Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Prologia

Pengaruh Crisis Responsibility Terhadap Post-Crisis Reputation pada Maskapai Garuda Indonesia Anasthasia Fauziek; Sinta Paramita
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6626

Abstract

This research was conducted by considering the problems that occur in Garuda Indonesia. Cite the problem of food menus that use writing in Indonesia. Garuda Indonesia's response to the case discussed below. Garuda Indonesia losses. The purpose of this study was to determine the relationship between crisis responsibility and post-crisis reputation obtained by Garuda Indonesia and to determine the relationship between crisis responsibility and post-crisis reputation by Garuda Indonesia. This study uses a quantitative method with a questionnaire as a method of collecting data distributed to Garuda Indonesia passengers discussing Garuda Indonesia about food menu updates by handwriting. The results showed that the crisis had a significant responsibility for post-crisis reputation in Garuda Indonesia. This happens because it occurs during a transition period, an action or response from the parties concerned becomes very fundamental to the image held after the case is finished. Public relations has a very important role in responding to debates. The mistake made by Garuda Indonesia by prohibiting visitors from taking pictures on the plane made Garuda Indonesia's post-crisis reputation also increase.Penelitian ini dijalankan didasari atas permasalahan pada maskapai Garuda Indonesia terutama mengenai penulisan menu makanan yang menggunakan tulisan kertas serta respon Garuda Indonesia terhadap kasus tersebut yang dianggap kurang baik karena melarang seluruh penumpang maskapai Garuda Indonesia untuk mendokumentasikan gambar di dalam kabin Garuda Indonesia dan diduga hal tersebut dapat menurunkan reputasi Garuda Indonesia pasca krisis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui hubungan crisis responsibilit dengan post-crisis reputation maskapai Garuda Indonesia dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh crisis responsibility terhadap post- crisis reputation maskapai Garuda Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner sebagai metode pengumpulan data yang disebarkan kepada penumpang Garuda Indonesia yang mengetahui permasalahan Garuda Indonesia mengenai penulisan menu makanan dengan tulisan tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crisis responsibility berpengaruh signifikan terhadap post-crisis reputation pada Garuda Indonesia. Hal ini terjadi karena saat sebuah maskapai penerbangan mengalami masalah, sebuah tindakan atau respons dari pihak maskapai tersebut menjadi sangat fundamental bagi citra maskapai itu sendiri setelah kasus tersebut selesai. Public relations memiliki peranan yang sangat penting dalam menyikapi permasalahan. Kesalahan yang dilakukan pihak Garuda Indonesia dengan melarang seluruh pengunjung berfoto di dalam pesawat membuat post- crisis reputation Garuda Indonesia juga menurun.
Analisis Eksternal Humas Kapendam Jaya TNI AD dalam Membangun Community Relations pada Generasi Milenial Yenny Octavia; Sinta Paramita
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3744

Abstract

Dalam rangka menjalankan salah satu fungsi utama TNI yakni, pertahanan, TNI menjalankan fungsi eksternal Humas yang dilaksanakan langsung oleh Penerangan Kodam (Pendam) Jaya TNI AD dibawah kepemimpinan Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han) selaku Kapendam Jaya. Pendam sebagai bagian dari humas instansi pemerintahan tidak berfokus pada profit. Namun bagaimana menjalankan fungsi dari Humas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis aktivitas eksternal dari Humas TNI AD untuk menjalin hubungan terhadap generasi milenial dan kaitannya dengan fungsi eksternal Humas yaitu community relations. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, komunikasi kelompok, dan community relations. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif studi kasus secara deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kapendam TNI AD dan wawancara terhadap empat jajarannya. Kesimpulan dari penelitian ini ialah aktivitas eksternal Humas yang dilakukan oleh Pendam Jaya TNI AD merupakan upaya untuk memupuk dan memperbaiki pondasi generasi milenial sebagai generasi yang akan dibutuhkan bangsa ini di kemudian hari.
Pengaruh Promosi Shopee 9.9 Super Shopping Day terhadap Minat Beli Penggunanya Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah DKI Jakarta Yose Amru Rizal; Sinta Paramita
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10132

