Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA MERK PAHAT DAN SUDUT POTONG PAHAT YANG BERBEDA PADA MESIN BUBUT KONVENSIONAL DALAM PROSES BUBUT RATA TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA ST 41 FIRSTA MARSYAH, ANGGI; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas permukaan suatu benda kerja pada proses pemesinan terutama mesin bubut diantaranya adalah sudut potong pahat dan merk pahat dalam proses pembubutan nya, variasi kecepatan potong, posisi senter, getaran mesin, perlakuan panas yang kurang baik dan sebagainya (Munadi, 1988: 305). Pada penelitian ini penulis menggunakan 3 jenis sudut potong pahat dan juga 3 merk pahat yang bertujuan untuk menemukan merk pahat dan sudut potong pahat yang paling baik untuk pembubutan rata. Dalam penelitian ini 3 merk pahat yaitu : a. Pahat JCK HSS-E M2A1 ½?? x ½?? x 4??, b. Pahat JASON HSS ½?? x ½?? x 4??, c. HSS GS TUV 3/8?? x 4?? dan 3 sudut potong pahat yaitu a.80º b.85º c.90º. Merk pahat berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan, dikarenakan perbedaan nilai kekerasan pada setiap pahat berbeda, pahat yang paling tinggi nilai kekerasan nya yaitu pahat HSS Jason dengan nilai kekerasan 68,17 Kg/mm2 dan menghasilkan nilai kekasaran paling rendah yaitu 1.998 µm, dan pahat yang nilai kekerasan nya paling rendah adalah pahat HSS GS TUV dengan nilai kekerasan 64,47 Kg/mm2 dan menghasilkan nilai kekasaran paling tinggi yaitu 3,42 µm. Jadi nilai kekasaran terendah dihasilkan oleh nilai kekerasan pahat yang paling tinggi. Sudut potong pahat berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan, semakin kecil sudut potong utama pahat (Kr) maka gaya potong akan semakin lebar, dan tebal geram juga akan semakin besar, semakin besar tebal geram maka akan mempengaruhi tingkat kekasaran yang lebih besar juga. Sudut potong yang paling tinggi nilai kekasaran nya adalah 80?, dengan nilai kekasaran 3,42 µm. Sudut potong yang paling rendah nilai kekasaran nya dalah 90?, dengan nilai kekasaran 1.998 µm. Kata kunci: Kekasaran Permukaan, Pahat HSS, Sudut Potong, Pembubutan Rata, Kekerasan Permukaan Pahat.
STUDI EKSPERIMEN KEKUATAN IMPACT DAN BENDING BAJA KARBON PEGAS DAUN AISI 1095 PADA MOBIL KIJANG KAPSUL 7K-EFI TAHUN 2000 DENGAN PERLAKUAN PANAS TEMPERING BAGUS PERMANA, AFIF; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Industri Otomotif pada zaman sekarang lebih cenderung mengutamakan kenyamanan dan keamanan saat berkendara di jalan. Untuk terwujudnya hal tersebut sangat dibutuhkan sistem suspensi yang sangat baik untuk kendaraan tersebut. Sistem suspensi berfungsi untuk meredam getaran dan meredam guncangan yang diterima kendaraan saat di jalan. Mengetahui pengaruh proses laku panas tempering terhadap baja pegas pada uji impact. Dan Mengetahui pengaruh proses laku panas tempering terhadap baja pegas pada uji bending.Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu tempering 420?C, 540?C, dan 660?C. Benda kerja yang digunakan pada proses tempering adalah baja pegas baru mobil kijang kapsul AISI 1095. Sesudah proses pemanasan dilakukan tahap selanjutnya, benda kerja akan dilakukan pengujian kekuatan impact, dan bending. Standarisasi pengujian Impactnya adalah ASTM A370. Dan Standarisasi pengujian Bendingnya adalah ASTM E23-02Pada hasil pengujian impact baja pegas daun baru kekuatan impact maksimal, beban maksimal, dan sudut semua spesimen yang mendapat perlakuan panas tempering menunjukan adanya penurunan, seperti yang terjadi pada kekuatan impact maksimal variasi temperatur tempering 420?C yaitu sebesar 0,00359 Mpa menurun sebesar 55,71%, variasi temperatur 540?C yaitu sebesar 0,00159 Mpa menurun sebesar 20,12%, kemudian pada variasi 660°C yaitu sebesar 0,00127 Mpa menurun sebesar 81,62% dari kekuatan impact maksimal raw material sebesar 0,00691 Mpa. Pada hasil pengujian bending, baja pegas yang di beri perlakuan, nilai bending pada material menunjukan penurunan, pada variasi temperatur tempering 420?C yaitu sebesar 1057,50 Mpa menurun sebesar 4,79%, lalu variasi temperatur 540?C yaitu sebesar 1006,88 Mpa menurun sebesar 13,4%, kemudian variasi temperature 660°C yaitu sebesar 871,88 Mpa atau menurun sebesar 28,24% dari kekerasan raw material sebesar 1215,00 Mpa.
Optimalisasi Proses Gerinda Untuk Permukaan Arya Mahendra Sakti
Jurnal Teknik Industri Vol. 11 No. 1 (2010): Februari
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.813 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol11.No1.26-30

