Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Prologia

Komunikasi Pemasaran Brand Lokal Kepada Masyarakat Indonesia (Studi Terhadap Beras Sikoki) Evin Cornellin; Sinta Paramita
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6217

Abstract

Brand mampu menciptakan komunikasi interaktif dengan konsumen. Semakin kuat suatu brand, semakin kuat pula interaksinya dengan konsumen. Guna memperkenalkan brand ke masyarakat, tak terkecuali brand lokal, khususnya brand beras Sikoki. CV. Padi Mas (produsen beras Sikoki)  selalu membuat terobosan terkait dengan mempopulerkan beras Sikoki yaitu dengan menggunakan strategi, diantaranya adalah strategi komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran merupakan sebuah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, membujuk, mengingatkan pasar sasaran agar produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal terhadap produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Konsep strategi komunikasi pemasaran adalah dengan menentukan segmentasi, target pasar, positioning dan diferensiasi. Hal ini dimaksudkan agar dalam mempromosikan produknya dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Dalam melaksanakan strategi komunikasi pemasaran, perusahaan juga menggunakan bauran promosi yang meliputi promosi penjualan, pemasaran langsung, promosi iklan dan internet marketing.
Corporate Branding Bioskop Dalam Industri Hiburan (Studi Kasus Cinema 21 Group Dengan CGV Cinemas) Cut Putri Chandra; Sinta Paramita
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2400

Abstract

Globalisasi mendorong setiap perusahaan untuk terus berjuang mempertahankan eksistensinya. Hiburan sebagai pertunjukan dan keramaian berupa sandiwara, wayang, bioskop, pertunjukan-pertunjukan didalam warung-warung kopi, kabaret, sirkus, pertunjukan bernyanyi, musik, balet, dansa, pesta, pameran, pertunjukan dengan alat musik, pertandingan, olahraga dan permainan. Hiburan telah menjadi gaya hidup manusia yang perlahan berubah menjadi kebutuhan primer. Dengan strategi yang tepat maka hiburan dapat mengalihkan para manusia dari pusat perbelanjaan atau konser musik menuju bioskop yang menghadirkan tontonan-tontonan yang dapat dijadikan refleksi dan dapat membuka imajinasi untuk berfikir kreatif. Bioskop yang dulu hanya menjadi kebutuhan tambahan pada zaman saat ini telah berubah menjadi kebutuhan primer. Ada dua bioskop yang mendominasi yaitu Cinema 21 Group dan CGV Cinemas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara Cinema 21 Group dan CGV Cinemas dalam mengcorporate branding perusahaan mereka dengan menggunakan teori Corporate Brandingyang dapat dikaitkan dengan teori Marketing Mix. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif studi kasus yang menjelaskan hasil penelitian secara mendalam dan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kekurangan dan kelebihan dari masing-masing perusahaan dan adanya beraneka ragam perbedaan corporate branding dari masing-masing perusahaan sehingga adanya perbedaan pendapat dan pemilihan konsumen kepada kedua perusahaan tersebut.
Bentuk-Bentuk Komunikasi Pemasaran Event Organizer Marketology Limdya Effriany; Sinta Paramita
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2415

Abstract

Pada masa sekarang ini, persaingan dalam dunia event organizer yang membuat acara bazzar sangat besar dikarenakan banyaknya perusahaan event organizer yang ada. Oleh karena itustrategi pemasaran sangatlah penting di perlukan untuk memenangi poersaingan anatara perusahan event organizer sehingga mndapatkan konsumen. Salah satu bentuk startegi pemasaran jasa event organizer Marketology dalam meningkatkan tenant atau sebaliknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan teksin pengumpulan data dengan wawancara pihak internal perusahaan dan mantan konsumen yang pernah mengadakan  bazzar mengunkan jasa Marketology organizer. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa media social instragram terbukti efektif untuk meningkatkan konsumen. Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif studi kasus yang bersifat deskriptif. Studi kasus yang deskriptif bertujuan untuk mengambarkan suatu gejala, fakta atau realita. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode dasar studi kasus. Ciri khas data kualitatif adalah menjelaskan kasus-kasus tertentu, data kasus hanya berlaku untuk kasus tertentu serta tidak bertujuan untuk digeneralisasikan atau menguji hipotesis tertentu. Teknik pengumpulan juga menggunakan data primer yang diantaranya adalah wawncara serta observasi dan data sekunder diantaranya studi kepustakaan serta data online. Mengenai pembahasan pemasaran yang sudah dijelaskan dan diuraikan, hal ini menjadikan temuan baru dalam dunia pemasaran yang disebut sebagai viral marketing.
Strategi Pengarang Ghosty’s Menghadapi Persaingan Komik Digital (Studi pada Komik Ghosty’s) Elias Benny Alricoh; Sinta Paramita; Nigar Pandrianto
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8078

