Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : share journal of service learning

PENANAMAN JIWA BIJAK MENGELOLA UANG PADA SISWA PAUD KELURAHAN SIWALANKERTO SURABAYA MELALUI KEGIATAN SERVICE LEARNING MATA KULIAH PERSONAL FINANCE Nanik Linawati
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 3 No. 1 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.796 KB) | DOI: 10.9744/share.3.1.9-13

Abstract

Golden opportunity will not be repeated twice. This applies to the future development of early childhood education students (PAUD) who are at the Golden Period. During this learning period is very important, as it will also determine the direction of mental development of children at a next stage. Teach the wisdom to manage money through savings habits will become one of the pillars that sustain the child in the future when they are growing up. The involvement of higher education students in the activities of Service Learning is one of the precious moments for the students, because these activities give students the opportunity to share their knowledge and part of their funds to the community, especially the students of early childhood education (PAUD), learn to socialize with different strata of society, learn the meaning of dedication from Bunda PAUD who teach the children from low income family without expecting reward.
PERAN MEDIA AJAR DALAM PENDIDIKAN KEUANGAN PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK MELALUI PROGRAM SERVICE LEARNING MATA KULIAH PERSONAL FINANCE Nanik Linawati
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 4 No. 1 (2018): FEBRUARY 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.825 KB) | DOI: 10.9744/share.4.1.1-6

Abstract

Pendidikan anak pada jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan fondasi bagi pembentukan kepribadian pada jenjang usia berikutnya hingga dewasa. Salah satu materi pendidikan yang harus diberikan, yaitu pendidikan dalam mengelola uang, khususnya menanamkan kebiasaan menabung dan perasaan bangga pada kemampuan anak, karena memiliki kemampuan untuk membeli sesuatu yang diinginkan dari uang sendiri. Materi pendidikan yang juga penting untuk diberikan kepada siswa Taman Kanak-kanak, yaitu pengenalan terhadap uang sebagai instrumen transaksi sehari-hari. Media aktivitas yang dipilih untuk menanamkan kegemaran menabung melalui gerak dan lagu, cerita, panggung boneka, dan mewarnai. Sedangkan pengenalan terhadap uang disampaikan melalui media tutorial dengan menggunakan peraga dan role playing (bermain peran).
PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKASI (APE) KEUANGAN BAGI ANAK USIA DINI Raymond Wahyudi; Nanik Linawati
Share : Journal of Service Learning Vol. 7 No. 2 (2021): AUGUST 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.247 KB) | DOI: 10.9744/share.7.2.136-143

Abstract

Nowadays, the shifting of technology and the internet that has an effect on changing consumption patterns, impacted social lifestyle, is a hedonic and leisure prioritize lifestyle. The lifestyle gives a negative impact to the behaviour of millennial generation especially to their consumption behaviour.  Parents and teachers have an important role to teach them early about financial education so they have prevention to the consumptive lifestyle. The Financial Mana­gement Programme of Petra Christian University has cooperated with some Early Childhood School and Kindergarten to teach the children about financial education using Education games. Financial education could easily be learned through education games so the children could understand about saving behaviour and spending wisely. The children responded positively to the lesson through education games. The parents and teacher could teach the children easily and efficiently about saving attitude and spending wisely using the education games.   Abstrak: Perubahan pola konsumsi yang disebabkan oleh kemajuan internet dan teknologi yang begitu pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya berdampak pada gaya hidup masyarakat yaitu gaya hidup yang mengutamakan kemewahan dan kesenangan semata. Gaya hidup tersebut memberikan dampak negatif terutama pada perilaku konsumsi generasi milenial saat ini. Orang tua dan tenaga pendidik memiliki peran penting untuk memberikan edukasi keuangan sejak dini supaya perilaku konsumtif tersebut dapat dihindarkan. Program Manajemen Keuangan Universitas Kristen Petra mengadakan kegiatan pengabdian masya­rakat kepada PAUD dan TK yang telah bekerja sama untuk memberikan edukasi keuangan kepada anak-anak TK melalui penggunaan Alat Permainan Edukasi (APE) Keuangan yang dapat membantu anak-anak belajar mengenai tema menabung dan hidup hemat. Anak-anak TK memberikan respon yang baik terhadap pembelajaran melalui alat permainan tersebut. Para orang tua dan pendidik dapat menggunakan APE Keuangan untuk mengajar­­kan anak-anak mengenai kebiasaan menabung dan hidup hemat dengan mudah dan efisien.
EDUKASI HIDUP HEMAT KEPADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK MELALUI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT Nanik Linawati
Share : Journal of Service Learning Vol. 7 No. 1 (2021): FEBRUARY 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.568 KB) | DOI: 10.9744/share.7.1.38-45

