Joyo Nur Suyanto Gono
Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 102 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 95 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

Pencitraan Presiden Jokowi di Surat Kabar (Analisis Framing terhadap pembentukan citra Presiden Jokowi di harian Koran Tempo dan Media Indonesia) Desy Kurniasari; Joyo NS Gono; Primada Qurrota Ayun; Taufik Suprihatini
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.106 KB)

Abstract

Joko Widodo (Jokowi) adalah presiden pertama yang mendapat penghargaan MURI, sebagai satu-satunya presiden yang mendapat syukuran terakbar dari rakyat. Sejak kemunculannya, sosok Jokowi selalu menarik perhatian publik, tidak terkecuali dengan isu-isu sensasional di masa seratus hari pertaman pemerintahannya. Polemik pemilihan Kapolri Budi Gunawan adalah salah satu kasus yang berhasil membuat situasi politik di Indonesia menjadi memanas. Kasus ini menuntut pembuktian eksistensi Jokowi sebagai pemimpin. Sikap yang ditempuh oleh Presiden Jokowi pada akhirnya akan menciptakan citranya di kalangan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji citra Presiden Jokowi dalam frame yang dikembangkan oleh media khususnya harian Koran Tempo dan Media Indonesia dalam kasus polemik pemilihan Kapolri yang terjadi pada 14 Januari- 20 Februari 2015 dalam membangun citra Presiden Joko Widodo di mata publik. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki dengan perangkat framing yang dapat dibagi kedalam empat struktur besar, yaitu sintaksis, skrip, tematik dan retoris.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberitaan yang disajikan oleh Koran Tempo mengenai Presiden Jokowi rata-rata menyudutkan Presiden Jokowi. Struktur sintaksis dan retoris Koran Tempo didominasi oleh berita-berita negatif yang menggambarkan bahwa Presiden Jokowi dipengaruhi kepentingan partai dalam menyelesaikan kasus pemilihan Budi Gunawan. Dalam menyiapkan materi konstruksinya, Koran Tempo cenderung menggunakan model bad news sehingga citra yang dimunculkan cenderung merugikan Presiden Jokowi. Sedangkan Media Indonesia, Presiden Jokowi digambarkan secara positif. Secara umum struktur sintaksis dan skrip di isi dengan pemberitaan positif terkait langkah Presiden Jokowi dalam menyelesaikan polemik pemilihan Kapolri. Media Indonesia cenderung menggunakan good news dalam membentuk citra Presiden Jokowi. Sehingga citra yang dimunculkan Media Indonesia cenderung menguntungkan Presiden Jokowi.
Persepsi Audiens tentang Kompetensi Public Speaking Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dalam Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kalangan Peserta Sosialisasi Ribka Minatisari Sekeon; M Yulianto; Agus Naryoso; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.542 KB)

Abstract

Prevention and Eradication of Illicit Drug Abuse dissemination activities undertakenby the Central Java BNNP basically aims to sensitize the public about the dangers of drug use. In this socialization certainly has a specific purpose and contains a lot of values andthings that would be submitted or implanted in the minds of the public. This study aimed to determine the audience's perception of the competence of public speaking officer in theCentral Java BNNP Prevention and Eradication of Illicit Drug Abuse socialization among participants sozialization. It is assessed by the audience became one of which was consideredideal or not by the audience. The theory used is the Communication Competency whichbasically refers to the speaker's ability to communicate effectively, means of communicationwill affect the audience, if the speaker has the competence: knowledge of the content of the message of public communication, motivation expressed communicator, non-verbal abilityand technical ability. Competencies that make the speaker assessed by the audience to raisethe audience's perception of the speaker who is considered to have a good competence as a speaker or not.This type of research is a descriptive study using a quantitative approach with surveyresearch methods. The sampling technique using nonprobability sampling with saturatedsample method. This study uses positivism paradigm. Data collection tool was a questionnaire with the use of questionnaires to respondents. Analysis of data usingdescriptive statistics to classify the answer in the form of mono table.Broadly speaking, the results of this study stated that the Central Java BNNP Officerscompetent in doing public speaking competence. However, there are still some shortcomingsof Officers BNNP Central Java, it is advisable to further establish a close relationship withthe audience, to adapt the communication with the audience, and the corresponding timemanagement. 
Pengaruh Terpaan Berita Negatif Joko Widodo di Media Massa dan Faktor Demografi (Usia, Jenis Kelamin, dan Tingkat Pendidikan) terhadap Citra Joko Widodo sebagai Presiden RI Asty Setiandini; Joyo NS Gono; Much Yulianto; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.365 KB)

