Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ESTIMASI DEFORMASI INTERSEISMIC DI DAERAH PANTAI BENGKULU BAGIAN SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SURVEY GPS GEODETIK Ashar Muda Lubis; Mia Wahyu; Rio Sahputra; Rida Samdara
Jurnal Geosaintek Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v7i2.8226

Abstract

Telah dilakukan pengamatan deformasi pada kawasan pesisir pantai dalam siklus interseismic dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) pada lima titik pemantauan di wilayah Bengkulu bagian selatan. Pengamatan GPS dilakukan dalam kurun waktu 2019-2020 kecuali untuk stasiun DEYU pada kurun waktu 2014-2016. Pengolatan data GPS dilakukan dengan menggunakan software GAMIT/GLOBK. Hasil pengolahan berupa posisi harian GPS time series dalam komponen utara dan timur yang kemudian dilakukan linear fit untuk mendapatkan vektor pergeseran. Kecepatan pergerakan pada stasiun GPS berada 22,23-27,67 mm/tahun dengan error pengukuran < 2,5 mm/tahun. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya aktivitas deformasi interseismic di wilayah pesisir Bengkulu bagian selatan dengan arah vektor pergeseran hasil pengamatan menuju ke arah timur laut. Vektor pergerakan interseismic yang teramati masih perlu dikoreksi terhadap rotasi Blok Sunda, sehingga vektor pergerakan interseismic yang diperoleh hanya berasal dari pergerakan zona subduksi Sumatera dan sesar Sumatra yang berguna sebagai input pada  pemodelan potensi kegempaan di Sumatra khususnya di daerah Bengkulu.
Investigasi Arus Sejajar Pantai (Longshore Current) di Daerah Abrasi Bengkulu Utara Ashar Muda Lubis; Nia Veronica; Rio Saputra; Juhendi Sinaga; M. Hasanudin; Edi Kusmanto
Jurnal Kelautan Tropis Vol 23, No 3 (2020): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v23i3.8045

Abstract

The coastal area of Serangai Village is directly facing the open sea; as a result it is vulnerable to coastal abrasion. Longshore currents can accelerate the process of coastal abrasion. The study was aimed to determine the speed and direction of current as well as the existence of the longshore current at the Serangai. Field observation was conducted on 5-7 November 2018. The results showed that the frequency distribution of current at speed of 0-10 cm/s reached 69%, and at speed of 10-20 cm/s reached 25%. The highest speed of 20-30 cm/s has a frequency of 6 %. Moreover, the direction of the majority of ocean currents is to the southeast (120o-150o), showing that the current is more likely to be parallel to the shoreline called longshore current that can accelerate shoreline Serangai Village, Bengkulu. However, further research is needed to see variability of current associated with the season (monsoon). Wilayah pesisir Desa Serangai berhadapan langsung dengan laut lepas; sehingga rentan terhadap abrasi pantai. Arus sejajar pantai dapat mempercepat proses abrasi pantai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecepatan dan arah arus serta keberadaan arus sejajar pantai di Serangai. Pengamatan lapangan dilakukan pada tanggal 5-7 November 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi arus pada kecepatan 0-10 cm/s mencapai 69%, dan pada kecepatan 10-20 cm/s mencapai 25%. Kecepatan tertinggi 20-30 cm/s memiliki frekuensi 6%. Selain itu, arah arus laut mayoritas ke arah tenggara (120o-150o), menunjukkan bahwa arus lebih cenderung sejajar dengan garis pantai yang disebut arus sejajar pantai yang dapat mempercepat garis pantai Desa Serangai, Bengkulu. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat variabilitas arus yang terkait dengan musim (monsun).
TELAAH ULANG PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK INDO-AUSTRALIA DENGAN MENGGUNAKAN DATA GPS TAHUN 1994-2016 Ashar Muda Lubis
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 5 No. 2 (2020): JOP (Journal Online of Physics) Vol 5 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v5i2.9751

