Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ESTIMASI PARAMETER COX SEMIPARAMETRIC HAZARDS MODEL DENGAN METODE EFRON PADA DATA TERSENSOR KANAN TEDY MACHMUD; LA ODE NASHAR; DINA FAKHRIYANA; LA ODE SABRAN
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.394-405.2021

Abstract

Salah satu kendala yang sering dihadapi pada penelitian survival adalah adanya data tersensor. Jika data tersensor dihilangkan, maka akan terjadi bias. Pengolahan data tersensor dapat dilakukan dengan Cox Semiparametric Hazards model. Pada penelitian ini, digunakan data tersensor kanan yang dianalisis dengan Cox semiparametric hazards model, yang parameternya diestimasi dengan metode Efron. Pada penelitian ini dilakukan studi kasus dengan menganalisis Hazard rasio terjadinya diabetik retinopati pada pasien diabetes tipe juvenile dan tipe adult. Setelah melakukan stratifikasi jenis mata yang dilakukan treatment, diperoleh risiko terjadinya retinopati pada penderita diabetes tipe adult 0.678 kali dari penderita diabetes tipe juvenile. Artinya, risiko terjadinya diabetik retinopati pada penderita diabetes tipe adult 0.322 kali lebih besar dari penderita diabetes tipe juvenile.Kata Kunci: Cox Semiparametric Hazards model, Data tersensor Kanan, Metode Efron
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Articulate Storyline Materi Statistika dan Peluang Kelas VIII SMP Tedy Machmud; Sartika Sartika; Novianita Achmad
Vygotsky : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.079 KB) | DOI: 10.30736/voj.v4i2.497

Abstract

Melalui tahapan pengembangan model ADDIE peneliti merancang suatu media pembelajaran menggunakan software Articulate Storyline pada materi Statistika dan Peluang. Kelayakan media dilihat oleh dua aspek yaitu aspek kevalidan dan kepraktisan. Hasil analisis menunjukkan validasi ahli media dan ahli materi memperoleh rata-rata persentase berturut-turut 86,25% dan 92,27% yang dikategorikan “sangat valid”. Selanjutnya dari hasil uji coba diperoleh respon positif dari guru dan siswa dengan rata-rata persentase sebesar 79,35% dan 93,20% yang dikategorikan “praktis dan sangat praktis”. Rata-rata persentase untuk kedua aspek ini sebesar 87,77% yakni kategori sangat efektif, sehingga media pembelajaran matematika ini layak untuk diimplementasikan di kelas.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SEPRIANSYAH PAPUTUNGAN; TEDY MACHMUD; ALI KAKU
Damhil Education Journal Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.518 KB) | DOI: 10.37905/dej.v1i2.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk  mendapatkan informasi tentang kemampuan pemecahan masalah matematis dari peserta didik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan model pembelajaran langsung ditinjau dari Motivasi belajar  siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian treatment by level 2 x 2 dilaksanakan di kelas X SMA  Negeri 2 KOTAMOBAGU semester genap tahun ajaran 2018-2019. Data penelitian diperoleh dari instrumen berbentuk tes, yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan motivasi belajar siswa. Analisis data untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan Analisis Varians Dua Jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran langsung, (2) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, (3) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang dibelajarkan dengan model Think Pair Share (TPS) lebih tinggi daripada model pembelajaran langsung, (4) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang dibelajarkan dengan model pembelaran kooperatif tipe Think Pair Share lebih rendah daripada model pembelajaran langsung.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Pada Materi Segitiga Indriany A Kadir; Tedy Machmud; Kartin Usman; Nancy Katili
Jambura Journal of Mathematics Education Vol 3, No 2: September 2022
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jmathedu.v3i2.16388

Abstract

This study aims to describe the mathematical creative thinking skills of SMP Negeri 1 Dungaliyo students on triangle material using descriptive methods. The subjects of this study were the seventh-grade students of SMP Negeri 1 Dungaliyo in the odd semester of the 2020/2021 academic year, as many as 27 students. The instrument used in this study was a test to obtain data on mathematical creative thinking skills and interviews to complement and strengthen the information derived from giving tests on triangle material that had been empirically validated. To see students' mathematical creative thinking skills, 4 indicators are used, namely 1). Smoothness (fluency); 2) Dexterity (flexibility); 3). Authenticity (authenticity); 4). Details (description). The data analysis technique used in this research is percentage analysis. Based on the data obtained for indicators of skill (fluency) of 50.93%, flexibility (flexibility) of 46.14%, originality of 33.33%, and details (elaboration).
Deskripsi Disposisi Matematis Mahasiswa pada Mata Kuliah Kalkulus 1 Tedy Machmud; Rinaldi A Pusi; Khardiyawan A Y Pauweni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.347 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1486

