Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

UNPACKING THE ECONOMIC SIGNIFICANCE OF MICE: EVIDENCE FROM DOMESTIC MICE TOURISM IN INDONESIA Addin Maulana; Ramadhan Pancasilawan; Entang Adhy Muhtar; Slamet Usman Ismanto
Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/iconmths.v2i1.785

Abstract

MICE has great potential as a driver of inclusive and sustainable economic growth, but the study is still limited. In fact, MICE is not just a tourism subsector, but a node of interaction between industries and regions. This study aims to measure the economic contribution of MICE domestic tourists to the Indonesian economy, both in terms of output, income, employment, and added value, as well as to evaluate sectoral linkages and spillover effects between regions. The methodology used is the Interregional Input-Output (IRIO) model, which tracks economic impacts sectorally and spatially. MICE travelers' spending is converted into a final demand vector, which is then used to calculate changes in output, income, labor, and added value at the provincial and sector levels. The results show that domestic MICE spending generated additional output of IDR 219.10 trillion, revenue of IDR 44.77 trillion, creation of 1.36 million jobs, and added value of IDR 122.75 trillion. The largest sectoral impact was felt in the accommodation, trade, land transportation, and food and beverage sectors. Spatially, provinces such as DKI Jakarta, East Java, and Bali received the greatest absolute benefits, while S.R. Yogyakarta, NTB, and Southeast Sulawesi recorded the highest percentage growth. These findings affirm the role of MICE as a lever for the national economy and a tool for regional equity. In conclusion, the MICE sector has demonstrated its role not only as a driver of economic growth but also as a catalyst for deeper regional economic integration. Recommendations include promoting policies that the impact of MICE is not only temporary, but also the foundation for inclusive and sustainable long-term economic growth.
Pengukuran Kinerja Anggaran Dengan Pendekatan Value for Money Aulia Isnaeni Zahra; Slamet Usman Ismanto
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 16 No. 2 (2024): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v16i2.632

Abstract

Pengukuran kinerja anggaran mempunyai peran penting dalam menilai sejauh mana penggunaan anggaran pada sektor publik telah memenuhi prinsip ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi masalah terkait beberapa kegiatan yang tingkat realisasi anggarannya tidak mencapai 100% selama tahun 2021-2023. Selain itu, pada tahun 2021, banyak realisasi kinerja di beberapa subkegiatan berada di bawah 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja anggaran Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari tahun 2021–2023. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan value for money yang menghitung tingkat ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Data yang digunakan meliputi data sekunder berupa dokumen Laporan Kinerja (LAKIN) dan Rencana Kerja (Renja) periode 2021-2023, serta data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomis mencapai rata-rata 96,27% selama periode 2021-2023, yang masuk dalam kriteria cukup ekonomis. Aspek efektivitas juga menunjukkan pencapaian yang positif dengan nilai rata-rata di atas 100%, memenuhi kriteria efektif. Namun pada aspek efisiensi, terdapat bendungan yang menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya, terutama dengan tingkat efisiensi di atas 100% pada tahun 2023 yang masuk dalam kategori tidak efisien. Kesimpulannya Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat telah menunjukkan kinerja anggaran yang baik dalam aspek ekonomi dan efektivitas, namun memerlukan perbaikan dalam aspek efisiensi. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategi dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran yang lebih optimal untuk memastikan tercapainya prinsip Value for money secara menyeluruh.
Pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) Pengajuan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Ratna Ayu Nuryanti; Slamet Usman Ismanto
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 16 No. 2 (2024): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v16i2.699

