Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN MODULUS KEHALUSAN AGREGAT DENGAN KRITERIA MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS BERGRADASI SENJANG Musadi, Claufia Rafika; Manoppo, Mecky R. E.; Palenewen, Steve Ch. N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Spesifikasi Teknik Bina Marga perencanaan campuran beton aspal, parameter modulus kehalusan tidak digunakan, namun dalam penelitian ini akan dilakukan suatu percobaan perancangan beton aspal dengan penentuan perkiraan kadar aspal menggunakan Modulus Kehalusan. Material yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari daerah Lansot, Kema. Minahasa Utara (PT. Marabunta Adi Perkasa). Penelitian dilakukan untuk menentukan perkiraan kadar aspal dengan menganalisis hubungan Modulus Kehalusan dengan besaran kriteria Marshall pada campuran aspal panas bergradasi senjang, dan untuk melihat pengaruh Modulus Kehalusan dengan kriteria Marshall pada campuran HRS-WC bergradasi senjang. Langkah awal penelitian adalah membuat membuat benda uji dari tiga variasi gradasi campuran HRS-WC dan dihitung nilai Modulus Kehalusan.  Kemudian,  nilai Modulus Kehalusan akan dihubungkan dengan besaran kriteria Marshall yang telah diperoleh dari masing-masing variasi gradasi.Hasil penelitian menunjukkan, semakin besar nilai modulus kehalusan, jumlah agregat kasar relatif lebih banyak dari agregat halus. Dari hasil perhitungan Modulus Kehalusan, nilai yang didapatkan adalah 4.829 untuk gradasi batas atas, 5.332 untuk gradai batas tengah, dan 5.763 untuk gradasi batas bawah. Dari hasil uji Marshall didapatkan kadar aspal terbaik, yaitu 8.9% untuk gradasi batas atas, 7.6% untuk gradasi batas tengah, dan 7.7% untuk gradasi batas bawah. Hasil uji Marshall dari ketiga variasi gradasi dengan campuran HRS-WC (gradasi senjang) masuk dalam spesifikasi Teknik Bina Marga. Berdasarkan grafik hubungan Modulus Kehalusan dengan besaran kriteria Marshall, campuran HRS-WC bergradasi senjang dapat menentukan perkiraan kadar aspal, namun hasilnya tidak terlalu tepat. Hubungan Modulus Kehalusan dengan kriteria Marshall menggunakan campuran HRS-WC bergradasi senjang memperoleh hasil kadar aspal yang naik turun (tidak konsisten). Dari hasil yang diperoleh, nilai Modulus Kehalusan yang gradasi tengah adalah nilai Modulus Kehalusan yang paling baik untuk digunakan, karena nilai Modulus Kehalusan yang lebih besar atau lebih kecil dari ± 5.332 nilai kadar aspalnya akan semakin besar. Nilai kadar aspal yang gradasi tengah adalah nilai kadar aspal yang paling kecil, sehingga bisa menghemat pengunaan bahan pengikat (aspal). Kata kunci: Modulus Kehalusan (Fineness Modulus), Marshall, HRS-WC
PERENCANAAN TERMINAL SASARAN SEBAGAI PENGEMBANGAN TERMINAL TONDANO DI KABUPATEN MINAHASA Lansart, Glendy; Manoppo, Mecky R. E.; Jansen, Freddy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal merupakan komponen yang penting dalam sistem transportasi. Apabila terminal di suatu kota tidak berfungsi dengan baik, maka akan menimbulkan kesemerawutan lalu lintas di kota tersebut. Hasil survey menyatakan sirkulasi di sekitar Terminal Tondano tidak tertata dengan baik, dan luas terminal yang tersedia tidak dapat menampung volume kendaraan yang ada. Untuk itulah maksud perencanaan terminal Sasaran. Berdasarkan perhitungan dari data-data yang diperoleh, maka luas terminal yang dibutuhkan agar dapat menampung kendaraan yang ada terminal Tondano saat ini adalah 20.806,5m2. Adapun terminal yang direncanakan untuk menampung kendaraan saat ini adalah terminal tipe B dengan standar luas 3,2 Ha.   