but only with a more concerted effort from central and provincial government authorities to provide greater consistency in policies and regulations, improved policy communication, and a sustained commitment to strengthening the capacity of individual KPHs.
EKSPLORASI DAN PEMETAAN TUMBUHAN OBAT DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN GREEN TOURISM Latifah, Sitti; Valentino, Niechi; Prasetyo, Andrie Ridzki; Setiawan, Budhy; Idris, M. Husni; Gozali, M. Rijalul; Hadi, Muhammad Anwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17662

Abstract

Abstrak: Ketersediaan Data yang lengkap dan valid menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan Wisata Berbasis Tourism di Desa Karang Sidemen. Oleh Karena itu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Desa Wisata Karang Sidemen bertujuan untuk memetakan data potensi tumbuhan obat pada jalur wisata Desa Karang Sidemen yang dapat mendukung penyusunan paket wisata Green Tourism kedepannya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah Eksplorasi dan metode Waterfall yang tergabung dalam metode Asset Based Community Development (ABCD), yang didasarkan pada tahap identifikasi potensi, dengan rangkaian tahapan: koordinasi sekaligus survey pendahuluan, ekplorasi dan pengambilan data titik koordinat, pengolahan data, evaluasi dan penyerahan peta permanen. Anggota pokdarwis sebanyak 30 orang dan pemerintah Desa Karang adalah mitra dalam pengabdian ini. Adapaun Hasil yang dicapai melalui kegiatan PkM ini adalah dihasilkannya peta spasial yang permanen terkait keberadaan jenis-jenis tumbuhan obat sepanjang jalur wisata desa karang sidemen yang dikelompokkan berdasarkan Famili.Abstract: Availability of complete and valid data is one of the challenges in developing Tourism Based Tourism in Karang Sidemen Village. Therefore the Community Service (PkM) activities carried out in the Karang Sidemen Tourism Village aim to map data on the potential of medicinal plants on the Karang Sidemen village tourism route which can support the preparation of Green Tourism tour packages in the future. The method used in the implementation of this service is the Exploration and Waterfall method which are incorporated in the Asset Based Community Development (ABCD) method, which is based on the potential identification stage, with a series of stages: coordination as well as preliminary survey, exploration and collection of coordinate point data, data processing, evaluation and submission of permanent maps. There are 30 Pokdarwis members and the Karang Village government as partners in this service. The results achieved through this PkM activity were the production of a permanent spatial map regarding the presence of medicinal plant species along the Karang Sidemen village tourism route grouped by family.
Keterampilan Berkomunikasi Dalam Bahasa Inggris di Destinasi Pariwisata Dusun Sade Desa Rembitan Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Endang Sri Wahyuni; Yakin, Ainul; Sitti Latifah; Satria Rusdy Wijaya; Lalu Ahmadzaki; Lalu Ratmaja; Farmasari , Santi
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i1.954

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan selama 8 bulan mulai dari bulan Februari – September 2023 dengan melakukan pendampingan kepada 54 orang pemandu lokal yang mempunyai kompetensi dibidang Bahasa Inggris dan Pemandu Bahasa Indonesia. Metode Pelatihan Bahasa dengan menggunakan metode Before-After yang dilakukan dengan tahapan Tes Diagnosis, Pre-Test, Pendampingan, Post-Test, Evaluasi, Report Hasil Pelaksanaan PKM di Desa Rembitan. Teknik pendampingan dilakukan dengan teknik Mingling (Keliling secara bergantian) kepada pemandu lokal yang bertugas dan tidak saling tunggu secara reguler tetapi disesuaikan dengan kesibukan masing – masing. Fokus pendampingan saat ini pada keterampilan Speaking dan listening sementara keterampilan lainnya seperti Reading dan writing akan dilaksanakan pada pengambdian selanjutnya. Hasil dari pendampingan ini adalah sebagian besar 90% pemandu lokal mampu menggunakan bahasa inggris dengan baik dan benar sesuai dengan bahasa yang sopan pada aspek hospitality sedangkan 10% masih butuh pendampingan lebih lanjut karena kesibukan dalam mendampingi tamu yang berkunjung ke dususn sade desa rembitan lombok tengah.
Pelatihan Pembuatan Ecoprint Dengan Vegetasi Pantai di Desa Labuhan Bajo Kabupaten Sumbawa Eni Hidayati; Sitti Latifah; Diah Permata Sari; Mahardika Rizqi Himawan; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Lalu Kukuh Mahendra
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.92

