Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Bus stop design strategy based on visual comfort level in Bandung City Kania, Nada Elfira Dwi; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Sudarisman, Irwan; Belasunda, Riksa
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 2 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2024 ~ Agustus 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i2.3187

Abstract

High sunlight and poor air quality in the city of Bandung affect the level of visual comfort. In designing bus stops, space is needed that has visual comfort so that the facilities are maintained and can function well. This research was conducted to determine visual comfort as measured using the Daylight Factor (DF) at bus stops in Bandung. The method used is a quantitative experiment using Drajmarsh and Ladybug software. To identify a bus stop design with stable visual comfort, analysis was conducted at various times and places. The results of the study are guidelines for creating publicly accessible spaces, such as bus stops, in Bandung that make utilization of natural light from the sun from morning to night. This light is crucial for visual information, thermal comfort, and building energy efficiency.
SWOT analysis for development strategy for Silamci natural tourism object facilities in Garut Sucia, Mentari; Belasunda, Riksa
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 1 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2024 ~ April 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i1.3276

Abstract

Natural tourism contributes significantly to GDP (gross domestic product) and is a major part of the Indonesian economy. In 2022, Indonesia ranked 32nd in the Travel and Tourism Development Index (TTDI), indicating a 3.6 percent rise in the GDP contribution of tourism. The adoption of the "new normal" during the COVID-19 epidemic led to the emergence of the road trip and micro tourism trends, in which travelers mostly select nearby locations that are accessible by private vehicle. Local visitors play a critical role in fostering the expansion of tourism in many locations. As a possible travel destination in Indonesia, Garut continues to attempt to diversify travel experiences by emphasizing amenities, accessibility, and attractions (3A). The tourist destination Silamci in Garut demonstrates how private ownership may have a big impact on an organization's ability to supply funding, infrastructure, and personnel as well as raise the standard of expert management. The objective of this study is to employ SWOT analysis to evaluate the state of the facilities as they stand and to identify areas for development. Through the results of field observations, interviews, questionnaire distribution, and comparison studies of related research items, qualitative methodologies were employed in the study. It was determined that enhancing the variety of facilities offered frequently constitutes the primary goal of Silamci's innovation development strategy. It is envisaged that enhancing the facilities' quality will serve as the cornerstone for raising Silamci's different values.
Film Indie “Tanda Tanya (?)”, Representasi Perlawanan, Pembebasan, dan Nilai Budaya Riksa Belasunda; Setiawan Sabana
PANGGUNG Vol 26 No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i1.161

Abstract

ABSTRACT The study was conducted in an effort to learn more about  the notion that indie film as a representation  of resistance  against restrictions as well as a representation  of liberation  and democratization  of post-reform  media. Aa well as an effort to find out more about  how the free interpretation   of audience’s  on the film’s text. The case study  conducted through  the research object  indie film “Tanda  Tanya (?)”.  A qualitative  research  approach  to cultural studies through  interdisciplinary   research  method hermeneutic  phenomenology with descriptive inter- pretative techniques. The film’s text is a representation  of resistance  on the socio-political condi- tion of the New Order  period are influenced  by: (a) reform euphoria that created  freedom; (b) the expression  of which is contrary to the narrative  of nation  hegemony; (c) circulation  of audio- visual media; (d) highlighted  the efforts  of local identity  and local-global dialectic.  In relation to the interpretation   of the text contained cultural values; radical relativity  and the plurality. Keywords: indie film, film’s text, resistance and liberation, cultural values     ABSTRAK Penelitian dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui lebih jauh anggapan bahwa film indie sebagai representasi perlawanan atas pembatasan sekaligus sebagai representasi pembebasan dan demokratisasi media pasca reformasi. Juga sebagai upaya untuk mengetahui lebih jauh bagaimana interpretasi bebas penonton atas teks film. Studi kasus dilakukan lewat obyek penelitian film indie “Tanda Tanya (?)”. Merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan cultural studies melalui metode penelitian interdisiplin fenomenologi hermeneutik dengan teknik deskriptif interpretatif. Teks film ini merupakan representasi perlawanan atas kondisi sosial-politik masa Orde Baru yang dipengaruhi oleh: (a) euforia reformasi yang menciptakan kebebasan; (b) ekspresi yang bertentangan dengan narasi hegemoni negara; (c) sirkulasi media audio-visual; (d) upaya menonjolkan identitas lokal dan dialektika lokal-global. Dalam kaitannya dengan interpretasi teks terdapat nilai- nilai budaya; relativitas radikal dan nilai pluralitas. Kata kunci:  film indie, teks film, perlawanan dan pembebasan, nilai-nilai budaya
Inklusi Disabilitas dalam Sinema: Analisis Aspek Sinematik Film Dunia Tanpa Suara Permana, Agus; Belasunda, Riksa; Ersyad, Firdaus Azwar
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol 6 No 2 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i2.4145

