Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penyuluhan Pemanfaatan Media untuk Penguatan Sinergitas Penanggulangan Kemiskinan Daerah Hastjarjo, Sri; Wahyunengseh, Rutiana Dwi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 2 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i2.4377

Abstract

Pemanfaatan media Sosial oleh pemerintah daerah perlu dikuatkan di era tata kelola pemerintahan berbasis digital. Salah satu aspek penting adalah penguatan ketrampilan birokat menuliskan pesan dalam media sosial yang bersifat soft message, sehingga menarik untuk publik. Karakter birokrasi terbiasa formal, kaku, terbiasa dengan bentuk kalimat perintah, dan struktural. Sebaliknya media sosial memiliki karakter egaliter, persuasif, provokatif. Dua hal yang berbeda karakter ini dituntut menyatu di era industri 4.0. Solusi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi publik di era 4.0 adalah meningkatkan ketrampilan pemerintah beradaptasi dengan karakter media sosial. Oleh karena itu PKM ini merancang penyuluhan kepada OPD di Kota Magelang supaya memanfaatkan media sosial dengan optimal untuk kebijakan penanggullangan kemiskinan. Metode PKM menggunakan prinsip transfer pengetahuan dan ketrampilan dari tim PKM kepada aparatur pemerintah kota Magelang. Metode dilakukan memenuhi aspek KAP (kognitif, dafektif, psikomotorik), dengan bentuk (a) diseminasi informasi; (b) Pelatihan; (c) Pendampingan; (d) Monitoring dan evaluasi. Hasilnya aparatur pemerintah kota mendapatkan pengetahuan tentang: (a) prinsip-prinsip budaya mendengar melalui posting isu kemiskinan di media sosial; (b) prinsip-prinsip budaya melayani dalam menanggapi komentar masyarakat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat, terutama atas suara dari kelompok rentan yang cenderung voiceless. Kegiatan ini melembagakan model “New media governance”, yaitu pemanfaatan media sosial untuk mendukung implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan berdasarkan asas kemitraan, pemberdayaan masyarakat, evidence based, integratif, dan keberlanjutan.
Institutional approach to the implementation of disaster safe education units: A literature review on Indonesian early childhood education Rohmah, Putri Adibatur; Wahyunengseh, Rutiana Dwi; Mulyadi, Asal Wahyuni Erlin
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-athfaal.v91.30341

Abstract

Background: Disaster preparedness education in early childhood education (ECE) remains underexplored despite Indonesia’s high disaster risk. Objective: This study analyzes the implementation of Disaster-Safe Education Units (SPAB) in Early Childhood Education (PAUD) in Indonesia using an institutional theory perspective, focusing on coercive, mimetic, and normative pressures. Methods: This study applies a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA protocol. Data were collected from Scopus and Google Scholar databases for 2021–2025. Four studies met the inclusion criteria and were analyzed qualitatively based on institutional pressure dimensions. Results: SPAB implementation in PAUD is mainly driven by coercive pressures through regulatory frameworks, especially Minister of Education Regulation No. 33 of 2019. Mimetic pressures remain limited due to the absence of replicable best-practice models, while normative pressures are weak because of insufficient teacher capacity and limited disaster risk reduction training. Consequently, SPAB implementation tends to be administrative and not fully integrated into pedagogical practices. Conclusion: The imbalance of institutional pressures creates a “compliance without commitment” phenomenon in SPAB implementation. Strengthening pilot models, teacher capacity building, and multi-stakeholder collaboration is necessary to support sustainable disaster preparedness in early childhood education.
Ecopreneurship: Mengubah Sampah Menjadi Berkah Wahyunengseh, Rutiana Dwi; Suharto, Didik Gunawan; Nurhardjadmo, Wahyu; Haji, Son
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.53216

