Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERAGA EDUKATIF (APE) PAUD BAGI GURU PAUD DI GUGUS TUNJUNG KECAMATAN ABIANSEMAL Christiani Endah Poerwati; Ni Made Ayu Suryaningsih; I Made Elia Cahaya; Elizabeth Prima; Putu Indah Lestari; Ni Luh Rimpiati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.526 KB)

Abstract

ABSTRAKAlat Peraga/Permainan Edukatif (APE) bagi anak usia dini memegang peranan penting sebagai media stimulasi, pembelajaran dan permainan, sedangkan bagi guru merupakan sarana yang membantu dalam penyampaian pembelajaran. Keterbatasan pengadaan atau penggunaan APE lebih dikarenakan ketidakmampuan guru dalam memanfaatkan secara optimal APE yang sudah ada, sedangkan keterbatasan pengadaannya disebabkan oleh keengganan untuk membuat sendiri. Diperlukan sedikit kreativitas dari guru PAUD untuk dapat membuat APE sendiri, karena banyak bahan bahkan bahan bekas dapat dijadikan sebagai alternatif pembuatan APE. Maka Program Studi PG-PAUD yang landasan ilmunya dalam bidang pendidikan, mengabdikan potensi dan kapasitasnya di tengah masyarakat, secara khusus pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dengan sasaran utama pendidik dan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat memberi pelatihan pengetahuan dan keterampilan membuat APE (Alat Peraga Edukatif) dan (APE) Alat Permainan Edukatif yang kreatif sesuai dengan usia anak, materi dan tujuan pembelajaran.Kata kunci: Alat Peraga Edukatif (APE), Pembelajaran, Anak Usia DiniABSTRACTEducational Teaching Aids (APE) for early childhood plays an important role as a medium for stimulation, learning and games, while for teachers is a tool that helps in the delivery of learning. The limitations of procurement or use of APE are more due to the inability of teachers to make optimal use of the existing APE, while the limitations of procurement are caused by reluctance to make their own. A little creativity is needed from PAUD teachers to be able to make APE itself, because many ingredients and even used materials can be used as an alternative to making APE. So the PG-PAUD Study Program, whose foundation is in the field of education, devotes its potential and capacity in the community, specifically to Early Childhood Education institutions with the main goal of educators and early childhood through the Community Service program providing training in knowledge and skills to make APE (Educational Teaching Aids) and (APE) Creative Educational Game Tools according to the age of the child, material and learning objectives.Keywords: Educational Teaching Aids (APE), Learning, Early Childhood
PELATIHAN PEMBUATAN POP UP BOOK DI SEKOLAH DASAR NEGERI PANJER Elizabeth Prima; Putu Indah Lestari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.843 KB)

Abstract

ABSTRAKMembaca buku berarti membuka jendela dunia untuk mengembangkan wawasandan pengetahuan terutama bagi siswa sekolah dasar. Namun sangat disayangkanjika minat baca di sekolah dasar rendah. Hal ini dimungkin terjadi karenaterbatasnya buku-buku cerita serta kegiatan membaca yang belum menjadipembiasaan di sekolah. Terbatasnya pengetahuan guru akan pentingnyapengembangan literasi awal di kelas permulaan dapat berdampak pada motivasisiswa dalam proses pembelajaran. Untuk itu tim pengusul memberikan solusi dalammenyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan merencanakan programpelatihan bagi guru-guru Sekolah Dasar Negeri 4 Panjer dalam pembuatan Pop UpBook. Hasil kegiatan ini adalah sebagian besar guru belum pernah mendapatkanpelatihan pembuatan Pop Up Book. Para guru memberikan respon yang positifterhadap kegiatan yang dilakukan karena materi yang dibawakan menarik dansesuai dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung. Selain itu kreativitasguru dalam membuat media pembelajaran berupa pop-up book meningkat.Harapannya melalui adanya pop up book guru dapat memberikan konsep realdalam bentuk gambar 3D kepada siswa sekolah dasar.Kata kunci: pelatihan, pop-up book, sekolah dasar
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENDIDIKAN SENI BAGI PENYANDANG DISABILITAS Putu Indah Lestari; Dermawan Waruwu; I Wayan Damayana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.009 KB)