Abstract

Lempeng tektonik Indo-Australia merupakan salah satu lempeng tektonik utama yang terus bergerak hingga sekarang. Dimasa lalu penelitian tentang vektor pergerakannya telah dilakukan (1994-2001). Dengan banyak gempabumi yang terjadi di wilayah Sumatera pada dua dekade ini, maka perlu dilakukan penelitian re-investigasi kecepatan pergerakan lempeng tektonik Indo-Australia dengan menggunakan span data yang lebih jauh (1994-2016). Penelitian ini bertujuan untuk re-investigasi besar kecepatan dan arah pergerakan lempeng tektonik Indo-Australia dengan menggunakan data Global Positioning System (GPS). Stasiun GPS yang diamati sebanyak 4 stasiun yakni: COCO, XMIS, PERT, and DARW. Data penelitian diperoleh dari Scripts Orbit and Permanent Array Center (SOPAC). Pengolahan data menggunakan perangkat GAMIT/GLOBK 10.5. Dengan menggunakan model linear untuk menghitung vektor komponen horizontal lempeng tektonik Indo-Australia, maka hasil pergerakan pada 4 stasiun pengamatan GPS menuju ke arah timur laut dengan 69.42-72.55 mm/tahun. Secara umum hasil penelitian memberikan error perhitungan sangat kecil yakni > 1 mm/tahun. Hasil penelitan juga menunjukkan bahwa bahwa stasiun COCO mengalami peningkatan pergerak ke arah Utara-Selatan jika dibandingakan dengan penelitian sebelumnya. Peningkatan pergerakan ke arah utara ini menuju Pulau Sumatra mungkin disebabkan oleh adanya pergerakan mantle relaxation akibat gempa-gempa bumi besar pada dua dekade terakhir pada zona subduksi Sumatra.
Analisis Tingkat Kecepatan Korosi Besi dengan Menggunakan Sinar Gamma Ashar Muda Lubis; Supiyati Supiyati
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.003 KB) | DOI: 10.20527/flux.v6i2.3058

Abstract

In order to examinate rate of iron corrosion, we have conducted aresearch using apparatus Geiger-Muller Tube with sources radiation standardCo-60 as a source of Gamma ray. The samples, iron plate with diameter 2 cmand thichness 0.13 cm, were corroded by various media of corrosion i.e. water(H2O), solution of salt (NaCl) and sulphuric acid (H2SO4) with interval timecorrosion ± 5 days, 10 days, 15 days, 20 days, and 25 days. Firstly, weestimated intensity of Gamma ray before (Io) and after (I) passing through thesamples, and then we evaluated the absorption coefficient of samples. Weobtained that equation of absorption coefficient is A (water) = 0.0014t – 0.4608;R2 = 0.9184, A (salt solution) = 0.0015t – 0.4589; R2 = 0.8886 and A (sulphuricacid) = 0.0017t – 0.4532; R2 = 0.780. We calculated that the rate of corrosion forwater, salt solution and sulphuric acid is 0.0014 gr/cm2/day, 0.0015 gr/cm2/dayand 0.0017 gr/cm2/day respectively. The result shows the rate of corrosioncaused by sulphuric acid larger than corroded by salt and water. In addition, therates of corrosion of iron depend on interval time of corroding iron plate andmedia of corrosion. Another factor which may be related to rate of iron corrosionsuch as temperature, humidity and concentration of media of corrosion should beconsidered for next future.
Pemanfaatan Survey GPS Geodetik untuk Pengamatan Deformasi Inter-seismik Setelah Satu Dekade Kejadian Gempa Bumi Bengkulu 2007 (Mw 8.4) di Daerah Bengkulu Bagian Utara Ashar Muda Lubis
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.4.1.2021.1-10

Abstract

Penelitian siklus gempa bumi sangat penting yang meliputi fase co-seismik, post-seismik dan inter-seismik untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati deformasi inter-seismik di daerah Bengkulu bagian utara setelah satu dekade kejadian deformasi post-seismik gempa bumi Bengkulu 2007 (Mw 8,4) dengan menggunakan pemantauan Global Positioning System (GPS). Pengambilan data GPS dilakukan pada 5 titik pengamatan yaitu titik BNTL, IPUH, SBLT, MURI dan KTHN selama tahun 2018-2020. Data GPS tersebut diolah menggunakan perangkat GAMIT/GLOBK. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa setelah lebih 10 tahun kejadian gempa bumi tahun 2007 (Mw 8,4), daerah Bengkulu bagian utara saat sekarang mengalami fase inter-seismik dalam siklus gempa bumi yang ditandai dengan deformasi inter-seismik pada 5 stasiun GPS. Vector pergerakan pada ini kelihatan seragam dengan kecepatan rata-rata 20 mm/tahun menuju arah timur laut, sesuai dengan pergerakan relatif plate tektonik Indo-Australia terhadap Eurasia. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa tidak terlihat deformasi co-seismik akibat dari 285 gempa bumi dengan kekuatan 4.0 dari bulan Januari 2018 sampai November 2020 di daerah Bengkulu bagian utara. Untuk keperluan mitigasi dan perencanaan wilayah, maka perlu dilakukan penelitian yang kontinu serta menambah titik pengamatan GPS dalam rangka pemetaan kawasan pengumpulan stress maupun pengeluaran energy melalui gempa bumi di Bengkulu.
STUDI RANDOM ERROR PADA PENGUKURAN MIKROTREMOR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PERHITUNGAN Vs30 DAN KETEBALAN SEDIMEN Ashar Muda Lubis; Muttaqin Muttaqin; Rida Samdara
Instrumentasi Vol 45, No 2 (2021)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v45i2.255