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi inklusi disabilitas dalam film “Dunia Tanpa Suara” melalui analisis sinematik dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian adalah untuk memahami penggunaan elemen-elemen sinematik seperti mise-en-scene, sinematografi, montase, dan suara dalam menggambarkan pengalaman hidup karakter utama, Arissa, seorang penulis tunarungu wicara sehingga tergambar sejauh mana film ini merepresentasikan prinsip-prinsip inklusi disabilitas. Metode dalam penelitian ini adalah observasi langsung film, tangkapan layar, dan tangkapan audio, kemudian dianalisis menggunakan teori estetika formalis Sergei Eisenstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dunia Tanpa Suara memberikan representasi inklusi disabilitas dan kesimpulan penelitian ini adalah bahwa elemen sinematik yang mendukung prinsip inklusi non-diskriminasi, kesadaran, partisipasi, dan aksesibilitas dapat secara efektif memperkuat narasi inklusif di media.
STRATEGI PERANCANGAN DESAIN MOTIF SEBAGAI IDENTITAS BORDIR TASIKMALAYA Tione Afifaya Dumamika; Rani Asisah; Fathan Aldhitama; Riksa Belasunda
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50990

Abstract

Embroidery is a form of handicraft that is done manually and by machine to decorate textile surfaces. One of the largest embroidery producing areas in Indonesia is Tasikmalaya, because embroidery has been passed down from generation to generation since ancient times and is a source of livelihood for the local community. Tasikmalaya is one of the cities in the Creative KaTa (Creative District/City) with superior handicraft products that have the potential to go global, if the right design assistance is carried out. This is because the actors are creative and always try to create something innovative. To keep up with the times, the Tasikmalaya embroidery industry is currently being influenced by modernity in every aspect, starting from the work process, motifs, and product variations. However, this is also a factor in the loss of the identity of Tasikmalaya embroidery. To overcome these problems researchers used data collection methods, namely observation, interviews, semantic differential scales, questionnaires, and literature. The design research approach method used is design thinking to produce a design innovation in the craft sector, which can later help the embroidery industry in Tasikmalaya. The results of this study aim to produce motif designs that can strengthen the identity of Tasikmalaya embroidery. The solutions provided by researchers can describe Tasikmalaya's identity, can be implemented, and are expected to help overcome existing problems in the Tasikmalaya embroidery industry.Keywords: embroidery, identity, Tasikmalaya, design thinking. Abstrak:Bordir merupakan salah satu bentuk kerajinan tangan yang dikerjakan secara manual dan mesin untuk menghias permukaan tekstil. Salah satu daerah penghasil kerajinan bordir terbesar di Indonesia adalah Tasikmalaya, karena kerajinan bordir dilakukan secara turun temurun sejak zaman dahulu dan merupakan sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Tasikmalaya termasuk salah satu kota dalam KaTa Kreatif (Kabupaten/kota Kreatif) dengan keunggulan hasil produk kerajinannya yang berpotensi mendunia, jika dilakukan pendampingan desain yang tepat. Hal ini dikarenakan para pelakunya yang kreatif dan selalu berusaha untuk menciptakan sesuatu yang inovatif. Untuk mengikuti perkembangan zaman, industri bordir Tasikmalaya saat ini mendapat pengaruh kemodernan pada setiap aspeknya mulai dari proses pengerjaan, bentuk motif, dan variasi produk. Namun, hal ini juga yang menjadi salah satu faktor hilangnya identitas bordir Tasikmalaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, skala diferensial semantik, kuesioner, dan literatur. Metode pendekatan penelitian desain yang dilakukan adalah design thinking untuk menghasilkan sebuah inovasi desain pada bidang kriya, yang nantinya dapat membantu industri bordir di Tasikmalaya. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan desain motif yang dapat memperkuat identitas bordir Tasikmalaya. Solusi yang diberikan peneliti dapat menggambarkan identitas Tasikmalaya, dapat diimplementasikan, dan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada di industri bordir Tasikmalaya.Kata Kunci: bordir, identitas, Tasikmalaya, design thinking. Authors:Tione Afifaya Dumamika : Universitas TelkomRani Asisah : Universitas TelkomFathan Aldhitama : Universitas TelkomRiksa Belasunda : Universitas Telkom References: Bankah, M. K. P., Ciptandi, F., & Viniani, P. (2021). Potensi Pengembangan Produk Kerajinan Anyaman Khas Tasikmalaya Rajapolah Dengan Metode: Design Thinking. eProceedings of Art & Design, 8(6). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/17177.Brown, T. (2008). Design thinking. Harvard business review, 86(6), 84. https://scholarshare.temple.edu/handle/20.500.12613/125.Bunyamin, B. (2002). Lambang Kota Tasikmlaya (Patent No. 1). Tasikmalaya: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Buzan, T. (2008). Buku Pintar Mind Map. In The Buzan Organisation (6th ed.). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Ciptandi, F. (2021). Peluang Adaptasi Kriya terhadap Perkembangan Teknologi. http://digilib.isi.ac.id/10252/1/Fajar Ciptandi_Materi Seminar Nasional FSR ISIYK 2021.pdf.Darusman, Y. (2019). The local wisdom of Tasikmalaya embroidery in the creative economy for the modern era (study in Tasikmalaya City, West Java). International Journal of Innovation, Creativity and Change, 9(1), 278-294.Diskominfo Jawa Timur. (2010). Industri Kreatif, Kerajinan Berbasis Budaya. Jawa Timur: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/22371.Kemenparekraf RI. (2022). KaTa Kreatif: Mengenal Produk Kriya Tasikmalaya yang Mendunia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. https://www.kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-kreatif/kata-kreatif-mengenal-produk-kriya-tasikmalaya-yang-mendunia.Kemenperin RI. (2023). Kinerja Ekspor Kerajinan Naik, Kemenperin Terus Perluas Pasar IKM. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. https://kemenperin.go.id/artikel/23896/Kinerja-Ekspor-Kerajinan-Naik,-Kemenperin-Terus-Perluas-Pasar-IKM-.Kight, K. (2011). A Field Guide to Fabric Design (C. Bix (ed.)). USA: C&T Publishing.Loita, A., & Husen, W. R. (2018). Variasi Bentuk dan Makna Motif di Sentra Bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 3(2), 166“179.Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2022). Tasikmalaya: KUMKM Tasikmalaya.Setiawan, A. (2020). Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi.  INDONESIA.GO.ID: Portal Informasi Indonesia. https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/2079/kerancang-bukittinggi-sehelai-karya-seni-bernilai-tinggi?lang=1.Setiawan, I., Lasmiyati, Harsono, T. Di., Gufron, A., Nirmala, W., & Madiyo. (2019). Potensi Budaya di Kota Tasikmalaya. Bandung: BPNB Jawa Barat. http://katalog.kemdikbud.go.id//index.php?p=show_detail&id=525891.Soewardikoen, D. W. (2021). Metodologi Penelitian Desain Komunikasi Visual (B. Anangga & F. Maharani (eds.); 1st ed.). Yogyakarta: PT Kanisius.Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2019). Seni Bordir Tasikmalaya dalam Konstelasi Estetik dan Identitas. Patanjala¯: Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 11(1), 81. https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i1.476.Sumarto, S. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya. Jurnal Literasiologi, 1(2), 144“159. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49.Swarnadwitya, A. (2020). Design Thinking: Pengertian, Tahapan dan Contoh Penerapannya. Jakarta: BINUS University. https://sis.binus.ac.id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contoh-penerapannya/. 
ANALISIS SINEMATOGRAFI INKLUSIF: STUDI KASUS FILM "SEJAUH KUMELANGKAH" UNTUK MEMBENTUK PERSEPSI MASYARAKAT SUKABUMI TERHADAP DISABILITAS Permana, Agus; Belasunda, Riksa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Disabilitas merupakan salah satu isu sosial yang masih menghadirkantantangan besar bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia. Film, sebagai mediakomunikasi yang efektif, memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat terhadap isu disabilitas, terutama melalui penerapan konsepsinematografi inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemensinematik dalam film <Sejauh Kumelangkah= yang digunakan untuk mengkonstruksinarasi inklusi disabilitas, mengidentifikasi persepsi masyarakat Sukabumi terhadaprepresentasi inklusi disabilitas yang dibangun melalui film tersebut, sertamengeksplorasi penerapan konsep sinematografi inklusif dalam proses produksifilm tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain yang mencakup tigaaspek utama dalam pengumpulan data, yaitu: (1) aspek imaji yang diperolehmelalui observasi visual; (2) aspek pembuat yang dikaji melalui wawancara denganpembuat film; dan (3) aspek pemirsa yang diteliti melalui kuesioner dan diskusikelompok terfokus (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini telahberhasil membentuk persepsi positif terhadap inklusi disabilitas melaluipenggunaan teknik narasi visual yang inklusif, serta penerapan fitur aksesibilitasseperti audio description dan closed caption. Konsep sinematografi inklusifdirumuskan melalui relasi antara elemen person, research, filmmaker, production,dan audience dengan memperhatikan aspek humanity, impact, dan accessibility.Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana sinematografi inklusifdapat dilakukan untuk membentuk persepsi dan meningkatkan kesadaran terhadapisu inklusi disabilitas, serta membuka ruang bagi langkah-langkah lebih lanjut untukmewujudkan inklusi dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: sinematografi inklusif, film Sejauh Kumelangkah, inklusi disabilitas,persepsi masyarakat
Feminisme dalam Budaya Minangkabau pada Serial Musikal Nurbaya Lestari, Anggi Ayu; Belasunda, Riksa; Anwar, Ardy Aprilian
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.5844

