Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

TINGKAH LAKU IKAN BUBARA (Caranx ignobilis) TERHADAP LAMA WAKTU PERENDAMAN UMPAN Abdul F Rahawarin; Haruna Haruna; Agustinus Tupamahu; Stany R. Siahainenia; Kedswin G. Hehanussa
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p80-85

Abstract

Umpan merupakan faktor penting pada perikanan pancing. Pemahaman tingkah laku dan respon makan ikan menjadi bagian penting untuk mengetahui efektivitas penggunaan umpan. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikani pola reaksi ikan kuwe (C ignobilis) terhadap perlakuan umpan, dan menganalisis pengaruh lama waktu perendaman umpan dan waktu pengamatan terhadap respon C ignobilis. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan. Umpan yang digunakan adalah potongan daging ikan cakalang. Sampel ikan C ignobilis sebanyak 5 ekor (TL 29-30 cm). Data penelitian meliputi waktu respons makan ikan terhadap umpan masing-masing adalah umpan tidak di rendam, umpan direndam 1 jam dan (C) umpan direndam 2 jam yang dilakukan secara acak pada pagi hari (jam 07.30-09.30) dan malam hari (jam 21.00-23.00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga fase dalam proses C ignobilis memangsa umpan meliputi fase appearance, approach, dan attack. Respons makan C ignobilis terhadap potongan umpan cakalang secara parsial pada pagi hari dan malam hari tidak berbeda (P>0,05). Terdapat perbedaan respons makan C ignobilis lebih cepat pada kondisi waktu pagi hari dibandingkan pada malam hari (P<0,05).
PERBEDAAN UKURAN SERO TANCAP TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN KAITETU, MALUKU TENGAH Rahmawati Jaariyah; Haruna Haruna; Stany R. Siahainenia; Selfi Sangadji; Anthonius Sakliressy
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p74-79

Abstract

Sero tancap merupakan alat tangkap tradisional terbuat dari bambu dan kayu. Alat tangkap sero tancap tergolong dalam trap dengan memanfaatkan tingkah laku ikan yaitu feeding migration, spawning migration dan hal-hal lain seperti adanya periode pasang surut. Sero tancap pada kondisi perairan seperti di depan ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan perairan pesisir memiliki topografi dan isodepth yang khas. Perbedaan ukuran sero dan karaketeristik perairan mengindikasikan perbedaan hasil tangkapan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui karakteristik kedalaman perairan diareal sero tancap dan perbedaan hasil tangkapan di Perairan Kaitetu. Pengukuran kedalaman perairan di areal kedua sero dengan metode zig zag dengan menggunakan perahu motor tempel setiap 30 detik dengan memotret data kedalaman (feet) dan posisi pada display fish finder dan GPS. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan software surfer 8 berbasis Windows untuk membuat kontur isodepth. Perbedaan hasil tangkapan digunakan analisis non parametric (Uji Kruskal Wallis). Hasil penelitian menujukkan bahwa perbedaan dimensi ukuran sero tancap disebabkan karena isodepth lebih berhimpit pada areal pemasangan sero tancap 2 yang lebih kecil ukurannya pada kedalaman 5-10 meter daripada sero tancap 1 pada kedalaman 0-10 meter. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil tangkapan pada kedua sero tancap.
POLA PERTUMBUHAN DAN UKURAN PERTAMA KALI TERTANGKAP IKAN CAKALANG YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) AMBON Haruna Haruna; Debora A. Kayadoe; Jacobus B. Paillin; Abraham M. O. Sabandar
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p12-18

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan dan menganalisis produksi, distribusi ukuran, pola pertumbuhan dan ukuran pertama kali tertangkap Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di pelabuhan perikanan nusantara PPN Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi hasil tangkapan armada pancing tonda dan pukat cincin yang menangkap ikan cakalang dan didaratkan di PPN Ambon selama penelitian berfluktuasi. Ukuran Gross Ton untuk kapal pancing tonda berkisar antara 16-28 GT dan kapal pukat cincin masing-masing berukuran 28 GT dan 99 GT. Distribusi ukuran panjang ikan cakalang antara 28,9-71,5 cmFL dengan bobot 0,108-8,255 kg. Kisaran ukuran panjang ikan yang dominan berada pada kisaran pada 37,0-41,0 cmFL dan 47,0 - 51,0 cmFL. Pola pertumbuhan ikan cakalang di tiga bulan penelitian november, desember, dan januari bersifat allometrik negatif, sedangkan bulan pebruari bersifat allometrik positif. Ukuran panjang pertama kali tertangkap oleh alat tangkap pancing tonda 45,3 cm dan purse seine 51,9 cm.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap pendapatan Rumah Tangga Nelayan (Rtn) Di Pesisir Teluk Ambon Selfi Sangadji; Ruslan H. S. Tawari; Kedswin G. Hehanussa; Agustinus Tupamahu; Barbara G. Hutubessy; Haruna Haruna; Arlisa P. Sihombing
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p31-39