Abstract

Telah dilakukan penelitian random error pada pengukuran mikrotremor dengan peralatan PASI MOD GEMINI 2 SN-1405. Pada penelitian ini juga dikaji implikasi perbedaan hasil perhitungan frekuensi dominan () dan amplifikasi situs () pada pengukuran mikrotremor terhadap kecepatan rata-rata gelombang geser hingga kedalaman 30 m (Vs30) dan ketebalan sedimen (h ) untuk pengklasifikasian jenis tanah. Pengambilan selama 2018-2019 telah dilakukan untuk memperoleh 100 hari data mikrotremor dengan durasi selama 30 menit di Kota Bengkulu. Kurva-kurva H/V telah dianalis untuk mendapatkan nilai-nilai dan . Pada penelitian ini diperoleh ketelitian pengukuran yang sangat baik untuk dan  dengan persentase kesalahan pengukuran <1%. Secara statistik, nilai-nilai dan yang diperoleh mememuhi fungsi distribusi normal. Hasil penelitian ini memiliki implikasi dan dampak terhadap estimasi nilai Vs30 dan h dimana meskipun pengambilan data dilakukan pada tempat yang sama dengan kondisi geologi yang juga sama, akan tetapi memberikan variasi yang signifikan terhadap nilai Vs30 karena pengaruh range nilai dan . Sebagai akibatnya perkiraan klasifikasi tanah pada suatu tempat yang sama didaptkan berbeda. Kedepan pengukuran mikrotremor untuk suatu stasiun memerlukan pengukuran yang berulang sehingga interpretasi klasifikasi tanah didapatkan lebih tepat dan akurat karena dapat mengungkap hasil yang sebenarnya.
Studi Arus Sejajar Pantai dan Variasi Arus Laut Terhadap Kedalaman di Daerah Perairan Pantai Pasar Palik, Bengkulu Utara Ashar Muda Lubis; Rani Lestari; Rio Saputra; M Hasanudin; Edi Kusmanto
Jurnal Kelautan Nasional Vol 17, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.473 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v17i1.10102

Abstract

Kajian arus sejajar pantai serta variasi arus kedalaman telah dilakukan di wilayah pesisir Pantai Pasir Palik dimana daerah ini merupakan salah satu wilayah pesisir yang paling rawan terhadap abrasi pantai di Provinsi Bengkulu Utara. Pengumpulan data arus laut beserta arahnya pada tiga lokasi berbeda dilakukan pada 6 - 8 November 2018 dengan menggunakan peralatan RCM Seaguard Aanderaa. Untuk mengetahui keberadaan arus sejajar pantai, data arus pada dua lokasi dianalisis dengan current rose. Data arus dari lokasi ketiga juga telah dianalisis untuk mempelajari variabilitas arus terhadap kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus rata-rata pada lokasi 1 adalah 7,1 cm/s, dan lokasi 2 adalah 12,4 cm/s. Arah arus di lokasi 1 dan lokasi 2 dominan ke arah tenggara dan selatan-tenggara. Selain itu, variasi arus terhadap kedalaman di daerah pesisir Pantai Pasir Palik telah diamati baik besaran maupun arahnya dengan kecepatan arus rata-rata setiap kedalaman berkisar antara 12,55-44,35 cm/s. Arah dominan arus laut yang teramati sejajar dengan garis pantai, menunjukkan keberadaan arus sejajar pantai di daerah Pantai Pasar Palik, Lais, Bengkulu Utara. Fenomena ini mungkin berhubungan dengan peristiwa abrasi pantai di sepanjang pantai karena arus sejajar pantai dapat menyebabkan erosi dan mengalirkan sedimen ke arah tenggara dan selatan-tenggara menuju Kota Bengkulu.
STUDI FREKUENSI KRITIS (foF2) PADA LAPISAN IONOSFER YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GEMPA BUMI DI SEGMEN MENTAWAI TAHUN 2010-2015 Ashar Muda Lubis; Mawaddah Mawaddah; Afrizal B.; Halauddin Halauddin; Zainal Abidin
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.722 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v22i2.717