Abstract

Basically, surface grinding is mechanical process that result high temperature and chemical reaction on surface work piece. On this process, the heat energy has been released along of the surface. A part of the energy would be transferred to chip and the other would be continued to the environment by grinder and work piece. Use of coolant on the surface of the object will be function as lubricant, which can reduce friction between grinder and the object. Moreover, in grinding process, cooling can effect on temperature and surface roughness. This research used factorial design 2x3x3 to evaluate the effect some variables process such as table speed, depth of cut also cooling method on temperature and surface roughness. High pressure air and air in room temperature are kinds of cooling method in the process, the result of experiment would be analysis by ANAVA. The experiment shows that temperature in air cooling method it is lowerthan by air of room temperature cooling method. The surface roughness of the work piece in air cooling method is the lowest. The faster table speed of grinding machine caused that the lower of the grinding temperature and the work piece surface roughness. Moreover, the higher depth of cut would cause the higher grinding temperature and surface roughness.
Penerapan Quality Function Deployment Untuk Pengembangan Produk Perajang Bawang Arya Mahendra Sakti
Jurnal Teknik Industri Vol. 8 No. 2 (2007): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol8.No2.108-116

Abstract

This research was expected to apply QFD in the development process of product which refers to consumer request, so that the result of scheme process really answers market requirement. The research methods were conducting product survey in field, making questionaire of consumer request, spreading questioner, checking returned questioner data, and the processing questioner data by QFD. The matrix of concept assessment shows that concept A (funnel one semi automatic) gets value 0.238 and 16510%; concept B (funnel two semi automatic) gets value 0.211 and 16630%; concept C (funnel two semi automatic/manual) gets value 0.203 and 18470%; so that amongst the third concept, the one which is appropriate to be proceeded to the production department is only concept A.
THE DEVELOPMENT OF 3D PRINTING MODIFICATION OF LIQUID HANDLING SYSTEM CONCEPT FOR PIPETTING SYSTEM PROCESS IN THE MEDICAL AREA Abdi, Ferly Isnomo; Sakti, Arya Mahendra; Wulandari, Diah; Utama, Firman Yasa; Puspitasari, Dewi; Manggalasari, Lena Citra
DIVERSITY Logic Journal Multidisciplinary Vol. 1 No. 3 (2023): December: Diversity Logic Journal Multidisciplinary
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/div.v1i3.40