Abstract

Disposisi matematis adalah salah satu aspek afektif yang perlu diperhatikan dalam proses perkuliahan, sebab disposisi matematis juga dapat menunjang keberhasilan belajar dalam mengikuti perkuliahan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan disposisi matematis mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Kalkulus 1 di Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian melibatkan mahasiswa pendidikan matematika yang berjumlah 47 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket, yang didampingi dengan observasi partisipatif. Disposisi matematis dilihat dari 6 indikator yaitu: (1) Percaya diri; (2) Kegigihan dan Ketekunan; (3) Fleksibel; (4) Minat dan Keingintahuan; (5) Refleksi; (6) Apresiasi. Data dianalisis secara kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata disposisi matematis mahasiswa sebesar 69,57% yakni dengan kategori sedang. Persentase jumlah mahasiswa program studi pendidikan matematika dengan tingkat disposisi matematis yang tinggi, sedang dan rendah berturut-turut adalah 14,89%, 68,09% dan 17,02%.Mathematical disposition is an affective aspect that needs to be developed and improved during lectures because mathematical disposition can support learning success in attending lectures. This study aims to describe the mathematical disposition of Mathematics Education students in the Calculus 1 course at the State University of Gorontalo. The subjects of this study were students of mathematics education, amounting to 47 students. The instrument used is a questionnaire, which is accompanied by participatory observation. To measure the mathematical disposition of mathematics education students in the calculus 1 course, it can be seen from 6 indicators, which are: (1) Confidence; (2) Persistence and Perseverance; (3) Flexible; (4) Interests and Curiosities; (5) Reflection; (6) Appreciation. Data were analyzed quantitatively in the form of percentages. The results showed that in general the average mathematical disposition of students was 69.57%, namely in the medium category. The percentages of students in the mathematics education study program who have high, medium, and low levels of mathematical disposition are 14.89%, 68.09%, and 17.02%, respectively.
Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Dewi Fatmawaty Une; Sarson W.Dj Pomalato; Tedy Machmud
Jambura Journal of Mathematics Education Vol 4, No 1: Maret 2023
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jmathedu.v4i1.18206

Abstract

The study's objective was to determine the effect of the mathematical communication abilities of students after applying the cooperative learning model type two stay two stray and direct learning on students' initial mathematical abilities. This quasi-experimental research uses a treatment-by-level research design. The study was conducted at SMA State 1 Wonosari Senior High School in the odd semester of the 2022-2023 academic year with a sample of 72 students in class XI. While the data were obtained from instruments in the form of essay and multiple-choice tests that each are intended to test students' mathematical communication abilities and initial mathematical abilities. Further, the data analysis used a Two-way Analysis of Variance to test the study hypothesis. The findings revealed that: 1) Students who are taught with the TSTS learning model have higher mathematical communication abilities than those who are taught with the direct learning model; 2) There is an interaction effect between learning models and initial mathematical abilities on students' mathematical communication abilities; 3) Students with high initial mathematical abilities who are taught with the TSTS learning model have higher mathematical communication abilities than those who are taught with the direct learning model; 4) Students with poor initial mathematical abilities who are taught with the TSTS learning model have lower mathematical communication abilities than those who are taught with the direct learning model.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Asmini Mahadi; tedy machmud; Khardiyawan A.Y. Pauweni
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v11i1.13834

