Claim Missing Document
Check
Articles

Empowerment of Waria Ludruk Artists in AIDS/HIV Prevention Program Maimunah, Maimunah; Aribowo, Aribowo
Komunitas Vol 7, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i1.3598

Abstract

Waria or transgender is one of the key population which has a significant role in the success of HIV/AIDS prevention program in East Java. It is estimated that the biggest waria community is in East Java, particularly in Surabaya. The main objective of this research is improving capacity building of ludruk artist waria through HIV/AIDS prevention program. The study has two objectives; firstly to find the effective strategies in improving waria’s feminine skills such as knitting, hair dressing. Secondly to find the effective programs both on-stage and off-stage to improve the quality of ludruk performance such as revitalizing their marketing management, using social media to promote their schedule to the young generation. Some inportant points can be conluded from this study. Firstly, integrated coordinating system between ludruk artist waria and waria communities such as Perwakos and Iwama should be improved. HIV/AIDS prevention programs become uneffective without coordination. In this point, ludruk artist waria need to know that HIV/AIDS prevention programs such as VCT, HIV testing is free of charge. Secondly, in terms of management internal system, ludruk needs to revitalize the content of the story in their performance to be more compatible with the younger audience. To do so, the cooperation is needed among all the stakeholeders to make ludruk survive in the capitalist industrial show business in Indonesia.Salah satu populasi kunci yang memberi kontribusi tingginya prevalensi HIV dan AIDS di JATIM adalah komunitas waria karena di propinsi ini estimasi jumlah waria terbesar di Indonesia. Penelitian ini akan membahas bagaimana waria seniman ludruk dilibatkan dalam pencegahan HIV/AIDS. Program yang telah dilakukan adalah revitalisasi baik on-stage (diatas panggung) dan off-stage (di luar panggung). On-stage memfokuskan pada upaya revitalisasi pertunjukan ludruk dengan sistem dan manajemen pertunjukan yang lebih modern, menarik penonton generasi muda dan memanfaatkan tekhnologi internet dalam pemasarannya. Sedangkan Off-stage melalui penguatan keterampilan feminine (feminine skills) seperti menjahit, salon, wirausaha dll sehingga mereka mandiri secara ekonomi. Hasil penelitian menyimpulkan ada faktor internal yaitu kurangnya koordinasi pimpinan ludruk dengan organisasi induk waria dalam mensosialisasikan program penanggulangan HIV/AIDS. Disamping itu, mobilitas waria yang tinggi antar kota menjadi kendala tersendiri untuk mengumpulkan mereka ketika ada pemeriksaan VCT dan tes HIV. Faktor internal ludruk adalah perlunya revitalisasi dan inovasi managemen pemasaran yang modern berbasis tekhnologi serta inovasi cerita ludruk agar lebih menjangkau anak muda. Dibutuhkan kerjasama dengan semua stakeholders agar ludruk tetap bertahan dalam gempuran industri hiburan di Indonesia. 
Co-Authors Achmadi Achmadi Adawiyah, Nur Rabiatul Adifta, Engsas Diniati Alfiah , Nurul Hanifatul Alfiah, Nurul Alfianto, Muhammad Gilang Anggraeni, Maulina Rizky Anggraini, Yola Putri Anisa Putri Anita Setyowati Srie Gunarti Annisa Mahfuzah Anwar Made Apriani, Lili Dwi Aribowo Aribowo Aziz Setyawan Hidayat, Aziz Setyawan Aziz, Barliansyah Awaluddin Azzahra, Annisa Ari Bahrin Bahrin Baroqah, Lailatul Benrahman Cholis Sa’dijah Citra Marina, Citra Damayanti, Nofita Darmawan, Iman Budi Delfita, Ovemy Dewi Susanti Dwi Yulianto Endang Purwaningsih Erlinda , Reza Ena Erwin Pane, Erwin Farhaani , Padyan Fata Nidaul Khasanah Fauzandi, Fachri Ilman Fitria Suryatini Fitriyawany Fitriyawany Ghiffari, Afwan Hadi Reka Utama, Muhamad Herlawati Herlawati Hermantyo, Aulia Maharani Hikmah, Ainul Hurrahma, Mifta Ikhsan, Iqbal Farhan Ilamsyah Ilamsyah, Ilamsyah Ilham, Muhamad Irfandi, Awalia Irwan Raharja Jalinus, Jalinus Jamaliah, Imma jawahir, Jawahir Julaiwa, Siti Hawa Kartini Kartini Khainingsih, Fadilah Gustin Kurniawan , Febri Laksono, Aji Pujo Larasakti , Oqi Dyah lestari, winda Lintang, Anindita Masnia, Fakhriatul Mayangsari, Febry Mega Hayuningtyas Erwanti, Mega Hayuningtyas Meta Lica, Dika Putri Misbah Misbah Muhammad Yani, Muhammad Mulyana, Herlan Nur, Septia Pamungkas , Catur Prabowo, Restu Pradipta Agustina, Pradipta Purwanto Purwanto Putri Yuanita Putri, R.Iska Meili Rahmadya Trias Handayanto Retno Nugroho Whidhiasih Rini Dian Anggraini Sakti , Dio Laksmana Samsiana , Seta Santi, Indira Sartim Sartim, Sartim Setiyaningsih, Wiwik Setiyowati, Supami Wahyu Siahaan, Refania Sianipar, Saut Marodjahan Sisworo Suhadah, Mutia Suhermi, Suhermi Syahbudin Hasibuan Syarifah Nur Siregar Titi Solfitri Utomo, Sidik Priyo Wahyu Wahyu Wahyuni, Zulfa Whidiasih, Retno Nugroho Widiastuti, Ariska Putri Yanuarni, Reni Yenita Roza Yufentya, W Eggy Yuliana, Upi Yusuf Hadi, Yusuf Zada, Naufal Ammar