Abstract

Since Joko Widodo was officially elected as Indonesia’s President on November 2014, the news about Joko Widodo often became headlines in various mass media such as prints, online, or television. However, some survey results showed that the news about Joko Widodo tend to be negative. This negative news could affect the image of Joko Widodo as a President in the eyes of the public. Although the mass media have the power to influence the image, the response given by public for every information they got from mass media was different. It is influenced by their demographical factors like age, gender, and educational level because those factors could determine how people accepting and processing the messages given by mass media. This is a quantitative research with explanative type, which aims to determine the effect of negative news exposure about Joko Widodo in mass media and demographical factors (age, gender, and educational level) toward Joko Widodo’s image as Indonesia’s President. The theories used in this research are The Theory of Dependency Mass Communication Effect and Social Category Theory. This research used a purposive non random sampling technique and taken a sample of 100 people in Semarang. The primary data was analyzed using hierarchical multiple regression with the help of SPSS program. The statistical calculations showed that there is a direct effect of negative news exposure about Joko Widodo in mass media toward Joko Widodo’s image as Indonesia’s President with significance score 0.000 (<0.05). Meanwhile, negative news exposure about Joko Widodo in mass media toward Joko Widodo’s image as Indonesia’s President through age and gender showed significance score 0.426 and 0.337 but through the educational level obtained significance score 0.049 (<0.05). The result showed that there is an effect of negative news exposure of Joko Widodo in mass media toward Joko Widodo’s image as Indonesia’s President through educational level but there is no effect through age and gender.
Fenomena Gitaran Sore Sore Di PRO TV Dalam Mendidik Masyarakat Yuanisa Meistha; Adi Nugroho; Hedi Pudjo Santosa; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.605 KB)

