Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS KESEHATAN POHON DI TAMAN RIA TAMAN KOTA DI KOTA BIMA Purwidianti; Latifah, Sitti; Hidayati, Eni
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 2 No 2 (2022): Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v2i2.1284

Abstract

Urban Green Open Space (RTHKP) is part of the open space of an urban area filled with plants and plants to support ecological, social, cultural, economic and aesthetic benefits (Regulation of the Minister of Home Affairs Number 1, 2007). The interaction of urban forests with vehicle pollution in urban areas, not to mention the increasing population growth and climate instability, is currently feared to disrupt tree health. From the research, the results of the health status of trees in Taman Ria were, the number of trees in the Very Healthy category was 0 (0%) or none, the trees in the Healthy category were 4 (9%), the trees in the Less Healthy category were 22 (49%), sick category is 14 (31%) and very sick category is 5 (11%). It can be concluded that the trees in Taman Ria themselves fall into the Unhealthy category where the trees are vulnerable to being damaged in the future and if they are still exposed to pollution, weather and human treatment, they will exacerbate the damage.
MORFOMETRI DAUN Rhizophora mucronata DI PULAU TEMUDONG DAN PULAU KERAMAT KECAMATAN UTAN SUMBAWA NTB Salsabila, Nandita Pasya; Latifah, Sitti; Hidayati, Eni
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v2i1.1352

Abstract

Leaf morphometric is the leaf length and width ratio that become one of the mangrove health indicators. This study aims to compare the leaf morphometric variations of Rhizophora mucronata on Temudong and Keramat Islands in Labuhan Bajo Village, Utan District, Sumbawa. Determination of the sample point is done using purposive sampling. As many as 40 leaves were taken that had a perfect shape. The petiole measurement on Temudong and Keramat Island obtained were as many as two (2) variations. The leaf morphometry variations ranging from 1 to 2 indicated that the health condition of Rhizophora mucronata on both islands was not disturbed. This condition is supported by the water quality of Temudong, where the temperature range between 29-34°C; water pH 7,6-7,8, salinity 30-32 ppt, and DO 2,15-3,24 mg/l. While in Keramat Island, the temperature range between 29,4-29,9°C; water pH 7,29-7,42, salinity 30-32 ppt, and DO 2,26-4,31 mg/l.
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat di Hutan Kemasyarakatan Wana Lestari Desa Karang Sidemen Anwar Hadi, Muhammad; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Valentino, Niechi; Prasetyo, Andrie Ridzki
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.21715

Abstract

Pengetahuan tradisional terkait tumbuhan obat memiliki peran strategis sebagai alternatif untuk menunjang kesehatan masayarakat melalui ketersediaan pengobatan yang alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan berdasarkan hasil eksplorasi dan keterangan masyarkat di HKm Wana Lestari Desa Karang Sidemen dan mengetahui jenis yang dominan berdasarkan peta persebaran. Metode yang digunakan adalah wawancara  dan eksplorasi. Wawancara dilakukan terhadap 87 orang responden yang ditetapkan scara purposive sampling untuk mendapatkan jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat. dan pengecekan tumbuhan obat dilapangan menggunakan metode eksplorasi terhadap 24 lahan garapan petani. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengetahui persentase suku tumbuhan, persentase habitus tumbuhan dan persebarannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 127 jenis tumbuhan obat dalam 55 suku pada lokasi HKm dengan 87 jenis diantaranya berasal dari keterangan masyarakat. selain itu diperoleh  jenis tumbuhan yang paling dominan berdasarkan peta persebaran adalah Ageratum conyzoides L., dan Mikania cordata (Burm. f) B.L.Rob
Improving the Quality of Selat Village Bamboo Sunshade Crafts through the Bamboo Preservation Process Rini, Dwi Sukma; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Ningsih, Rima Vera; Latifah, Sitti; Anwar, Hairil
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i1.888

Abstract

Selat Village in West Lombok Regency is known as a bamboo sunshade craft center with abundant bamboo resources. However, the production of bamboo blinds is still done traditionally without the application of preservation technology, making it vulnerable to attacks by destructive organisms such as powder beetles and fungi. Lack of information on effective preservation techniques leads to low product quality and selling value. Therefore, this service activity aims to provide training and assistance to artisan groups in applying simple and environmentally friendly preservation methods. The methods used include an initial survey to understand the condition of the craftsmen, counseling with a Focus Group Discussion (FGD) approach, and the design and implementation of a bamboo preservation tool based on soaking in 5% borax solution. Socialization was conducted to 30 craftsmen from the “Karya Mandiri” group and involved the village and surrounding community. The results of the activity show that the soaking preservation method is more suitable for the needs of craftsmen than the VSD method because the bamboo raw materials used are already in the form of blades. The application of this method can increase the durability of bamboo, speed up the curing process from 1 month to 7-10 days, and increase the selling value of bamboo blinds. The follow-up plan includes periodic evaluation, further training on product finishing and packaging, and promotion through social media to expand the market. This activity contributes to improving the quality and competitiveness of bamboo sunshade products, which is expected to strengthen the economy of the Selat Village community through more effective and sustainable bamboo processing.
PENGEMBANGAN MINYAK KELAPA TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN IKM DESA TAMPAK SIRING KECAMATAN BATUKLIANG LOMBOK TENGAH Cahyati, Suci; Larasati, Fani; Latifah, Sitti; Ardiantho, Syamsul; Putra, Sabandi Atmaja; Ningsih, Mita Sari
Jurnal Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i1.4206