Abstract

Setiap pribadi mengharapkan untuk senantiasa mampu mencukupi kebutuhan anggota keluarganya dalam jangka panjang sampai akhir hidupnya. Namun godaan gaya hidup konsumtif seringkali menghambat kemampuan menabung yang dalam jangka panjang berdampak pada kemampuan menyediakan dana darurat, dana pensiun, ataupun kebutuhan lain yang diperlukan di masa depan. Terkait dengan hal tersebut diperlukan edukasi “Hidup Hemat” sejak dini kepada para siswa Taman Kanak-kanak, agar kesadaran membiasakan diri untuk hidup hemat telah tertanam sejak masa anak-anak. Kegiatan Pengabdian Masyarakat memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk terlibat dalam menumbuhkan kesadaran hidup hemat sejak dini kepada para siswa Taman Kanak-kanak. Tumbuhnya kesadaran hidup hemat akan menjamin kemampuan untuk menabung yang akan mampu mewujudkan kehidupan keuangan yang sejahtera dalam jangka panjang.
Storytelling untuk Pembelajaran Keuangan Sejak Usia Dini Njo Anastasia; Nanik Linawati
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 1 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.1.27-34

Abstract

Storytelling pada anak usia dini melalui dongeng merupakan salah satu teknik pembelajaran yang dapat menggugah minat anak-anak. Karakter pemeran dalam dongeng dapat diceritakan dengan lebih menarik melalui intonasi suara dan gerakan untuk menggugah imajinasi anak-anak sehingga dapat lebih mudah dipahami. Permasalahnya, anak usia dini sulit memahami pengetahuan keuangan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan dan meningkatkan literasi keuangan pada anak usia dini melalui storytelling untuk menanamkan pendidikan karakter. Secara tidak langsung, dongeng dapat membentuk tabiat, sikap serta perilaku anak-anak salah satunya perilaku keuangan. Literasi keuangan yang disampaikan terkait kegiatan menabung serta menanamkan kata-kata penting tentang keuangan seperti hemat dan boros. Metode pelaksanaan dimulai dari pendataan sekolah yang diajak kolaborasi, mempersiapkan materi dan media pembelajaran sesuai karakteristik sekolah serta melakukan evaluasi akhir kegiatan. Media pembelajaran menggunakan cerita dongeng, boneka peraga, dan games. Kegiatan ini dilakukan lebih kurang satu semester pada tiap bulan sesuai jadwal yang ditentukan di sepuluh sekolah Taman Kanak-Kanak di Surabaya. Mahasiswa dan dosen turut berkolaborasi sebagai pemain karakter dalam dongeng yang diceritakan di kelas. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan anak-anak antusias mengikuti aktivitas kelas saat sesi dongeng, merasa menjadi tokoh penting dalam dongeng sehingga ingin bertindak sesuai tokoh yang diperankan dengan membagikan atau menerapkan hal-hal baik pada teman dan keluarga. Anak-anak juga antusias bercerita kembali pada orang tua tentang kegiatan yang dilakukan saat sesi dongeng. Secara tidak langsung, orang tua turut dilibatkan untuk ikut membimbing anaknya terkait pembentukan karakter dan pengetahuan keuangan sejak usia dini. Pada akhirnya, kegiatan ini memberikan manfaat pada anak-anak di sekolah Taman Kanak-Kanak, dosen dan mahasiswa yang berkolaboasi untuk mengenalkan dan menanamkan pemahaman literasi keuangan sejak dini sehingga terbentuk generasi bijak keuangan.
Meningkatkan Harapan Bangsa Melalui Literasi Keuangan Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Njo Anastasia; Nanik Linawati; Dewi Pertiwi
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.48-56

