Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN TERAPI WUDHU PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN: SUATU STUDI KASUS Salfiana Salfiana; Aiyub Aiyub; Martina Martina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRisiko perilaku kekerasan merupakan perilaku yang berisiko membahayakan diri sendiri ataupun orang lain baik secara fisik, emosional dan seksual serta memiliki riwayat melakukan tindakan kekerasan. Perilaku kekerasan memiliki efek yang berbahaya seperti mencederai dirinya sendiri atau orang lain yang berakibat kematian serta cenderung  merusak barang-barang disekitarnya. Studi kasus ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perubahan setelah diberikan latihan relaksasi otot progresif dan terapi wudhu pada pasien dengan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu strategi pelaksanaan (SP) 1 hingga 4 serta intervensi tambahan sesuai evidence based practice yaitu terapi relaksasi otot progresif dan terapi wudhu. Hasil evaluasi yang didapatkan ialah  terdapat penurunan tanda dan gejala perilaku kekerasan. selain itu, pasien mengatakan setelah melakukan terapi wudhu dan relaksasi otot progresif tidak lagi merasa marah dan mudah untuk mengungkapkan rasa marahnya secara baik. Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan kepada pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh agar dapat memberikan terapi strategi pelaksanaan risiko perilaku kekerasan secara rutin. Disamping itu, perawat juga dapat memberikan terapi wudhu, kegiatan beribadah dan relaksasi otot progresif sehingga pasien dapat mengontrol perilaku kekerasan yang dialami.
HUBUNGAN RESILIENSI DIRI DENGAN STRES AKADEMIK MAHASISWA TAHUN PERTAMA MASA PANDEMI COVID-19 Nur Riska Amalia; Aiyub Aiyub; Jufrizal Jufrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan prevalensi Covid-19 mengakibatkan perubahan pola hidup masyarakat di seluruh dunia, khususnya dalam bidang pendidikan. Sistem Dalam jaringan (Daring) yang diberlakukan oleh pemerintah guna mengurangi penyebaran Covid-19 dan risiko kematian menyebabkan beberapa kendala selama proses pembelajaran, seperti peningkatan stres akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resiliensi diri dengan stres akademik pada mahasiswa tahun pertama di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Pemilihan Sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 136 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan dua kuesioner baku yaitu The Academic Resilience Scale (ARS-30) dan Student Academic Stress Scale (SASS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor resiliensi yaitu 113,76 dan rata-rata skor stres akademik yaitu 145,80. Data dianalisa dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment, sehingga diperoleh nilai r sebesar -0,411 dan p-value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan stres akademik pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dengan arah hubungan negatif. Direkomendasikan kepada tenaga pendidik agar mengajarkan materi dengan menggunakan metode yang mudah dipahami selama perkuliahan daring sehingga dapat meminimalkan terjadinya stres akademik pada Mahasiswa.
BURNOUT MAHASISWA KEPERAWATANDALAMMENGIKUTI PROGRAM PROFESI NERSDI MASA PANDEMI COVID-19 Sharfina Hidayati; Riski Amalia; Aiyub Aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terus meningkat membuat sistem pembelajaran mahasiswa profesi ners berubah untuk mencegah pencegahan terhadap penularan virus Covid-19. Mahasiswa profesi ners harus menerapkan beberapa protokol kesehatan secara ketat, mahasiswa merasa takut tertular Covid-19 karena jika tertular akan terancam gagal pada stase Kepaniteraan Klinik Keperawatan Senior (K3S). Banyaknya penugasan mahasiswa Profesi Ners juga menambah beban. Kondisi seperti ini terus berlanjut dan dapat menyebabkan burnout. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah  mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 78 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu Maslach Burnout Inventor (MBI). Hasil menunjukkan bahwa 34 responden (43,56%) burnout sedang, 26 responden (33,33%) burnout tinggi dan 18 responden (23,08%) burnout rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala berada pada burnout sedang. Bagi mahasiswa agar selalu menyiapkan diri untuk menghadapi pendidikan profesi ners di masa pandemi Covid-19 agar menghindari resiko terjadinya burnout syndrome.
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Diversifikasi Produk Olahan dari Nanas aiyub; aiyub, aiyub; Novitayani, Sri; Ramli, Farah Dineva
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.15