Abstract

Telah dilakukan kajian frekuensi kritis (foF2) lapisan F ionosfer untuk mencari apakah perubahan/anomali foF2 pada lapisan ini berhubungan dengan kejadian gempa bumi di segment Mentawai Sumatera Barat sehingga dapat digunakan sebagai prekusor gempa bumi dalam order harian. Untuk itu data ionogram pada waktu 2005-2015 yang merupakan hasil pengamatan ionosonda tipe Frequency Modulation Continous Wave (FMCW) di stasiun Kototabang, Kabupaten Agam, Sumatra barat, kemudian data aktivitas geomagnetik melalui indeks Disturbance Storm Time Index (DST) dan data aktivitas matahari (sunspot number) telah digunakan. Sementara itu sebanyak 37 kejadian data gempa bumi (Mw > 5,5) di wilayah Mentawai yang berasal dari USGS digunakan untuk mengkaji anomali foF2 terhadap kejadian gempa bumi selama 14 hari sebelum gempa bumi terjadi. Hasil pengamatan secara umum memperlihatkan terdapat anomali foF2 pada selang 14 hari sebelum terjadinya gempa bumi. Kemunculan foF2 tersebut dapat diduga sebagai indikasi sebagai aktivitas pre-seismic dalam kulit bumi pada 37 kejadian gempa bumi di wilayah Mentawai, meskipun kadang-kadang aktivitas geomagnet dan aktivitas matahari terlihat berpengaruh anomali foF2. Oleh karena itu diperlukan kajian lanjutan untuk menguji korelasi antara anomali foF2 dan kejadian gempa bumi secara statistik.
IDENTIFIKASI SUDUT PERGERAKAN SESAR SUMATRA DI SEGMEN MUSI KEPAHIANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK Ashar Muda Lubis; Devika Christina Butarbutar; Suhendra Suhendra
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v20i2.543

Abstract

Salah satu segmen yang aktif di sesar Sumatra adalah segmen Musi yang berada di Kabupaten Kepahiang. Pada segmen ini telah terjadi gempa bumi yang besar pada tahun 1979 dengan kekuatan Mw = 6,0 dan tahun 1997 dengan kekuatan Mw = 5,0. Hal ini mungkin dapat terjadi dimasa yang akan datang, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk meneliti tingkat akumulasi energi di segmen ini. Tingkat akumulasi energi berhubungan dengan  geometri sesar, yang salah satu geometri sesar adalah sudut (dip) pergerakan sesar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sudut (dip) pergerakan sesar di segmen Musi menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Penelitian  dilakukan pada 4 lintasan, untuk setiap lintasan mempunyai panjang lintasan 480 m dengan jarak spasi antara  elektroda sepanjang 10 m dan menggunakan 48 buah elektroda. Setiap lintasan pada penampang dapat dilihat nilai kontras resistivity yang menunjukkan keberadaan sesar. Setiap lintasan diperoleh sudut (dip) yang terbentuk akibat pergerakan sesar sebesar  Tetapi, pada lintasan keempat diperoleh sudut  yang tidak signifikan, karena memperoleh kontras resistivity yang kurang jelas, sehingga sulit untuk menentukan sudut (dip) pergerakan sesar. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menentukan sudut (dip) pergerakan sesar pada segmen Musi menggunakan seismik Refleksi. 
Analysis of Land and Sea Temperatures Trend During 1985-2021 Period to Understand Local or Global Warming Effect in Bengkulu City Arya J Akbar; Ashar Muda Lubis
Indonesian Review of Physics Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/irip.v5i1.6073

Abstract

Global warming is a phenomenon where the earth's temperature rises drastically. The temperature increase causes negative impacts on the environment globally. Bengkulu City, Indonesia, is situated with a growing population and land-use change that may cause temperature rise. This research aimed to analyze the temperature change in the land and sea area of Bengkulu City. To understand the local or global factors influencing temperature changes in Bengkulu City, we also studied the correlation between land and sea temperatures. The temperature data were obtained from BMKG and NOAA PSL. Firstly, we analyzed the temperature trendlines for the last 36 years. Then we evaluated the coefficient determination (R2) value to determine the correlation between sea and land temperatures. The results show that during the last 36 years, the sea temperature is increased by 0.40 °C, while the land temperature is increased by 1.07 °C. Moreover, we found a relatively weak correlation between sea and land temperature, with a 10.7% correlation. We argued that the increased temperature in Bengkulu City land is associated with land change use and rising population in the last few decades, which means the local factor affected the land temperature changes. On the other hand, global phenomena (IOD and ENSO) influenced sea temperature changes, which means the global factor affected the sea temperature changes. The rising land temperature is relatively high; hence it is necessary to understand better what parameters are causing temperature changes that may affect the physical environment in Bengkulu, Indonesia.