Kata kunci : Terminal penumpang tipe B, kapasitas parkir, antrian.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN PELABUHAN LAUT SERUI DI KOTA SERUI PAPUA Kastanya, Jori George Kherel; Kereh, Lexie F.; Manoppo, Mecky R. E.; Sendow, Theo K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kondisi Pelabuhan Serui sebagai salah satu bentuk jasa transportasi laut yang sangat berarti bagi perkembangan dan peningkatan sumber daya alam dan taraf hidup penduduk di daerah Serui, tidak cukup lagi dalam menampung barang dan penumpang yang semakin meningkat sehingga kapal yang lain harus menunggu untuk bertambat, membuat keadaan dermaga menjadi tidak teratur dan tidak nyaman. Dengan demikian pelabuhan Serui sudah harus mengalami penataan dan perluasan. Langkah-langkah penelitian untuk perencanaan perluasan pelabuhan Serui adalah pengambilan data 10 tahun terakhir (2002-2011) pada pelabuhan Serui, kemudian data tersebut dikompilasi dan dianalisa.Perencanaan pengembangan fasilitas pelabuhan Serui di lakukan berdasarkan hasil dari ramalan arus naik-turun penumpang, bongkar-muat barang, kunjungan kapal dan arus bongkar-muat peti kemas dengan menggunakan metode regresi linier dan metode regresi non linier. Hasil perhitungan adalah sebagai berikut: Dermaga tahun 2012 mempunyai tambatan dengan panjang 140 meter sedangkan untuk tahun 2016 panjang tambatan ditambah menjadi 245 meter dan pada tahun 2021 panjang tambatan ditambah menjadi 350 meter. Terminal penumpang tahun 2012 perlu penambahan 327 m2 sehingga totalnya menjadi 627 m2, untuk tahun 2016 perlu penambahan 342 m2 sehingga total menjadi 642 m2 dan tahun 2021 perlu penambahan 364 m2 sehingga total menjadi 664 m2. Lapangan penumpukan tahun 2012 perlu penambahan 240 m2 sehingga total menjadi 840 m2 sedangkan untuk tahun 2016 perlu penambahan 1900 m2 sehingga total menjadi 2500 m2 dan tahun 2021 perlu penambahan 9200 m2 sehingga total menjadi 9800 m2. Gudang pada tahun 2012 perlu penambahan 1800 m2 sehingga total menjadi 2400 m2. Sedangkan untuk tahun 2016 perlu penambahan sebesar 3400 m2 sehingga total menjadi 4000 m2 dan tahun 2021 perlu penambahan sebesar 6600m2 sehingga total menjadi 7200 m2. Kata kunci :pelabuhan, pengembangan, fasilitas
KAJIAN KINERJA CAMPURAN BERASPAL PANAS JENIS LAPIS ASPAL BETON SEBAGAI LAPIS AUS BERGRADASI KASAR DAN HALUS Rombot, Prylita; Kaseke, Oscar H.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapis aspal beton (LASTON) sebagai lapis aus atau AC-WC (Asphat Concrete–Wearing Course) adalah salah satu jenis perkerasan lentur dan merupakan lapis permukaan perkerasan yang berhubungan langsung dengan beban lalu lintas sehingga lapisan ini di rancang untuk tahan terhadap perubahan cuaca, gaya geser, serta memberikan lapis kedap air untuk lapisan dibawahnya. Menurut Spesifikasi Bina Marga 2010, revisi 2012 AC-WC terbagi menjadi dua yaitu AC-WC bergradasi kasar dan AC-WC bergradasi halus, dimana AC-WC kasar didominasi agregat kasar yaitu agregat yang tertahan saringan no. 8(2,36mm) sedangkan AC-WC halus didominasi agregat halus yakni agregat yang lolos saringan no.8 (2,36mm), Kinerja dari kedua campuran inilah yang akan diteliti. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Transportasi Universitas Sam Ratulangi  Manado yang bertujuan untuk mendapatkan kinerja dari campuran AC-WC bergradasi kasar dan halus ditinjau terhadap kriteria Marshall . Sebelum pengujian Marshall pada campuran dilakukan pemeriksaan terhadap material, secara terbatas hanya menggunakan material yang bersumber dari daerah Bolaang Mongondow dan sudah banyak digunakan. Dari kajian yang dilakukan, diperoleh bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara AC-WC kasar dan halus, nilai Stabilitas AC-WC kasar 1571,34 kg sedangkan AC-WC halus 1461,68 kg AC-WC kasar lebih tinggi 6,9% dari AC-WC halus, nilai Flow AC-WC kasar 3,5 mm dan AC-WC halus 3,8 mm untuk nilai Flow AC-WC halus lebih tinggi 8%  dari AC-WC kasar, nilai Marshall Quotient mengikuti perbadingan dari nilai stabilitas dan flow, untuk nilai VIM dan VMA AC-WC kasar lebih tinggi dari AC-WC halus sedangkan nilai VFB dari AC-WC halus lebih tinggi 4% dari AC-WC kasar, sehingga campuran dari AC-WC kasar dan Halus keduanya dapat dipakai sebagai alternatif dari campuran perkerasan jalan. Kata kunci : Kinerja campuran, AC-WC kasar, AC-WC halus, Kriteria Marshall
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN DERMAGA PELABUHAN SORONG Sagisolo, Jembris; Sendow, Theo Kurniawan; Jefferson, Longdong; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Sorong merupakan salah satu bentuk jasa transportasi laut yang sangat berarti bagi perkembangan dan peningkatan sumber daya alam dan taraf hidup penduduk di daerah Sorong. Bertitik tolak dari kondisi dermaga pelabuhan Sorong yang tidak cukup dalam menampung barang dan penumpang yang semakin meningkat sehingga kapal yang lain harus menunggu untuk bertambat, membuat keadaan dermaga menjadi tidak teratur dan tidak nyaman. Dengan demikian pelabuhan Sorong sudah harus mengalami penataan dan pelayanan yang baik.Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan dan mengevaluasi data sekunder yaitu data operasi pelabuhan selama 6 tahun terakhir (tahun 2006 sampai dengan tahun 2011). Analisis pelayanan fasilitas pelabuhan Sorong dilakukan berdasarkan ramalan arus naik turun penumpang, arus kunjungan kapal dan arus bongkar muat barang dan peti kemas dengan menggunakan metode regresi linier.Hasil ramalan pada tahun 2016 dan 2021 untuk jumlah penumpang yang naik adalah 10,8095 orang dan 97,309 orang, dan penumpang turun adalah 82,623 orang dan 45,082 orang dengan sistem pelayanan arus lebih baik, untuk jumlah kunjungan kapal 1400 call dan 1437 call dengan sistem pelayanan harus lebih baik, untuk jumlah bongkar cargo adalah 447,900 ton dan 495,181 ton dengan sistem pelayanan harus lebih baik, sedangkan untuk jumlah muat cargo adalah 73,694 ton dan 73,109 ton dengan sistem pelayanan baik, dan untuk jumlah peti kemas adalah 15,099 TEUs dan 59,342 TEUs dengan sistem pelayanan harus lebih baik .Kata Kunci : Pelabuhan Sorong, dermaga, fasilitas, sistem pelayanan, penumpang