Abstract

Sampah setiap hari bertambah dan sudah menimbulkan masalah karena keterbatasan kapasitas mengolah. Produksi sampah di Kota Surakarta masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 303.819 kg per hari. Perempuan, salah satu aktor produsen sampah terbesar, karena aktivitas domestik.  Di sisi lain, perempuan, potensial sebagai pengolah sampah bernilai ekonomi.  Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini mengamankan dua tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs);  membantu perempuan menghasilkan produk bernilai ekonomi dari limbah sampah, dan mengurangi produksi sampah. Metode yang dipakai adalah persuasuif, edukatif, dan partisipatif.  Hasil dari pelatihan ini menambah pemahaman peserta tentang (i) mengapa perlu mengurangi sampah, (ii) bagaimana mendaurulang sampah menjadi produk yang layak jual; (iii) menghasilkan sampel craft sebagai contoh produk. Peserta yang terlibat tidka hanya perempuan, tetapi juga laki-laki. Testimoni pserta di akhir pelatihan menunjukan bahwa kegiatan ini bermanfaat, membangun kesadaran agen perubahan mengurangi sampah.  Seluruh peserta berhasil menyelesaikan penugasan dalam pelatihan ini. Dari pelatihan ini peserta juga dibekali dengan peralatan dasar untuk melanjutkan karya di rumah, berupa mesin lem tembak, gunting, dan pola dasar. Pelatihan ini a berkontribusi memperlengkapi ketrampilan bagi pasukan pengolah sampah menjadi berkah.Kata kunci : sampah, daur ulang, ecopreneurship, sustainable development goals, tujuan pembangunan berkelanjutan
Pseudo-Effectiveness in Regional Labor Policy: Evaluating Bureaucratic Dynamics of Job Placement Program Implementation in Klaten Punto Bilowo; Rutiana Dwi Wahyunengseh; Rina Herlina Haryanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58877

Abstract

This study evaluates the effectiveness of regional labor policy by identifying the bureaucratic factors that influence the implementation of the Job Placement Program (PTK) at the Department of Industry and Labor of Klaten Regency. In practice, however, the program has struggled to achieve its strategic goals of reducing poverty and unemployment, as high levels of administrative activity have not translated into actual job placements for program participants. Employing a case study design with a single embedded unit of analysis, the research investigates the bureaucratic "black box" using the theoretical frameworks of Grindle and Jones. Primary data were gathered through in-depth interviews with policy actors at the Department of Industry and Labor, industrial partners, and program participants, while secondary data were sourced from official strategic plans, budget documents, and standard operating procedures. The analysis follows an interactive model involving data condensation, display, and gap analysis. The findings reveal a phenomenon of pseudo-effectiveness, where the regional labor policy appears successful at an administrative level but fails to facilitate meaningful formal employment for its participants. This implementation gap is primarily driven by a misalignment between vocational training curricula and industrial needs, institutional weaknesses such as the absence of regional training centers, and procedural inefficiencies in information distribution. The study concludes that successful regional labor policy requires a more responsive bureaucratic system that aligns worker qualifications with local market demands. These results provide critical insights for regional governments to shift from procedural compliance toward substantive economic outcomes for the community.
Innovation and Collaboration for Inclusive Sustainable Development: A Thematic Analysis of Social-Political Research Groups Rutiana Dwi Wahyunengseh; Didik Gunawan Suharto; Firya Qurratu'ain Abisono; Yuyun Sunesti; Sri Hastjarjo; Andriko Sandria
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v20i1.93654

Abstract

The background of this study is the complex challenges of sustainable development in the era of globalization and digitalization, which require innovative solutions through cross-sectoral collaboration. The research problem centers on how the research ideas of Research Groups at FISIP Universitas Sebelas Maret contribute to transforming innovation and collaboration to strengthen policies and governance for sustainable development. This study aims to explore the transformation of innovation and collaboration in the context of sustainable development based on a thematic analysis of various research conducted by research groups in the Faculty of Socialand Political Sciences at Universitas Sebelas Maret. The main focus is to identify and analyze how technological innovation, community empowerment, and good governance contribute to development goals. Thematic analysis from Social and Political Research Groups was used, involving data collection through document analysis. The findings indicate that integrating digital technology, enhancing digital literacy, and adaptive governance are crucial for promoting inclusive and sustainable development. Additionally, collaboration among various stakeholders, both locally and internationally, has proven to be effective in addressing environmental and socialchallenges. Social and Political Research Groups have also highlighted the importance of cultural preservation in maintaining local identity and fostering community participation in development. Practical and strategic recommendations are provided for governments, educational institutions, and communities to implement effective innovation and collaboration to achieve development goals. The theoretical contribution of this research adds examples of research outcomes usingthematic analysis from collections of studies in specific academic fields.
Ketegangan Geopolitik dan Perubahan Kebijakan (Studi Discourse Network Analysis pada Kasus Kebijakan Kenaikan Suku Bunga BI Tahun 2022) Muhamad Abdul Haqqi; Rutiana Dwi Wahyunengseh
Wacana Publik Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v5i1.88140

