Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

STRATEGI PERANCANGAN DESAIN MOTIF SEBAGAI IDENTITAS BORDIR TASIKMALAYA Tione Afifaya Dumamika; Rani Asisah; Fathan Aldhitama; Riksa Belasunda
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50990

Abstract

Embroidery is a form of handicraft that is done manually and by machine to decorate textile surfaces. One of the largest embroidery producing areas in Indonesia is Tasikmalaya, because embroidery has been passed down from generation to generation since ancient times and is a source of livelihood for the local community. Tasikmalaya is one of the cities in the Creative KaTa (Creative District/City) with superior handicraft products that have the potential to go global, if the right design assistance is carried out. This is because the actors are creative and always try to create something innovative. To keep up with the times, the Tasikmalaya embroidery industry is currently being influenced by modernity in every aspect, starting from the work process, motifs, and product variations. However, this is also a factor in the loss of the identity of Tasikmalaya embroidery. To overcome these problems researchers used data collection methods, namely observation, interviews, semantic differential scales, questionnaires, and literature. The design research approach method used is design thinking to produce a design innovation in the craft sector, which can later help the embroidery industry in Tasikmalaya. The results of this study aim to produce motif designs that can strengthen the identity of Tasikmalaya embroidery. The solutions provided by researchers can describe Tasikmalaya's identity, can be implemented, and are expected to help overcome existing problems in the Tasikmalaya embroidery industry.Keywords: embroidery, identity, Tasikmalaya, design thinking. Abstrak:Bordir merupakan salah satu bentuk kerajinan tangan yang dikerjakan secara manual dan mesin untuk menghias permukaan tekstil. Salah satu daerah penghasil kerajinan bordir terbesar di Indonesia adalah Tasikmalaya, karena kerajinan bordir dilakukan secara turun temurun sejak zaman dahulu dan merupakan sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Tasikmalaya termasuk salah satu kota dalam KaTa Kreatif (Kabupaten/kota Kreatif) dengan keunggulan hasil produk kerajinannya yang berpotensi mendunia, jika dilakukan pendampingan desain yang tepat. Hal ini dikarenakan para pelakunya yang kreatif dan selalu berusaha untuk menciptakan sesuatu yang inovatif. Untuk mengikuti perkembangan zaman, industri bordir Tasikmalaya saat ini mendapat pengaruh kemodernan pada setiap aspeknya mulai dari proses pengerjaan, bentuk motif, dan variasi produk. Namun, hal ini juga yang menjadi salah satu faktor hilangnya identitas bordir Tasikmalaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, skala diferensial semantik, kuesioner, dan literatur. Metode pendekatan penelitian desain yang dilakukan adalah design thinking untuk menghasilkan sebuah inovasi desain pada bidang kriya, yang nantinya dapat membantu industri bordir di Tasikmalaya. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan desain motif yang dapat memperkuat identitas bordir Tasikmalaya. Solusi yang diberikan peneliti dapat menggambarkan identitas Tasikmalaya, dapat diimplementasikan, dan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada di industri bordir Tasikmalaya.Kata Kunci: bordir, identitas, Tasikmalaya, design thinking. Authors:Tione Afifaya Dumamika : Universitas TelkomRani Asisah : Universitas TelkomFathan Aldhitama : Universitas TelkomRiksa Belasunda : Universitas Telkom References: Bankah, M. K. P., Ciptandi, F., & Viniani, P. (2021). Potensi Pengembangan Produk Kerajinan Anyaman Khas Tasikmalaya Rajapolah Dengan Metode: Design Thinking. eProceedings of Art & Design, 8(6). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/17177.Brown, T. (2008). Design thinking. Harvard business review, 86(6), 84. https://scholarshare.temple.edu/handle/20.500.12613/125.Bunyamin, B. (2002). Lambang Kota Tasikmlaya (Patent No. 1). Tasikmalaya: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Buzan, T. (2008). Buku Pintar Mind Map. In The Buzan Organisation (6th ed.). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Ciptandi, F. (2021). Peluang Adaptasi Kriya terhadap Perkembangan Teknologi. http://digilib.isi.ac.id/10252/1/Fajar Ciptandi_Materi Seminar Nasional FSR ISIYK 2021.pdf.Darusman, Y. (2019). The local wisdom of Tasikmalaya embroidery in the creative economy for the modern era (study in Tasikmalaya City, West Java). International Journal of Innovation, Creativity and Change, 9(1), 278-294.Diskominfo Jawa Timur. (2010). Industri Kreatif, Kerajinan Berbasis Budaya. Jawa Timur: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/22371.Kemenparekraf RI. (2022). KaTa Kreatif: Mengenal Produk Kriya Tasikmalaya yang Mendunia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. https://www.kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-kreatif/kata-kreatif-mengenal-produk-kriya-tasikmalaya-yang-mendunia.Kemenperin RI. (2023). Kinerja Ekspor Kerajinan Naik, Kemenperin Terus Perluas Pasar IKM. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. https://kemenperin.go.id/artikel/23896/Kinerja-Ekspor-Kerajinan-Naik,-Kemenperin-Terus-Perluas-Pasar-IKM-.Kight, K. (2011). A Field Guide to Fabric Design (C. Bix (ed.)). USA: C&T Publishing.Loita, A., & Husen, W. R. (2018). Variasi Bentuk dan Makna Motif di Sentra Bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 3(2), 166“179.Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2022). Tasikmalaya: KUMKM Tasikmalaya.Setiawan, A. (2020). Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi.  INDONESIA.GO.ID: Portal Informasi Indonesia. https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/2079/kerancang-bukittinggi-sehelai-karya-seni-bernilai-tinggi?lang=1.Setiawan, I., Lasmiyati, Harsono, T. Di., Gufron, A., Nirmala, W., & Madiyo. (2019). Potensi Budaya di Kota Tasikmalaya. Bandung: BPNB Jawa Barat. http://katalog.kemdikbud.go.id//index.php?p=show_detail&id=525891.Soewardikoen, D. W. (2021). Metodologi Penelitian Desain Komunikasi Visual (B. Anangga & F. Maharani (eds.); 1st ed.). Yogyakarta: PT Kanisius.Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2019). Seni Bordir Tasikmalaya dalam Konstelasi Estetik dan Identitas. Patanjala¯: Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 11(1), 81. https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i1.476.Sumarto, S. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya. Jurnal Literasiologi, 1(2), 144“159. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49.Swarnadwitya, A. (2020). Design Thinking: Pengertian, Tahapan dan Contoh Penerapannya. Jakarta: BINUS University. https://sis.binus.ac.id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contoh-penerapannya/. 
ANALISIS SINEMATOGRAFI INKLUSIF: STUDI KASUS FILM "SEJAUH KUMELANGKAH" UNTUK MEMBENTUK PERSEPSI MASYARAKAT SUKABUMI TERHADAP DISABILITAS Permana, Agus; Belasunda, Riksa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Disabilitas merupakan salah satu isu sosial yang masih menghadirkantantangan besar bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia. Film, sebagai mediakomunikasi yang efektif, memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat terhadap isu disabilitas, terutama melalui penerapan konsepsinematografi inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemensinematik dalam film <Sejauh Kumelangkah= yang digunakan untuk mengkonstruksinarasi inklusi disabilitas, mengidentifikasi persepsi masyarakat Sukabumi terhadaprepresentasi inklusi disabilitas yang dibangun melalui film tersebut, sertamengeksplorasi penerapan konsep sinematografi inklusif dalam proses produksifilm tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain yang mencakup tigaaspek utama dalam pengumpulan data, yaitu: (1) aspek imaji yang diperolehmelalui observasi visual; (2) aspek pembuat yang dikaji melalui wawancara denganpembuat film; dan (3) aspek pemirsa yang diteliti melalui kuesioner dan diskusikelompok terfokus (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini telahberhasil membentuk persepsi positif terhadap inklusi disabilitas melaluipenggunaan teknik narasi visual yang inklusif, serta penerapan fitur aksesibilitasseperti audio description dan closed caption. Konsep sinematografi inklusifdirumuskan melalui relasi antara elemen person, research, filmmaker, production,dan audience dengan memperhatikan aspek humanity, impact, dan accessibility.Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana sinematografi inklusifdapat dilakukan untuk membentuk persepsi dan meningkatkan kesadaran terhadapisu inklusi disabilitas, serta membuka ruang bagi langkah-langkah lebih lanjut untukmewujudkan inklusi dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: sinematografi inklusif, film Sejauh Kumelangkah, inklusi disabilitas,persepsi masyarakat
Feminisme dalam Budaya Minangkabau pada Serial Musikal Nurbaya Lestari, Anggi Ayu; Belasunda, Riksa; Anwar, Ardy Aprilian
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.5844