Abstract

Technology is developing rapidly, technology products are created to provide convenience to the community, which is new media. When through the development of technology, the spread of comics is also widely spread, comics that were originally using print media are now developing using digital media. To disseminate comic content, digital comic authors now using social media to promote their comics to a large extent. So digital comic authors need a strategy to disseminate digital comic content, attract readers, and get collaborative offers to raise their name. In this research the authors used a descriptive qualitative analysis method, to find out the strategies used by Ghosty's comic authors in spreading, and raising their names. The author collected data by interviewing the author of Ghosty's Comic, and his friends at once readers to get the data needed in this research. The results of this reserach illustrate that it is important to use strategies to create interesting digital comic content so that the Ghosty's comics can get collaborations such as Tokopedia, Orang Tua Group, Line Webtoon.Teknologi berkembang dengan pesat, banyak produk teknologi diciptakan untuk memberikan kemudahan pada masyarakat, salah satunya adalah media baru. Saat melalui perkembangan teknologi medium penyebaran komik juga meluas, komik yang semula menggunakan media cetak kini berkembang menggunakan media digital. Untuk menyebarkan konten komik, pengarang komik digital kini menggunakan media sosial untuk mempromosikan komiknya ke kalangan yang luas. Maka pengarang komik digital memerlukan sebuah strategi untuk melakukan penyebaran konten komik digital, menarik pembaca, dan mendapatkan tawaran kolaborasi untuk membesarkan namanya. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis,  untuk mengetahui strategi yang digunakan pengarang komik Ghosty’s dalam menyebarkan, dan membesarkan namanya. Penulis mengumpulkan data dengan melakukan wawancara dengan pengarang komik Ghosty’s, dan teman sekaligus pembacanya untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa pentingnya menggunakan strategi untuk membuat konten komik digital yang menarik sehingga dengan besarnya nama komik Ghosty’s bisa mendapatkan kolaborasi seperti Tokopedia, Orang Tua Group, Line Webtoon.
Live Shopping dalam Industri Komunikasi Digital melalui Instagram Vinia Fransiska; Sinta Paramita
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6435

Abstract

Live shopping is an online shopping activity that is done directly and within a certain duration. This research discusses the live shopping process in the digital communication industry.. The theory used is the theory of marketing communication, social media, Instagram, and digital communication. This study discusses the phenomenon of live shopping activity in the digital communications industry. The method used is a case study with a qualitative approach and using the techniques of interview, observation, and documentation. The results of this study can be seen that the live shopping activity that uses social media to utilize the features of Instagram namely Stories. The birth of live shopping is based on the phenomenon that has been formed over a long time, namely ‘jastip’. Goods sold in the live shopping activity are also more diverse than shop online as usual. It also offers more interactive shopping activities and fun so that buyers feel the thrill of shopping directly on the spot and the limited duration so that the buyers will be encouraged with time. Before live shopping, sellers will promote it by using Instagram Ads or endorsement to influencers. It can be concluded that the live shopping process starts with 3 main steps, promotion, interaction, and transaction. Live shopping merupakan suatu kegiatan berbelanja secara online yang dilakukan secara langsung dan dalam durasi tertentu saja. Penelitian ini membahas tentang proses live shopping dalam industri komunikasi digital. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi pemasaran, media sosial, Instagram, dan komunikasi digital. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kegiatan live shopping yang menggunakan media sosial Instagram ini memanfaatkan fitur Instagram yaitu Instagram Stories. Lahirnya live shopping didasari oleh fenomena yang sudah terbentuk lebih lama yaitu jasa titip atau jastip. Barang yang dijual dalam kegiatan live shopping juga lebih beragam dibandingkan berbelanja online seperti biasa. Kegiatan ini juga menawarkan kegiatan belanja yang lebih interaktif dan menyenangkan sehingga pembeli merasakan sensasi berbelanja langsung di tempat dan durasi waktu yang terbatas sehingga pembeli akan berpacu dengan waktu. Sebelum melakukan kegiatan live shopping, penjual terlebih dahulu akan memasarkannya dengan memanfaatkan fitur Instagram ads atau endorsement kepada influencer. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa proses live shopping dimulai dari 3 langkah utama yaitu promosi, interaksi, dan terakhir transaksi. 
Strategi Media Relations Praxis dalam Membangun Corporate Image Bank DBS Indonesia Joses Karsten; Sinta Paramita
Prologia Vol 3, No 2 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i2.6390

