Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PKM PENGEMBANGAN RUMAH JAMUR TIRAM PUTIH DI PONDOK PESANTREN MAMBA’USSUNAH DESA KEBAMAN, KEC.SRONO-KABUPATEN BANYUWANGI Riza Rahimi Bachtiar; Sari Wiji Utami; Kurniawan Muhammad Nur
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1074

Abstract

Jamur tiram putih merupakan salah satu jenis jamur tiram yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Terdapat berbagai manfaat dari jamur tiram antara lain : mengandung vitamin C, sumber protein nabati yang rendah kolesterol sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi dan serangan jantung (Sunandar, et al., 2012). Salah satu daerah yang melakukan kegiatan budidaya jamur tiram adalah Desa Kebaman Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Pondok Pesantren Mamba’ussunah merupakan lembaga pendidikan yang juga melakukan kegiatan budidaya jamur tiram putih. Terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha di Pondok Pesantren Mamba’ussunah antara lain rumah jamur tiram yang didirikan masih sangat sederhana, ruangan tempat budidaya sudah mengalami beberapa kerusakan, peralatan budidaya jamur tiram yang sangat minim, manajemen keuangan untuk pelaporan keuangan budidaya yang belum dilakukan, dan sistem pemasaran jamur tiram putih yang masih sangat sederhana. Solusi yang dapat ditawarkan kepada kelompok mitra, dalam hal ini Pondok Pesantren Mamba’ussunah di Desa Kebaman Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi adalah dengan melakukan pengembangan Rumah Jamur Tiram Putih, memperbaiki ruangan tempat budidaya jamur tiram, memberikan peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk kegiatan budidaya jamur tiram, penerapan manajemen keuangan, dan peningkatan pemasaran jamur tiram putih. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan PKM ini adalah : 1) Meningkatnya kemampuan, keterampilan, dan keberhasilan masyarakat dalam menerapkan sistem budidaya jamur tiram putih; 2) Memperbaiki sarana dan prasarana (ruangan tempat budidaya jamur tiram putih) yang masih sederhana dan tidak steril, sehingga kualitas dan kuantitas jamur tiram putih yang dihasilkan dapat meningkat; 3) Meningkatnya keterampilan masyarakat untuk berwirausaha dan mengolah produk hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan “Rumah Jamur Tiram Putih”.4) Menjadikan desa Kebaman kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu sentra penghasil jamur tiram putih.  Kata kunci : jamur tiram putih, Pondok Pesantren Mamba’ussunah,  rumah jamur. 
POTENSI PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS DAN KULIT MANGGIS TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK ASIN Sari Wiji Utami; Rindu Ayu Agustin; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur merupakan sumber protein hewani dengan kandungan gizi yang lengkap dan harga terjangkau. Tetapi, telur memiliki sifat yang mudah rusak, baik kerusakan fisik maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori cangkangnya. Sifat telur yang mudah rusak menyebabkan perlunya metode penanganan sehingga telur memiliki daya simpan yang cukup lama, salah satunya melalui proses pengawetan dengan pengasinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis terhadap kualitas fisik telur itik asin. Kualitas fisik yang diteliti, antara lain; berat telur, tinggi putih telur, Haugh Unit (HU), dan warna kuning telur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test, yaitu membandingkan sample telur asin tanpa perlakuan (kontrol) dan telur asin dengan perlakuan penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan daun beluntas dan kulit manggis berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi putih, HU, dan warna kuning telur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter berat telur.
Preferensi Konsumen terhadap Telur Itik Asin yang Diperkaya dengan Ekstrak Daun Beluntas dan Kulit Manggis Sari Wiji Utami
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur itik asin yang diperkaya dengan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis merupakan salah satu produk diversifikasi pangan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas gizi bahan pangan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis pada produksi telur itik asin dapat meningkatkan beberapa kualitas fisik telur itik asin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk telur itik asin yang diperkaya dengan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis pada produksi telur itik asin berpengaruh nyata terhadap preferensi konsumen pada parameter warna kuning telur, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan (hedonik), tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter kemasiran.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendampingan Pengolahan Jamur Tiram Putih di Pondok Pesantren Mamba’ussunah Kebaman, Banyuwangi Riza Rahimi Bachtiar; Sari Wiji Utami; Kurniawan Muhammad Nur
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 2 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i2.4703