Abstract

Film Serial Musikal Nurbaya merupakan film yang menjelaskan mengenai diskriminasi yang terjadi pada kaum perempuan Minangkabau, tentu hal ini sangat bertentangan di dalam kebudayaan Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, di mana perempuan adalah figur sentral dalam keluarga maupun masyarakat. Kondisi seperti ini mendorong munculnya kelompok feminisme dalam film tersebut untuk mengembalikan kedudukan perempuan Minangkabau. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi feminisme yang terdapat pada Serial Musikal Nurbaya. Penelitian jenis kualitatif digunakan dengan pendekatan interpretasi budaya. Sumber data dalam penelitian ini adalah unsur sinematik berupa mise en scene dan narasi dalam dialog pada film Serial Musikal Nurbaya. Reduksi data yang dimulai dari Episode 1 sampai 6 dengan yang hanya menggambarkan tindakan feminisme melalui teknik purposive sampling. Data terpilih kemudian dibedah dengan sistem tanda pada level denotasi dan konotasi dalam cakupan semiotika Roland Barthes. Mengacu pada data literasi tentang budaya Minangkabau, kami menginterpretasi temuan konotasi tersebut ke dalam level mitos. Terakhir, kami mengidentifikasi aspek-aspek feminisme pada temuan
Analisis Desain Visual Karakter Neuvillette dalam Game Genshin Impact menggunakan Manga Matriks Thifaldy, Kirana; Riksa Belasunda
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 1 (2024): Vol. 6 (2024) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i1.194

Abstract

Video game telah menjadi salah satu bentuk hiburan yang sangat populer di Indonesia, dan salah satu game yang paling terkenal adalah Genshin Impact, yang dikenal dengan keunikan desain karakternya. Penelitian ini fokus pada analisis desain visual karakter Neuvillette dalam game Genshin Impact versi 4.3, menggunakan metode Manga Matrix. Metode ini membedah desain karakter menjadi tiga komponen utama: bentuk, kostum, dan kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian, sifat, dan latar belakang karakter mempengaruhi visual serta narasi cerita di balik karakter tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya konsistensi antara desain visual dan naratif dalam menciptakan karakter yang menarik dan mendalam bagi pemain. Aplikasi dari hasil penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan karakter di game lain, memperkaya pengalaman pemain, dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam dunia game. Dengan menerapkan metode Manga Matrix, para pengembang game dapat menciptakan karakter yang lebih kompleks dan menarik, yang tidak hanya memikat secara visual tetapi juga memiliki kedalaman cerita yang kuat. Konsistensi antara elemen visual dan naratif ini akan memperkuat ikatan emosional pemain dengan karakter, sehingga memberikan pengalaman bermain yang lebih memuaskan dan imersif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi industri game dalam upaya menciptakan karakter yang berkesan dan berpengaruh.
STRATEGI PERANCANGAN DESAIN MOTIF SEBAGAI IDENTITAS BORDIR TASIKMALAYA Dumamika, Tione Afifaya; Asisah, Rani; Aldhitama, Fathan; Belasunda, Riksa
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50990