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam dengan keanekaragaman flora yang berlimpah sekitar 40.000 spesies tumbuhan Alfiandi (2018). Desa Tampak Siring terletak di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut data yang diambil dari profil Desa Tampak Siring tahun 2023 jumlah penduduk Desa Tampak Siring sebesar 5.341 yang terdiri dari 2.589 laki laki dan 2.752 perempuan. Jumlah penduduk terdiri dari 849 KK (kepala keluarga). Sebagian besar penduduknya bekerja di sawah sebagai petani, dan sebagian kecil masyarakat lainnya memiliki usaha sampingan yang cukup untuk menyambung hidup salah satunya yaitu pengolahan kelapa menjadi minyak atau bisa juga disebut dengan minyak jelantah. Minyak kelapa atau minyak jelantah memiliki berbagai macam manfaat dan kegunaan sehingga konsumen dapat memilih untuk menggunakan minyak kelapa atau minyak jelantah untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai bentuk menjaga kesehatan. Oleh karena itu tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan tampilan poduk serta pemasaran dan nilai jual dari minyak kelapa atau jelantah sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat desa tampak siring. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mencari artikel tentang pengolahan minyak kelapa atau minyak jelantah di scholar yang dapat mendukung penelitian KKN PMD Unram Periode 2023-2024. Survey yang dilakukan dengan wawancara sebagai cara mengumpulkan data dalam hal ini bekerja sama dengan pihak desa setempat untuk menggali potensi yang dimiliki desa tampak siring kecamatan batukliang lombok tengah. Observasi di desa tampak siring ditemukan adanya masyarakat yang memiliki usaha membuat minyak kelapa atau jelantah tersebut tidak memiliki kemasan yang layak atau label sebagai penanda bahwa minyak kelapa atau jelantah yang diproduksi tersebut berasal dari desa tampak siring kecamatan batukliang. Minyak dan dijual dengan harga yang sangat rendah di pasar. Untuk meminimalisir harga yang rendah di pasar maka diperlukan inovasi yang baru yaitu dengan membuat kemasan serta label yang menarik agar peminat minyak kelapa atau minyak jelantah dan harga pasarnya lebih tinggi. Dalam melaksanakan kegiatan ini KKN PMD Universitas Mataram memberikan sosialisasi mengenai peningkatan produk minyak kelapa atau minyak jelantah dengan membuatkan label kemasan, mencari botol kemasan yang lebih menarik serta membuat ide untuk memasarkan lebih luas lagi untuk produk minyak kelapa atau jelantah. Promosi dilakukan melalui media sosial seperti marketplace di aplikasi facebook atau bahkan mencari restoran yang menggunakan minyak kelapa atau jelantah sebagai bahan pada menu utamanya. Selama penelitian dilakukan, maka diperolehlah hasil dari seluruh kegiatan dengan tema desa preneur yaitu:Meningkatkan nilai ekonomi atau nilai jual produk minyak kelapa yang dimana nilai jual minyak kelapa sebelum ada campur tangan kami seharga Rp. 12.000 dengan takaran 600 ml atau 1 botol dengan ukuran 600 ml. dan harga setelah ada campur tangan kami seharga Rp. 17.000 yang Dimana harga ini kami sepakati dengan semua anggota KKN dan pelaku UMKM minyak kelapa. Untuk meminimalisir harga yang rendah di pasar maka diperlukan inovasi yang baru yaitu dengan membuat kemasan serta label yang menarik agar peminat minyak kelapa atau minyak jelantah dan harga pasarnya lebih tinggi. Eksekusi Dalam melaksanakan kegiatan ini KKN PMD Universitas Mataram memberikan sosialisasi mengenai peningkatan produk minyak kelapa atau minyak jelantah dengan membuatkan label kemasan, mencari botol kemasan yang lebih menarik serta membuat ide untuk memasarkan lebih luas lagi untuk produk minyak kelapa atau jelantah. Promosi Promosi dilakukan melalui media sosial seperti marketplace di aplikasi facebook atau bahkan mencari restoran yang menggunakan minyak kelapa atau jelantah sebagai bahan pada menu utamanya.
Model Penduga Biomassa Ruang Terbuka Hijau Kota Mataram dengan Menggunakan Citra Sentinel-2A Dwi Putri, Windi Berliana; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16668