Abstract

Sebagai sebuah acara hiburan yang mendidik, program acara “Gitaran Sore Sore” di ProTVdirasakan masih kurang mampu menarik minat masyarakat, khususnya di kalangan pelajar danmahasiswa sebagai targetnya. Hal ini dibuktikan walaupun Kota Semarang yang merupakan kotapelajar, namun animo pelajar dan mahasiswa untuk menonton acara “Gitaran Sore Sore” tergolongmasih rendah. Hasil survey suaramerdeka.com menegaskan fenomena yang serupa. Mengacufenomena di atas, peneliti tertarik untuk meneliti “mengapa acara Gitaran Sore Sore di ProTVkurang mampu menarik minat masyarakat?.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikeunikan acara “Gitaran Sore Sore” di ProTV sehingga kurang mampu menarik minat masyarakat.Permasalahan penelitian di atas didekati melalui social learning theory dan model uses andgratification, di mana salah satu fokus dasarnya adalah adanya asumsi bahwa menarik tidaknyasuatu acara sangat tergantung dalam perseptual dan fokus dari penerima pesan. Model uses andgratification menekankan bahwa audiens akan cenderung mengkonsumsi suatu acara di mediamassa apabila sesuai dengan kepentingannya dan memperoleh kepuasan dari aktivitas konsumsiyang dilakukan terhadap media massa. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian, makatipe deskriptif analitis yang digunakan, karena tujuan penelitian deskriptif analisis adalah untukmembuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifatpopulasi atau daerah tertentu. Narasumber yang digunakan sebanyak 5 (lima) orang yangdianggap mengetahui masalah penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui: 1) Terjadi penurunan minat menonton yang cukupsignifikan pada program acara yang edukatif dan menghibur di Pro TV, seperti; Made In Indonesia,Gitaran Sore Sore, Jejak Jelajah Wisata, Bio7 dan Cooking Show Dimarco, di mana pada saatyang sama mengalami penurunan pemasukan iklan, khususnya di tahun 2013 dan 2014. Kebijakanperubahan strategi programming yang kurang kondusif bagi segmentasi pasar yang dilakukanProTV diduga merupakan aspek dan faktor penting, yaitu sebagai determinasi pokok terhadapminat menonton ProTV; 2) Langkah strategis berupa perubahan strategi programming ke arahacara yang lebih edukatif dan menghibur yang ternyata belum mampu meningkatkan minatmenonton, dapat dijelaskan dengan uses and gratification model yang mengidentifikasi segmentasidan target audience-nya sebagai salah satu informasi dalam menentukan format dan programacara yang disajikan, melakukan berbagai promo on air dan off air, di samping urgensi tentangperlunya melakukan monitoring terhadap pasar; 3) Program–program yang ditayangkan ProTVseperti; Gitaran Sore-Sore, dan program in house yang ditayangkan cukup memberikan imagestation Pro TV karena sesuai dengan segmentasi dan target audience-yang dibidiknya, walaupunsecara kuantitatif belum mampu meningkatkan minat menonton secara umum; 4) Perluasan pasaryang dilakukan ProTV yang diikuti dengan program– program yang lebih variatif beserta segalastrategi programming-nya ini mampu meningkatkan audience share ProTV yang berimbas pulapada meningkatnya pendapatan melalui iklan karena rating yang tinggi.Keywords: Gitaran Sore Sore, Program acara hiburan yang Mendidik.