Abstract

Embroidery is a form of handicraft that is done manually and by machine to decorate textile surfaces. One of the largest embroidery producing areas in Indonesia is Tasikmalaya, because embroidery has been passed down from generation to generation since ancient times and is a source of livelihood for the local community. Tasikmalaya is one of the cities in the Creative KaTa (Creative District/City) with superior handicraft products that have the potential to go global, if the right design assistance is carried out. This is because the actors are creative and always try to create something innovative. To keep up with the times, the Tasikmalaya embroidery industry is currently being influenced by modernity in every aspect, starting from the work process, motifs, and product variations. However, this is also a factor in the loss of the identity of Tasikmalaya embroidery. To overcome these problems researchers used data collection methods, namely observation, interviews, semantic differential scales, questionnaires, and literature. The design research approach method used is design thinking to produce a design innovation in the craft sector, which can later help the embroidery industry in Tasikmalaya. The results of this study aim to produce motif designs that can strengthen the identity of Tasikmalaya embroidery. The solutions provided by researchers can describe Tasikmalaya's identity, can be implemented, and are expected to help overcome existing problems in the Tasikmalaya embroidery industry.Keywords: embroidery, identity, Tasikmalaya, design thinking. Abstrak:Bordir merupakan salah satu bentuk kerajinan tangan yang dikerjakan secara manual dan mesin untuk menghias permukaan tekstil. Salah satu daerah penghasil kerajinan bordir terbesar di Indonesia adalah Tasikmalaya, karena kerajinan bordir dilakukan secara turun temurun sejak zaman dahulu dan merupakan sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Tasikmalaya termasuk salah satu kota dalam KaTa Kreatif (Kabupaten/kota Kreatif) dengan keunggulan hasil produk kerajinannya yang berpotensi mendunia, jika dilakukan pendampingan desain yang tepat. Hal ini dikarenakan para pelakunya yang kreatif dan selalu berusaha untuk menciptakan sesuatu yang inovatif. Untuk mengikuti perkembangan zaman, industri bordir Tasikmalaya saat ini mendapat pengaruh kemodernan pada setiap aspeknya mulai dari proses pengerjaan, bentuk motif, dan variasi produk. Namun, hal ini juga yang menjadi salah satu faktor hilangnya identitas bordir Tasikmalaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, skala diferensial semantik, kuesioner, dan literatur. Metode pendekatan penelitian desain yang dilakukan adalah design thinking untuk menghasilkan sebuah inovasi desain pada bidang kriya, yang nantinya dapat membantu industri bordir di Tasikmalaya. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan desain motif yang dapat memperkuat identitas bordir Tasikmalaya. Solusi yang diberikan peneliti dapat menggambarkan identitas Tasikmalaya, dapat diimplementasikan, dan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada di industri bordir Tasikmalaya.Kata Kunci: bordir, identitas, Tasikmalaya, design thinking. Authors:Tione Afifaya Dumamika : Universitas TelkomRani Asisah : Universitas TelkomFathan Aldhitama : Universitas TelkomRiksa Belasunda : Universitas Telkom References: Bankah, M. K. P., Ciptandi, F., & Viniani, P. (2021). Potensi Pengembangan Produk Kerajinan Anyaman Khas Tasikmalaya Rajapolah Dengan Metode: Design Thinking. eProceedings of Art & Design, 8(6). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/17177.Brown, T. (2008). Design thinking. Harvard business review, 86(6), 84. https://scholarshare.temple.edu/handle/20.500.12613/125.Bunyamin, B. (2002). Lambang Kota Tasikmlaya (Patent No. 1). Tasikmalaya: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Buzan, T. (2008). Buku Pintar Mind Map. In The Buzan Organisation (6th ed.). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Ciptandi, F. (2021). Peluang Adaptasi Kriya terhadap Perkembangan Teknologi. http://digilib.isi.ac.id/10252/1/Fajar Ciptandi_Materi Seminar Nasional FSR ISIYK 2021.pdf.Darusman, Y. (2019). The local wisdom of Tasikmalaya embroidery in the creative economy for the modern era (study in Tasikmalaya City, West Java). International Journal of Innovation, Creativity and Change, 9(1), 278-294.Diskominfo Jawa Timur. (2010). Industri Kreatif, Kerajinan Berbasis Budaya. Jawa Timur: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/22371.Kemenparekraf RI. (2022). KaTa Kreatif: Mengenal Produk Kriya Tasikmalaya yang Mendunia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. https://www.kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-kreatif/kata-kreatif-mengenal-produk-kriya-tasikmalaya-yang-mendunia.Kemenperin RI. (2023). Kinerja Ekspor Kerajinan Naik, Kemenperin Terus Perluas Pasar IKM. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. https://kemenperin.go.id/artikel/23896/Kinerja-Ekspor-Kerajinan-Naik,-Kemenperin-Terus-Perluas-Pasar-IKM-.Kight, K. (2011). A Field Guide to Fabric Design (C. Bix (ed.)). USA: C&T Publishing.Loita, A., & Husen, W. R. (2018). Variasi Bentuk dan Makna Motif di Sentra Bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 3(2), 166“179.Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2022). Tasikmalaya: KUMKM Tasikmalaya.Setiawan, A. (2020). Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi.  INDONESIA.GO.ID: Portal Informasi Indonesia. https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/2079/kerancang-bukittinggi-sehelai-karya-seni-bernilai-tinggi?lang=1.Setiawan, I., Lasmiyati, Harsono, T. Di., Gufron, A., Nirmala, W., & Madiyo. (2019). Potensi Budaya di Kota Tasikmalaya. Bandung: BPNB Jawa Barat. http://katalog.kemdikbud.go.id//index.php?p=show_detail&id=525891.Soewardikoen, D. W. (2021). Metodologi Penelitian Desain Komunikasi Visual (B. Anangga & F. Maharani (eds.); 1st ed.). Yogyakarta: PT Kanisius.Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2019). Seni Bordir Tasikmalaya dalam Konstelasi Estetik dan Identitas. Patanjala¯: Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 11(1), 81. https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i1.476.Sumarto, S. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya. Jurnal Literasiologi, 1(2), 144“159. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49.Swarnadwitya, A. (2020). Design Thinking: Pengertian, Tahapan dan Contoh Penerapannya. Jakarta: BINUS University. https://sis.binus.ac.id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contoh-penerapannya/. 
Perancangan Desain Kemasan Produk Komunitas Buruan Sae D’Lima Tohir, Mohamad; Ardy Aprilian Anwar; Riksa belasunda
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v8i2.9474