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler atau eskul merupakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri secara positif serta membangun karakter. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan literasi tentang keuangan secara personal pada para siswa sekolah tingkat pertama. Siswa diharapkan dapat mengembangkan literasi keuangannya dan melakukan pengelolaan keuangan secara personal untuk tujuan masa depan. Kegiatan ini dilakukan selama satu semester pada periode Agustus 2023 – Januari 2024 setelah kegiatan intrakurikuler sekolah berakhir. Metode yang digunakan pada kelas ekskul literasi keuangan adalah metode interaktif untuk penyampaian materi tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal dan lembaga keuangan lain serta materi tentang pengelolaan keuangan, produk-produk keuangan dan teknik berinvestasi. Proses penyampaian materi dimulai dengan presentasi materi secara interaktif serta didukung media lain seperti kartu permainan, permaian games dan alat peraga boneka. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk mengukur pencapaian hasil dari kegiatan yang sudah dilaksanakan serta pertanggung jawaban ke pihak sekolah. Hasil evaluasi dari kegiatan ekskul ini membuktikan bahwa siswa menjadi lebih hati-hati dalam membelanjakan uangnya, lebih mandiri mengelola keuangan dan mulai belajar berinvestasi secara sederhana menggunakan aplikasi yang tersedia pada smartphone. Dalam jangka panjang, edukasi keuangan yang telah dilakukan sejak dini pada siswa SMP Santo Carolus diharapkan dapat membentuk karakter yang mandiri dan bertanggung jawab, serta mampu melakukan perencanaan untuk masa depannya secara sederhana.
Co-Authors Adeline Yusuf, Keona Adisty Malliani Kusnadi Agnes Natalia Aileen Florencia Elliane Airell, Vernando Alexander, Gloria Andela, Valencia Angelica Renata Limapriadi Angelique Jocelyn Ansella Jovita Ansella Jovita Teguh Anthony Wijaya Arron Oxford Bavani, Melinda Bingky Kurniawan Bryan Setiawan, Adrianus Chandra, Tirzah Febiola Chrisdiouf, Justin Christian Chandra Christopher Bradley Budiono Chyntia Kartika Sanjaya Cindy Marcha Pongtuluran Citrawati, Irene Clarissa Amanda Clarissa Amanda Polandauw Cynthia, Angelina Dave Reynard de Fretes, Michael Genesis Bimasatrya Destya Wiranata Edbert Sudarsono, Jethson Edric Ferdian Eduardo, Farrell Ionwyn Elvira Unola Enzo Budiman Eveline, Jessica Evelyn Okky Santoso, Evelyn Okky Ezar, Grecia Jeslyn Ezra Christopher Farrell Ionwyn Eduardo Felicia Claresta Harli Felita Angelina Florencia Gabriel Fristy Ester Irawan Gabiella Lavenia Sutjiono Gabriela Sunjono Gabriella Wiandoko Ganlin, Fesya Devina Putri Gesti Memarista Gevionita Gevionita Glenn Abel Iskandar Gosal, Joe Valentino Gracia Verina Soewignjo Hadiputra, Vincentinus Felix Halim Santoso Halim, Kevin Halim, Richard Harijanto, Jessica Lorita Inlian Wijaya irene angelina Irene Angelina Irene Citrawati Ivan Kurniawan, Abraham Jeffrey Belmiro Susanto Jennifer Fiolyn Jennifer Lynn Silverio Jesseline Violeta Jessica Marlyn Jocelyn, Angelique Joe Valentino Jonathan Hartono Jovita, Ansella Junior, Jonathan Hartono Juwono, Angela Karyn Adikusuma Katryn Kenneth Anderson Harsono Kenneth, Davin Kenny Brian Kentzo Kentzo Yang Kevin Harly Jipantoro Kezia Laetitia Junaidi Kezia, Vanessa Kristanto, Kenny Brian Krystalinna Lindsey Sutanto Kurniawan, Abraham Ivan Lauwono, Lazaro Batigol Leksono, Alexander Nissan Lim Madeleine Tirtamurti Limantara, Bryan Janson LOISOKLAY, WILKAR Luciana, Ellena Arinda Mahendra, Adrian Mahersya Christiani Setiadiwiria Malonda, David Bryant Marselina Gunawan Mathew Hadap, Billy Melinda, Graceline Melissa Lesmana Michael Sebastian Hamson Michelle Feodora Gunawan, Michelle Feodora Mintarja, Natasya Morgan Gemiartha, Celine Natasya Mintarja Natasya Rutdian Nathania Cherryl Prayogo Nehemia Parham Njo Anastasia Pertiwi, Dewi Philip Haryono Polandauw, Clarissa Amanda Pradigdo, Randy Aprilino Pwee Leng Rachel Cintantya Hapsari Raymond Wahyudi Raymond Wahyudi Raymond Wahyudi Reynard, Dave Rifka Yulanda Umar, Rifka Yulanda Rizaldy Tallo, Rizaldy Salviana, Fintacia Zelda Samuel Stevenson Moesaffa Sanvelia Angelica Suseno Saputra, Louis Nichollas Sautma Ronni Selanova, Theressia Setiadiwiria, Mahersya Christiani Setiawan, Adrianus Bryan Setyono, Yemima Caroline Sharon Wong Simon Hendrik Leasa Soetandio, Elena Erensia Stella Halim Steven Steven Sugianto, Everson Surasman, Imelda Kartika Susanto, Jeffrey Belmiro Susanto, Leonardo Christian Sutjiono, Gabriella Lavenia Talahatu, William Tan, Felice Carmelite Aprilie Tandarto, Sefen Timothy Tetimau, Felicia Edlyn Timothy Tandarto, Sefen Tirtamurti, Lim Madeleine Tjahjono, Yosephine Mevia Velicia Gela, Kathryn Viena Elvani Vincent Djaja Vincentinus Felix Vincentius Andrew Vincentus Felix Wahyudi, Raymond Wibisono, Audi Widjaja, Audrey Cerelia Widjanarko, Kevin Wijaya, Feysya Sandrina Wijaya, Joshua Winston Djuwito Wiranata, Destya Wong, Sharon Wongso, Enrico Yongky, Jonathan Elia Yosia, Clarence Yulius Cornelis, Yulius yusuf, keona adeline