Abstract

This study aims to determine the effect of Shopee 9.9 Super Shopping Day promotion on users' buying interest during Large-Scale Social Restrictions in the DKI Jakarta area. The literature review used in this research is marketing communication theory, integrated marketing communication, promotion mix, and buying interest. The approach used in this research is a quantitative approach with descriptive and survey methods. The study was conducted by distributing questionnaires to 100 samples of Shopee user respondents in the DKI Jakarta area, after which the data obtained was tested for validity by validity and reliability tests. Data processing and analysis techniques in this study used classic regression assumptions test using normality test techniques, simple linear regression test, correlation analysis, analysis of the coefficient of determination, and t test. The results showed that there was an influence between the promotion of Shopee 9.9 Super Shopping Day on the buying interest of its users, with the results of the t test showing the value of t count 10.672> 1.984 t table. In addition, the coefficient of determination test results showed the number 0.533, which means that the Shopee 9.9 Super Shopping Day promotion affects 53.3% of users' buying interest.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi Shopee 9.9 Super Shopping Day terhadap minat beli penggunanya selama Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah DKI Jakarta. Tinjauan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi pemasaran, komunikasi pemasaran terpadu, bauran promosi, dan minat beli. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan survei. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 100 sampel responden pengguna Shopee di wilayah DKI Jakarta, setelah itu data yang diperoleh diuji keabsahannya dengan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi regresi klasik dengan menggunakan teknik uji normalitas, uji regresi linear sederhana, analisis korelasi, analisis koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara promosi Shopee 9.9 Super Shopping Day terhadap minat beli penggunanya, dengan hasil uji t menunjukkan nilai t hitung 10,672 > 1,984 t tabel. Selain itu juga ditemukan hasil uji koefisien determinasi yang menunjukkan angka 0,533 yang berarti promosi Shopee 9.9 Super Shopping Day mempengaruhi 53,3% minat beli penggunanya.
Bentuk Komunikasi Pemasaran PT. Home Center Indonesia Dalam Pengembangan Program Informa Custom Furniture Priscilla Viby; Sinta Paramita
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2403

Abstract

Pada penelitian ini peneliti memiliki tiga identifikasi masalah yaitu; Banyaknya industri properti furniture di Indonesia, membuat perusahaan tersebut harus memiiki strategi yang tepat, Viral Marketing saat ini menjadi strategi komunikasi pemasaran saat ini dan produk Informa Furnishing’s berhasil dalam melakukan Event Marketing melalui viral marketing dalam program Opening Informa Custom Furniture. Rumusan masalah yang muncul adalah bagaimana strategi komunikasi pemasaran PT. Home Center Indonesia dalam pengembangan program Informa Custom Furniture?. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif studi kasus yang bersifat deskriptif yang bertujuan mengambarkan suatu gejala, fakta atau realita. Teknik pengumpulan juga menggunakan data primer yang diantara nya adalah wawncara serta observasi dan data sekunder diantaranya studi kepustakaan serta data online. Mengenai pembahasan pemasaran yang sudah dijelaskan dan diuraikan, hal ini menjadikan pemasaran yang efektif yaitu Viral Marketing.
Komunikasi Pemasaran Viral Marketing (Studi Kasus Kopi Kwang Koan) Yenty Boentoro; Sinta Paramita
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6455

Abstract

Development of communication technology is growing very rapidly especially social media.Social Media can be a new medium for business people to conduct marketing communication.In addition to the relatively cheaper advertising costs, social media can reach a wider audience.This research examines the marketing communication of Viral Marketing in creating a business brand awareness of SMES case studies Coffee Kwang Koan.The purpose of this research is to know the influence of digital word of mouth or exposure that influencers do on Instagram social media in creating brand awareness and its effect on the development of the general business.The research object consists of two ethnic coffee shops, Kedai Kwang Koan.This study used a descriptive qualitative method by conducting interviews with Johny Poluan as the owner as the main speaker and observing the visitors of the Kwang Koan coffee shop.Perkembangan teknologi komunikasi berkembang sangat pesat khususnya media sosial. Media sosial dapat menjadi medium baru bagi pelaku bisnis untuk melakukan komunikasi pemasaran. Selain biaya iklan yang relatif lebih murah, sosial media dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Penelitian ini mengkaji tentang komunikasi pemasaran Viral Marketing dalam menciptakan brand awareness bisnis UMKM studi kasus Kopi Kwang Koan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh word of mouth digital atau exposure yang dilakukan influencer di media sosial instagram dalam menciptakan brand awareness dan efeknya terhadap perkembangan bisnis secara umum. Objek penelitian terdiri dari dua kedai kopi etnis yakni Kedai Kwang Koan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif yaitu dengan melakukan wawancara terhadap Johny Poluan selaku pemilik sebagai narasumber utama dan melakukan pengamatan terhadap pengunjung Kedai Kopi Kwang Koan.
Hambatan Rebranding Boyband Dragonboyz dalam Industri Musik di Indonesia Lukas Pujianto; Sinta Paramita
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3721