Abstract

Di tengah intensitas persaingan pasar, desain kemasan menjadi faktor kunci dalam membangun identitas produk serta meningkatkan daya tarik konsumen, khususnya bagi produk olahan yang dikembangkan komunitas. Buruan Sae D’Lima di Kelurahan Cijerah, Kota Bandung adalah salah satu komunitas yang memproduksi berbagai olahan dari limbah rumah tangga, seperti eco enzyme, bunga telang, dan rosela, menjadi subjek dari Program pengabdian pada masyarakat. Data diambil melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Melalui metode partisipatif, dilakukan analisis kebutuhan, diskusi kelompok terarah, pengembangan desain visual, pembuatan prototipe, hingga uji kemasan. Respon masyarakat sasar pada kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini menunjukkan data positif, sebesar 40,42% menyatakan setuju dan 59,58% menyatakan sangat setuju dengan kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa desain kemasan yang informatif, edukatif, dan estetis berkontribusi pada peningkatan citra produk dapat memperluas akses pasar, serta memperkuat rasa kepemilikan dan branding komunitas. Berbagai kendala seperti keterbatasan produksi dan aspek legal diatasi melalui solusi kolaboratif yang praktis. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi desain kemasan tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk lokal, namun juga memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.  
Perancangan Tas Multiguna Menggunakan Studi Gerak dan Waktu Khodijah, Tiara; Farras Chanira, Siti; Jihan Asy’ari, Muhammad; Rizky Pramono, Aqilla; Belasunda, Riksa
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 4 (2024): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i4.1219

Abstract

Adapting to a new lifestyle due to new normal conditions requires the implementation of health protocols by each individual to prevent the spread of the Covid-19 virus. One of the steps that can be taken to avoid transmission is to bring your own personal equipment, considering that some public places have implemented health protocols and do not provide personal items in general. In this context, a bag that can efficiently accommodate luggage is needed. From these observations, it appears that multifunctional bag design is very important during this pandemic. This research uses a comparative study method of several existing products by applying the time and motion study method. The results showed that common problems involved overloading, which can damage the bag and cause shoulder discomfort, and lack of adequate compartments. These findings were used as a basis to develop a multifunctional bag with an emphasis on comfort and the addition of adequate compartments to support productive activities both inside and outside the home.
Inklusi Disabilitas dalam Sinema: Analisis Aspek Sinematik Film Dunia Tanpa Suara Permana, Agus; Belasunda, Riksa; Ersyad, Firdaus Azwar
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i2.4145

