Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas IV SDN 017 Bonra Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar Salman Usman; Rahmawati Patta; Siti Raihan
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v3i2.43104

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran group investigation terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas IV SDN 017 Bonra. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui gambaran penggunaan model group investigation di kelas IV sekolah dasar, (2) mengetahui gambaran kemampuan literasi sains siswa kelas IV sekolah dasar, (3) mengetahui pengaruh model group investigation terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas IV sekolah dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 017 Bonra dengan sampel 32 siswa. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik probability sampling yaitu teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu Kelompok eksperimen dan Kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari pemberian pretest dan posttest kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji independent sample t-Test. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa (1) Penggunaan model pembelajaran group investigation pada proses pembelajaran berada pada kategori sangat baik yang diketahui dari persentase penggunaan model di dalam kelas sebesar 92,31%; (2) Terdapat peningkatan kemampuan literasi sains siswa dari kategori rendah menjadi kategori baik; (3) Terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran group investigation terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas IV SDN 017 Bonra Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC LITERASI MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR UNTUK SISWA KELAS IV UPT SD NEGERI 35 TEKOLABBUA Faris Eka Surya Dinata; Latri Latri; Siti Raihan
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v3i2.45369

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan media e-comic literasi matematika sebagai media pembelajaran pada siswa sekolah dasar bertujuan untuk menghasilkan dan mengetahui kelayakan media e-comic literasi matematika sebagai media pembelajaran pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and delevopment (R & D) dengan desain penelitian menggunakan model Allesi Throlip. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respon/tanggapan guru dan siswa serta teknik dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini yaitu pertama penelitian ini menghasilkan produk berupa media e-comic literasi matematika materi bangun datar siswa kelas IV SD. Kedua, hasil penelitian kelayakan media secara keseluruhan sesuai kriteria skala penilaian kualifikasi produk yaitu pada validasi ahli materi memperoleh kriteria sangat valid. Validasi ahli media memperoleh kriteria sangat valid. Hasil tanggapan/respon guru memperoleh kriteria sangat valid. Sedangkan, hasil tanggapan/respon siswa setelah dilakukan uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji kelompok besar memperoleh masing-masing nilai dengan kriteria sangat valid. Dengan adanya penelitian ini, peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media e-comic literasi matematika yang lebih menarik bagi siswa.
Penerapan Metode Guided Note Taking untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN 7 Tikala Kecamatan Tikala Kabupaten Toraja Utara Resdita Denna; Nur Abidah Idrus; Siti Raihan
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v3i2.42578

Abstract

The problem that occurs in class IV SDN 7 Tikala is that the teacher only provides learning material using the lecture method so that students just sit listening without understanding the lessons given by the teacher so that students feel bored and become less active during the learning process. This study aims to determine the application of the guided note talking learning method to increase the social studies learning activity of fourth grade students at SDN 7 Tikala, North Toraja Regency with reference to indicators of student activity. This research method uses a qualitative approach with the type of classroom action research. The population in this study were 26 grade IV students at SDN 7 Tikala, North Toraja Regency. Data collection techniques through observation, student learning activeness questionnaires and documentation. The results showed that there was an increase in student learning activeness from cycle I which was in the poor category, to cycle II which was in the very good category. The conclusion of this study is that there is an increase in student activity with the application of the Guided Note Taking method in class IV students at SDN 7 Tikala, North Toraja Regency.
Inovasi Pengembangan Kurikulum Berbasis 21st Century Learning Design untuk Pembelajaran IPAS Siti Raihan
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7598

Abstract

Educational transformation in line with the demands of the times is continuously implemented, one of which is through the adoption of the Merdeka Curriculum. The implementation of the Merdeka Curriculum still requires innovation in the development of a 21st-century learning design-based curriculum to facilitate lifelong learning. This literature review research aims to uncover and explore the potential innovations that can be applied in the development of a technology-based curriculum with the 21CLD approach, in order to contribute to a better and more relevant educational transformation that meets the needs of students in the digital era, particularly in the implementation of IPAS (Science and Social Studies) learning. The findings of this study reveal that educators need to develop learning designs that facilitate creative thinking, critical thinking and problem-solving, communication, and collaboration skills that lead to long-term memory for lifelong skills. Innovations that can be implemented by educators in IPAS learning include the development of innovative learning designs, using problem-based and project-based learning models, which refer to active and enjoyable learning, such as gamification. In addition, the integration of technology and continuous assessment should be conducted to optimize the implementation of learning by educators.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas IVB UPT SPF SD Inpres BTN IKIP I Makassar Ayu Ashari; Siti Raihan; Munawarah Munawarah
Lempu PGSD Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/lempu.v2i1.4327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem based learning untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IVB UPT SPF SD Inpres BTN Ikip I Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terduru dari pertemuan. Tahapan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru kelas dan 18 siswa kelas IVB UPT SPF SD Inpres BTN Ikip I Makassar yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Fokus penelitian ini adalah penerapan model problem based learning dan keterampilan berbicara siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan  meliputi observasi dan tes performance. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukka adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa serta keterampilan berbicara siswa. Pada siklus I aktifitas guru dan siswa berada pada kategori cukup (C) dan siklus II aktifitas guru dan siswa mengalami peningkatan kategori baik (B). Hasil keterampilan berbicara siswa pada siklus I belum memenuhi indikator ketuntasan karena hanya 7 siswa yang mencapai standar. Pada siklus II keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan yang signifikan dan berada pada kategori tuntas. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan model problem based learning dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IVB UPT SPF SD Inpres BTN Ikip I Makassar.
Penggunaan Literacy Cloud untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IIIB di UPT SPF SD INPRES BTN IKIP 1 Astuti; Siti raihan; Munawarah
Lempu PGSD Vol. 1 No. 3 (2024): November
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/lempu.v1i3.4364