Abstract

In Indonesia, the pineapple (Ananas comosus L.) is a well-liked fruit. Kayukul is a village in Central Aceh that is well-known for being a pineapple-growing hub. However, farmers sell their harvest as fresh fruit. As a result, the price of pineapples reduces significantly during the rainy season and when the harvest is plentiful. Therefore, the diversification program offered in the Product-Based Community Services Program (PBCSP) to cultivate pineapples into meals and fresh drinks received positive responses from communities. This community service's goal is to increase the knowledge and skills of the local communities on how to transform pineapples into goods with added value, which they can then utilize as businesses to raise their family income. PBCSP was conducted in three steps, namely preparation, implementation, and evaluation. The target group of PBCSP were teenagers, housewives, and micro, small, and medium business actors. PBCSP activities were carried out for a month with three feature products, namely: cookies, syrup, and jelly candy made from pineapple. Training on how to create the products was used to socialize the featured products with the target audiences. A participatory paradigm was used in the preparation, formulation, and evaluation of the products. The target groups' complaints and recommendations regarding the products served as guidance for product development. To boost the added value of products, the selection and the determination of product names (brands) and package development were made. It is hoped that PBCSP will be implemented in a sustainable manner because the evaluation results indicated that the communities thought the program was highly useful. In order to help the target groups who have acquired the knowledge and skills to produce the feature products offered, the government is also expected to offer business financing assistance to create diverse enterprises to raise their family income. Keywords: Community Services, Pineapple, Diversification, Pineapple cookies, Pineapple Syrup, Pineapple Jelly Candy
Penerapan Terapi Dzikir Pada Pasien Halusinasi Pendengaran: Suatu Studi Kasus Aiyub, Aiyub; Rasul, Fatta Maulida; Alfiandi, Rudi
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i2.212

Abstract

Salah satu gejala positif yang sering dialami pasien skizofrenia adalah halusinasi. Halusinasi merupakan keadaan individu yang mengalami perubahan pola dan jumlah rangsangan yang dimulai secara internal atau eksternal di sekitarnya dengan pengurangan, pembesaran, distorsi, atau ketidaknormalan respon terhadap setiap rangsangan. Halusinasi yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak seperti terjadinya perilaku kekerasan, isolasi sosial, harga diri rendah dan defisit perawatan diri. Studi kasus ini bertujuan mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui penerapan terapi generalis (SP) dan terapi dzikir sebagai terapi alternatif selama 7 hari yang terdiri dari 7 pertemuan, yang dilakukan dengan durasi 10-20 menit setiap pertemuan. Sampel yang digunakan dalam studi kasus ini terdiri dari satu orang pasien dengan halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Hasil studi kasus ini didapatkan bahwa setelah menerapkan terapi generalis (SP) dan terapi dzikir terdapat penurunan frekuensi halusinasi yang sebelumnya muncul 4-5 kali dalam sehari dengan durasi 15-20 menit, menjadi satu kali dalam sehari dengan durasi 5 menit . Kesimpulan dari studi kasus ini adalah kombinasi terapi generanalis (SP) dan terapi dzikir mampu menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dan membuat pasien merasa lebih tenang. Harapannya kepada pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh dapat menerapkan dan menjadikan terapi dzikir sebagai program rutin yang dapat diterapkan di ruangan sebagai upaya yang untuk mengurangi gejala halusinasi pendengaran.
High Bullying Exposure and Depression Risk Among Indonesian Adolescents in Boarding Schools: Multivariate Insights from a Cross-Sectional Study Funna, Rizkia; Tahlil, Teuku; Aiyub, Aiyub
Asian Journal of Public Health and Nursing Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Queeva Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62377/f32mq420

Abstract

Background: Bullying is an aggressive behavior that negatively impacts students' mental health, potentially leading to depression. Boarding school environments are marked by intense peer dynamics, which may facilitate the occurrence of various forms of bullying. Methods: This cross-sectional study employed a quantitative approach involving 296 Indonesian boarding school students selected through multistage random sampling. Data were collected using the Form of Bullying Scale (FBS) and the depression subscale of the Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS-21). Descriptive and inferential statistics were used, including simple and multivariate logistic regression. Initial multivariate modeling included age, grade level, parental occupation, and parental income; however, only gender and bullying level remained significant and were retained in the final model. Results: The findings revealed that 38.5% of students experienced a high level of bullying, and 43.6% were identified as experiencing depression, with most cases classified as mild to moderate. Multivariate analysis showed that female gender (AOR = 3.716, p < 0.001) and high bullying exposure (AOR = 3.379, p < 0.001) significantly increased the risk of depression. Conclusion: Depression is prevalent among boarding school students, with over one-third also reporting high levels of bullying. Gender and bullying exposure were identified as key risk factors. These findings highlight the need for targeted preventive and promotive interventions, such as peer support programs, resilience workshops, and school staff training, focusing on strengthening students’ mental resilience and implementing gender-based anti-bullying strategies within the boarding school environment.
Development of stroke hand gripper innovation as an alternative tool for independent range of motion (ROM) in stroke patients Susanti, Susanti; Gustini, Sri; Husaini, Muhammad; Aiyub, Aiyub
Science Midwifery Vol 13 No 4 (2025): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i4.2083