Pengaruh Terpaan Program Consumer Relations dan Persepsi Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasn Pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero) Azalea Puspa Sessarina; Agus Naryoso; Lintang Ratri Rahmiaji; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.349 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero), karena kepuasan pelanggan adalah salah tujuan utama yang ingin dicapai suatu organisasi perusahaan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe penelitian eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah warga kota Semarang yang berusia 25 – 55 tahun dan merupakan pelanggan Listrik Pintar yang pernah terlibat dalam program consumer relations PT PLN (Persero). Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan responden sejumlah 50 orang. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda.Pengujian hipotesis terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero) menunjukkan hasil pengaruh yang signifikan. Dari hasil penelitian dinyatakan bahwa terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero) sebesar 92,6%, sedangkan sisanya 7,4% dipengaruhi oleh variabel lainnya.Hasil uji pengaruh antar variabel menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen, yaitu terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yaitu kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero). Maka hasil ini dikatakan sesuai dengan kedua teori yang digunakan yaitu Two-Way Symetric Model dan The Expectancy Disconfirmation Model.Hal ini bermakna bahwa terdapat hubungan antara terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero) dengan pengaruh yang besar. Pengaruh lainnya dapat disebabkan oleh faktor lain seperti terpaan program Community Social Responcibility (CSR) dan Corporate Publicity PT PLN (Persero).
MAKNA IDENTITAS FANS KLUB SEPAK BOLA (CHELSEA INDONESIA SUPPORTERS CLUB) Ika Adelia Iswari; Triyono Lukmantoro; Turnomo Rahardjo; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.857 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sekelompok orang yang memiliki kesamaan visi dan misi yang cenderung untuk bergabung ke dalam suatu lingkaran. Lingkaran tersebut diwujudkan dengan terbentuknya suatu komunitas. Komunitas fans klub sepak bola merupakan hal yang biasa ditemui di lingkungan kita. Bermulai dari kegemaran dengan olahraga sepak bola kemudian munculnya keinginan untuk mengenal lebih dalam klub sepak bola yang didukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana individu bisa memutuskan untuk bergabung ke dalam lingkungan yang baru dan bertemu dengan orang-orang baru dan bagaimana individu tersebut membentuk identitas dirinya yang pada awalnya hanya merupakan penggemar sepak bola menjadi salah satu supporter klub sepak bola tertentu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang merujuk pada paradigma interpretif dan tradisi fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sintalitas Kelompok, Teori Perbandingan Sosial, dan Teori ERG (Existence, Relatedness, Growth) dan konsep identitas diri. teknik analisis data kualitatif yang mengacu pada penelitian fenomenologi dari Clark Moustakas. Subjek penelitian ini adalah setiap orang (laki-laki dan perempuan) yang merupakan pendukung Chelsea, merupakan anggota komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan proses identitas sosial di dalam komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) yang dialami oleh setiap individu yang merupakan anggota komunitas terjadi karena banyak faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah keluarga, dan kelompok-kelompok sekunder seperti teman. Individu menginginkan adanya kesamaan visi dan misi yang menurut mereka akan memudahkan dalam berinteraksi. Proses pengambilan keputusan di dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh individu yang tergabung ke dalam komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) tidak selalu dipengaruhi oleh interaksi antar sesama individu di dalam komunitas. 
Efek Terpaan Iklan CRM (Customer Relationship Management) di Sosial Media, Branding Mazaya sebagai Make up Halal terhadap Tingkat Kepercayaan Konsumen Ambar Rakhmawati; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.406 KB)

