Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Relasi Kuasa dan Pengetahuan Tokoh Agama dalam Pendirian Rumah Ibadah di Kota Kediri Alamin, Taufik; Pratama, Gigih Wahyu
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 22 No. 2 (2024): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v22i2.470

Abstract

Fenomena pemberian rekomendasi pendirian rumah ibadah merupakan salah satu isu sensitif yang mencerminkan dinamika interaksi antaragama, penerapan kebijakan, serta tantangan dalam menjamin kebebasan beragama, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh UUD 1945. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih mendalam tentang relasi kuasa pengetahuan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun analisis relasi kuasa dan pengetahuan tokoh agama di FKUB dalam merekomendasikan pendirian rumah ibadah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori kekuasaan dan pengetahuan yang dikemukakan oleh Michel Foucault. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa relasi kuasa dan pengetahuan tokoh-tokoh FKUB saling mempengaruhi dalam setiap keputusan pendirian rumah ibadah. Relasi kuasa-pengetahuan tersebut digunakan untuk mengatur pengetahuan terkait prosedur, syarat dan ketentuan pendirian rumah ibadah. Hal tersebut dilakukan karena posisi para tokoh agama memegang peran penting dalam mengarahkan proses ini. Sehingga keberhasilan mereka menjaga kerukunan sangat tergantung pada sejauh mana mereka dapat menghindari bias dan menggunakan kuasa secara adil.
Peran Tokoh Agama dalam Meningkatkan Spiritualitas Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro Anjarahmi, Marissa Dwi; Alamin, Taufik
Journal of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Islamic and Social Studies
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/jiss.v1i1.1337

Abstract

Religion is seen as an instrument for understanding the world. Religion can be a backbone for people in behaving in social life. Religion also has an important role in regulating the relationship between humans and their God, humans and other humans, and humans and their environment. The presence of religion makes people able to face problems in human life. This research method is a qualitative method with a case study approach by means of observation, interviews and documentation. By taking 5 subjects to explore and obtain data. The data obtained were then analyzed using the results of interviews and field notes. This case is studied using the theory of evolution by Herbert Spencer. As for the results of this article, in religion there are role models who can intercede for religious people. The presence of religious leaders who become intermediaries for religious people in dealing with world problems. By being religious, humans can increase their own spirituality. The purpose of this study is to find out what the roles of figures are in guiding the community and how the form of leadership of religious leaders affects people's behavior.
Kerukunan dan Komunikasi Umat Beragama Masyarakat Kota Kediri Propinsi Jawa Timur Tahun 2024 el Ishaq, Ropingi; Mujib, Abdul; Munif, Achmad; Alamin, Taufik; Winarto, Agus Edy
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.428

Abstract

Kerukunan dan Komunikasi umat beragama di Kota Kediri terbilang cukup baik. Kota Kediri yang dihuni oleh berbagai pemeluk agama dan juga etnis mempu menciptakan kehidupan yang harmonis. Konflik antar umat beragama relative nihil. Bahkan Kota Kediri secara berturut-turut sejak tahun 2020 masuk dalam 10 kota toleran di Indonesia versi Setara Institut. Tentu ini menjadi hal menarik untuk dikaji lebih mendalam. Bagaimana indeks kerukunan beragama Masyarakat Kota Kediri pada tahun 2024 ini. Bagaimana dinamika komunikasi antar umat beragama di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat kerukunan umat beragama secara kuantitatif, dan mendeskripsikan dinamika komunikasi umat beragama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di kota Kediri terbilang sangat tinggi, yakni mencapai angka 91,24 dari skala 10-100. Adapun dinamika komunikasi yang memberikan sumbangsih terhadap tingkat kerukunan umat beragama di Kota Kediri adalah pertama, adanya ruang-ruang terbuka yang memungkinkan terjadinya interaksi social masyarakat secara setara. Kedua, Forum Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri yang aktif melakukan sosialiasi tentang pentingnya kerukunan memiliki peran yang dominan. Ketiga, adanya regulasi yang menjadi payung hukum kehidupan keberagamaan. Keempat, gerakan moderasi beragama yang massif didorong oleh kementerian agama dan diterima masyarakat, turut menciptakan keharmonisan umat beragama.
Kerukunan dan Komunikasi Umat Beragama Masyarakat Kota Kediri Propinsi Jawa Timur Tahun 2024 el Ishaq, Ropingi; Mujib, Abdul; Munif, Achmad; Alamin, Taufik; Winarto, Agus Edy
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.428