Abstract

Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah untuk menggunakan Literacy Cloud sebagai media untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa kelas tiga di UPT SPF SD INPRES BTN IKIP1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Seluruh sisw dari Kelas IIIB sebanyak 21 siswa untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi. Strategi reduksi, penyajian data, perumusan kesimpulan, dan verifikasi semuanya merupakan bagian dari proses analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ujian siswa pada siklus I cukup baik, dengan rata-rata 68,76 dan tingkat penyelesaian keseluruhan 57%. Dengan peningkatan pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 76,42 dan persentase penyelesaian mencapai 76%, yang dianggap baik. Hasil ini mendukung gagasan bahwa kemampuan pemahaman bacaan peserta didik dapat ditingkatkan melalui penggunaan media Literacy Cloud. Selain itu, siswa juga terlihat aktif selama proses pembelajaran di setiap siklus yang dilaksanakan.
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share terhadap Pemahaman Konsep daur Hidup Hewan Kelas V SD Negeri 60 Bung Kabupaten Pangkep Lusdawani; Hikmawati Usman; Siti Raihan
Lempu PGSD Vol. 1 No. 3 (2024): November
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/lempu.v1i3.4446

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui gambaran penggunaan model Think pair share kelas V SD Negeri 60 Bung Kabupaten Pangkep,  Untuk mengetahui gambaran pemahaman konsep daur hidup hewan kelas V SD Negeri 60 Bung Kabupaten Pangkep. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah  kuantitatif dengan bentuk quasi eksperimental design. Adapun variabel bebas penelitian ini yaitu model Think pair share dan variabel terikatnya yaitu pemahaman konsep daur hidup hewan. Penelitian ini menggunakan dua kelas ,teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.Tehnik pengumpulan data antara lain lembar observasi, dan tes. Prosedur pengumpulan data yaitu pretest, pemberian perlakuan, dan posttest kemudian dianalisis secara statistic deskriptif dan statistik inferensial dengan bantuan program IMB SPSS statistics Version 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Model Think pair share berjalan dengan baik. (2) pemahaman konsep daur hidup hewan dalam pembelajaran  setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan Model Think pair share menunjukkan adanya perbedaan. Hal ini dibuktikan dengan hasil pretest dan posttest pemahaman konsep daur hidup hewan dari kategori kurang menjadi baik. (3) di temukan adanya pengaruh penggunaan Model Think pair share terhadap pemahaman konsep daur hidup hewan kelas V SD Negeri 60 Bung Kabupaten Pangkep.
INOVASI KURIKULUM PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS PROYEK TERINTEGRASI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Siti Raihan; Amir Pada; Andi Makassau; Nur Abidah Idrus; Andi Dewi Riang Tati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 t
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24045

Abstract

IPAS (Science and Social Studies) learning in elementary schools still faces challenges, including low student engagement and a lack of integration of local cultural values in learning. This study aims to develop a project-based IPAS learning device integrated with Culturally Responsive Teaching (CRT) for fifth-grade elementary school students in Makassar City. The study employed the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), which includes needs analysis, instructional design, product development, and limited trials. The trial was conducted in two elementary schools, involving two teachers and 62 students. Data were collected through learning activity observations, expert validation (material and media), student and teacher questionnaires, and learning outcome tests. Validation by two material experts and two media experts showed the product to be in the "highly valid" category. Observation results indicated strong student engagement (88%), especially in group discussions and project presentations. Student responses revealed high enthusiasm for the culturally contextual and enjoyable learning process. Teachers stated that the learning device was easy to use, systematic, and relevant to students' real-life experiences. Test results showed an increase in average scores from 61.9 (pre-test) to 85.5 (post-test), with a gain score of 0.61 (high category). The project-based learning integrated with CRT effectively enhanced students’ engagement and understanding of IPAS concepts linked to local culture. This learning device is recommended for implementation in multicultural elementary school contexts.