ANALISA KINERJA JARINGAN JALAN DALAM KAMPUS UNIVERSITAS SAM RATULANGI Kolinug, Lendy Arthur; Sendow, Theo K.; Jansen, Freddy; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang berlokasi di Kota Manado, provinsi Sulawesi Utara, dan merupakan salah satu universitas favorit untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan tingginya intensitas kegiatan pendidikan tersebut maka mengakibatkan timbulnya bangkitan dan tarikan perjalanan ke kampus UNSRAT yang akan berpengaruh pada kinerja jalan. Ruas jalan akan mengalami kemacetan, antrian atau tundaan serta kemungkinan terjadi kecelakaan lalu lintas yang dapat mengganggu kelancaran dan kenyamanan berkendara. Kinerja jalan adalah kemampuan dari suatu ruas jalan dalam melayani arus lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan tersebut. Kinerja jalan ditentukan oleh kapasitas, derajat kejenuhan (“Degree of Saturation”, DS), kecepatan rata-rata, waktu perjalanan. Berdasarkan analisa yang dilakukan di empat ruas jalan dalam kampus Universitas Sam Ratulangi yaitu di jalan kampus selatan atau didepan Fakultas peternakan, di jalan kampus barat atau di depan RM devy, di jalan kampus selatan atau di samping Fakultas perikanan dan di jalan kampus barat atau di depan toko gayus, penelitian ini dilakukan selama tiga hari survey mulai dari pukul 06.00 – 21.00 WITA, maka diperoleh untuk derajat kejenuhan di ruas-ruas jalan dalam kampus Universitas Sam Ratulangi berkisar antara 0,136 sampai 0,355 masih berada dibawah ketentuan yang ditetapkan yaitu 0,75. Volume puncak yang terjadi berkisar antara 357 sampai 770,6 smp/jam. Kecepatan kendaraan pada volume puncak berada pada rentang 11,005 sampai 31,25 Km/jam. Sedangkan untuk tingkat pelayanan (“Level of service”, LOS) untuk ruas-ruas jalan dalam kampus Universitas Sam Ratulangi yaitu A dan B. Secara keseluruhan kinerja jaringan jalan dalam kampus Universitas Sam Ratulangi masih dalam kondisi baik. Kata Kunci : Kinerja Jalan, Kecepatan, LOS
STUDI PENGARUH PENGAMBILAN ANGKA EKIVALEN BEBAN KENDARAAN PADA PERHITUNGAN TEBAL PERKERASAN FLEKSIBEL DI JALAN MANADO – BITUNG Abdillah, Soraya Hais; Paransa, M. J.; Jansen, Freddy; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban as yang berbeda-beda pada masing-masing kendaraan akan menimbulkan tingkat kerusakan yang berbeda-beda pula. Kumulatif beban as tersebut selama umur rencana (Wt18) merupakan salah satu data yang diperlukan dalam perhitungan tebal perkerasan. Semua beban yang diterima oleh struktur perkerasan jalan diekivalenkan kedalam beban as standar. Parameter yang setara dengan beban yang diekivalenkan dengan beban as standar adalah sebesar 8,16 ton (Equivalent Standar Axle Load). Selanjutnya pada metode Bina Marga (1987) menetapkan rumus angka ekivalen berdasarkan sumbu tunggal dan sumbu ganda, sedangkan pada metode NAASRA (1987) selain berdasarkan sumbu tunggal dan sumbu ganda juga didasarkan pada konfigurasi roda kendaraan. Sehingga perhitungan lintas ekivalen kumulatif tentunya berbeda untuk kedua metode tersebut diatas.Penelitian ini dilakukan pada ruas jalan Manado-Bitung dengan mengambil dua jenis data, yakni data distribusi berat kendaraan yang diperoleh dari jembatan timbang Wangurer dan data survey volume lalulintas. Survey dilakukan pada bulan Juni 2012 dan menghasilkan LHR sebesar 2383 kendaraan yang terdiri dari 32 % kendaraan ringan, 63 % kendaraan bus, dan 5 % kendaraan truk. Perhitungan Lintas Ekivalen Permulaan (LEP) dihitung berdasarkan LHR yang didapat dan