Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Pendidikan Inkulturasi Nilai Budaya Keluarga pada Santri Pondok Pesantren Darul Huffadh Kabupaten Bone Amiruddin Amiruddin; Rifal Rifal
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.82 KB)

Abstract

This article discusses the enculturation education of family cultural values in students of Darul Huffadh Islamic Boarding School in Bone Regency. Enculturation is a process that takes place from childhood from a small environment (family) to a large environment (community). This research uses a qualitative method with descriptive type. Data collection techniques were obtained by field research which included observation, documentation and interviews. The data analysis techniques through data reduction, data presentation and drawing conclusions. Facts in the community show that not a few pesantren children are 'damaged' when outside the pesantren or immediately after graduating from pesantren which may be the cause is due to lack of optimal enculturation that he gets in the family. Islamic boarding school students Darul Huffadh began entering boarding schools aged 13 years where the period was still a time of needing education from parents in order to be able to accept family cultures perfectly. However, at that age they are far from potential parents who are unable to accept family culture so that they can eventually deviate. There is a growing striotype in the Kajuara community, that only thugs enter pesantren. It was during the pesantren that they learned ahklak and religious understanding. Where enculturation is associated with transmitting a culture that has been considered good by the family for a long time to be cared for. As happened in the Darul Huffadh Islamic Boarding School, most of the returnees included their families from those who had been students in the place.
Analisis Kemampuan Praktik Pembelajaran Inovatif pada Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan Universitas Negeri Makassar Fiskia Rera Baharuddin; Amiruddin Amiruddin; Andi Muadz Palerangi
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.286 KB)

Abstract

Abstrak; Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan guru PPG Dalam Jabatan Kategori 2 Tahun 2022 terkait pembelajaran TPACK pada Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Universitas Negeri Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling kepada mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori 2 Tahun 2022 sebanyak 1449 dari dua puluh dua bidang studi yang dilaksanakan di program studi pendidikan profesi guru universitas negeri Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan teknik analisis statistik deskriptif. Adapun hasil penelitian tingkat pemahamn guru terhadap pembelajaran TPACK adalah (1) Tingkat pemahaman Guru pada aspek Technological Knowledge pada PPG Dalam Jabatan Kategori 2 sebesar 43,82% dengan kategori sangat baik; (2) Tingkat pemahaman Guru pada aspek Content Knowledge pada PPG Dalam Jabatan Kategori 2 sebesar 44,65% dengan kategori sangat baik; (3) Tingkat pemahaman Guru pada aspek Pedagogical Knowledge pada PPG Dalam Jabatan Kategori 2 sebesar 47,34% dengan kategori sangat baik; (4) Tingkat pemahaman Guru pada aspek Pedagogical Content Knowledge pada PPG Dalam Jabatan Kategori 2 sebesar 44,79% dengan kategori sangat baik; (5) Tingkat pemahaman Guru pada aspek Technological Content Knowledge pada PPG Dalam Jabatan Kategori 2 sebesar 54,04% dengan kategori sangat baik; (6) Tingkat pemahaman Guru pada aspek Technological Pedagogical Knowledge pada PPG Dalam Jabatan Kategori 2 sebesar 48,00% dengan kategori sangat baik; (7) Tingkat pemahaman Guru pada aspek Technological Pedagogical Knowledge Technological pada PPG Dalam Jabatan Kategori 2 sebesar 49,28% dengan kategori sangat baik.Kata kunci: Pembelajaran, Guru, TPACK
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Manajemen Kepala Sekolah dan Budaya Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Muhammad Hasim S.; Amiruddin Amiruddin
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.634 KB)