Abstract

Pandemic Covid-19 yang melanda dunia mengakibatkan terkendalanya kegiatan ekonomi termasuk usaha dibidang perikanan tangkap. Kebijakan pemerintah terkait PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan protokol kesehatan yang mengharuskan menjaga jarak akibatpandemi Covid-19 mengakibatkan banyak usaha penangkapan ikan yang mengalami kerugian berupa turunnya ekspor komoditas perikanan dan terputusnya rantai pemasaran (Mardhia, 2020), serta terbatasnya operasi penangkapan ikan dan mobilitas distribusi hasiltangkapan ikan oleh nelayan. Hal yang sama juga terasa oleh rumah tangganelayan yang mendiami pesisir Teluk Ambon, baik dari segi persepsi terhadap pemberlakuan pembatasan operasi penangkapan ikan maupun dari segi pendapatan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak Pandemi Covid-19 terhadap pendapatan Rumah Tangga Nelayan dan persepsi nelayan di pesisir Teluk Ambon. Penelitian ini dilakukan selama 4bulan yakni pada bulan Februari- Mei 2021. Penelitian ini berlokasi di Pesisir Teluk Ambon, tepatnya di 3 (tiga) Desa pesisir yakniDesaRumah Tiga, DesaHativeBesar,dan Desa Laha. Metode pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara (Agung, 2012). Untuk mengetahui dampak pandemi Covid19 terhadap pendapatan rumahtangga nelayan dan persepsi nelayan dianalisis menggunakan metode deskriptif (Hidayat, 2012; Sugiyono, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- factor yang penyebab perubahan pendapatan rumah tangga nelayan pada saat pandemi Covid-19 di Kecamatan Teluk Ambon adalah adanya pengurangan frekuensi melaut, penurunan harga hasil tangkapan dan berubahnya distribusi hasil tangkapan dimana hasil perbandingan pendapatan rumah tangga nelayan sebelum dan pada saat pandemic covid-19 menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga nelayan mengalami penurunan pada saat pandemi covid-19 dibandingkan dengan pada saat sebelum pandemi covid19, masing-masing pada nelayan mini purse seine sebesar32%, pada nelayan pancing tonda sebesar 37%, pada delayan pancing ulur sebesar 23%, dan nelayan jaring insang sebesar 21%.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR DAN JARING INSANG HANYUT DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Kedswin G. Hehanussa; Agustin W. Tupamahu; Haruna Haruna; Frentje D. Silooy; Selfi Sangadji; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p57-64

Abstract

Proses tertangkapnya ikan pada mata jaring insang sangat berkaitan dengan desain dan konstruksi jaring yang berpengaruh pada efisiensi jaring insang. Perbaikan selektifitas jaring insang diperlukan informasi karakteristik hasil tangkapan meliputi komposisi hasil tangkapan ikan setiap ukuran mata jaring, komposisi ukuran panjang dan proses tertangkap (terjerat) pada setiap ukuran mata jaring. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar dan jaring insang hanyut yang dioperasikan di Teluk Ambon Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Ambon Dalam (TAD) pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Secara Keseluruhan total jumlah hasil tangkapan pada jaring insang dasar sebanyak 13 Individus yang di dominasi oleh ikan Samandar, Salmaneti, Kerong-kerong, Bubara dan Gorara, sedangkan jaring insang hanyut sebanyak 15 jenis individu di dominasi oleh ikan tatari taruri, puri, kawalinya dan tola, serta cara ikan tertangkap pada kedua jaring insang dominan secara gilled.
Combination of Bait and Shelter use on the Effectiveness of Trap Buton Catch Results in the Waters of Malaku village, North Seram. Kedswin Gerson Hehanussa; Haruna haruna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.32576

Abstract

Coral reef ecosystems serve as vital habitats for various economically valuable fish species. One of the widely used fishing methods by traditional fishermen is bottom fish traps, whose effectiveness is influenced by various operational factors. This study aimed to analyze the effect of combining bait and coconut leaf shelters on the catch effectiveness of Buton fish traps. The research was conducted from September to November 2024 in the waters of Wahai Village, Malaku Hamlet, North Seram District, Central Maluku, using an experimental fishing method with four treatments: control trap (without bait or shelter), baited trap, shelter-only trap, and trap with both bait and shelter. The results showed that the highest number of fish was caught in the control trap (117 individuals or 38.49%), followed by the trap with bait and shelter (77 individuals or 25.33%), baited trap (65 individuals or 21.38%), and shelter-only trap (45 individuals or 14.80%). The Kruskal-Wallis statistical test based on catch quantity revealed a significant difference (H-value = 19.94557 > H-table = 7.814728, p < 0.05), while catch weight showed no significant difference. These findings suggest that fish social interaction and natural behavior play a more crucial role in trap effectiveness than the presence of bait or shelter alone. 
IMPLEMENTASI RUMPON RAMAH LINGKUNGAN (BIODEGRADABLE FAD) SEBAGAI SOLUSI EKOLOGIS PADA PERIKANAN TUNA Haruna Haruna; Simon Tubalawony; Agustinus Tupamahu; Kedswin Gerson Hehanussa
PAKEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.6.2.176-185