Abstract

ABSTRAKYayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) terletak di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Keberadaan YPAC Jimbaran Bali merupakan solusi terhadap penyandang disabilitas yang kurang mendapat perhatian dari keluarganya, masyarakat, dan kurang secara ekonomi untuk memperoleh pendidikan. Penyandang disabilitas yang dibina di yayasan ini berjumlah 41 orang yaitu SD 13 orang, SMP 13 orang, dan SMA 15 orang. Jenis disabilitas yang ada di YPAC Jimbaran antara lain: low vision, tuna grahita, downsindrom, autis, dan tuna daksa. Masalah yang dihadapi, anak disabilitas di YPAC memiliki ketertarikan pada seni musik namun belum ada tenaga pendidik khususnya di bidang seni musik. Untuk itu, Tim PKM menawarkan pelatihan dan pendampingan seni musik di YPAC. Hasil pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terdapat peningkatan sebesar 80% keterampilan dan pengetahuan anak disabilitas dalam memainkan alat musik dan mampu tampil dalam pentas pada hotel berbintang di Bali.Kata kunci: pendidikan, seni musik, disabilitasABSTRACTThe Disabled Child Development Foundation (YPAC) is located on Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran Village, South Kuta District, Badung Regency, Bali Province. The existence of YPAC Jimbaran Bali is a solution for persons with disabilities who receive less attention from their families, communities, and less economically to obtain education. There are 41 persons with disabilities who are fostered in this foundation, namely 13 elementary school students, 13 junior high school students, and 15 high school students. The types of disabilities in YPAC Jimbaran include: low vision, mentally disabled, down-syndrome, autism, and physically disabled. Problems faced, children with disabilities at YPAC have an interest in music but there are no educators especially in the field of music. For this reason, the PKM Team offers music art training and assistance at YPAC. The results of the training and mentoring carried out were an 80% increase in the skills and knowledge of children with disabilities in playing musical instruments and were able to perform on stage in star hotels in BaliKeywords: education, music, disability
PSIKOEDUKASI REGULASI EMOSI DENGAN PENDEKATAN CINEMATOGRAPHY SEBAGAI UPAYA PENURUNAN BULLYING PADA SISWA SD NEGERI CATUR Ni Kadek Sunar Ayu Diantari Dewi; Ni Komang Jayati Hitasari; Ni Putu Diah Prasinta Dewi; Putu Vicka Raenata; Putu Indah Lestari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.73 KB)

Abstract

ABSTRAKBullying mengacu pada penggunaan kekerasan atau kekuatan untuk menekan atau menyakiti individu lain maupun sekelompok individu yang tanpa disadari memicu rasa tertekan, tidak berdaya, dan trauma pada korban. Dewasa ini, banyak kasus bullying terjadi pada lingkup siswa Sekolah Dasar. Salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri Catur yang terletak di wilayah Desa Catur, Kintamani, Bali. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada beberapa siswa, aksi bullying kerap kali terjadi di sekolah tersebut. Siswa yang menjadi korban bully, seringkali tampak menangis dan tidak mau mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas yang sama dengan pelaku bully. Selain itu, bullying yang terjadi di lingkungan sekolah memiliki dampak yang negatif pada proses belajar siswa dan berdampak pada interaksi sosial para siswa. Beberapa orang tua siswa juga memberikan keterangan bahwa anaknya sampai menolak untuk pergi ke sekolah karena merasa tidak nyaman akibat terlalu sering menerima aksi bullying dari temannya. Aksi bullying pada lingkungan sekolah dasar ini tentu tidak bisa dibiarkan berkembang begitu saja. Sehingga diperlukan upaya preventif yang dapat membantu mengurangi dan mencegah aksi bullying terjadi kembali di lingkungan sekolah tersebut. Sebagai usaha preventif dilaksanakan sebuah psikoedukasi dengan pendekatan cinematography yang bertujuan untuk mengajak siswa belajar mengenai regulasi emosi melalui beberapa film yang ditampilkan. Setelah melaksanakan psikoedukasi tersebut, hasil yang diperoleh adalah siswa memahami bahwa regulasi emosi sangat penting. Selain itu, siswa juga memahami bahwa bullying merupakan tindakan yang tidak terpuji dan tidak boleh dilakukan.Kata kunci: bullying, psikoedukasi, cinematography, Sekolah Negeri Catur.
PELATIHAN dan PENDAMPINGAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK di PAUD TAMAN AGUSTUS, TABANAN BALI Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; Ni Nyoman Ari Indra Dewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.255 KB)