Abstract

Pemberdayaan Perempuan (women empowerment) adalah sebuah proses tranformasi relasi kuasa gender yang bersifat dari bawah ke atas (bottomup), baik secara individual maupun kelompok karena berkembangnya kesadaran akan keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor. Salah satu kegiatan pemberdayaan perempuan adalah penyelenggaraan pendidikan non formal. Pondok Pesantren Mamba’ussunah merupakan lembaga pendidikan yang juga melakukan kegiatan budidaya jamur tiram putih. Kegiatan budidaya jamur tiram putih dilakukan secara sederhana dan dikerjakan oleh tenaga kerja yang terbatas. Kegiatan usaha budidaya jamur tiram ini belum dapat memberikan keuntungan yang maksimal. Terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan rendahnya keuntungan yang didapat dari usaha budidaya jamur tiram putih, yaitu: terbatasnya tenaga kerja yang melakukan kegiatan budidaya, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya jamur tiram, serta kurangnya pengetahuan mengenai pengolahan produk olahan jamur tiram putih yang dapat meningkatkan harga jual jamur tiram putih. Produk jamur tiram putih sebagian besar langsung dijual seacara segar, tanpa memiliki kemasan yang menarik. Hal ini menyebabkan harga jual jamur tiram putih menjadi tidak maksimal, dan keuntungan yang didapatkan juga tidak dapat maksimal. Solusi yang dapat ditawarkan kepada kelompok mitra, dalam hal ini Pondok Pesantren Mamba’ussunah adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan khususnya pada kaum perempuan. Sehingga kaum perempuan memiliki tingkat kemandirian, kreatifitas, dapat meningkatkan harga jual produk jamur tiram putih, pemberian pembelajaran mengenai pentingnya kemasan yang menarik dan dapat mendapatkan keuntungan yang maksimal.  Solusi ini diharapkan agar kaum perempuan di lingkungan Pondok Pesantren Mamba’ussunah dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungannya. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan PKM ini adalah: 1) Meningkatnya kemampuan, keterampilan, dan keberhasilan kaum perempuan dalam mengolah jamur tiram putih. 2) Memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai pentingnya kemasan yang menarik, sehingga harga jual produk jamur tiram putih dapat meningkat.3) Meningkatnya keterampilan masyarakat untuk berwirausaha dan mengolah produk jamur tiram putih, serta meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan kaum perempuan.
Utilization of Household Waste into Eco-Enzyme in Gitik Village, Rogojampi District, Banyuwangi Ari Istanti; Sari Wiji Utami
Warta Pengabdian Vol 16 No 1 (2022): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v16i1.27328

Abstract

The waste heap of Banyuwangi Regency in 2019 was ± 3,387 m3/day with an increasing trend over the last 10 years. It came from settlements, markets, parks, drainage, and other places, which only part of it could be transported to the landfill due to the declining capacity of the landfill. In addition, waste management services mostly only cover urban areas, while in rural areas are usually carried out on-site by people as did in Gitik Village, Rogojampi District. Waste management did traditionally and partly subscribing to waste transport services. Waste transported by the service is only dumped with an open dumping way, due to the unavailability of landfil facilities in Gitik Village. The existence of waste transport services has not been utilized by all the rural people, because some of them were constrained by the cost of waste service fees. As a result, many piles of household waste are still found in various places that cause environmental pollution. The most common complaint felt by the people regarding the impact of pollution is the pungent smell of waste which usually comes from household organic waste. The solution that can be done to overcome these problems is to process household organic waste into eco-enzymes. The eco-enzyme produced from this program can be used by people for many household activities including farming. In addition, environmental cleanliness can also be improved by reducing the amount of household organic waste that is disposed of around settlements.
Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Dalam Pembuatan Sabun Batang di Kampung Wisata Kopi Lerek Gombengsari Banyuwangi Ayu Purwaningtyas; Aprilia Divi Yustita; Sari Wiji Utami
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.10615

Abstract

Lerek Gombengsari (Lego) Coffee Tourism Village is one of the coffee educational tourism destinations in Banyuwangi. This tourist destination combines agro-tourism and educational tourism so that visitors can learn and practice coffee plantation management organically with an educational system adhering to the principle of Learning by doing. The use of coffee in the Gombengsari area is still limited to coffee beans. Coffee beans are processed into coffee grounds which are enjoyed by tourists, both domestic and foreign tourists. The processing of coffee beans produces 45% of coffee waste in the form of coffee grounds and each cup of coffee drunk containing coffee grounds has an average weight of 20 grams. Therefore, coffee grounds waste must be processed because it can be harmful to health and the environment. Coffee grounds waste contains caffeine, organic acids, minerals and antioxidants that are useful for smoothing the skin, moisturizing the skin and preventing free radicals. Based on these contents, the coffee grounds at Kampung Lego Tourism will be processed into traditional soap bars. Making bar soap is done traditionally to avoid chemicals so that it can reduce problems on the skin. The PKM activity by the Poliwangi Lecturer Team was able to produce processed bar soap products which were packaged under the name Srikandi Homemade Soap. These results are able to add to the list of processed variants that are very useful for partners.
Pemberdayaan PKK Desa Tambong dalam Pembuatan Sabun Pencuci Piring Eco-Enzyme Ari Istanti; Sari Wiji Utami; Astri Iga Siska
Warta Pengabdian Vol 17 No 1 (2023): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v17i1.35180