Abstract

Estimasi biomassa melalui penginderaan jarak jauh dapat dilakukan di berbagai lokasi, karena penginderaan jarak jauh dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemantauan hutan dengan cakupan yang lebih luas. Salah satunya pada ruang terbuka hijau (RTH), keberadaan ruang terbuka hijau menjadi faktor penting dalam penyerapan dan penyimpanan karbon, khususnya di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model penduga biomassa dengan menggunakan citra Sentinel-2A berdasarkan nilai indeks vegetasi NDVI, kemudian menghitung kandungan biomassa RTH Kota Mataram dengan menggunakan model penduga terpilih. Metode yang digunakan adalah metode penginderaan jauh yang dikombinasikan dengan metode terestris dalam bentuk pengecekan lapangan . Model regresi eksponensial adalah model terbaik untuk menduga biomassa RTH Kota Mataram dengan persamaan y = 1,1161e6,1872x dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6848. Kandungan biomassa ruang terbuka hijau Kota Mataram dengan menggunakan model regresi terpilih yaitu, 1,19 ton/ha dengan kelas kerapatan RTH sangat jarang sampai dengan 94,92 ton/ha dengan kelas kerapatan RTH tinggi.
Ketergantungan Masyarakat Terhadap Kawasan Blok Tradisional Taman Hutan Raya Nuraksa Provinsi Nusa Tenggara Barat Nurhaliza, Sifa Azra; Latifah, Sitti; Ningsih, Rima Vera
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v25i2.13608

Abstract

Penelitian tentang ketergantungan masyarakat terhadap kawasan Blok Tradisional Tahura Nuraksa yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk ketergantungan, tingkat ketergantungan dan faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat ketergantungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Langkah pengumpulan data yakni dengan cara observasi, wawancara menggunakan panduan kuesioner dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis kegiatan berbasis lahan yang dilakukan masyarakat pada Blok Tradisional yaitu pemanfaatan jasa lingkungan, hijauan pakan ternak, memanen empon-empon, penggunaan kayu bakar dan bambu serta pemenuhan kebutuhan pangan. Tingkat ketergantungan menunjukkan interval nilai sebesar 76,49% yang berarti bahwa tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan Blok Tradisional Tahura Nuraksa tergolong tinggi. Analisis data melalui persamaan regresi linier berganda pada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat ketergantungan antara lain yaitu umur responden, jumlah pendapatan, luas lahan garapan dan sumber penghasilan dengan nilai R² menunjukkan angka 89,2% atau dapat dikatakan bahwa faktor-faktor tersebut kuat dalam mempengaruhi tingkat ketergantungan.
Carbon Stock Dynamics with Spatial and Temporal Approaches in Forest Area with Special Purpose (KHDTK) Senaru Kertalam, Lalu Rizki Aji; Latifah, Sitti; Idris, Muhamad Husni
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9934

Abstract

Forests have the ability to reduce carbon dioxide (CO2) and store it in the form of biomass. This study aims to determine the dynamics of carbon stocks in the Senaru Special Purpose Forest Area (KHDTK) with a spatial and time approach. Data collection was carried out in July-August 2024. Located in Senaru KHDTK. Vegetation data collection was carried out by systematic sampling with random start, vegetation data taken in the form of species, diameter and height were carried out on 43 sample plots measuring 20x20m with sub plots of 10x10m, 5x5m and 2x2m.  Standing carbon stocks were determined using the allometric equation. Carbon stock dynamics were analyzed by comparing the results of the study with stock data from previous studies. Spatial analysis was conducted using ArcGis application with Inverse Distance Weight (IDW), Kriging and Spline spatial interpolation methods. The results showed that the average surface carbon stock was 66.35 tons/ha. It decreased by 13.48 tons/ha in 5 years, and decreased by 17.36 tons/ha in 10 years. The spatial interpolation method that has the least error rate is the Kriging method. To increase the carbon stock of Senaru KHDTK, it is necessary to increase the population of forestry plants including large-trunked multipurpose plants such as durian, dao, jackfruit and others.
Estimation of Carbon Content in Mangrove Stands in The Santong Bay Mangrove Ecotourism Area Sumbawa Regency Safitri, Desti Suci; Latifah, Sitti; Valentino, Niechi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7917