Abstract

ABSTRAKPAUD Taman Agustus terletak di Jalan Raya Yeh Gangga Nomor 88 Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Pada tahun ajaran 2022-2023 jumlah siswa yang terdaftar sebanyak 10 anak di Kelompok bermain (playgrup), 32 siswa di kelompok A, dan 45 siswa di kelompok B. PAUD Taman Agustus juga menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tahun ajaran 2022-2023 terdapat 4 anak ABK dengan diagnosa speech delay, autis, dan hiperaktif. Guna menjawab permasalahan yang dialami mitra yaitu guru mengalami kesulitan dalam mengajar khususnya menghadapi anak berkebutuhan khusus dan mendeteksi tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan pengukuran deteksi pertumbuhan anak didahului dengan pengukuran antropometri yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala. Selain itu, dihitung pula indeks masa tubuh anak untuk anak kelompok bermain, kelompok A, dan kelompk B. Capaian kegiatan kemitraan telah mencapai taget,yaitu seluruh anak (100%) PAUD Taman Agustus telah dilakukan pengukuran deteksi dini tumbuh kembang. Hasil rata-rata skor pre test yang diperoleh sebesar 64,6. Kemudian pelaksanaan kegiatan disertai dengan tanya jawab dan praktek tentang pengukuran deteksi dini tumbuh kembang anak. Hasil pos test kemampuan guru-guru tentang deteksi dini tumbuh kembang meningkat sebesar 25% dengan rata-rata mendapatkan skor 80,8.Kata kunci: deteksi, tumbuh kembang, PAUD
BERMAIN DAN PERMAINAN ANAK USIA DINI DI TEMPAT PENITIPAN ANAK Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; Ni Putu Eny Sulistyadewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.747 KB)

Abstract

ABSTRAKProses pendidikan usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. Melalui bermain, anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. Permainan yang digunakan di Tempat Penitipan Anak (TPA) merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Masalah yang dihadapi oleh Mitra TPA Bali Dewata adalah kurangnya sarana permainan edukatif dan rendahnya aktivitas bermain yang bermakna bagi anak-anak. Untuk itu, Tim PKM menawarkan solusi yaitu pelatihan bagi guru dalam menyiapkam permainan edukatif dan pendampingan ragam permainan bagi anak-anak di TPA Bali Dewata. Hasil pelatihan dan pendampingan yang dilakukan di TPA Bali Dewata yaitu 80% dari jumlah guru mampu menyiapkan permainan edukatif. Antusiame anak-anak saat pendampingan permainan edukatif sangat tinggi. Sebanyak 86% anak-anak terampil dalam memainkan ragam permainan edukatif.Kata kunci: bermain, anak usia dini, tempat penitipan anakABSTRACTThe process of early childhood education is preferred to the method of playing while learning. Because this method is more suitable for the conditions of children who tend to prefer to playing. Through playing, children acquire and process information about new things and practice existing skills. Playing is adjusted to the child's development. Games is used in Children Care Centers (TPA) are games that stimulate children's creativity and fun. The problem faced by the TPA Bali Dewata is the lack of educational game facilities and low play activities that are meaningful for children. For this reason, the PKM Team offers a solution that wa trained for teachers in preparing educational games and mentoring various games for children in the TPA Bali DewataThe results of training and mentoring conducted at the TPA Bali Dewata are 80% of the total number of teachers able to prepare educational games. The enthusiasm of children during mentoring educational games is very high. As many as 86% of children are skilled in playing various educational gamesKeywords: playing, early childhood, children care center
PKM APE Literasi Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Di TK Yudistira Kumara II Sembung I Made Elia Cahaya; Christiani Endah Poerwati; Putu Indah Lestari; Ni Made Ayu Suryaningsih; Ni Komang Theda Febrina; Elizabeth Prima
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.435 KB)