Abstract

Background. The development of electromedical technology in the healthcare field is increasing. However, the measurement of liquid samples in the pipetting process is still done manually which makes it highly contaminated from human hands. A Liquid Handling System (LHS) is a device used to automatically transfer fluids to prevent contamination. 3D Printing is a tool used to create creative design objects using filament material. The mechanism of this tool is similar to that of a liquid handling system but is simpler and has a smaller capacity. In the future, Research Purpose. To determine 3D printing modification of liquid handling system for pipetting system process in the medical area. Research Method. This research uses the research and development (R&D) method by designing and constructing a Prototype Liquid Handling System with a modified 3D Printing 3-axis, placing measuring cups and sample tubes, and designing G-Code programs and servo motor coding to test the capabilities of the designed Prototype Liquid Handling System. Findings. Based on the functional test results of the liquid handling system using NaCl solution, the pipetting results were 0.82 ml with a processing time of 5.6 seconds. The electromedical device has a percentage error rate of 2.4% with a pulling force of 6.56 N and an injection pressure of 8.44 Pa. Conclusion. This electromedical device will be able to automatically process extraction fluids or pipetting processes with high accuracy.
RANCANG BANGUN ALAT REDUKSI DAN KLASIFIKASI UKURAN PENGGERUSAN TIPE SCREENER BALL MILL DWI SUHARSONO, NASWAN; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26389

Abstract

Screneer Ball mill merupakan alat industri terutama pada industri semen yang digunakan untuk menghancurkan dan menggiling bahan baku seperti : batu kapur, silica, alumina, dan besi oksida. Secara umum screener ball mill merupakan dua alat yang terpisah. Ball mill memiliki karakteristik sebagai mesin penghancur, sedangkan screener memiliki karakteristik sabagai klasifikasi ukuran. Untuk itu perlu adanya gabungan dua alat menjadi satu, sehingga efisien waktu dan tenaga. Dalam proses pereduksian dan Screening material dilakukan secara tertutup untuk mengindari debu dari material keluar dan terhirup. Alat ini juga dilengkapi dengan transmisi yang berguna sebagai pemindah putaran motor ke salah satu Pulley, sehingga efektif dan efisien dalam operasional, serta daya yang digunakan. Hasil uji coba alat reduksi dan klasifikasi ukuran penggerusan tipe screener ball mill didapatkan dengan arang sebanyak 1,1 kg yang direduksi selama 15 menit dengan Rpm putaran motor 50 Rpm, Rpm screener 40 Rpm, dengan banyak bola baja sebanyak 35 buah, menghasilkan klasifikasi ukuran mesh 2 sebanyak 20 gram, mesh 4 sebanyak 210 gram, mesh 10 sebanyak 870 gram. Kata Kunci: Screneer, ball mill, klasifikasi, reduksi
RANCANG BANGUN ALAT PENCEKAM BENDA SEMI OTOMATIS MENGGUNAKAN MOTOR DC PADA ALAT GRINDING POLISH AZIZ MASHURI, ABDUL; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26545

Abstract

ANALISA KINERJA HASIL PERANCANGAN ALAT REDUKSI DAN KLASIFIKASI UKURAN PENGGERUSAN TIPE SCREENER BALL MILL ARMAN HIDAYAT, DENDI; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26760

Abstract

Screener Ball mill merupakan alat industri yang sangat berperan penting dalam bidang produksi terutama industri semen. Ball mill merupakan bola penggiling yang digunakan dalam proses pembuatan semen yang memiliki karakteristik keras seperti silica, kapur, alumina, dan besi oksida yang masih berbentuk bongkahan batu. Screener berfungsi sebagai klasifikasi ukuran material yang di reduksi menjadi mesh. Prinsip kerja mesin screener ball mill dimulai dari perputaran tubuh barel yang kemudian menghasilkan gaya sentrifugal, steel ball akan terbawa pada ketinggian tertentu dan jatuh untuk membuat material tergiling. Setelah proses penggilingan maka tahap selanjutnya serbuk dipisahkan dengan bola baja dengan menggunakan sebuah screening. Secara Umum proses reduksi melalui dua proses berbeda dari ball mill kemudian screening untuk menghasilkan mineral yang lebih halus. Mesin ini sudah dirancang oleh teman saya sendiri yaitu Saudara Naswan Dwi Suharsono di tahun 2018, dan saya berkeinginan untuk menindaklanjuti dengan menganalisa kinerja alat tersebut. Dari proses pengujian diperoleh massa paling banyak tertampung yaitu pada kecepatan screening 50 rpm dengan massa 985 gram dengan jumlah 45 bola baja. Sedangkan massa paling sedikit tertampung yaitu pada kecepatan screening 40 rpm dengan massa 810 gram dengan jumlah 30 bola baja yang digunakan sebagai media penghancur pada proses milling. Kata Kunci : Screneer, Ball mill
RANCANG BANGUN TRAINER PELAPISAN LOGAM DENGAN KONTROL WAKTU OTOMATIS SETYA PRAYOGO, ARNES; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i2.28391