Abstract

Pengelolaan sampah di wilayah perdesaan biasanya dilakukan oleh masyarakat secara on site. Begitupun halnya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tambong, Kecamatan Kabat yang belum mempunyai TPA. Pengelolaan sampah organik rumah tangga secara tepat guna sudah pernah dilakukan oleh masyarakat Desa Tambong. Kelompok PKK sudah berhasil membuat bersama larutan eco-enzyme F1 hingga panen, akan tetapi pemanfaatan dan animo masyarakat untuk mengaplikasikan eco-enzyme masih belum maksimal. Selama ini, hasil panen F1 dari eco-enzyme hanya digunakan sebagai obat luar untuk tubuh oleh beberapa warga. Masih adanya aroma khas fermentasi secara teknis sangat mengganggu, sehingga minat masyarakat untuk menggunakan eco-enzyme lebih lanjut menurun drastis dan cairan yang sudah dipanen terbengkalai. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membuat diversifikasi produk eco-enzyme F1 yang digemari masyarakat dan mempunyai nilai jual. Salah satunya dengan mengembangkan eco-enzyme menjadi sabun pencuci piring cair yang ramah lingkungan. Produk sabun yang dihasilkan dikemas sedemikian rupa sehingga layak untuk dipasarkan. Dengan demikian diharapkan pendapatan masyarakat dapat mengalami peningkatan dan masyarakat akan terus tergerak untuk peduli lingkungan.
Karakteristik Pupuk Cair Eco-Enzyme Berbahan Dasar Limbah Sayur Dan Buah Terhadap Kandungan Nutrisi Dan Bahan Organik Ari Istanti; Aldy Bahaduri Indraloka; Sari Wiji Utami
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2023): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i1.503

Abstract

Sebanyak 60% sampah yang terbuang di TPA adalah sampah organik, dimana pengelolaan yang buruk dapat menimbulkan banyak masalah. Oleh karena itu perlu suatu langkah memanfaatkan limbah tersebut sebagai produk yang bermanfaat dan mempunyai nilai guna seperti eco-enzyme.  Eco-enzyme merupakan fermentasi limbah organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air yang mengandung berbagai nutrisi penting untuk tanaman seperti N, P, K, dan C-organik. Bentuk eco-enzyme yang berupa cairan membuat aplikasinya sebagai pupuk cair lebih praktis. Pembuatan eco-enzyme sebagai pupuk cair sangat berpeluang untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kombinasi bahan ecoenzim yang menghasilkan nutrisi tinggi sebagai pupuk cair. Rancangan penelitian menggunakan RAL 4 perlakuan (sayur + manggis; sayur + jeruk); sayur + buah naga; sayur) dengan 3 ulangan. Perlakuan kombinasi bahan berpengaruh signifikan terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan sayur + jeruk (P2) memberikan hasil nutrisi terbaik secara keseluruhan.
POTENSI PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS DAN KULIT MANGGIS TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK ASIN Sari Wiji Utami; Rindu Ayu Agustin; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 1 No. 1 (2019): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v1i1.226

Abstract

Telur itik asin yang diperkaya  dengan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis merupakan salah satu produk diversifikasi pangan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas gizi bahan pangan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis pada produksi telur itik asin dapat meningkatkan beberapa kualitas fisik telur itik asin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk telur itik asin yang diperkaya dengan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis pada produksi telur itik asin berpengaruh nyata terhadap preferensi konsumen pada parameter warna kuning telur, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan (hedonik), tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter kemasiran.  
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI PERENCANAAN LABA PADA UD. SILVIA FOOD Anisatun Nadhiroh; Kurniawan M. Nur; Sari Wiji Utami
Jurnal Javanica Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v1i1.2022.56-67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik impas dan perencanaan laba di UD. Silvia Food. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara langsung kepada responden yang bersangkutan. Analisis data menggunakan break even point (BEP) dan margin kongtribusi. Hasil penelitian diketahui bahwa titik impas tahun 2018 sebesar Rp. 23.632.020 untuk kemasan 250 gram dan Rp. 21.948.102 untuk kemasan 500 gram. Titik impas tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 27.310.494 untuk kemasan 250 gram dan Rp. 25.359.642 untuk kemasan 500 gram. Titik impas tahun 2020 yaitu Rp. 32.227.736 untuk kemasan 250 gram dan Rp. 29.307.138 untuk kemasan 500. Perusahaan merencanaan laba tahun 2021 sebesar 15% dari tahun 2020 yaitu perusahaan harus dapat melakukan penjualan sebesar Rp. 99.447.216 untuk kemasan 250 gram dan Rp. 187.500.518 untuk kemasan 500 gram. Untuk tahun 2022 perusahaan merencanakan laba sebesar 25%, untuk itu perusahaan harus dapat melakukan penjualan sebesar Rp. 131.090.032 untuk kemasan 250 gram dan Rp. 251.092.747 untuk kemasan 500 gram.