Abstract

Indonesia has now entered an era of rapid technological and internet development, which also requires the financial services industry to be able to follow it. This is indicated by the intense competition between banks in Indonesia that have started to develop their services in the form of digital banking. To overcome this problem, the thing done by Praxis as the PR Agency of Bank DBS Indonesia is to build an image as a bank that is not complicated in banking activities through a mission that is also a key message "Live more, Bank less". In this case, the effort made by Praxis is to implement a media relations strategy to gain mass media publicity. The main theoretical of this research uses media relations theory, specifically regarding to the concept of media relations strategy by Yosal Iriantara (2011). This research uses a qualitative approach with a descriptive-study case method. The results of this research reveal that the media relations strategy implemented by Praxis are manage good relations with the media, develop strategies that produce general principles in doing media relations, and also develop a wider job network. Indonesia kini telah memasuki era perkembangan teknologi dan internet yang begitu pesat, dimana mengharuskan juga industri jasa dibidang keuangan untuk dapat mengikutinya. Hal ini ditandai dari ketatnya persaingan antar bank di Indonesia yang sudah mulai mengembangkan layanan mereka ke dalam bentuk digital banking. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang dilakukan oleh Praxis sebagai PR Agency dari Bank DBS Indonesia adalah dengan membangun citra sebagai bank yang tidak ribet dalam urusan perbankan melalui misi yang sekaligus merupakan pesan kunci “Live more, Bank less” kepada publik. Dalam hal ini, upaya yang dilakukan oleh Praxis adalah dengan melaksanakan strategi media relations guna meraih publisitas media massa. Landasan teori utama penelitian ini menggunakan teori media relations, khususnya mengenai konsep strategi media relations oleh Yosal Iriantara (2011). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus-deskriptif. Hasil temuan penelitian ini mengemukakan bahwa strategi media relations yang diterapkan Praxis adalah dengan mengelola relasi yang baik dengan media, mengembangkan strategi yang melahirkan prinsip umum dalam melaksanakan media relations, serta yang terakhir adalah mengembangkan jaringan pekerjaan yang lebih luas.
Komunikasi Pariwisata Kampung Kapitan di Palembang Melinia Anggakesuma Tarana; Sinta Paramita
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10128

Abstract

Kampung Kapitan is one of the historical tourist destinations in Palembang City. This place was the forerunner to the entry of the Chinese community to Palembang. Kapitan is a position given by the Dutch government to Tjoa Ham Ling to organize administration for the Chinese community. The Kapitan house, which has been established since the Dutch colonial period, has made this place a historical tourist attraction. In order for tourism in Palembang to develop, proper communication is needed in order to attract tourists. Therefore, this study aims to determine the efforts of managers in developing tourism Kampung Kapitan in Palembang, the form of tourism communication used by the tourism managers of Kampung Kapitan in Palembang, and the obstacles faced in developing tourism communication in Kampung Kapitan in Palembang. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study method. There are also theories used in this research are communication strategy theory, marketing communication, and tourism communication. To complete this research, data collection is required. There are two data collection techniques in this study, namely primary data and secondary data. The result of this research is that the tourist attractions of Kampung Kapitan have several forms of tourism communication to attract tourists to visit.Kampung Kapitan merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang berada di Kota Palembang. Tempat ini merupakan cikal bakal masuknya masyarakat Tionghoa ke Palembang. Kapitan merupakan sebuah jabatan yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada Tjoa Ham Ling untuk mengatur administrasi bagi masyarakat Tionghoa. Rumah Kapitan yang telah berdiri sejak masa penjajahan Belanda menjadikan tempat tersebut sebagai wisata sejarah. Agar pariwisata di Palembang dapat berkembang maka dibutuhkanlah komunikasi yang tepat agar dapat menarik wisatawan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pengelola dalam mengembangkan pariwisata Kampung Kapitan di Palembang, bentuk komunikasi pariwisata yang digunakan oleh pengelola pariwisata Kampung Kapitan di Palembang, dan kendala yang dihadapi dalam mengembangkan komunikasi pariwisata Kampung Kapitan di Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Ada pula teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi komunikasi, komunikasi  pemasaran, dan komunikasi pariwisata. Untuk melengkapi penelitian ini dibutuhkan pengumpulan data. Terdapat dua teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah tempat wisata Kampung Kapitan memiliki beberapa bentuk komunikasi pariwisata untuk menarik wisatawan berkunjung.
Aktivitas Komunikasi Social Marketing Organisasi Nirlaba Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Tuli (Studi Kasus pada GERKATIN Kepemudaan) Natalia Natalia; Sinta Paramita; Septia Winduwati
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3724