Abstract

Abstrak Mahasiswa yang melaksanakan praktikum di Lab. Pelapisan Logam Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya masih menggunakan peralatan yang sederhana dan dilakukan secara manual, hal ini menyebabkan hasil yang kurang maksimal dan sangat beresiko karena adanya kontak langsung dengan larutan elektrolit yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Untuk mempermudah praktikum perlu dirancang trainer pelapisan logam dengan kontrol waktu otomatis yang dikendalikan dengan micro contoller arduino dalam proses pelaksanaanya. Perancangan trainer menggunakan metode R&D (Research and Development) atau penelitian pengembangan berbasis eksperimen. Serta Menganalisa kebutuhan yang sesuai dengan komponen yang akan digunakan, hal ini bertujuan untuk dapat menentukan spesifikasi komponen utama yang akan digunakan pada rancang bangun trainer pelapisan logam otomatis dengan kontrol waktu otomatis. Hasil perancangan trainer pelapisan logam dengan kontrol waktu otomatis ini didapatkan komponen utama seperti body rangka trainer pelapisan logam terbuat dari bahan hollo galvalum ukuran 35 mm x 35 mm, dimensi rangka 600 mm x 740 m x 1000 mm, motor yang digunakan adalah motor wiper 12V 146,8 rpm dan motor power window 12V 60 rpm, handle katoda dengan dimensi 250 mm x 24 mm x 22 mm terbuat dari PE sehingga tidak larut saat proses pelapisan logam, serta gigi-gigi yang dibuat dengan modul 1,25 mm dan jarak antar gigi 3,925 mm, poros ulir penggerak panjang 600 mm dan diameter M20, poros pelurus memiliki panjang dan diameter yang sama dengan poros ulir penggerak, bak platting ukuran 240 mm x 240 mm x 160 mm berbahan plastik dengan daya tamping 9,216 liter, roda gigi diameter 60 mm, kedalaman pemotongan 2,8125 mm, jumlah gigi sebanyak 46 buah, modul 1,25 mm, dan total waktu kerja trainer pelapisan logam jika diasumsikan operator melakukan input waktu pada kedua bak platting sebesar 1 menit maka trainer pelapisan logam hanya membutuhkan waktu 4,0058 menit dalam 1 fase trainer pelapisan logam bekerja. Kata Kunci: Electroplating, Trainer Pelapisan Logam.
ANALISA TRAINER PELAPISAN LOGAM BERBASIS ELECTROPLATING DANANG PRIAMBODO, JAROT; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i2.28396