Abstract

Kerukunan dan Komunikasi umat beragama di Kota Kediri terbilang cukup baik. Kota Kediri yang dihuni oleh berbagai pemeluk agama dan juga etnis mempu menciptakan kehidupan yang harmonis. Konflik antar umat beragama relative nihil. Bahkan Kota Kediri secara berturut-turut sejak tahun 2020 masuk dalam 10 kota toleran di Indonesia versi Setara Institut. Tentu ini menjadi hal menarik untuk dikaji lebih mendalam. Bagaimana indeks kerukunan beragama Masyarakat Kota Kediri pada tahun 2024 ini. Bagaimana dinamika komunikasi antar umat beragama di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat kerukunan umat beragama secara kuantitatif, dan mendeskripsikan dinamika komunikasi umat beragama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di kota Kediri terbilang sangat tinggi, yakni mencapai angka 91,24 dari skala 10-100. Adapun dinamika komunikasi yang memberikan sumbangsih terhadap tingkat kerukunan umat beragama di Kota Kediri adalah pertama, adanya ruang-ruang terbuka yang memungkinkan terjadinya interaksi social masyarakat secara setara. Kedua, Forum Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri yang aktif melakukan sosialiasi tentang pentingnya kerukunan memiliki peran yang dominan. Ketiga, adanya regulasi yang menjadi payung hukum kehidupan keberagamaan. Keempat, gerakan moderasi beragama yang massif didorong oleh kementerian agama dan diterima masyarakat, turut menciptakan keharmonisan umat beragama.
The Burial Sites of Sheikh Siti Jenar: Social Change and the Creation of Tombs and Memorial Spaces in Java Jati Pamungkas; Taufik Alamin; Asyari; Hamdani Bika
Mimbar Agama Budaya Vol. 43 No. 1 (2026)
Publisher : Center for Research and Publication (PUSLITPEN), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/mimbar.v43i1.49617

Abstract

This study examines the claim burial sites of Sheikh Siti Jenar, a mysterious figure in Javanese history, analyzed from the perspective of social structure and collective memory from Javanese. The importance of this research is the fact from the narrative of Sheikh Siti Jenar continues to shape religious authority, pilgrimage patterns, and understandings of Islamic history. Using a qualitative, this study combines analysis of historical documents, ethnographic observation, and semi-structured interviews with local communities, custodians of sites, and religious leaders about the burial sites of Sheikh Siti Jenar. The results demonstrate that the distribution of Siti Jenar's burial sites is not simply a historically contested phenomenon, but rather a socially constructed reality that emerges from tensions related to religious authority, local cultural traditions, politics, and economics within the pilgrimage tradition. The tombs function simultaneously as centers of spiritual power and sites where historical meanings are continually forged and contested. The study finds that sacred spaces in Java are subject to change, social (not historical) productions, and calls for more critical and inclusive methods in the preservation and interpretation of Islamic sites, particularly sacred tombs, to allow for the coexistence of different narratives.
Kerukunan dan Komunikasi Umat Beragama Masyarakat Kota Kediri Propinsi Jawa Timur Tahun 2024 Ropingi el Ishaq; Abdul Mujib; Achmad Munif; Taufik Alamin; Agus Edy Winarto
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.428