Abstract

Background: Stroke or Cerebral Vascular Accident (CVA) is a condition of rapid loss of neurological function due to impaired blood vessel perfusion. Stroke is caused by factors including: cerebral platelets, Hemorrhage, and Embolism. The impact of stroke is the occurrence of hand drop which is characterized by the inability to lift the wrist, move the fingers or experience weakness in the hand area. One of the treatment efforts to minimize the impact of stroke is to do Range of Motion (ROM) Exercises early. The purpose of this study is to develop a ROM aid as an alternative tool for independent ROM (stroke hand gripper) and assess its efficiency on the strength of the muscles of the fingers. Method: This study involved 30 respondents in the working area of ​​the Cot Seumeureung Community Health Center, West Aceh Regency, using purposive sampling. The research design is a Combined method, namely the research and development method or R&D (Research and development) and Pre-Experiment. The results of the study showed that the average value of muscle strength before ROM exercises using ROM aids was 2.00 and the average muscle strength after ROM exercises using ROM aids was 2.35 with a significance value of 0.008 (p <0.05), thus it can be concluded that there is a significant difference in muscle strength before ROM exercises and after ROM exercises using ROM aids.
Knowledge, Motivation, and Accuracy of Anthropometric Measurement among Village Health Volunteers to Prevent Stunting in Aceh Fadliady, Muchrizal; Asniar, Asniar; Aiyub, Aiyub
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 8 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i8.368

Abstract

Early detection and prevention of stunting are top priorities in improving child health outcomes in Indonesia. The village health volunteers play a strategic role in monitoring toddler growth through accurate anthropometric measurements. However, their levels of knowledge, motivation, and measurement precision vary considerably. This study aims to describe the knowledge, motivation, and accuracy of anthropometric measurements among village health volunteers in the early detection and prevention of stunting. A cross-sectional study design was employed, involving 110 village health volunteers in a rural district of Aceh, Indonesia. Data were collected through questionnaires and direct observations and analysed using univariate tests. The results indicate that the village health volunteers possess a medium level of knowledge, motivation, and accuracy in anthropometric measurement. The findings underscore the importance of enhancing the capacity of health volunteers through ongoing training, intensified supervision, and support from multiple stakeholders, thereby enabling village health volunteers to play a more effective role in the early detection and prevention of stunting
Studi Komparasi Psychological Well-Being Pada Siswa Sekolah Menengah Atas dan Pesantren Aiyub, Aiyub
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.77

Abstract

Sekolah yang berbasis pesantren memiliki beberapa perbedaan dengan sekolah umum, seperti perbedaan kurikulum, peraturan, sistem dan waktu pembelajaran, serta keterlibatan orang tua. Perbedaan ini berpengaruh pada psychological well-being siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi ada tidaknya perbedaan psychological well-being antara siswa sekolah berbasis pesantren dengan sekolah umum. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan cross-sectional study. Cluster random sampling digunakan sebagai metode teknik pengambilan sampel dan sekitar 262 siswa direkrut menjadi sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) dengan 18 item pernyataan terdiri dari dimensi kemandirian, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri. Hasil analisis statistik Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan rata-rata skor PWBS siswa sekolah berbasis pesantren dan umum (U= 0,79; p > 0,05). Hal ini dapat dapat disimpulkan bahwa meskipun kedua model sekolah memiliki kurikulum, sistem, dan waktu pembelajaran yang berbeda, namun dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik siswa yang hampir sama. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih luas dengan melibatkan sampel di beberapa sekolah umum dan pesantren
Penerapan Terapi Musik Klasik Dalam Perawatan Pasien Skizofrenia Dengan HalusinasiPendengaran: Sebuah Studi Kasus Aiyub, Aiyub
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.78

Abstract

Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori terhadap objek objek atau stimulus dari luar. Salah satu tipe yang sering dialami pasien adalah halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran merupakan suatu kondisi dimana pasien mendengar suara yang membicarakan, mengejek, menertawakan, mengancam, atau memerintahkan untuk pasien melakukan sesuatu. Perawat sebagai bagian dari tim kesehatan bertanggung jawab memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi di rumah sakit melalui penerapan strategi pelaksanaan untuk membantu pasien mengenali halusinasi, mengetahui cara mengontrol halusinasi (menghardik, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, serta melakukan aktivitas terjadwal). Selain itu perawat juga dapat memberikan terapi tambahan berupa terapi musik klasik. Studi kasus ini bertujuan melakukan asuhan keperawatan secara menyeluruh dengan terapi musik klasik sebagai terapi tambahan sehingga pasien menjadi lebih relak dan nyaman. Asuhan keperawatan dan terapi tambahan dilakukan selama enam hari, dengan hasil yang dicapai adalah: pasien menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi, mampu mempraktikkan kembali strategi pelaksanaan yang sudah diajarkan, lebih tenang, dan pikirannya menjadi teralihkan dari halusinasinya. Direkomendasikan agar perawat di Rumah Sakit Jiwa dapat memberikan berbagai bentuk terapitambahan disamping strategi pelaksanaan yang sudah rutin dilakukan.