Abstract

Penelitian ini berjudul, hambatan rebranding boyband Dragonboyz dalam industri musik di Indonesia. Perubahan merek (rebranding) yaitu merupakan upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau lembaga untukn merubah total atau memperbaharui kembali sebuah brand yang telah ada sebelumnya agar kembali menjadi lebih baik. Kondisi inilah yang dilakukan oleh sebuah grup boyband Dragonboyz yaitu untuk memperbaiki citra atau nama brandnya sendiri sehingga kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tercipta kembali citra positif yang baru dibenak para penikmat musik yang ada terutama pada kalangan pecinta boyband. Namun pada tahap rebranding terdapat hambatan yang mempengaruhi proses rebranding tersebut yang membuat terhentinya proses rebranding boyband Dragonboyz akibat hambatan-hambatan yang dialami selama proses berlangsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mengetahui hambatan apa yan timbul dan bagaimana hambatan pada proses rebranding boyband Dragonboyz dalam industri musik itu bisa terjadi, dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dan jenis studi kasus. Subjek penelitian pada skripsi ini adalah boyband Dragonboyz. Sedangkan objek penelitian pada skripsi ini adalah hambatan rebranding dalam Industri musik Indonesia.
Strategi Komunikasi Humas Galeri Nasional Indonesia (Studi Kasus pada Pameran Trienal Seni Patung Indonesia #3 “SKALA”) Agnes Yunita; Sinta Paramita
Prologia Vol 1, No 2 (2017): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v1i2.1932

Abstract

Museum dianggap sebagai tempat yang menyeramkan, gelap dan sepi sehingga kurangnya minat masyarakat untuk datang berkunjung. Hal tersebut membuat humas Galeri Nasional Indonesia melakukan perencanaan agar dapat menarik pengunjung untuk datang melalui special event yang akan diadakan berupa pameran. Pameran tersebut menjadi program utama karena diadakan setiap tiga tahunnya yaitu Pameran Trienal Seni Patung Indonesia #3 “SKALA”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh Humas Galeri Nasional Indonesia melalui pameran yang akan diadakan. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi, strategi komunikasi public relations, special event. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui hasil observasi dan wawancara melalui empat narasumber yaitu Kepala Seksi Pameran dan Kemitraan, humas bagian media sosial dan digital, humas bagian publikasi dan media massa, serta pengunjung yang kemudian akan dianalisis dengan sumber lain melalui studi kepustakaan dan diperkuat dengan adanya dokumentasi. Hasil dari penelitian ini bahwa perlunya strategi komunikasi yang dilakukan pada museum terutama Galeri Nasional Indonesia melalui pameran.
Komunikasi Pemasaran Terhadap Brand Awareness Brand Rockickz Kevin Kevin; Sinta Paramita
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6456

