Claim Missing Document
Check
Articles

PERUBAHAN LINGKAR DADA, LEBAR DADA DAN DALAM DADA KAMBING KACANG JANTAN YANG MENGALAMI TINGKAT PEMBATASAN PAKAN YANG BERBEDA Bira, Gerson Frans; Tahuk, Paulus Klau; Hale, Antonius
STOCK Peternakan Vol 6, No 1 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i1.1278

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui perubahan lingkar dada, lebar dada dan dalam dada kambing kacang jantan yang mengalami tingkat pembatasan pakan yang berbeda. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini berupa kambing kacang jantan muda sebanyak 15 ekor dengan rata-rata berat badan awal berkisar 10-14 kg, dengan kisaran umur 12-14 bulan. Penelitian menggunakan metode eksperimen sesuai prosedur Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kambing Kacang yang digunakan sebanyak 15 ekor dan dibagi menjadi 3 perlakuan dengan masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ekor ternak. Ketiga kelompok tersebut mendapatkan perlakuan sebagai berikut: T0 kelompok kambing tanpa pembatasan pakan (kontrol), T1 dibatasi pemberian pakan 100% sesuai kebutuhan hidup pokok, dan T2 50% dari kebutuhan hidup pokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan lingkar dada kambing kacang jantan yang mengalami tingkat pembatasan pakan berbeda berpengaruh nyata dengan perlakuan T0 (P0,05). Penuruan lingkar dada disebabkan oleh faktor kurangnya ketersedian pakan pada ternak T1 dan T2 sehingga jumlah pemberian pakan pada perlakuan T0 tercukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dibandingkan dengan perlakuan T1 dan T2 yang akan memanfaatkan sisa energi untuk bertahan hidup. Dapat disimpulkan bahwa pembatasan pakan pada ternak kambing sesuai 100% hidup pokok dan 50% dari hidup pokok menurunkan kinerja pertumbuhan ternak dilihat dari perubahan lingkar dada, lebar dada, dan dalam dada sebaliknya ternak yang memperoleh pakan normal pertumbuhan lingkar dada, lebar dada, dan dalam dada lebih tinggi dari ternak yang mengalami kekurangan pakan
Bauhinia purpurea Leaf Supplementation in Complete Feed of Kacang Goats Bira, Gerson Frans; Nubatonis, Alfred; Tefa, Azor Yulianus; Tahuk, Paulus Klau; Kolo, Maria M.; Neno, Metriana; Marleon, Sepdia; Un, Devidarius K.G.
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 35 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2025.035.03.7

Abstract

This study aimed to examine the physiological response, blood metabolites, consumption and digestibility, and carcasses of kacang goats fed Bauhinia purpurea leaves as an additive in complete feed. The study used 16 fattening goats aged 10–12 months with an initial body weight range of 12–14 kg via a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates: T0: G. sepium 38% + native grass 32% + rice bran 5% + corn flour 24.8% + mineral mix 0.2% (control); T1: G. sepium 36% + native grass 34% + rice bran 5% + corn flour 22.3% + mineral mix 0.2% + B. purpurea leaves 2.5%; T2: Gliricidia sepium 34% + native grass 32% + rice bran 5% + corn flour 21.3% + mineral mix 0.2% + B. purpurea leaves 7.5%; T3: G. sepium 32% + native grass 30% + rice bran 5% + corn flour 20.3% + mineral mix 0.2% + B. purpurea leaves 12.5%. The results revealed that the treatment had no significant effect on any of the variables. The use of B. purpurea leaves in complete feed at 2.5% (T1), 7.5% (T2) and 12.5% (T3) had the same effect on the physiological response, nutrient consumption and digestibility, blood metabolites, and carcass and noncarcass production.
APLIKASI PAKAN KOMPLIT YANG MENGANDUNG SUMBER PROTEIN HEWANI PADA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KELOMPOK TANI SERIKAT OELIURAI KABUPATEN TTU-NTT Paulus Klau Tahuk; Gerson Frans Bira; Ferdinandus Anin; Cornelis Astridino Nitbani; Yohanes Debrito Suni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1171-1178