Abstract

Abstrak—Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru; (2) untuk mengetahui pengaruh manajemen kepala sekolah terhadap kinerja guru; (3) untuk mengetahui pengaruh budaya sekolah terhadap kinerja guru; (4) untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, manajemen kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap kinerja guru. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen. Populasi adalah seluruh guru PNS dan Kepala Sekolah SMK Negeri yang ada di Kabupaten Pangkajene Kepulauan dengan jumlah guru 170 orang dan 7 orang Kepala Sekolah, ukuran sampel ditentukan dengan dengan menggunakan  rumus dari Taro Yamane atau Slovin sebanyak 63 guru dan 7 kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket. Analisis hasil penelitian menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda dengan menggunakan SPSS Windows Version 17. Hasil penelitian menujukan bahwa dengan analisis regresi sederhana diketahui, terdapat pengaruh postif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kabupaten Pangkep sebesar 8.2%, manajemen kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan sebesar 21.7% dan budaya sekolah berpengaruh positif dan signifikan sebesar 21.1%. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan adanya pengaruh bersama-sama secara positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah, manajemen kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kabupaten Pangkajene dengan sebesar 36.7%. Berdasarkan penelitian ini disarankan bahwa apabila mengoptimalkan kepemimpinan kepala sekolah, manajemen kepala sekolah, dan budaya sekolah dengan baik maka kinerja guru SMK Negeri di Kabupaten Pangkajene Kepulauan akan meningkat. Keywords:      kepemimpinan, manajemenen, kepala sekolah, budaya, kinerja guru
Analisis Validitas Dokumen SKL, KI dan KD Keselamatan, Kesehatan dan Kerja (K3) Berbasis Higher Order Thinking Skills Pada Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Amiruddin Amiruddin; Muhammad Yahya
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.765 KB)

Abstract

Penerapan kembali K3 pada kurikulum 2013 untuk SMK dan telah dirumuskan dalam kompetensi dasar (KD). Melalui KD-KD yang ada disetiap program keahlian, maka guru telah menjabarkan dalam bentuk perangkat pembelajaran baik dalam analisis SKL, KI dan KD, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Bahan Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik, Media Pembelajaran dan Perangkat Penilaian. K3 bertujuan untuk 1) membuat suasana menjadi sehat, aman, dan nyaman, 2) Membuat tenaga kerja sehat baik fisik, mentas, dan sosial sert terhindar dari kecelakaan, dan 3) Meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan - Menginkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang pengembangan, yang bertujuan untuk Pengembangan Perangkat Pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) berbasis Higher Order Thinking Skills pada Kurikulum SMK di Sulawesi Selatan. Subjek penelitian yaitu siswa dan para guru Sekolah Dasar di Provinsi Sulawesi Selatan. Fokus penelitian dalam penelitian sebagai berikut: Secara umum, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan perangkat pembelajaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang valid, praktis, dan efektif khususnya pengembangan analisis SKL, KI dan KD pada Program Keahlian Teknik Mesin dan Teknik Otomotif berbasis HOTS. Karakteristik perangkat pembelajaran berbasis HOTS yang dihasilkan pada penelitian ini adalah Perangkat pembelajaran K3L yang dihasilkan, dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE, dengan tahapan antara lain: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation.  Berdasarkan  hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan analisis SKL, KI dan KD K3L berbasis HOTS memiliki rata-rata skor 3,78 yaitu sangat valid untuk diterapkan dalam pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Otomotif pada SMK
Distribusi Kecakapan Abad 21 Siswa SMK di Indonesia Amiruddin Amiruddin; Andi Muhammad Irfan; Muhammad Hasim S; Wirawan Setialaksana
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The 21st Century literacy are skills that have to be mastered by students, especially high school vocational students. Some of these skills are conventional, numeracy, scientific, ICT and financial literacy. Identifying the literacy mastery among students is the stepping stone to prepare high school vocational students in facing the 4.0 era. The current research is an assosiative quantitative research which aim to investigate: 1) the distribution of the literacy mastery among high school vocational students, 2) the association of the literacy mastery with student grades and their school regional, and the distribution of the parts of the literasy among students in vocational school in Indonesia. The current research is taken place in all vocational school in South and West Sulawesi. The research instrument are questionnaire which results will be analysed using Chi-Square Test. The results show that 1) 86.7% students of vocational school show a good understanding about the literacy, 2) the literacy are not associate with student grade and school regional and 3) most of students of vocational school shows a good understanding about the literacy, but the numeracy and financial literacy of the students are relatively in low category.Keywords: 21st Century literacy, Vocational School