Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Widya Publika

KOMUNIKASI BAHASA TUBUH MAHASISWA ADMINISTRASI PUBLIK UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA DALAM KEGIATAN PERKULIAHAN : GESTUR TUBUH (GERAKAN KEPALA, TATAPAN, POSISI TUBUH) Lestari, Nur Indah
Jurnal Widya Publika Vol 13 No 2 (2025): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v13i2.1660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk komunikasi nonverbal yang mencerminkan boredom cues atau tanda-tanda kebosanan pada mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Bhayangkara Surabaya selama proses perkuliahan. Fokus utama penelitian ini meliputi posisi tubuh, gerakan kepala, tatapan mata, serta bentuk bahasa tubuh lain yang muncul saat mahasiswa mengalami kejenuhan belajar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipan dan wawancara semi-terstruktur terhadap 10 mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda kebosanan paling sering muncul melalui posisi tubuh yang pasif seperti bersandar, menunduk, atau menopang dagu, disertai tatapan mata kosong dan minim interaksi visual dengan dosen. Gerakan kepala yang lamban atau sering menoleh ke arah lain juga menjadi sinyal kuat menurunnya fokus dan keterlibatan dalam pembelajaran. Selain itu, ekspresi wajah datar, gestur berulang seperti mengetuk meja atau memainkan alat tulis, serta perilaku menghindari tatapan mata menjadi indikator tambahan yang menandai kejenuhan. Analisis mendalam mengungkap bahwa komunikasi nonverbal mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap komunikasi verbal, tetapi juga menjadi refleksi langsung dari kondisi emosional dan tingkat motivasi belajar. Posisi tubuh dan tatapan mata terbukti menjadi aspek paling dominan dalam memperlihatkan boredom cues, sedangkan gestur dan ekspresi wajah memperkuat makna nonverbal tersebut. Faktor penyebab kebosanan meliputi penyampaian materi yang monoton, durasi perkuliahan yang panjang, serta kurangnya interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa. Pemahaman terhadap isyarat nonverbal ini dapat membantu dosen dalam menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya sensitivitas dosen dalam membaca bahasa tubuh mahasiswa sebagai bentuk komunikasi diam yang sarat makna.