Abstract

The study's goal was to see how the cooperative learning model STAD type aided by interactive learning media in terms of students' understanding of mathematical concepts in algebra material at SMP Negeri 1 Suwawa. With 25 students per class were determined using the experimental research post-test only control group design with two classes as a research sample and simple random sampling. As a result, students' ability to understand mathematical concepts in the STAD type cooperative class is higher than in the control class's direct learning model. This is demonstrated by the mean value of students' ability to understand mathematical concepts in the STAD type cooperative model class, which is 70.36 compared to 63.48 in the control class. The inferential analysis using the t test revealed that H0 was rejected because tcount = 1.916 > ttable = 1.68. To summarize, the ability of students' concepts in the STAD type cooperative model class assisted by articulate storyline media is greater than in the direct learning model class.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Menggunakan Model PBL Dengan Berbantuan Multimedia Interaktif Pada Materi Luas Dan Volume Kubus Dan Balok Maryam Suleman; Yamin Ismail; Tedy Machmud; Majid Majid
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.917

Abstract

Penelitian yang dipakai adalah Penelitian Deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan pemecahan masalah pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satap Tabongo yang dimana analisis soal yang diberikan. sampel yang terdapat dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa. Teknik yang digunakan dengan memberikan soal tes uraian luas dan volume kubus dan balok pada siswa sehingga dari jawaban siswa tersebut akan dianalisis berdasarkan indicator kemampuan pemecahan masalah. untuk mengukur bagaimana bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa digunakan 4 indikator, antara lain : (1) Kemampuan memahami masalah, (2) Kemampuan membuat rencana pemecahan masalah, (3) Kemampuan melaksanakan rencana pemecahan masalah, (4) Kemampuan menafsirkan hasil yang diperoleh. Hasil penelitian ini kategori cukup dengan presentase 55,73%. Selanjutnya untuk hasil setiap indicator : indicator 1 mencapai kategori tinggi dengan presentase 68,54%, indicator 2 mencapai kategori tinggi dengan presentase 69,38%, indicator 3 mencapai kategori rendah dengan presentase 36,94%, dan indicator 4 mencapai kategori sangat rendah dengan presentase 8,75%.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF “CERMAT” BERBASIS ANDROID PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS Tedy Machmud; Tahmid Wijaya; Kartin Usman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7265

Abstract

Penggunaan media dalam pembelajaran matematika dimaksudkan untuk mengakselerasi pemahaman konsep matematis siswa yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan hasil belajarnya. Melalui penelitian ini dikembangkan suatu multimedia pembelajaran matematika berbasis android “Cermat” pada materi Koordinat Cartesius, yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan model ASSURE yang diadopsi untuk pengembangan media pembelajaran. Tahapan model ASSURE terdiri dari 6 tahapan yaitu Analyze learners characteristic, State objectives, Select technology, media and materials, Utilize technology, media and materials, Require learner participation, dan Evaluation and revise. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Bone Bolango. Berdasarkan hasil penilaian validator ahli media dan ahli materi masing-masing memperoleh skor rata-rata kevalidan 3,84 kategori sangat valid dan 3,09 valid. Persentase hasil analisis uji keterbacaan mencapai 89,74% dengan kriteria sangat baik. Untuk uji coba multimedia mendapatkan hasil respon siswa dengan persentase 85,66% kategori sangat positif sedangkan untuk evaluasi media oleh guru meraih skor rata-rata keseluruhan 3,58 kategori sangat praktis. Hasil tes belajar matematika siswa menunjukkan ketuntasan sebesar 77,77% kategori efektif, sehingga multimedia pembelajaran matematika “CerMat” layak diterapkan di kelas
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL ACCELERATED LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF Sitria Jemin; Tedy Machmud; Lailany Yahya
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v5i1.446

Abstract

This research aims to improve students’ mathematical problem solving abilities in quadratic equation material through an accelerated learning model assisted by interactive media. This classroom action research was conducted at SMP Negeri 8 Gorontalo City for the 2023/2024 academic year. The research subjects were 25 students in class IX-4. The data collection techniques used are observations and tests. This research lasted for 2 cycles. From the results of observations, teacher activities increased, from 67,31% in cycle I of 87,5% in cycle II with an increase 0f 20,19%. Furthermore, the results of observations of student activities increased, from 66,27% in cycle I to 85,41% in cycle II with an increase of 19,14%. Students’ mathematical problem solving abilities also increased from 56% in cycle I to 84% in cycle II with an increase of 28%. From the research above, it can be conclued that the accelerated learning model asissted by interactive media can improve students’s mathematical problem solving abilities in quadratic equation