angka ekivalen menurut metode Bina Marga maupun metode NAASRA.Hasil perhitungan menunjukkan perbedaan yang cukup berarti pada perhitungan LEP. Berdasarkan metode Bina Marga LEP sebesar 133,069 ESAL dan berdasarkan metode NAASRA LEP sebesar 215,954 ESAL, atau nilai Wt18 berdasarkan metode NAASRA adalah lebih besar 1,62 kali lipat dari nilai Wt18 berdasarkan metode Bina Marga yang tentunya menghasilkan perhitungan yang berbeda dalam mendesain tebal perkerasan. Namun, berdasarkan nilai LEP tersebut diatas pada kumulatif beban as standar (Wt18) dibawah 670000 ESAL pada metode Bina Marga hasil perhitungan tebal perkerasan adalah relatif sama. Hasil perhitungan tebal perkerasan menunjukkan perbedaan yang cukup berarti pada tebal perkerasan lapisan subbase bila Wt18 lebih besar dari 1000000 ESAL.Kata Kunci : Angka Ekivalen, Bina Marga, dan NAASRA
PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT KASAR DAN HALUS YANG BERBEDA SIFAT FISIK DAN MEKANIK TERHADAP CAMPURAN ASPAL PANAS MODIFIKASI Tampi, Christina Karolina; Kaseke, Oscar H.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan lapis perkerasan jalan dengan Campuran Beraspal Panas, dapat saja terjadi kemungkinan penggunaan agregat kasar dan agregat halus yang berbeda lokasi sumbernya, sehingga sifat fisik dan mekaniknya juga berbeda. Hal ini bisa terjadi akibat ketersediaan material yang terbatas disuatu lokasi, namun dapat disupply dari lokasi lainnya. Sehubungan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat lebih menggalakkan pembuatan Campuran Beraspal Panas yang menggunakan hasil olahan Aspal Buton, dalam Spesifikasi Teknik Tahun 2010 Revisi 3 disebut Campuran Beraspal Panas Modifikasi. Persyaratan campuran ini sedikit berbeda yang terlihat pada nilai stabilitas, juga tingkat keausan (abrasi) bahan agregat pada Campuran Aspal Panas Modifikasi disyaratkan ≤30% (pada Campuran Aspal biasa abrasi <40%). Penelitian ini menggunakan aspal Buton Retona Blend yang diproduksi oleh PT. Olah Bumi. Material yang digunakan adalah material yang berbeda sifat fisik (Berat Jenis dan Penyerapan agregat) dan mekaniknya (Abrasi Agregat, dalam hal ini material akan dipilih dari beberapa lokasi dengan cara memeriksanya. Hasil pemeriksaan dari Lokasi Lansot yang mewakili pemeriksaan sifat fisik dan mekanik agregat yang baik, didapatkan nilai abrasi=19%, kadar aspal terbaik untuk campuran agregat ini adalah 5,5%, hasil pengujian Marshall ; Stabilitas=1344Kg, Flow=3.59mm, VIM=3,75%, dan density=2.40Kg/m³, dan untuk hasil pemeriksaan agregat yang mewakili pemeriksaan sifat fisik yang kurang baik, diambil dari Lokasi Kakaskasen nilai abrasi 39%. Untuk sifat mekanik dari campuran agregat gabungan (agregat kasar dan agregat sedang dari Lokasi Lansot dan Abu batu dari Kakaskasen), kadar aspal terbaiknya  adalah 5,7%, hasil pengujian Marshall ; Stabilitas=1155Kg, Flow=3.48mm, VIM=5.34%, dan density=2.23Kg/m³.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan material/agregat yang memiliki sifat fisik dan mekanik yang baik sangat berpengaruh pada kadar aspal optimum dan kriteria Marshall Campuran AC-Modifikasi. Namun jika ketersediaan material/agregat halus disuatu lokasi tidak cukup maka dapat menggunakan material/agregat halus dari lokasi berbeda walaupun hasil abrasi dari lokasi tersebut lebih dari >30%Kata Kunci:  Sifat Fisik Agregat, Sifat Mekanik Agregat, Abrasi (keausan), Campuran Beraspal Panas Modifikasi