Abstract

GERKATIN Kepemudaan merupakan organisasi nirlaba yang berdiri untuk menyuarakan persamaan dan kesetaraan orang Tuli dan menjadi wadah bagi orang Tuli untuk dapat berkarya dan mengapresiasikan diri mereka secara luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas komunikasi social marketing yang dilakukan GERKATIN Kepemudaan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Tuli. Penelitian ini menggunakan konsep social marketing oleh Philip Kotler dengan penerapan 7P (Product, Price, Place, Promotion, Personnel, Presentation, dan Process). Metodologi dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan sifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi non-partisipan dan penelusuran data online. Hasil dari penelitian ini adalah aktivitas social marketing GERKATIN Kepemudaan dilakukan dalam berbagai kegiatan seperti kampanye, pelatihan, workshop, dan festival dengan tujuan mengkomunikasikan bahwa Tuli setara dengan Orang Dengar sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Orang Tuli. Empat tahapan dalam manajemen social marketing pun sudah dilakukan oleh GERKATIN Kepemudaan dan implementasi social marketing yang dilakukan GERKATIN Kepemudaan dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik.
Strategi Komunikasi Digital Influencer dalam Menggunakan Media Sosial Instagram sebagai Media Fundraising Andia Elfika Priselie; Sinta Paramita
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10375

Abstract

In the current era of globalization, fundraising or fundraising can be done in various interesting ways. With the existence of the internet media, fundraising can be done with a wider reach. Through Instagram social media, fundraising has proven to be more effective. The entry of the Covid-19 virus in Indonesia has encouraged influencers in Indonesia to take fundraising actions using their personal Instagram accounts. The purpose of this research is to find out how the digital communication strategy used by influencers in using Instagram as a fundraising medium. This research was conducted because there was no research that discussed digital communication strategies in using social media Instagram as a media for fundraising. The theory used in this research is communication strategy theory, communication technology, new media, and effective communication. The research used a descriptive qualitative approach with a case study research method. The research data were obtained from in-depth interviews and documentation of the five key informants. The research result states that the content that is made very interesting does not always attract the attention of the audience, but the most important thing is how the message is told correctly and easily understood.Di era globalisasi sekarang, penggalangan dana atau fundraising dapat dilakukan dengan berbagai cara menarik. Dengan adanya media internet, penggalangan dana dapat dilakukan dengan jangkauan yang lebih luas. Melalui media sosial Instagram, fundraising terbukti lebih efektif. Masuknya virus Covid-19 di Indonesia membuat influencer-influencer di Indonesia terdorong untuk melakukan aksi fundraising menggunakan akun Instagram pribadinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi digital yang digunakan oleh influencer dalam menggunakan Instagram sebagai media fundraising. Penelitian ini dilakukan karena belum ada penelitian yang membahas       mengenai strategi komunikasi digital dalam menggunakan media sosial Instagram sebagai media fundraising. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi komunikasi, teknologi komunikasi, media baru, dan komunikasi efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kasus. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan dokumentasi dari lima key informan. Hasil penelitian menyatakan bahwa konten yang dibuat sangat menarik tidak selalu menarik perhatian khalayak, namun yang terpenting adalah bagaimana pesan diceritakan dengan benar dan mudah dipahami.
Public Relations Perusahaan Industri Musik dalam Mempertahankan Reputasi (Analisis terhadap DX Entertainment JKT48) Shani Indira Natio; Sinta Paramita
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6596

Abstract

Reputation is an important factor in maintaining a company's success. Having a good reputation means that the company will get many benefits, one of them is consuments loyalty. The existence of Public Relations is the spearhead to maintain the reputation, image, and public trust that will have a positive effect on the company's sustainability. The purpose of this research is to know the efforts of DX Entertainment Public Relations in Maintaining JKT48 Reputation. The theory used in this research is communication theory, public relations, and reputation. The research method uses qualitative with case studies. Data collection methods are obtained through interviews, participant observation , library research, and online data search. Research results show that DX Entertainment applied nine reputation management and public relations have significant influence on JKT48's reputation.Reputasi merupakan faktor penting dalam mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Memiliki reputasi yang baik akan mendapatkan lebih banyak keuntungan salah satunya loyalitas konsumen. Adanya Public Relations menjadi ujung tombak untuk menjaga reputasi, image, dan kepercayaan publik yang akan memberikan efek positif bagi kelanjutan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya Public Relations DX Entertainment Dalam Mempertahankan Reputasi Grup Musik JKT48.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, public relations dan reputasi.Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan studi kasus.Metode pengumpulan data didapatkan melalui hasil wawancara, observasi partisipan, studi pustaka, dan penelusuran data online.Hasil penelitian menunjukan bahwa DX Entertainment mengangkat sembilan manajemen reputasi dan public relations memiliki pengaruh yang signifikan terhadap reputasi JKT48.