Abstract

ABSTRAKKurikulum Merdeka Belajar merupakan kurikulum yang memberikan keleluasaan pada guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dengan tetap memperhatikan kebutuhan, kemampuan dan minat anak. Salah satu capaian pembelajaran kurikulum merdeka belajar yaitu literasi yang meliputi capaian pada kemampuan berbicara, berhitung, memecahkan masalah, kemampuan memahami, dan menggunakan potensi diri. Literasi pada anak usia dini dapat diperkenalkan dengan cara yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan usia anak. Karakteristik anak yang mempunyai daya imajinasi yang tinggi, suka mengulang, dan memliki rasa ingin tahu yang besar dapat menjadi landasan dalam pengembangan literasi. Agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna diperlukan APE (Alat Permainan Edukatif), mengingat kemampuan kognitif anak masih dalam tahap perkembangan pra operasional konkrit.Alat Peraga/Permainan Edukatif (APE) bagi anak usia dini sebagai media stimulasi dalam kegiatan pembelajaran dan bermain anak dalam mengembangkan kemampuan termasuk literasi. Bagi guru APE adalah sarana yang membantu dalam penyampaian pembelajaran. Pengadaan dan penggunaan APE seringkali terkendala pada keterbatasan guru dalam memanfaatkan APE yang telah disediakan lembaga, kreativitas dalam menggunakannya, serta keterbatasan dalam mengadakannya. Potensi kreatif guru PAUD perlu dibina dan dikembangkan agar mampu membuat APE sendiri, karena banyak bahan bahkan bahan bekas dapat dijadikan sebagai alternatif pembuatan APE. Sebagai Program Studi yang landasan ilmunya dalam bidang pendidikan, maka Prodi PG-PAUD mengabdikan potensi dan kapasitasnya di tengah masyarakat, secara khusus pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dengan sasaran utama pendidik dan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat memberi pelatihan pengetahuan dan keterampilan membuat APE (Alat Peraga Edukatif) dalam mengembangkan Literasi anak. Pada akhir kegiatan, dapat diperoleh kesimpulan yakni terjadinya peningkatan kemampuan mitra terkait pembuatan APE literasi.Kata kunci: Alat Permainan Edukatif (APE), Literasi, Merdeka Belajar
Program Pelatihan Guru-Guru Tentang Standar Proses Pembelajaran Kurikulum 2013 di TK Permata Bunda Elizabeth Prima; Putu Indah Lestari; Luh Made Indria Dewi
Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK) Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Paradharma
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.874 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v1i1.215

Abstract

ABSTRAKUndang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam mengaplikasikan kurikulum, diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai kurikulum itu sendiri. Oleh karena itu, tenaga pengajar dituntut untuk dapat mempelajari secara seksama mengenai bagaimana kurikulum tersebut dapat diterapkan didalam proses belajar mengajar disekolah. Metode pelatihan kepada guru-guru adalah metode yang akan dipergunakan untuk membantu para guru semakin berkompeten dalam membuat perangkat mengajarnya. Adapun yang hendak dicapai dari pelatihan bagi guru-guru adalah terkait standar perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan standar penilaian proses pembelajaran. Setiap guru diharapkan mampu membuat perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Selain itu, pelatihan untuk pengadaan perangkat pembelajaran juga diharapkan mampu membantu setiap guru membuat perangkat pembelajarannya sendiri terkait dengan tema sesuai dengan kurikulum 2013, dan serta pelatihan pengadaan media pembelajaran diharapkan juga mampu membuat guru lebih kreatif dan inovatif.Kata kunci : Pelatihan, Standar Proses, Kurikulum 2013ABSTRACTRegulatory law number 20 year 2003 on National Education System states that the curriculum is a set of plans and arrangements regarding the objectives, content and learning materials, as well the means used to guide the implementation of learning activities to achieve specific educational objectives. In applying the curriculum, an adequate understanding of the curriculum itself is paramount. Therefore, teachers are required to be able to learn carefully how the curriculum can be applied in the teaching and learning process in schools. The training methods for teachers are the method to be used to help teachers make competent learning and teaching tools. Teacher training is related to the learning process in planning standards, implementation of the learning process, as well as standards of learning assessment. Each teacher is expected to make the planning, implementation, and assessment of learning according to the curriculum 2013. Apart from that, the training for the procurement of the learning device is also expected to help every teacher makes learning device itself is linked to the theme according to the curriculum in 2013, and procurement training learning media also expected to make them to be more creative and innovative.Key words : Training, Standard Processes, Curriculum 2013
Pemertahanan Budaya Melalui Permainan Tradisional Bali di Desa Pemecutan Kaja Kecataman Denpasar Utara Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; Ni Made Diana Erfiani
Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Paradharma
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.456 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v1i2.323