PENGARUH KEPIPIHAN BUTIRAN AGREGAT KASAR TERHADAP DAYA DUKUNG LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS-A Koagouw, Pingkan B. J.; Kaseke, Oscar H; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapis Pondasi Agregat kelas-A atau juga disebut lapis pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang berada dibawah lapis perkerasan aspal dan terbuat dari campuran agregat kasar dan agregat halus sedemikian rupa sehingga sesudah dihampar dan dipadatkan memberikan kestabilan dan daya dukung yang tinggi; yang diukur dengan nilai CBR. Selain susunan ukuran butir atau gradasi, bentuk butiran batu mempengaruhi besarnya CBR. Bentuk butiran yang pipih (dinyatakan dengan indeks kepipihan) juga akan mempengaruhi daya dukung. Dalam penelitian ini akan ditinjau pengaruh kepipihan butiran agregat kasar terhadap daya dukung Lapis Pondasi Agregat Kelas-A. Penelitian dilakukan terhadap sample material yang terpilih dan sudah sering digunakan yakni dari lokasi sumber Lilang. Penelitian diawali dengan memeriksa sifat-sifat bahan yang digunakan mengacu pada persyaratan spesifikasi Teknik Bina Marga 2010, kemudian dibuat benda uji dengan kandungan agregat kasar yang berbentuk pipih bervariasi; dalam hal ini dibuat variasi 0 %, 25 %, dan 50 % dan dilakukan uji pemadatan yang ditentukan berdasarkan SNI 03-1743-1989 untuk memperoleh kadar air optimum dan berat kering maksimum, selanjutnya dilakukan pengujian CBR berdasarkan SNI 03-1744-1989. Hasil penelitian diperoleh jika indeks kepipihan 0% didapat nilai CBR =117%, indeks kepipihan 25% didapat nilai CBR= 110% dan indeks kepipihan 50% didapat nilai CBR =95%. Dengan demikian disimpulkan bahwa kepipihan mempengaruhi daya dukung Lapis Pondasi Agregat Kelas-A, dan semakin banyak kandungan agregat kasar yang berbentuk pipih semakin rendah nilai CBR. Kata kunci : Kepipihan, Lapis Pondasi Agregat kelas-A, CBR
KAJIAN PERBEDAAN CAMPURAN BERASPAL PANAS YANG MENGGUNAKAN BAHAN AGREGAT DENGAN BERAT JENIS (SPESIFIK GRAFITY) YANG BERBEDA Wurara, Dionisius Natan; Kaseke, Oscar H.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat jenis agregat dari berbagai sumber tidak akan sama, tergantung pada sifat fisik dan mekanik. Campuran beraspal panas dari berbagai sumber itu akan berbeda satu sama lain, Berat jenis akan mempengaruhi parameter-parameter pengujian Marshall berupa Stabilitas, Flow, VIM, VMA, VFB, kepadatan, (Spesifikasi Bina Marga tahun 2010 revisi 3). Penelitian ini akan mengkaji perbedaan campuran beraspal panas yang menggunakan bahan agregat dengan berat jenis (spesifik grafity) yang berbeda. Benda uji Marshall dibuat dengan menggunakan material batu pecah yang bersumber dari tiga tempat yaitu Kakaskasen Tomohon, Tateli Minahasa dan Matali Kotamobagu, dengan aspal penetrasi 60/70 ex Pertamina sebagai bahan pembentuk campuran beraspal panas. Setelah dilakukan pemeriksaan bahan selanjutnya dicari komposisi agregat yang memenuhi syarat untuk masing-masing campuran yaitu AC-WC dan dibuat campuran benda uji untuk 5 variasi kadar aspal untuk setiap sumber material. Hasil penelitian untuk ketiga material yang kadar aspalnya dibuat sama dan penambahan PC sebesar 1%, Maka nilai-nilai