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi inklusi disabilitas dalam film “Dunia Tanpa Suara” melalui analisis sinematik dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian adalah untuk memahami penggunaan elemen-elemen sinematik seperti mise-en-scene, sinematografi, montase, dan suara dalam menggambarkan pengalaman hidup karakter utama, Arissa, seorang penulis tunarungu wicara sehingga tergambar sejauh mana film ini merepresentasikan prinsip-prinsip inklusi disabilitas. Metode dalam penelitian ini adalah observasi langsung film, tangkapan layar, dan tangkapan audio, kemudian dianalisis menggunakan teori estetika formalis Sergei Eisenstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dunia Tanpa Suara memberikan representasi inklusi disabilitas dan kesimpulan penelitian ini adalah bahwa elemen sinematik yang mendukung prinsip inklusi non-diskriminasi, kesadaran, partisipasi, dan aksesibilitas dapat secara efektif memperkuat narasi inklusif di media.
Musical Drama Audio Production for MI Asy Syifa Rancamanyar Teachers: Produksi Audio Drama Musikal bagi para Guru MI Asy Syifa Rancamanyar Anwar, Ardy Aprilian; Fiandra, Yosa; Belasunda, Riksa
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i5.21292

Abstract

When celebrating graduation or promotion at school level, they are used to holding a celebration event all day long. Various types of competitions were held and competed in, and various artistic performances were shown openly. Performing arts include musical group performances, solo singing, dance, musical ensembles and musical drama. There are still several schools, including MI Asy Syifa Rancamanyar, which still use external assistance to prepare activities on the grounds that they donot have knowledge in the related field. For example, when creating singing accompaniment music, dance accompaniment music, and even audio for musical drama performances with a more complex level of complexity. This study aims to understand teachers who are involved in extracurricular activities, particularly their ability to create audio-musical dramas. The method used is service learning-based training with an active participatory approach that focuses on meeting the community needs identified in previous year's training. The research results indicate an improvement in participants' understanding and knowledge of the recording and audio rendering processes. This audio production training helps teachers gain a better understanding and trains them in audio production for musical dramas using Reaper DAW software. As a result, teachers become more productive and independent in preparing materials for art performances at their schools
THE HUMANITARIAN MEANING IN HAYYA THE POWER OF LOVE 2: A BARTHESIAN VISUAL SEMIOTICS APPROACH Purbaningrum, Aisyah Dias; Belasunda, Riksa; Pramana Koesoemadinata, Mohammad Isa; Astuti, Tri
Jurnal Ilmiah Bina Bahasa Vol 18 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Bina Bahasa
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/rm3kjb55

Abstract

Despite growing interest in visual emotion in Indonesian cinema, limited attention has been paid to how religious–humanist films visualize humanitarian meaning; this study addresses that gap through an analysis of Hayya: The Power of Love 2. Narratively, this film is rooted in the real-world issue of Palestine, providing an empirical context for visually examining the humanitarian dimension. This study analyzes how mise-en-scène generates humanitarian meaning in Hayya: The Power of Love 2 (2019). A qualitative–descriptive approach is applied within Roland Barthes’s semiotic framework at the levels of denotation and connotation. Data were collected through shot-by-shot observation and visual note-taking, analyzed using denotative–connotative coding and occurrence mapping to identify patterns of meaning. The unit of analysis consists of shots or frames from purposively selected key scenes. Overall, the findings show that in-frame arrangements consistently guide interpretations toward humanitarian themes—especially vulnerability, solidarity, and an ethics of care—through relations among visual signs rather than reliance on dialogue. The study contributes to visual semiotics and humanitarian representation by demonstrating how recurring spatial, chromatic, and embodied cues organize and naturalize humanitarian concern in Indonesian religious–humanist cinema.