Abstract

Baja ST 41 merupakan jenis logam non ferro yang tergolong dalam salah satu jenis carbon rendah yang memiliki kandungan carbon 0.32 % sehingga sesuai digunakan dalam komponen mesin, namun dalam penggunaanya menjadi kurang maksimal jika logam tersebut mengalami korosi. Pelapisan logam merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memberikan sifat tertentu pada suatu permukaan benda kerja, Maka dalam penelitian kali ini untuk mengetahui ketebalan pada permukaan benda kerja terhadap variasi waktu serta kuat arus yang ditentukan. Dalam pelaksanaan metode penelitian dimulai dengan penulisan literatur, perencanaan perangkat keras dan lunak, pembuatan alat dan program hingga analisa data. Pada pelaksanaan dilakukan di lab Pelapisan Logam Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Dalam penelitian yang dilakukan menggunakan variasi waktu 20, 25 dan 30 menit serta pengaruh dari kuat arus 6 dan 10 Ampere yang terjadi dalam pelaksanaan. Serta melakukan analisa pengumpulan data di mulai dengan analisis masalah, perencanaan produk, persiapan pelapisan logam, proses pelapisan logam, pengujian pelapisan logam, analisis data, dan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu berdasarkan waktu serta kuat arus yang dikerjakan semakin lama waktu pencelupan dan semakin besar kuat arus yang mengalir dalam proses pelapisan maka semakin tebal permukaan benda uji. Ketebalan terbesar terjadi pada waktu pencelupan 30 menit dengan kuat arus 10 ampere yaitu 114,33 ?mKata Kunci: Baja ST 41, Pelapisan Logam, Trainer Pelapisan Logam
Co-Authors Abdulloh, Isa Yuanata ADI PRANATA, ANGGA ADITAMA, RESKY Afdhol, Muhammad Zikri Afghan, Fayyadh Buddy Al Afifah, Hidayanti Nuzulatul Aidah, M. Fishal Askarul Faris Aji Nugroho Al Falaq, Mochammad Rama Alam, Ilham Rofiqul Alfadilla, Muhammad Fajar Alfarizi, Edgar Hafizh Alwi, Zyanata Hasna Andita Nataria Fitri Ganda Aprilianto, Mochammad Ismail Bagus Ardiansyah, Daniar Anggit ARMAN HIDAYAT, DENDI Arruafy, Mohammad Ghithrof Asmara, Anggurit Aji Bayu Asyhar, Achmad Hanif AZIZ MASHURI, ABDUL BAGUS PERMANA, AFIF Cahyo Nugroho, Cahyo Casillas, Muhammad Kanz DANANG PRIAMBODO, JAROT Danar Pratama, Sindhi Darmawan, Indra DERI SUBAYU, RHOMDAN Dewi Puspitasari Dewi Puspitasari Diah Wulandari DIDIN NURDIANSYAH, AHMAD DWI SUHARSONO, NASWAN Dyah Riandadari FAHMY SATRIADI WASKITO, YOGA Fajar, Rafianto Takbiral FANDI ZAMRUDDIN, MOCHAMMAD Farizi, Aziizun Faiq Al Fatahillah, Idham Rizki Yusma Ferly Isnomo Abdi Fikri, Zainur Rijalul Firman Yasa Utama Firmansyah, Rian FIRSTA MARSYAH, ANGGI Fitri Ganda, Andita Nataria Ganda, Andita Ganda, Andita Nataria Fitri HAIKAL AMIN, FIKRI Hermawan, Dedy Andy Hidayat, Achmad Fachrus Hidayaturrahman, Hidayaturrahman Ibisono, Gigih Chandra Ilham, Muhammad Nur Ilhamsyah, Tegar Bayu INDRA NASUTION, DONNI ISWANTO, SYAHIDI Jalakusuma, Kevin Firdaus KHABIBULLAH, MUHAMMAD khuluq ma'addin, khusnul Kurnia Sandy, Muhammad Khoir Kurniawan, Prasetyo Tri Laksono, Alif Rahman Laksono, Teguh Setiawan Aldi Lanka, Linggar Anggita Cucu Manggalasari, Lena Citra Marwinsyah, Rizky Marzad, Deftana Aqsya Ma’addin, Khusnul Khuluq Mujakki, Muhammad Akbar Murod, Moh Iqbal Nosuvian, Joko Laksono NOVEMIA HANY, FIRSTY Nur Rohman, Muhammad PRADIPTA BUANA, HABIB Priyambada, Sashatta Daniela Rachmattan, Ryan Ramadhan, Aldhi Fahrezy Ramadhan, Maulana Trisnanda Ramadhan, Yanuar Makhsinardi Ridho, Mukhlis Yazid Rizky Ramadhani, Muhammad Rizqullah, Ahmad Fakih Muhaimin ROHMAN FAIZOL, ABDUL SAKIN NUR HAZNA, GALUH Saputra, Prihatama Wahyu SETYA PRAYOGO, ARNES Solichudin, Fiqih Nur Sugiarto, Fikri Ariyadhana Sulistyorini, Elisa Trimariyono, Dimas Tsamroh, Dewi ‘Izzatus URFIE, FERDANSYAH WAHYU NUGROHO, MUHAMMAD WARJU Widoretno, Yustin Setiya Wildan Mufti Wirdana Wildan, Muhammad Wildan Satrio Bimo Wulandari, Cyndhi Kartika YOGA ARGE PUTRA, TRI Yolarinda, Dhiko Yulianto, Angki Narda