Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL DI DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP Novira Kusrini; Rini Sulistiawati; Imelda Imelda; Yeni Hurriyani
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.713 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v2i2.2058

Abstract

Program kemandirian pangan merupakan program aksi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian dengan tujuan untuk mengurangi rawan pangan dan gizi melalui pendayagunaan sumber daya, kelembagaan dan kearifan lokal pedesaan. Kegiatan IbDM (Ipteks bagi Desa Mitra) berlokasi di Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap. Mitra kegiatan ini yaitu kelompok PKK, kelompok mitra perikanan dan pemilik usaha gula merah. Fokus kegiatan yaitu pada tahap pertumbuhan dengan melakukan pengembangan usaha kelompok. Bentuk kegiatannya meliputi: 1) Pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan perubahan pola pikir masyarakat dan aksesibilitas pangan, 2) Pengembangan usaha melalui peningkatan teknologi pengolahan, dan 3) Pengembangan sistem ketahanan pangan melalui pembangunan sarana cadangan pangan masyarakat. Realisasi pelaksanaan kegiatan meliputi: 1) Pendidikan tentang kesehatan dan pemanfaatan pangan lokal (umbi-umbian), 2) Pelatihan bercocok tanam dengan metode hidroponik, 3) Penyuluhan mengenai teknik pengolahan hasil perikanan dan pengemasan hasil produk olahan perikanan, 4) Introduksi teknologi olahan perikanan, 4) Perbaikan rumah produksi gula merah, serta 5) Peningkatan kualitas produksi gula merah melalui perbaikan kemasan.
Supply Chain Performance Measurement Using the Scor Model: a Case Study at PT. Perkebunan Nusantara IV Regional V Muhammad Ihsan; Maswadi Maswadi; Imelda Imelda
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 5 No. 03 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisplin Indonesia (JIM-ID), March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to measure the supply chain performance of PT. Perkebunan Nusantara IV Regional V located in Ngabang District, Landak Regency. The research was conducted purposively over one month with a population of 97 employees, all of whom were included as the sample (census sampling). Data were collected through observation, structured questionnaires, interviews, and documentation review. The analysis employed the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model combined with the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results indicate that the company’s supply chain performance falls into the excellent category, with a final score of 99.83. All five SCOR processes Plan, Source, Make, Deliver, and Return operate effectively and efficiently. Deliver and Return achieved the highest performance, while Plan and Make showed relatively lower scores, mainly due to challenges in yield prediction and production capacity adjustments. The findings also reveal that priority weights do not always correspond directly to performance outcomes. Overall, the company’s supply chain operates optimally, although improvements are still needed in planning and production aspects.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MARKETING MELALUI SOSIAL MEDIA UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK GAPOKTAN Eva Dolorosa; Imelda Imelda; Rakhmad Hidayat; Siti Sawerah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26203

Abstract

Abstrak: Minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan teknologi digital dan pemasaran online dapat menghambat petani dalam memasarkan produk pertanian secara efektif. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Gapoktan JUT dan Sepakat dalam menggunakan digital marketing melalui platform seperti TikTok shop dan Facebook marketplace. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Mitra kegiatan adalah Gapoktan JUT di Desa Sungai Duri II dan Gapoktan Sepakat di Desa Semudun, dengan kehadiran peserta sebanyak 48 orang. Evaluasi dengan menggunakan angket menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang digital marketing sebesar 30%, dengan 82% peserta merasakan kemudahan dalam mempraktikkannya. Meskipun 18% peserta masih mengalami kesulitan, namun pemahaman yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemasaran dan potensi penjualan produk pertanian di masa depan.Abstract: The lack of adequate knowledge and skills in using digital technology and online marketing can hinder farmers from effectively marketing agricultural products. This activity aims to enhance the understanding and skills of Gapoktan JUT and Sepakat members in utilizing digital marketing through platforms like TikTok Shop and Facebook Marketplace. The methods used include socialization, education, and hands-on practice with participants. The partners involved were farmer group JUT in Desa Sungai Duri II and farmer group Sepakat in Desa Semudun, with participant attendance 48 people. The evaluation with questionnaire showed a 30% increase in knowledge about digital marketing, with 82% of participants finding it easy to practice. Although 18% of participants still faced difficulties, the improved understanding is expected to enhance marketing effectiveness and the potential sales of agricultural products in the future.
Mitigating Production Risk in Aloe Vera Farming on Peatlands: An Analysis of Input Factors in North Pontianak, Indonesia Riki Riyansah; Dewi Kurniati; Imelda Imelda
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 6, ISSUE 2, 2025: JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/jaj.v6i2.33484

Abstract

Indonesia has extensive peatland areas that play an important role in national agricultural production. Still, farming on peat soils is often constrained by high production risks caused by low soil fertility, acidity, and unstable structure. Aloe vera is one of the leading horticultural commodities in Pontianak and has high economic value; however, its cultivation on peatlands is increasingly threatened by fluctuating yields and land conversion. This study analyzes the level of production risk in aloe vera farming on peatlands and identifies key factors that influence this risk. Using primary data from 81 farmers selected through saturated sampling, production risk was measured using the Coefficient of Variation (CV). In contrast, factors affecting production and its variability were examined using the Cobb–Douglas production function with the Just Pope approach. Results show that aloe vera farming on peatlands has a low production risk (CV=20.3%). Labor and seedlings significantly increase production, while manure plays a crucial role in reducing production risk. The finding that manure contributes substantially to risk reduction provides practical insights for peatland management and can serve as a key recommendation for improving the sustainability of aloe vera farming in North Pontianak District.