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Standard Operating Procedure (SOP) Pengajuan Perjalanan Dinas Dalam Negeri di PT Len Industri (Persero) guna meningkatkan pemahaman, efektivitas, dan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan. Metode yang digunakan yaitu action research (penelitian tindakan) dengan pendekatan kualitatif preskriptif. Temuan menunjukkan belum adanya prosedur yang berlaku terkait Pengajuan Perjalanan Dinas di Perusahaan, sehingga disusun purwarupa SOP berbasis flowchart. Pengembangan SOP dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pengumpulan informasi, penulisan SOP sesuai pedoman, dan reviu hasil penulisan SOP. Reviu SOP dilakukan secara berjenjang, melibatkan tiga kali reviu oleh staf Human Capital Services (HCS) dan satu kali oleh General Manager Human Capital Services (HCS). Tahapan pengesahan SOP yang diterapkan di Perusahaan memiliki keterlibatan dengan Divisi/Unit pembuat kebijakan, Business Process Management (BPM), dan Direksi. Sementara itu, pendistribusian SOP dilakukan melalui sosialisasi langsung serta digitalisasi di aplikasi Len-O, dengan penerapan mekanisme revisi kolektif untuk menjaga efektivitas SOP dalam operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan SOP berbasis flowchart nantinya dapat memberikan panduan yang lebih aplikatif dan mudah dipahami oleh seluruh pihak terkait, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi internal, serta meminimalkan potensi kesalahan dalam proses pengajuan perjalanan dinas.
Efektivitas Pemungutan Pajak Hiburan Oleh Bakeuda Kabupaten Purbalingga Tahun 2021 - 2023 Septiana; Slamet Usman Ismanto
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 16 No. 2 (2024): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v16i2.735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemungutan pajak hiburan oleh Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Purbalingga periode 2021–2023 dengan menggunakan teori efektivitas dari Makmur (2011). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tingkat efektivitas pemungutan pajak hiburan mengalami peningkatan dari 55% pada tahun 2021 menjadi 96% pada tahun 2023, masih terdapat beberapa tantangan seperti rendahnya kepatuhan wajib pajak, minimnya pengawasan, serta keterbatasan sumber daya manusia di Bakeuda. Selain itu, faktor eksternal seperti daya beli masyarakat dan persaingan wisata turut memengaruhi penerimaan pajak hiburan. Implikasi dari penelitian ini menggarisbawahi pentingnya intensifikasi sosialisasi kebijakan pajak, peningkatan pengawasan, dan penerapan teknologi untuk meningkatkan kepatuhan dan optimalisasi penerimaan pajak di Kabupaten Purbalingga.
Evaluation of BOSEH (Bike on the Street Everybody Happy) Program in Bandung City Aria Mahendra Chandra; Mudiyati Rahmatunnisa; Slamet Usman Ismanto
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v6i2.34123

Abstract

The bike sharing program in Bandung City known as "BOSEH" (Bike on The Street Everybody Happy) was adopted as a strategic step to address the increasingly complex urban transportation issues. After running for a period of six years, BOSEH has encountered several challenges that need attention, such as a decrease in registration numbers, a decline in the number of active shelters, and poor shelter conditions. These issues have the potential to hinder accessibility and comfort for BOSEH users, indicating the need for improvements in the management and maintenance of these shelters to function optimally. Based on evidence gathered through observation and document review, this research will evaluate the BOSEH program in Bandung comprehensively. The aim of this research is to identify the achievements of BOSEH, which will be evaluated using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) framework by Stufflebeam. This study applies a qualitative method with a case study approach to obtain rich and in-depth data through information collection from various sources, such as direct observation, interviews with stakeholders, and document analysis related to the BOSEH program. The results of this research show that the BOSEH program has been aligned with the identified needs in BUMP but faces challenges in implementation. To improve the effectiveness of the program, improvements in thorough planning, transparent budget allocation, infrastructure enhancement, and human resource quality are necessary, as well as improving shelter management, customer service, and promotional activities. Thus, BOSEH can have a more significant impact in creating the desired cycling culture and enhancing urban mobility in Bandung
IMPLEMENTASI PENGARUSUTAMAAN GENDER PADA PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA RESPONSIF GENDER DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER DI KOTA DEPOK Fausyi, Andi Esya Azisyah; Ismanto, Slamet Usman
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69420

Abstract

Penyediaan sarana dan prasarana publik yang responsif gender menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat daerah. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pengarusutamaan Gender pada penyediaan sarana dan prasarana responsif gender dalam mewujudkan kesetaraan gender di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kategori informan meliputi pihak pemerintah daerah, pelaksana teknis, dan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pengarusutamaan Gender di Kota Depok telah didukung oleh kebijakan daerah, struktur kelembagaan, dan komitmen pemerintah dalam mendorong penyediaan sarana dan prasarana yang mempertimbangkan kebutuhan perempuan dan kelompok rentan. Namun demikian, pelaksanaan kebijakan belum berjalan secara optimal karena masih terbatasnya pemahaman pelaksana di tingkat bawah, belum meratanya dukungan anggaran, dan perbedaan kapasitas antar pelaksana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pengarusutamaan Gender pada penyediaan sarana dan prasarana responsif gender di Kota Depok telah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan kapasitas pelaksana, pemerataan dukungan sumber daya, dan keberlanjutan implementasi agar dapat berkontibusi secara efektif dalam mewujudkan kesetaraan gender.  ABSTRACTThe provision of gender-responsive public facilities and infrastructure is essential for achieving gender equality, yet it still faces various challenges at the local level. This study aims to analyze the implementation of Gender Mainstreaming in the provision of gender-responsive infrastructure in Depok City. This study employs a qualitative approach, using observation, interviews, and document analysis. Informants were selected through purposive sampling, including local government officials, technical implementers, and community members. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that the implementation has been supported by policies, institutional structures, and government commitment. However, it remains suboptimal due to limited understanding among lower-level implementers, uneven budget allocation, and differences in capacity. Strengthening capacity and resource distribution is needed to improve implementation effectiveness.