Abstract

Perkembangan produk kosmetik di Indonesia semakin meningkat dari tahun ketahun. Dan salah satunya produk kosmetik di Indonesia adalah produk kosmetik daribrand Mazaya. Seiring jalannya waktu, perusahan berlomba memasarkan masing –masing produk dengan menggunakan iklan. Berbagai iklan mereka tayangkan untukmemberikan informasi produk yang mereka unggul kan. Selain itu para wanita lebihsering membuka media sosial dimanapun dan kapanpun. Hal ini membuat perusahaandari pihak Mazaya memasarkan produknya juga melalui iklan, tapi melalui mediasosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan iklan CRM(Customer Relationship Management) di media sosial terhadap tingkat kepercayaankonsumen dan pengaruh branding Mazaya sebagai make up halal terhadap tingkatkepercayaan konsumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah CognitiveRespons Model dan Attitude Change Theory. Peneliti mewawancarai mahasiswiFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip sebanyak 50 orang untuk mengisikuesioner penelitian. Analisis Kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalahregression linier analysisHasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikanterpaan iklan CRM (Customer Relationship Management) di media sosial terhadaptingkat kepercayaan konsumen , dimana hasil hipotesis didapatkan nilai sig sebesar0,015 lebih kecil dari 0,05 dan t hitung sebesar 2,515 lebih besar dari 2,010.Danmenujukan branding Mazaya sebagai make up halal terhadap tingkat kepercayaankonsumen terdapat pengaruh positif dan signifikan, dimana hasil pengujian didapatkannilai sig sebesar 0,008 lebih kecil dari 0,05 dan t hitung sebesar 2,763 lebih besar dari2,012. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang erat terpaan iklan CRM(Customer Relationship Management) di media sosial terhadap tingkat kepercayaankonsumen dan terdapat pengaruh erat juga
ANALISIS STRATEGIS PUBLIC RELATIONS ZENIUS DALAM UPAYA MEMBANGUN BRANDING SEBAGAI PLATFORM MITRA BELAJAR DARING Khansa Faadilah; Agus Naryoso; Joyo Nur Suyanto Gono
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zenius merupakan salah satu platform edukasi berbasis teknologi (edtech) pionir di Indonesia. Akan tetapi, Zenius masih kalah dengan start up edtech lainnya yaitu Ruangguru dalam hal pendanaan, jumlah pengguna, dan jumlah unduhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Public Relations Zenius dalam upaya membangun branding sebagai platform mitra belajar daring dengan menggunakan empat langkah Public Relations menurut Cutlip, Center, dan Broom. Hal tersebut meliputi aktivitas riset, perencanaan program, implementasi komunikasi, serta evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Terdapat tiga teori yang digunakan yaitu Teori Integrasi Informasi, Excellence Theory of Public Relations, dan Teori Manajemen Impresi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan wawancara dengan dua informan yang merupakan Public Relations Zenius. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu Public Relations Zenius melakukan tahap riset yang tergolong dalam secondary research secara terbatas, yakni dengan metode desktop research untuk membuat PR plan. Tahap perencanaan program yang mencakup penentuan peran Public Relations dalam membangun dan menjaga reputasi Zenius, penetapan goals yaitu menjadi top of mind dalam sektor edtech dan beberapa objective yang disesuaikan dengan business unit, stakeholders, dan target audiensnya, serta penyusunan strategi dengan menempatkan diri sebagai jurnalis, guna mendapat publisitas optimal. Tahap implementasi komunikasi dilakukan dengan menetapkan taktik sesuai strategi yang berfokus pada media, yaitu pengelolaan hubungan dengan media dan taktik-taktik yang dilakukan di media (news media) sehingga memiliki karakteristik yang paling sesuai dengan Public Information Model yang berfokus pada penyebaran informasi untuk meningkatkan awareness. Pada tahap evaluasi, Public Relations Zenius telah melakukan level preparation evaluation, implementation evaluation namun belum melakukan level ketiga yaitu impact evaluation.
Pengaruh Terpaan Promosi Vaksin dan Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Tingkat Pemahaman pada Vaksinasi Covid-19 Ahmad Firdaus Faza; Yanuar Luqman; Joyo Nur Suyanto Gono
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan promosi vaksin dan intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 pada masyarakat Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan populasi berusia 20 – 35 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan pernah mendapat terpaan promosi vaksin covid19. Sampel berjumlah 100 orang dengan teknik pengambilan sample yaitu probability sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh dari promosi vaksin terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 dengan nilai signifikansi 0,063, sehingga hipotesis pertama ditolak. Pada hipotesis kedua menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 dengan nilai signifikansi 0,001 dan koefisien regresi 0,438. Artinya semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin meningkat juga tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 seseorang.
KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING GURU DALAM MEMOTIVASI PRESTASI BELAJAR SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Reza Andriana Dewanti; Agus Naryoso; Joyo Nur Suryanto Gono
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distance Learning (PJJ) arises because of the Pandemi Covid-19, and in its implementation, PJJ is considered to reduce the motivation of student learning in Indonesia, seen from the impairment of academic grades of high school students in several schools in Indonesia. The role of the public speaking capability that teachers have is crucial, because if the teacher has a good public speaking capabilities in teaching, it will be able to increase the motivation of their students to study. But in reality, there are still many cases and assumptions about the public speaking ability of teachers who are still far from expectations, especially during this Distance Learning (PJJ) era, which can be one of the problems of education in Indonesia. This study aims to explain how the experience of teachers using public speaking skills in motivating student achievement during the Covid-19 pandemic, using qualitative methods and a phenomenological approach. Theory and concept used to support this research are the Rhetorical Theory and Persuasive Communication. The data collection method used was interviews and observation, with 6 informants consisting of 1 public and 1 private high school teachers, 2 state high school students, and 2 private high school students who were conducting teaching and learning activities, both online and face to face during the Covid-19 pandemic. The results of this study found that during Distance Learning (PJJ), the teacher's teaching load was indeed increased, but the experience of teachers using their public speaking skills in teaching during this pandemic as a whole has fulfilled all three rhetorical evidences from Aristotle, namely ethos, pathos, and logos. Each teacher in a school with different categories and conditions of students, in this case the superior and non-superior schools have different persuasive ways or approaches in teaching. The inhibiting factors for student learning motivation during the Covid-19 pandemic are the feeling of laziness, boredom, fatigue that appears when school is online, the lack of interaction between teachers and students, the influence of social media and games, and signal disturbances during school.
Co-Authors Abigail Betsy Eliasta Roos Abilangga . Adi Anggoro, Indra Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adydhatya Della Pahlevi Agus Naryoso Ahmad Firdaus Faza Aisyah Nur Iswahyudi, Farah Akbar, Bintang Alya Anwar, Rizqika Amanda Meipuspa Nusa Ambar Rakhmawati Anastasia Betsy Palupi Andhika Putra Nugraha Anggita Muti Arani Zulaikho Anike Puspita Yunita Aqila Nur Iswahyudi, Shima Ardani, Fransisca Arif Andhika, Wisnu Arifa Rachma Febriyani Arinda Putri Oktaviani Arma Ngabeti Asri Bryllianissa, Fadhilla Asty Setiandini Ayu Nabilla, Ayu Azalea Puspa Sessarina Bagas Satria Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Beta Himawan Putra, Beta Himawan Burhanudin Ilham Wibawa, Muhammmad Cokky _ Desy Kurniasari Dinda Dwimanda Wahyuningtias Djoko Setyabudi Dody Pradana Eryanto Elisabeth Putri Widasari Faradila, Sabna Fauzi, Aldi Fetiyana Luthfi Prihandini Feyza Syifa Ashila Fitriani Sholekha, Hillda Fitriyani, Putri Frieda Isyana Putri Gibran, Alvien Gofita Dharana Zenaislamey Novadhiyavast Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas S Hapsari Dwiningtyas S, Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hayu Pratiwi Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hidayat Putra, Syahida Alam Gitanjali Himawan, Hilmi Ika Adelia Iswari Ilman Mursid Andaru Irfan Zuldi Jan Khairuzzaman, Alief Khansa Faadilah Krisan Putri, Florentina Kurnia Primareta Langgeng Irma Salugiasih Lintang Ratri Rahmiaji Lovegi David Sanjaya, Lovegi David M Bayu Widagdo M Yulianto Madani, Ndaru Maharani Harris, Marsya Mateus Sianturi, Primus Miratus Sholekhah, Ana Much Yulianto Much Yulianto M.Si Much Yulianto M.Si, Much Yulianto Much. Yulianto Muhammad Aldien Priambodo Muhammad Raditya Dwi Adhyatma Muhammad Wahyu Rizki Waskita Nadia Hutaminingtyas Naufal Farid Jayendar Nicolas Handoko Raharjo, Nicolas Handoko Nisa Bela Dina, Nisa Bela Nur Shafira, Hana Nurhanatiyas Mahardika Nurist Surayya Ulfa Nurul Hasfi Octaviani, Averina Oithona Gracelia R. Hutabarat, Oithona Gracelia R. Otto Fauzie Haloho Pinondang Caroline, Andrea Primada Qurrota Ayun R. Milwanda Nadika S. Rachma Fitriani, Areta Radinda N Harahap Razan Fathantra, Ryan Renata Alma Ratu Nabila Reza Andriana Dewanti Ribka Minatisari Sekeon Rimadhani Putri Budiana Rindhianti Novita Sari Rizky Kusnianto Rumi Aulia Rahmanisa S Rouli Manalu Septiana Wulandari Suparyo Siti Hawa . Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Susi Santiaji Swasti Kirana Putri, Swasti Kirana Syafiq Muhammad Qualitoaji Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Triono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Umi Nafiatul Udkhiyah Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Widya K. Siahaan Wimala Wimardana Wiwid Noor Rakhmad Wiwied Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yolanda Christin, Urimiana Yosua, Christian Yuanisa Meistha Yunisa Wirastanti, Tiara Zakira, Tuhfah