Abstract

Film Serial Musikal Nurbaya merupakan film yang menjelaskan mengenai diskriminasi yang terjadi pada kaum perempuan Minangkabau, tentu hal ini sangat bertentangan di dalam kebudayaan Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, di mana perempuan adalah figur sentral dalam keluarga maupun masyarakat. Kondisi seperti ini mendorong munculnya kelompok feminisme dalam film tersebut untuk mengembalikan kedudukan perempuan Minangkabau. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi feminisme yang terdapat pada Serial Musikal Nurbaya. Penelitian jenis kualitatif digunakan dengan pendekatan interpretasi budaya. Sumber data dalam penelitian ini adalah unsur sinematik berupa mise en scene dan narasi dalam dialog pada film Serial Musikal Nurbaya. Reduksi data yang dimulai dari Episode 1 sampai 6 dengan yang hanya menggambarkan tindakan feminisme melalui teknik purposive sampling. Data terpilih kemudian dibedah dengan sistem tanda pada level denotasi dan konotasi dalam cakupan semiotika Roland Barthes. Mengacu pada data literasi tentang budaya Minangkabau, kami menginterpretasi temuan konotasi tersebut ke dalam level mitos. Terakhir, kami mengidentifikasi aspek-aspek feminisme pada temuan
REDESIGN WEBSITE PEMINJAMAN FASILITAS UMUM DI TELKOM UNIVERSITY DENGAN METODE DESIGN THINKING Anjar Sari, Siwi; Koesoemadinata, Mohammad Isa Pramana; Belasunda, Riksa
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 11 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University, sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia, harus menyediakan fasilitas berkualitas tinggi untuk mendukung proses akademik dan non-akademik. Fasilitas umum pada perguruan tinggi berfungsi untuk menunjang, memudahkan dan melancarkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih bermutu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa fasilitas kampus dan lingkungan kampus secara simultan berpengaruh terhadap motivasi belajar serta berpengaruh dalam loyalitas mahasiswa yang dimediasi oleh kepuasan mahasiswa. Apabila mahasiswa memiliki motivasi belajar serta loyal terhadap kampusnya, maka program-program yang dicanangkan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu akan terlaksana dengan mudah karena didukung oleh mahasiswanya. Telkom University memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai, namun tidak akan berfungsi secara optimal apabila dari mahasiswanya sendiri tidak menggunakan fasilitas yang tersedia. Hal tersebut dikarenakan kurangnya media informasi mengenai alur peminjaman dan proses peminjaman fasilitas umum Telkom University yang dinilai masih sulit dijumpai. Telkom University sendiri telah mengembangkan website TERRAS untuk peminjaman fasilitas namun masih belum optimal dikarenakan tampilan visual yang kurang informatif. Penelitian ini menggunakan metode design thinking yang dimulai dari tahap empathize, define, ideate, dan prototype. Hasil penelitian ini berupa rancangan desain interface pada website layanan fasilitas umum di Telkom University yang informatif dengan menggunakan prinsip UI/UX.
Analisis Desain Visual Karakter Neuvillette dalam Game Genshin Impact menggunakan Manga Matriks Thifaldy, Kirana; Riksa Belasunda
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 1 (2024): Vol. 6 (2024) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i1.194