Abstract

Marketing communication is a means by which companies try to inform, persuade, and remind consumers directly or indirectly about the products and brands that are sold. Marketing communication theory covers several marketing communication mixes consisting of advertising, direct marketing, sales promotion, personal selling, interactive marketing, public relations. The purpose of the marketing communication mix is to create brand awareness. This brand awareness is the ability of consumers to recognize or remember a brand, including the name, logo and also certain slogans that have been used by the brand in promoting products. During marketing communications, Rockickz carries out strategies to create brand awareness. Rockickz's strategy is in the marketing communication mix. This research methodology uses qualitative, with the case study method. Data collection is done by interview, observation and literature study. Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah sarana dimana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Teori komunikasi pemasaran mencangkup beberapa bauran komunikasi pemasaran terdiri dari periklanan, pemasaran langsung, promosi penjualan, penjualan personal, pemasaran interaktif, hubungan masyarakat.Tujuan dari bauran komunikasi pemasaran tersebut adalah untuk menciptakan brand awareness. Brand awareness ini merupakan kemampuan konsumen dalam mengenali atau mengingat sebuah merek, termasuk nama, logo dan juga slogan – slogan tertentu yang pernah digunakan oleh brand tersebut dalam mempromosikan produk – produk. Pada saat melakukan komunikasi pemasaran, Rockickz melakukan strategi – strategi untuk menciptakan brand awareness. Strategi yang dilakukan Rockickz terdapat dalam bauran komunikasi pemasaran. Metodologi penelitian ini menggunakan kualitatif, dengan metode studi kasus.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi kepustakaan.
Tinjauan Etika Periklanan dalam Konten Kreatif (Analisis Semiotik Iklan Shopee Versi Blackpink) Ria Octavani; Sinta Paramita
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6243

Abstract

Seiring perkembangan zaman dan juga teknologi yang semakin canggih, iklan sudah dapat kita lihat di berbagai macam media. Banyak perusahaan dari berbagai bidang yang memasang iklan sekreatif mungkin untuk menarik perhatian khalayak agar khalayak membeli atau menggunakan produk yang diiklankan. Shopee salah satunya perusahaan yang bergerak dibidang e-commerce juga mengiklankan brand Shopee itu sendiri. Shopee pun juga memiliki ide kreatifnya tersendiri untuk membuat khalayak semakin sering berbelanja online melalui Shopee. Sehingga pada bulan November 2018, Shopee memilih Blackpink sebagai pemeran pada iklan Shopee. Namun pada akhirnya iklan tersebut harus diturunkan karena dianggap telah melanggar kode etik penyiaran di Indonesia. Tapi terlepas dari kode etik penyiaran, adapula tentang etika periklanan yang harus dipatuhi bagi setiap pengiklan. Dalam penelitian ini, peneliti membahas penerapan prinsip etika periklanan pada iklan Shopee versi Blackpink ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendalami etika periklanan terhadap iklan Shopee versi Blackpink. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif dengan menggunakan analisis isi dan untuk validitas data yang diamati, peneliti mencari beberapa referensi yang mendukung penelitian ini
Viral Marketing Berbasis Komunitas (Studi Kasus terhadap Dance Cover Playcrew) Indra Ridwan Maulana; Sinta Paramita
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8153

Abstract

Viral marketing is another form of word of mouth, or "news from one mouse click to the next click (word of mouse)." Which encourages consumers to tell products and services developed by the company or audio, video and written information to others online. In human community, the individuals within it can have intentions, beliefs, resources, preferences, needs, risks and a number of other similar conditions. The purpose of the research is to find out how community- based viral marketing (case study of Playcrew dance cover). This research is a qualitative research using a case study method. theories used in this research are Viral Marketing, Popular Culture, Advertising and Mass Communication, Community and Dance cover theories. This research uses interviews with key informants and informants, literature studies, and documentation for data collection. The results of this study are dance cover playcrew able to influence people to find out about the hallyu culture of South Korea.Viral marketing adalah bentuk lain berita dari mulut ke mulut, atau “berita dari satu klik mouse ke klik berikutnya (word of mouse).” Yang mendorong konsumen menceritakan produk dan jasa yang dikembangkan perusahaan atau informasi audio, video, dan tertulis kepada orang lain secara online. Dalam komunitas manusia, individu- individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Adapun maksud dari penelitian tersebut untuk mengetahui bagaimana viral marketing berbasis komunitas (studi kasus terhadap dance cover Playcrew). penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Viral Marketing, Budaya Populer,Iklan dan Komunikasi Massa, Komunitas dan Dance cover. penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan informan kunci dan informan, studi pustaka, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah dance cover playcrew mampu mempengaruhi masyarakat untuk mengetahui tentang budaya hallyu dari korea selatan.