Abstract

Kerukunan dan Komunikasi umat beragama di Kota Kediri terbilang cukup baik. Kota Kediri yang dihuni oleh berbagai pemeluk agama dan juga etnis mempu menciptakan kehidupan yang harmonis. Konflik antar umat beragama relative nihil. Bahkan Kota Kediri secara berturut-turut sejak tahun 2020 masuk dalam 10 kota toleran di Indonesia versi Setara Institut. Tentu ini menjadi hal menarik untuk dikaji lebih mendalam. Bagaimana indeks kerukunan beragama Masyarakat Kota Kediri pada tahun 2024 ini. Bagaimana dinamika komunikasi antar umat beragama di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat kerukunan umat beragama secara kuantitatif, dan mendeskripsikan dinamika komunikasi umat beragama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di kota Kediri terbilang sangat tinggi, yakni mencapai angka 91,24 dari skala 10-100. Adapun dinamika komunikasi yang memberikan sumbangsih terhadap tingkat kerukunan umat beragama di Kota Kediri adalah pertama, adanya ruang-ruang terbuka yang memungkinkan terjadinya interaksi social masyarakat secara setara. Kedua, Forum Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri yang aktif melakukan sosialiasi tentang pentingnya kerukunan memiliki peran yang dominan. Ketiga, adanya regulasi yang menjadi payung hukum kehidupan keberagamaan. Keempat, gerakan moderasi beragama yang massif didorong oleh kementerian agama dan diterima masyarakat, turut menciptakan keharmonisan umat beragama.
Reception of the Integration of Islam and Science: A Case Study at Islamic Institute of Kediri Alamin, Taufik; Mujib, Abdul; Sulaeman, Mubaidi; Nasution, Alhafidh
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 1 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v35i1.5015

Abstract

The enduring dichotomy between religion and science rooted in historical conflicts during the heyday of Islam and the Western Renaissance has persistently challenged efforts to reconcile the two. In Indonesia, thinkers within State Islamic Higher Education (PTKIN) have proposed the integration-interconnection perspective to bridge this gap. However, after almost two decades, this approach has remained unfamiliar to PTKIN students, including those at Kediri State Institute of Islam. This study aims to assess the reception of PTKIN academics, particularly students from the Faculty of Ushuluddin and Da'wah at Kediri State Institute of Islam, towards the integration of Islam and science, from a Quranic perspective. Conducted as a field research, this study employs a mixed-method approach that combines both quantitative and qualitative methods. This methodological choice sought to provide a more comprehensive understanding of the phenomenon under investigation. This study focuses on the academic community of Kediri State Institute of Islam. The findings reveal that the majority of students in the Faculty of Ushuluddin and Da'wah at Kediri State Institute of Islam perceived a limited correlation between Islam and science. Their understanding diverges significantly from the intended goals of Islam and science integration at Kediri State Institute of Islam. The Islam and Science course offered by the faculty has emerged as a valuable platform for academics and da'wah activists to communicate the concept of integrating Islam and science to their students and broader community. Emphasizing the need for innovative learning modules related to Islam and Science, this study suggests that this approach can facilitate a deeper appreciation of the interconnection integration among PTKIN students. Ultimately, these efforts aim to overcome the persistent dichotomy between religion and science.
Kerukunan dan Komunikasi Umat Beragama Masyarakat Kota Kediri Propinsi Jawa Timur Tahun 2024 Ropingi el Ishaq; Abdul Mujib; Achmad Munif; Taufik Alamin; Agus Edy Winarto
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.428

Abstract

Kerukunan dan Komunikasi umat beragama di Kota Kediri terbilang cukup baik. Kota Kediri yang dihuni oleh berbagai pemeluk agama dan juga etnis mempu menciptakan kehidupan yang harmonis. Konflik antar umat beragama relative nihil. Bahkan Kota Kediri secara berturut-turut sejak tahun 2020 masuk dalam 10 kota toleran di Indonesia versi Setara Institut. Tentu ini menjadi hal menarik untuk dikaji lebih mendalam. Bagaimana indeks kerukunan beragama Masyarakat Kota Kediri pada tahun 2024 ini. Bagaimana dinamika komunikasi antar umat beragama di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat kerukunan umat beragama secara kuantitatif, dan mendeskripsikan dinamika komunikasi umat beragama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di kota Kediri terbilang sangat tinggi, yakni mencapai angka 91,24 dari skala 10-100. Adapun dinamika komunikasi yang memberikan sumbangsih terhadap tingkat kerukunan umat beragama di Kota Kediri adalah pertama, adanya ruang-ruang terbuka yang memungkinkan terjadinya interaksi social masyarakat secara setara. Kedua, Forum Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri yang aktif melakukan sosialiasi tentang pentingnya kerukunan memiliki peran yang dominan. Ketiga, adanya regulasi yang menjadi payung hukum kehidupan keberagamaan. Keempat, gerakan moderasi beragama yang massif didorong oleh kementerian agama dan diterima masyarakat, turut menciptakan keharmonisan umat beragama.