Abstract

Meningkatnya tensi geopolitik global akibat Konsekuensi ekonomi dari perang Rusia dengan Ukraina menjadikan tantangan baru di tengah ketidakpastian dan ketidakstabilan perekonomian global. Hal ini berimplikasi pada melonjaknya harga pangan, energi, sampai mempengaruhi kondisi kestabilan perekonomian negara seperti suku bunga acuan. Diimplementasikannya perubahan kebijakan kenaikan suku bunga bunga BI menjadi langkah pertama yang diambil pemerintah dalam mengatasi ketidakpastian kondisi yang terjadi sekarang.  Dalam hal ini, konsep Dynamic Governance serta peran dinamis para aktor pemerintahan dan non-pemerintahan menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan yang semakin disruptif dan penuh ketidakpastian. Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan Dynamic Governance dalam menciptakan kebijakan yang dinamis dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis jejaring wacana (Discourse Network Analysis). Pengumpulan data diambil dari sumber media berita online (Kompas.com dan tempo.co) tentang konten terkait suku bunga BI pada bulan Agustus-Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat aktor pemerintahan yang melakukan wacana secara komprehensif mengenai aktualisasi konsep dynamics governance dalam perubahan kebijakan kenaikan suku bunga BI. Kebijakan publik yang diputuskan oleh pemerintah perlu dilandasi dengan kajian ilmu yang lengkap agar tepat sasaran dan perlu mensinergitaskan para aktor karena sangat penting dalam proses monitoring kebijakan dan disisi lain juga agar memiliki paradigma yang sama dalam perubahan kebijakan kenaikan suku bunga BI.
Pengarusutamaan Kemiskinan Dalam Dokumen Perencanaan Penggunaan Anggaran Desa di Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten Muhammad Emeraldo Zidane; Rutiana Dwi Wahyunengseh
Wacana Publik Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v4i1.89080

Abstract

Kemiskinan pedesaan masih menjadi masalah di Indonesia. Menyikapi itu, Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya salah satunya dengan pengalokasian Dana Desa. Sebagai bagian dari mekanisme, pemerintah menyusun perencanaan dalam bentuk dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Kecamatan Trucuk merupakan kecamatan dengan penyumbang angka kemiskinan tertinggi di Kabupaten Klaten. Perkembangan penurunan kemiskinan di Kabupaten Klaten dapat dikatakan baik di wilayah solo raya bahkan mencatatakan penurunan tertinggi. Atas dasar tersebut, penelitian ini ingin melihat perencanaan penggunaan anggaran desa terfokus pada aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa-desa Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan analisis isi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Ciri penganggaran pro-poor digunakan untuk menganalisis data yang ada. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan studi dokumen, data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan analisis isi dan dibandingkan dengan data wawancara melalui metode Triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa penganggaran pro-poor pada masing-masing desa terfokus pada bidang infrastruktur, jaminan sosial, serta kesehatan. Tidak selarasnya program di RKPDes dan APBDes disebabkan oleh keterbatasan anggaran serta pergeseran prioritas program. Kemudian hal yang menjadi penghambat dalam upaya penanggulangan kemiskinan desa setidaknya disebabkan oleh 3 faktor yaitu data yang tidak akurat, anggaran yang terbatas, serta budaya masyarakat.
Klasterisasi Peran Aktor dalam Wacana Pajak Karbon Indonesia: Analisis Jejaring Wacana pada Media Berita Daring Ivan Aditya; Rutiana Dwi Wahyunengseh
Wacana Publik Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v6i1.109514

Abstract

Penelitian ini menganalisis klasterisasi peran aktor dalam wacana pajak karbon Indonesia pasca penundaan implementasi dari 2022 ke 2026. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan Discourse Network Analysis, studi ini mengkaji 160 artikel dari Detik, Katadata, dan Kompas. Data dianalisis melalui Discourse Network Analyzer dan visOne. Hasil menunjukkan struktur klaster aktor yang jelas: pemerintah sebagai pusat, klaster pendukung (pemerintah, lembaga riset) yang menekankan keberlanjutan dan insentif ekonomi, serta klaster penentang (industri, sebagian LSM) yang menyoroti biaya dan kesiapan infrastruktur. Temuan menggarisbawahi pentingnya strategi inkremental, koordinasi lintas sektor, dan komunikasi efektif untuk meningkatkan legitimasi dan kesiapan implementasi kebijakan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika aktor dalam pembentukan kebijakan pajak karbon di Indonesia.