Abstract

This study aims to analyze the vegetation composition, estimate biomass content, and examine carbon storage in mangrove stands in the Mangrove Ecotourism Area of Teluk Santong. The research employs a descriptive method to provide insights into natural phenomena or community relations by studying existing issues based on collected data, which is then processed through data presentation, analysis, and drawing conclusions. *Rhizophora apiculata* species dominate the mangrove area, with the highest Importance Value Index (IVI) for tree level reaching 365.50%. The estimated carbon stored in the mangrove stands is 3.07 tons/ha, with a biomass of 6.53 tons/ha and carbon dioxide storage of 76.52 tonsCO₂/ha. Carbon storage in a particular mangrove species increases with the growth in individual tree diameter. *Rhizophora apiculata* has higher density, diameter, and biomass values than *Avicennia alba*. Additionally, the CO₂ absorption capacity of *Rhizophora apiculata* is much higher than that of *Avicennia alba*, reaching 69 tons CO₂/ha.
Indeks Kenyamanan Termal Di Universitas Mataram : Thermal Comfort Index at Mataram University Gozali, M. Rijalul; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
HUTAN TROPIKA Vol 18 No 2 (2023): Volume 18 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v18i2.5487

Abstract

Green Open Space (RTH) is an open area with land use dominated by vegetation. Vegetation is able to provide comfort because it can affect the microclimate.This study aims to determine the thermal comfort index of Mataram University's green open space from microclimate conditions obtained from measurements of temperature, humidity, light intensity and perceptions of the Mataram University academic community. The research method used is descriptive research method with a quantitative approach. Measurements were made at 20 points in 10 zoning by purposive sampling based on the criteria for vegetated areas and open areas. The results showed that the green open space of Mataram University had a significant difference in the level of comfort at 3 (three) times of observation, with the average THI value in the morning 24.7 (comfortable), 28.4 (uncomfortable) in the afternoon and 26.6 in the afternoon (comfortable). While, the perception of the academic community regarding the comfortable conditions felt at green open space of the University of Mataram in the morning and afternoon felt comfortable with the morning being the most comfortable time, while during the daylight they felt uncomfortable. The level of comfort felt by each person is different which is influenced by many factors such as air temperature, wind movement, humidity, solar radiation. The higher humidity and the lower air temperature, then THI value level at the University of Mataram is categorized as comfortable.
Co-Authors Anwar Hadi Anwar Hadi, Muhammad Ardiantho, Syamsul Arya Ahsani Takwim Bq. Sulis Meilandri Dea Rizqy Amalia Desi Lestari Diah Permata Sari Dodi Alfayed Dwi Putri, Windi Berliana Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endang Sri Wahyuni Eni Hidayati Eni Hidayati Farid Ma’ruf Farmasari , Santi Fikri, Khairul Fitria Mariatun Gozali, M. Rijalul Hadi, Muhammad Anwar Hairil Anwar Hardianty Hardianty Hayati Hayati Haykal Fikri Hidayah Hidayah Indriyatno Indriyatno Irwan Mahakam Lesmono Aji Kertalam, Lalu Rizki Aji Kertalam, Lalu Rizky Aji Khairunnisa Khairunnisa Khana Azril Athariq Lalu Ahmadzaki Lalu Kukuh Mahendra Lalu Muhammad Anggi Satriawan Lalu Ratmaja Larasati, Fani Larry A. Fisher, Larry A. Lestari, Andi Tri M Husni Idris M. Faeshal Abdul Aziz M. Husni Idris, M. Husni Madani Mukarom, Madani Mahardika Rizqi Himawan Markum Markum M MRT Mudhofir Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris, Muhamad Husni Muhammad Afif Muhammad Husni Idris Muhammad Muhammad Niechi Valentino Niechi Valentino Ningsih, Mita Sari Noer Alif Baslamin Nuraeni Nuraeni nuraini nuraini Nurhaliza, Sifa Azra Nurul Nurul Prasetyo, Andrie Ridzki Pratama, Roni Putra Purnama, Miftahul Irsyadi Purwidianti Putra, Sabandi Atmaja Rato Firdaus Silamon, Rato Firdaus Rato Silamon Firdaus Rima Vera Ningsih Rizqon Hasanah Safitri, Desti Suci Salsabila, Nandita Pasya Saptono Waspodo Satria Rusdy Wijaya Seca Gandaseca Setiawan, Budhy Setiawan, Budhy Shafwati Munawarah Siti Roslyana Oktari Sitti Hilyana Suci Cahyati Sulistia Ningsih Tedi Zulia Putra Ummiyati, Inna Rotul Viorenza Aulia Shani Yakin, Ainul Yeon-Su Kim, Yeon-Su Zata Yumni Awanis