Abstract

Video game telah menjadi salah satu bentuk hiburan yang sangat populer di Indonesia, dan salah satu game yang paling terkenal adalah Genshin Impact, yang dikenal dengan keunikan desain karakternya. Penelitian ini fokus pada analisis desain visual karakter Neuvillette dalam game Genshin Impact versi 4.3, menggunakan metode Manga Matrix. Metode ini membedah desain karakter menjadi tiga komponen utama: bentuk, kostum, dan kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian, sifat, dan latar belakang karakter mempengaruhi visual serta narasi cerita di balik karakter tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya konsistensi antara desain visual dan naratif dalam menciptakan karakter yang menarik dan mendalam bagi pemain. Aplikasi dari hasil penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan karakter di game lain, memperkaya pengalaman pemain, dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam dunia game. Dengan menerapkan metode Manga Matrix, para pengembang game dapat menciptakan karakter yang lebih kompleks dan menarik, yang tidak hanya memikat secara visual tetapi juga memiliki kedalaman cerita yang kuat. Konsistensi antara elemen visual dan naratif ini akan memperkuat ikatan emosional pemain dengan karakter, sehingga memberikan pengalaman bermain yang lebih memuaskan dan imersif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi industri game dalam upaya menciptakan karakter yang berkesan dan berpengaruh.
STRATEGI PERANCANGAN DESAIN MOTIF SEBAGAI IDENTITAS BORDIR TASIKMALAYA Dumamika, Tione Afifaya; Asisah, Rani; Aldhitama, Fathan; Belasunda, Riksa
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50990