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi kelompok tani Serikat Oeliurai dalam memanfaatkan tepung ikan sebagai sumber protein dalam pakan komplit untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi bali penggemukan. Pakan komplit merupakan jenis pakan yang memiliki kandungan nutrisi yang komplit untuk memenugi kebutuhan ternak. Salah satu bahan pakan sumber protein yang dapat ditambahkan dalam pakan komplit adalah tepung ikan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyuluhan yang disertai dengan praktek secara langsung (demo proses). Kelompok mitra cukup aktif dengan turut melibatkan diri dalam rangkaian kegiatan yang dapat terlihat dari kehadiran (71%) dan diskusi yang terbangun serta berpartisipasi dalam praktek yang dilakukan. Pembuatan pakan komplit umunya mudah yang dimulai dengan pengeringan bahan, penggilingan dan pencampuran bahan. Setelah praktek pembuatan selesai dilakukan dilanjutkan dengan aplikasi pada ternak sapi bali penggemukan milik kelompok mitra. Umumnya adaptasi ternak sapi bali penggemukan terhadap pakan komplit tidak berlangsung lama dan hal ini menggambarkan nilai palatabilitas pakan komplit yang tinggi. Diharapkan dengan kegiatan ini maka kelompok mitra dapat mengaplikasikan pakan komplit dalam proses pemeliharaan ternak sapi sehingga dapat memperoleh nilai produksi yang optimal.
Quality of complete feed wafer supplemented with different plant protein sources for small ruminants Gerson Frans Bira; Azor Yulianus Tefa; Maria Magdalena Kolo; Cornelis Astridino Nitbani; Deni Yonathan Lulu; Agustinus Akoit
Livestock and Animal Research Vol 22, No 1 (2024): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/lar.v22i1.68165

Abstract

Objective: This study aimed to assess the quality of complete feed wafers with different plant protein sources for a feed of small ruminants.Methods:The research was conducted in May-September 2022. The research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The method used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, namely R0 = Wafer with an animal protein source (Fish meal) (Control), R1 = Wafers with protein source Sesbania grandiflora, R2 = Wafers with protein source Gliricidia sepium. R3=Wafer with protein source Leucaena leucocephala.The research variables consisted of physical quality (moisture content, wafer density, specific gravity, water absorption) and nutritional quality (dry matter, organic matter, crude protein, crude fat, crude fiber, and nitrogen free extracts). Data analysis according to the Analysis of Variance procedure using SPSS version 21.Results:The results showed that the use of plant protein sources had no significant effect (P>0.05) on water content and wafer density but had a significant effect (P<0.05) on specific gravity and water absorption capacity. The use of plant protein sources can increase the value of water content, wafer density, and specific gravity and reduce water absorption capacity. Meanwhile, the crude protein (CP) content of the wafer had no significant effect (P>0.05) and produced the same value as using fish meal. Other nutritional variables had a significant effect (P<0.05) such as DM, OM, EE and NFE which increased and CF decreased on the use of plant protein sources in making feed wafers compared to the use of fish meal.Conclusions: It was concluded that the use of legumes Sesbania grandiflora, Gliricidia sepium, and Leucaena leucocephala as a source of vegetable protein in wafers could replace fish meal. The three types of legumes had the same effect on the physical and nutritional quality of the resulting product.
Isolation and Identification of Bacteria from Cattle Rumen Fluid and Their Application on In Vitro Digestibility of Rice Straw Gerson Frans Bira; Stefanus Sio; Matius S Batu; Lukas Pardosi; Kristoforus W Kia; Maria Magdalena kolo; Alfred Nubatonis
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Science and Health, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v7i3.10038

Abstract

This study aimed to isolate and identify bacteria from the rumen fluid of Bali cattle and to evaluate their effect as microbial inoculants on the in vitro digestibility of rice straw. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and four replications. The treatments included rice straw silage with the addition of 0%, 5%, 10%, and 15% of local microorganisms (MOL) derived from cattle rumen fluid. The observed variables included the isolation and identification of bacteria from the rumen fluid, and the assessment of in vitro digestibility, including Dry Matter Digestibility (DMD), Organic Matter Digestibility (OMD), Volatile Fatty Acid (VFA) concentration, and ammonia (NH₃) production. The results showed that the addition of rumen fluid MOL significantly (P<0.05) improved the digestibility parameters. The highest DMD (52.44%) and OMD (47.11%) were obtained from the treatment with 15% MOL. VFA and NH₃ concentrations also increased, indicating enhanced microbial activity and fermentation efficiency. The study concludes that MOL derived from cattle rumen fluid, particularly those containing Bacillus sp., is effective in improving the nutritional quality and digestibility of rice straw