Abstract

Tanjung Air Panas Hamlet, Tulehu Village, is one of the traditional tuna fisheries centers using hand line fishing gear located on the eastern coast of Ambon Island. In fishing practices, local fishers utilize conventional fish aggregating devices (FADs), which are mostly made of synthetic materials such as plastic and nylon nets. The use of these materials has the potential to contribute to marine pollution and is less supportive of sustainable marine ecosystem management. This community service activity aimed to introduce and implement environmentally friendly fish aggregating devices (biodegradable FADs) made from locally available natural materials such as bamboo, coconut leaves, and rattan. The implementation methods included socialization, training on FAD construction, technical assistance, and evaluation using a Likert-scale questionnaire to assess fishers’ level of understanding, technical skills, and attitudes toward the introduced technology. The activity involved two groups of tuna hand line fishers with a total of 25 participants who took part in the entire program. The evaluation results showed that the average scores of the indicators ranged from 4.1 to 4.8 (good to very good category). Fishers’ understanding of the concept of environmentally friendly FADs obtained an average score of 4.6, technical skills in assembling and installing FADs ranged from 4.2 to 4.3, and fishers’ willingness to shift from synthetic-material FADs to natural-material FADs obtained a score of 4.7. These results indicate a positive response from fishers toward the implementation of environmentally friendly FADs, particularly in terms of knowledge, technical skills, and ecological commitment. The application of biodegradable FADs has the potential to serve as an environmentally friendly fishing technology alternative and support sustainable tuna fisheries management in Tulehu waters.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DEMERSAL YANG TERTANGKAP DENGAN BUBU DI PERAIRAN NEGERI WASSU KABUPATEN MALUKU TENGAH Jacobus Bunga Paillin; Haruna Haruna; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p27-32

Abstract

Bubu adalah alat penangkap ikan yang bersifat pasif yang digunakan sebagai jebakan oleh nelayan dan dipasang secara tetap sehingga memudahkan ikan masuk dan sulit untuk ikan keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan demersal, keanekaragaman jenis dan keseragaman jenis ikan demersal di perairan Negeri Wassu Kabupaten Maluku Tengah. Dari hasil penelitian ini secara keseluruhan ikan yang tertangkap sebanyak 24 jenis. Pada lokasi muka labuang tertangkap 18 jenis dan lokasi amalua tertangkap 19 jenis. Nilai keanekaragaman jenis “Shanon-Wiener” (H’) pada lokasi muka labuang sebesar 2,59, sedangkan pada lokasi amalua sebesar2,67. Nilai keseragaman (Evenness Indices) pada lokasi muka labuang sebesar 0,90 sedangkan pada lokasi amalua sebesar 0,91.
KINERJA EKONOMI DAN STRUKTUR BIAYA USAHA PERIKANAN BAGAN PERAHU DI TELUK PIRU, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Haruna Haruna; Frentje Dusyan Silooy; Richard I.R. Tuasuun; Centia Vilya Ch Salhuteru
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 10 No 1 (2026): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/papalele.2026.10.1.81

Abstract

Usaha bagan perahu merupakan salah satu kegiatan perikanan tangkap di Teluk Piru yang memiliki karakteristik teknis, struktur biaya, dan produktivitas berbeda antarunit usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya dan kinerja ekonomi serta membandingkan produktivitas dan efisiensi ekonomi usaha bagan perahu. Penelitian dilaksanakan pada April–Juni 2026 menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan komparatif terhadap dua dari empat unit bagan perahu yang aktif beroperasi. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara terstruktur dengan periode referensi usaha satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usaha kedua unit didominasi oleh BBM dan perawatan dengan kontribusi gabungan lebih dari 75% terhadap total biaya. Produktivitas Bagan A mencapai 224,40 kg/trip, lebih tinggi dibandingkan Bagan B sebesar 193,03 kg/trip. Bagan A menghasilkan keuntungan Rp516,93 juta/tahun, R/C 3,47, ROI 260,98%, dan biaya produksi Rp3.775/kg, sedangkan Bagan B menghasilkan Rp324,14 juta/tahun, R/C 2,85, ROI 193,40%, dan biaya produksi Rp3.935/kg. Produksi aktual kedua unit berada di atas BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua unit memiliki kinerja ekonomi positif, dengan Bagan A relatif lebih produktif dan efisien.