Abstract

Embroidery is a form of handicraft that is done manually and by machine to decorate textile surfaces. One of the largest embroidery producing areas in Indonesia is Tasikmalaya, because embroidery has been passed down from generation to generation since ancient times and is a source of livelihood for the local community. Tasikmalaya is one of the cities in the Creative KaTa (Creative District/City) with superior handicraft products that have the potential to go global, if the right design assistance is carried out. This is because the actors are creative and always try to create something innovative. To keep up with the times, the Tasikmalaya embroidery industry is currently being influenced by modernity in every aspect, starting from the work process, motifs, and product variations. However, this is also a factor in the loss of the identity of Tasikmalaya embroidery. To overcome these problems researchers used data collection methods, namely observation, interviews, semantic differential scales, questionnaires, and literature. The design research approach method used is design thinking to produce a design innovation in the craft sector, which can later help the embroidery industry in Tasikmalaya. The results of this study aim to produce motif designs that can strengthen the identity of Tasikmalaya embroidery. The solutions provided by researchers can describe Tasikmalaya's identity, can be implemented, and are expected to help overcome existing problems in the Tasikmalaya embroidery industry.Keywords: embroidery, identity, Tasikmalaya, design thinking. Abstrak:Bordir merupakan salah satu bentuk kerajinan tangan yang dikerjakan secara manual dan mesin untuk menghias permukaan tekstil. Salah satu daerah penghasil kerajinan bordir terbesar di Indonesia adalah Tasikmalaya, karena kerajinan bordir dilakukan secara turun temurun sejak zaman dahulu dan merupakan sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Tasikmalaya termasuk salah satu kota dalam KaTa Kreatif (Kabupaten/kota Kreatif) dengan keunggulan hasil produk kerajinannya yang berpotensi mendunia, jika dilakukan pendampingan desain yang tepat. Hal ini dikarenakan para pelakunya yang kreatif dan selalu berusaha untuk menciptakan sesuatu yang inovatif. Untuk mengikuti perkembangan zaman, industri bordir Tasikmalaya saat ini mendapat pengaruh kemodernan pada setiap aspeknya mulai dari proses pengerjaan, bentuk motif, dan variasi produk. Namun, hal ini juga yang menjadi salah satu faktor hilangnya identitas bordir Tasikmalaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, skala diferensial semantik, kuesioner, dan literatur. Metode pendekatan penelitian desain yang dilakukan adalah design thinking untuk menghasilkan sebuah inovasi desain pada bidang kriya, yang nantinya dapat membantu industri bordir di Tasikmalaya. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan desain motif yang dapat memperkuat identitas bordir Tasikmalaya. Solusi yang diberikan peneliti dapat menggambarkan identitas Tasikmalaya, dapat diimplementasikan, dan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada di industri bordir Tasikmalaya.Kata Kunci: bordir, identitas, Tasikmalaya, design thinking. Authors:Tione Afifaya Dumamika : Universitas TelkomRani Asisah : Universitas TelkomFathan Aldhitama : Universitas TelkomRiksa Belasunda : Universitas Telkom References: Bankah, M. K. P., Ciptandi, F., & Viniani, P. (2021). Potensi Pengembangan Produk Kerajinan Anyaman Khas Tasikmalaya Rajapolah Dengan Metode: Design Thinking. eProceedings of Art & Design, 8(6). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/17177.Brown, T. (2008). Design thinking. Harvard business review, 86(6), 84. https://scholarshare.temple.edu/handle/20.500.12613/125.Bunyamin, B. (2002). Lambang Kota Tasikmlaya (Patent No. 1). Tasikmalaya: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Buzan, T. (2008). Buku Pintar Mind Map. In The Buzan Organisation (6th ed.). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Ciptandi, F. (2021). Peluang Adaptasi Kriya terhadap Perkembangan Teknologi. http://digilib.isi.ac.id/10252/1/Fajar Ciptandi_Materi Seminar Nasional FSR ISIYK 2021.pdf.Darusman, Y. (2019). The local wisdom of Tasikmalaya embroidery in the creative economy for the modern era (study in Tasikmalaya City, West Java). International Journal of Innovation, Creativity and Change, 9(1), 278-294.Diskominfo Jawa Timur. (2010). Industri Kreatif, Kerajinan Berbasis Budaya. Jawa Timur: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/22371.Kemenparekraf RI. (2022). KaTa Kreatif: Mengenal Produk Kriya Tasikmalaya yang Mendunia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. https://www.kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-kreatif/kata-kreatif-mengenal-produk-kriya-tasikmalaya-yang-mendunia.Kemenperin RI. (2023). Kinerja Ekspor Kerajinan Naik, Kemenperin Terus Perluas Pasar IKM. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. https://kemenperin.go.id/artikel/23896/Kinerja-Ekspor-Kerajinan-Naik,-Kemenperin-Terus-Perluas-Pasar-IKM-.Kight, K. (2011). A Field Guide to Fabric Design (C. Bix (ed.)). USA: C&T Publishing.Loita, A., & Husen, W. R. (2018). Variasi Bentuk dan Makna Motif di Sentra Bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 3(2), 166“179.Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2022). Tasikmalaya: KUMKM Tasikmalaya.Setiawan, A. (2020). Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi.  INDONESIA.GO.ID: Portal Informasi Indonesia. https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/2079/kerancang-bukittinggi-sehelai-karya-seni-bernilai-tinggi?lang=1.Setiawan, I., Lasmiyati, Harsono, T. Di., Gufron, A., Nirmala, W., & Madiyo. (2019). Potensi Budaya di Kota Tasikmalaya. Bandung: BPNB Jawa Barat. http://katalog.kemdikbud.go.id//index.php?p=show_detail&id=525891.Soewardikoen, D. W. (2021). Metodologi Penelitian Desain Komunikasi Visual (B. Anangga & F. Maharani (eds.); 1st ed.). Yogyakarta: PT Kanisius.Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2019). Seni Bordir Tasikmalaya dalam Konstelasi Estetik dan Identitas. Patanjala¯: Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 11(1), 81. https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i1.476.Sumarto, S. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya. Jurnal Literasiologi, 1(2), 144“159. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49.Swarnadwitya, A. (2020). Design Thinking: Pengertian, Tahapan dan Contoh Penerapannya. Jakarta: BINUS University. https://sis.binus.ac.id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contoh-penerapannya/.