Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dimensi Policy Network dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kecamatan XIII Koto Kampar, Provinsi Riau Lubis, Ema Fitri; Sujianto; Febri Yuliani; Auradian Marta
PUBLIKA : Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 11 No. 2 (2025): Publika : Jurnal Ilmu Administrasi Publik
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jiap.2025.23810

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Minapolitan area development policy in Koto Mesjid Village, XIII Koto Kampar, Riau Province, through a policy network approach. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The results show that the Minapolitan policy involves actors from various sectors: government, community, private sector, NGOs, and academics. This study uses Van Waarden's seven dimensions to examine policy networks, including: actors, which include individuals and groups with an interest in the policy-making process. The second indicator concerns the role of actors in the policy network. The third indicator, structure, examines the patterns of relationships between the actors involved. The fourth indicator, institutionalization, is assessed as the organizing institution or organization. The fifth indicator, rules of behavior, concerns the procedural and behavioral constraints on actors. The sixth indicator, power relations, is related to collaboration in actor interactions, and the seventh indicator, actor strategies, refers to the methods used to achieve goals. The findings show that even though a collaborative network has been formed, there are still obstacles in terms of unequal power distribution, a lack of cross-sectoral network institutionalization, and a low level of understanding of technical policy rules at the local level. This study concludes that in order to achieve the goals of integrated and sustainable Minapolitan area development, it is necessary to strengthen institutional synergy, increase the capacity of local actors, and restructure policy networks in an inclusive manner.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Yang Produktif Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Pada Bank Sampah Maju Bersama Zubaidah, Evi; Ramailis, Neri Widya; Lubis, Ema Fitri; Aulia, Humayra; Ferianata, Lilis
Madaniya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1699

Abstract

Bank sampah merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga yang bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Bank Sampah Maju Bersama yang berlokasi di RT.02 RW.12 Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Bank sampah ini tergolong baru berdiri dan masih menghadapi beberapa permasalahan utama, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah produktif, jumlah nasabah yang masih terbatas akibat kurangnya informasi mengenai keberadaan bank sampah, serta minimnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan penimbangan dan pencatatan sampah. Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui observasi lapangan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat berbasis komunitas, serta pemberian fasilitas pendukung bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, mengenai pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, penyediaan papan nama bank sampah serta sarana prasarana penunjang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung tertib administrasi pengelolaan bank sampah. Kegiatan PKM ini diharapkan mampu mendorong keberlanjutan Bank Sampah Maju Bersama sebagai sarana pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Penguatan Kelembagaan LKD Berbasis Participatory Governance untuk Mendukung Tata Kelola Desa Berkelanjutan di Bandur Picak Kabupaten Kampar Rahyunir Rauf; Sri Maulidiah; Nina Yuslaini; Fitrisia Munir; Ema Fitri Lubis; Khairul Rahman
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1767

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bandur Picak Kabupaten Kampar dilaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalahan mitra, yaitu keterbatasan kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dalam memahami peran, fungsi, dan kedudukan sebagai mitra pemerintah desa dalam tata kelola pemerintahan desa. Solusi yang ditawarkan tim PKM adalah penguatan kapasitas melalui serangkaian tahapan kegiatan yang terstruktur meliputi ; survei sosialisasi, penyuluhan, monitoring dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu; Metode Rapid Rural Appraisal (RRA), Metode Participatory Rural Appraisal (PRA), Metode Action Research (AR). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas anggota LKD sebesar 72% berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terutama pada aspek pemahaman fungsi kelembagaan, tata kelola organisasi, dan partisipasi dalam pembangunan desa. Selain itu, tingkat keterlibatan masyarakat dalam forum musyawarah desa meningkat dari 55% menjadi 84% setelah pelaksanaan program. Kegiatan ini juga berhasil membangun komitmen kolaboratif antara pemerintah desa dan LKD dalam penyusunan program pembangunan desa yang lebih partisipatif dan transparan. Temuan ini menunjukkan bahwa model penguatan kelembagaan berbasis partisipatif dan kolaboratif mampu meningkatkan profesionalitas LKD sebagai mitra strategis pemerintah desa sekaligus memperkuat tata kelola desa yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya memberikan dampak praktis bagi masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan model pemberdayaan kelembagaan desa berbasis participatory governance