Abstract

Desa Labuhan Bajo terletak di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan desa pesisir yang memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau. Salah satu potensi ekonomi hijau yang dapat dikembangkan adalah ecoprint dengan vegetasi pantai. Ecoprint adalah teknik printing dengan pewarnaan kain natural yang cukup sederhana namun mampu menghasilkan motif yang unik dan otentik. Prinsip pembuatannya adalah melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Pemerintah Desa Labuhan Bajo, Kelompok KABETE Bajo dan Yayasan Komunitas Penjaga Pulau. Teknik pembuatan ecoprint menggunakan metode pounding. Luaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu produk-produk ecoprint berupa tote bag dengan menggunakan vegetasi pantai antara lain: Avicennia sp, Rhizophora sp, Sonneratia sp, Ipomoea pes-caprae, Lumnitzera sp, Hibiscus tiliaceus, Senna alata, Ricinus sp, Moringa sp, dan Passiflora foetida. Warna yang diperoleh yaitu hijau muda, hijau tua, kuning, ungu, cokelat muda, cokelat tua, jingga dan merah bata. Merk dagang yang telah disepakati adalah Tatongke, berasal dari Bahasa Bajo yang artinya Mangrove.
Kualitas air di berbagai klasifikasi tutupan lahan Taman Nasional Meru Betiri Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur Ummiyati, Inna Rotul; Latifah, Sitti; Hidayati, Eni
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.13090

Abstract

ialah salah satu sumber daya alam yang penting dan dibutuhkan oleh setiap makhluk untuk hidup yang dapat ditemukan disetiap tempat dipermukaan bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan disekitar sumber air beserta kualitas airnya dan mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan sumber air di Taman Nasional Meru betiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Terdapat 3 kalsifikasi tutupan lahan yaitu hutan lahan kering sekunder dan lahan pertanian kering campur semak serta satu klasifikasi tutupan lahan di desa penyangga yaitu permukiman. Sampel air yang memiliki tutupan lahan hutan kering sekunder memiliki dua parameter yang tidak memnuhi standar baku mutu yaitu parameter padatan tersuspensi total dan total coliform, sampel air yang memiliki tutupan lahan pertanian kering campur semak memiliki tiga parameter yang tidak memenuhi standar baku mutu yaitu padatan tersuspensi total, chemical oxygen demand dan total coliform, serta sampel yang memiliki tutupan lahan permukiman memiliki tiga parameter yang tidak memenuhi standar baku mutu yaitu warna, chemical oxygen demand dan total coliform. Perbedaan penggunaan sumber air oleh masyarakat disebabkan oleh faktor ekonomi dimana jumlah pendapat masyarakat yang tinggi menggunakan sumber air yang berasal dari sumur sedangkan jumlah pendapat masyarakat yang rendah memilih menggunakan sumber air dari mata air langsung.
Co-Authors Anwar Hadi Anwar Hadi, Muhammad Ardiantho, Syamsul Arya Ahsani Takwim Bq. Sulis Meilandri Dea Rizqy Amalia Desi Lestari Diah Permata Sari Dodi Alfayed Dwi Putri, Windi Berliana Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endang Sri Wahyuni Eni Hidayati Eni Hidayati Farid Ma’ruf Farmasari , Santi Fikri, Khairul Fitria Mariatun Gozali, M. Rijalul Hadi, Muhammad Anwar Hairil Anwar Hardianty Hardianty Hayati Hayati Haykal Fikri Hidayah Hidayah Indriyatno Indriyatno Irwan Mahakam Lesmono Aji Kertalam, Lalu Rizki Aji Kertalam, Lalu Rizky Aji Khairunnisa Khairunnisa Khana Azril Athariq Lalu Ahmadzaki Lalu Kukuh Mahendra Lalu Muhammad Anggi Satriawan Lalu Ratmaja Larasati, Fani Larry A. Fisher, Larry A. Lestari, Andi Tri M Husni Idris M. Faeshal Abdul Aziz M. Husni Idris, M. Husni Madani Mukarom, Madani Mahardika Rizqi Himawan Markum Markum M MRT Mudhofir Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris, Muhamad Husni Muhammad Afif Muhammad Husni Idris Muhammad Muhammad Niechi Valentino Niechi Valentino Ningsih, Mita Sari Noer Alif Baslamin Nuraeni Nuraeni nuraini nuraini Nurhaliza, Sifa Azra Nurul Nurul Prasetyo, Andrie Ridzki Pratama, Roni Putra Purnama, Miftahul Irsyadi Purwidianti Putra, Sabandi Atmaja Rato Firdaus Silamon, Rato Firdaus Rato Silamon Firdaus Rima Vera Ningsih Rizqon Hasanah Safitri, Desti Suci Salsabila, Nandita Pasya Saptono Waspodo Satria Rusdy Wijaya Seca Gandaseca Setiawan, Budhy Setiawan, Budhy Shafwati Munawarah Siti Roslyana Oktari Sitti Hilyana Suci Cahyati Sulistia Ningsih Tedi Zulia Putra Ummiyati, Inna Rotul Viorenza Aulia Shani Yakin, Ainul Yeon-Su Kim, Yeon-Su Zata Yumni Awanis