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak  mengutamakan bermain sambil belajar. Salahsatu bentuk permainan yang dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran adalah permainananak tradisional. Permainan tradisional sarat dengan nilai-nilai budaya yang sangat dibutuhkanbagi perkembangan dan pendidikan anak diantaranya nilai kebersamaan, saling tolongmenolong, dan nilai kepemimpinan. Tujuan dilaksnakannya Program Kemitraan Masyarakat(PKM) adalah penerapan permainan tradisional pada anak usia dini sebagai upayapemertahanan budaya Bali. Untuk itu terdapat 2 mitra yang dipilih yaitu TK Kumara Jati danTK Gita Sapta Kumara yang keduanya berlokasi di Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan DenpasarUtara, Kota Denpasar, Propinsi Bali. Program Kemitraan Masyarakat di kedua mitra berupa 1)Workshop permainan tadisional kepada guru-guru; 2) Pelatihan dan pendampingan permainantradisional kepada siswa; 3) Penyediaan alat-alat permainan tradisional. Hasil dari kegiatanPKM ini adalah: 1) Peningkatan wawasan dan keterampilan guru tentang permainan tradisionalBali; 2) Peningkatan keterampilan siswa dalam memainkan permainan tradisional Bali; 3)Menetapkan hari Rabu sebagai Dina Mebasa Bali; 4) CD lagu anak tradisional BaliKata kunci : Permainan Tradisional Bali, pemertahan budaya, Desa Pemecutan Kaja ABSTRACTLearning activities in Kindergarten are focused on playing and learning activities. One form ofgame that can be used in the learning process is traditional game for children. This traditionalgame is full of cultural values that are needed for the development and education of childrensuch as the value of togetherness, mutual help, and leadership. The goal of Program KemitraanMasyarakat (Community Partnership Program) which is abbreviated as PKM is theimplementation of traditional games in early childhood as an effort to preserve Balineseculture. For that there were two partners that had been selected namely Kumara JatiKindergarten and Gita Sapta Kumara Kindergarten, which both are located in the VillagePemecutan Kaja, District North Denpasar, Denpasar City, Bali Province. Some of the activitiesundertaken in the Community Partnership Program in both partners were 1) Traditional gameworkshop for teachers; 2) Training and mentoring traditional games for students; 3) Provisionof traditional game tools. The results of this PKM activity are: 1) Increasing teacher's insightand skill about traditional Balinese game; 2) Improving students' skills in playing traditionalgames; 3) Establish Wednesday as Dina Mebasa Bali (Mother Language Day); 4) CD oftraditional Balinese children's songKeywords: Balinese Traditional Game, Cultural Preservation, Village Pemecutan Kaja
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA AWAL ANAK KELOMPOK B1 TK KUMARA EKA SANTHI MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN SISTEM FLIPPED CLASS Ni Kadek Ayu Ari Pratiwi; I Made Elia Cahaya; Putu Indah Lestari
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v4i2.4415

Abstract

-
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agus Sukadana, I Kadek Aimatun Nisfia Rizqy Aldy Wulang Kambombu Alexandryan Nazu Were Alfredo Umbu Londong Anandari, Ni Made Ayu Manik Angga Mahendra, Putu Ronny Ari Indra Dewi, Ni Nyoman Arlina Laia Artini, Komang Ari Cahaya, I Made Elia Carolina Widyawati Charisma Dewi, Putu CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Dermawan Waruwu Dewa Ayu Amira Budinitri Dewa Ayu Mirah Syahrani Dewi, Ni Kadek Nopita Dewi, Ni Nyoman Ari Indra Dewi, Putu Chrisma Elizabeth Prima Febertina Dakhi Fiki Sahfitri Gede Hendri Ari Susila Helena Maharina Nalle I Gede Putu Sedana Putra I Gusti Ayu Diah Fatmawati I Komang Krisna Praskadewa I Made Astra Winaya I Made Astra Winaya I Made Elia Cahaya I Nengah Suastika I Putu Darmawijaya I Wayan Damayana I Wayan Lasmawan I Wayan Surya Aryasa Adiprawira Ida Bagus Agung Yogeswara Indah Pramita Indra Tirta Saman Justifikasi Batania Sarumaha Khairun Nisa Krisantus Markus Dede Luh Made Indria Dewi Made Antara Marcianus Raya Goa Maria Adensiani Dola Bili Meilina, Ni Putu Ria Ni Kadek Ayu Ari Pratiwi Ni Kadek Dwi Sri Lestari Ni Kadek Indrayani Ni Kadek Sri Susanti Ni Kadek Sunar Ayu Diantari Dewi Ni Komang Ayu Larasniati Ni Komang Jayati Hitasari Ni Komang Theda Febrina Ni Komang Theda Febrina Subagia Ni Luh Okta Ayuni Ni Luh Rimpiati Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Diana Erfiani Ni Made Esy Santi Wulandari Ni Made Lisa Puspa Anugeraheni Ni Nyoman Ari Indra Dewi Ni Putu Diah Prasinta Dewi Ni Putu Eka Damayanti Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Wayan Nursini Novenda Putri Ayuni Noviana Bili Parwata, Made Yoga Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Petronela Yuyun Kurniawati Poerwati, Christiani Endah Prima, Elizbeth Putu Chris Susanto Putu Ronny Angga Mahendra Putu Vicka Raenata Rafly Arisanto Rahayu, Made Ayu Nadi Rimpiati, Ni Luh Rita Pawija Subagia, Ni Komang Theda Febrina Teja Kusuma, IWK Wilhelmina, Graceila Yoanita Theresia Sina