marshall menunjukkan angka yang berbeda, seperti berat jenis material Matali termasuk tinggi, sehingga berada di angka 2.7. pada pengujian Marshall di kadar aspal 6.5%, nilai stabilitas di dapat sebesar 2045 kg; flow = 2.70 mm; VIM = 3.53%; VMA = 17.67%; VFB = 80.10%; density =2.40 gr/cc; rasio filler = 0.85. Berat jenis material Tateli termasuk rendah, sehingga berada di angka 2.4 dan 2.3. pada pengujian Marshall di kadar aspal 6.5%, nilai stabilitas di dapat sebesar 1450 kg; flow= 3.01mm; VIM = 3.67%; VMA = 15.43%; VFB = 76.24%; density = 2.18 gr/cc; rasio filler = 1.41. Berat jenis material Kakaskasen termasuk rendah, sehingga berada di angka 2.4 dan 2.3. pada pengujian Marshall di kadar aspal 6.5%, nilai stabilitas di dapat sebesar 1535 kg, flow = 3.49mm; VIM = 4.58%; VMA=15.10%; VFB = 69.71%, density= 2.15 gr/cc; rasio filler = 1.07. Jika harga satuan pekerjaan Hotmix aspal diukur dalam satuan berat, maka dalam 1ton/m³ campuran yang dikalikan dengan harga satuan pekerjaan masih relatif menguntungkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa material Matali merupakan material yang memiliki nilai density terbesar yaitu kisaran 2.40 sedangkan material Tateli dan material Kakaskasen memiliki nilai density yang relatif rendah sehingga menghasilkan nilai yang hampir sama yaitu sebesar 2.18 dan 2.15. hal ini disebabkan semakin tinggi nilai berat jenis pada material maka nilai density semakin tinggi. Jika satuan pembayaran dari campuran beraspal panas diukur dari satuan berat, maka menggunakan agregat yang mempunyai berat jenis yang lebih besar relatif lebih mengguntungkan. Dari kesimpulan tersebut disarankan pada pekerjaan perkerasan jalan, jika sebaiknya menggunakan material yang berat jenis tinggi seperti material Matali Kata kunci: Besaran Marshall, Berat jenis, AC-WC, Material, Density
Co-Authors Ady Suhendra Edmonssoen Monoarfa Alelo, Ivana Junia Amelia Umboh Audie L. E. Rumajar Audy L. E. Rumajar Besouw, Gabrielia Venisia Birasungi, Cynthia F. Bongso, Shofian E. H. Brian Rivaldo Purba, Brian Rivaldo Bryan Barsel Tulungen, Bryan Barsel Clifando E. N. Sondakh, Clifando E. N. Felicia Geiby Dondokambey Fernando Rondonuwu Freddy Jansen George Stefen Muaya, George Stefen Gland Y. B. Lumintang Glendy Lansart, Glendy Hermi R. A. Gultom Ignatius Tri Prasetyo Samponu, Ignatius Tri Prasetyo James A. Timboeleng Januar E. Kairupan Jefferson Longdong Jembris Sagisolo Jimmy Regel Joice E. Waani Jori George Kherel Kastanya Kaharu, Fitriyanti Kamagi, Angelica R. Lalamentik, Lucia G. J. Lambertus J. Undap Lendy Arthur Kolinug Lengkong, Maria Rainy Lexie F. Kereh Lintong Elisabeth Longdong Jefferson Lonteng, Fani Oktavian Lucia I. R. Lefrandt Lumowa, Bella Christianty M. J. Paransa Manguande, Jeisya Manoppo, Cheryl N. Mantiri, Cynthia Claudia Maria Estela Laoli Monita Sailany Watuseke, Monita Sailany Moses Ricco Tombokan Musadi, Claufia Rafika Nathanael Pieter Siriwa Oscar H Kaseke, Oscar H Oscar H. Kaseke Pingkan B. J. Koagouw, Pingkan B. J. Praycilia Inri Badar Prylita Rombot, Prylita Rifan Ficry Kayori Risky Aynin Hamzah, Risky Aynin Rizky Mamangkey Rumambi, Cherryl Clinda Samuel A. R. Warouw Semuel Y. R. Rompis, Semuel Y. R. Sendouw, Theo K. Servie O. Dapas Soraya Hais Abdillah Steve Ch. N. Palenewen Tampi, Christina Karolina Taufan Guntur Stallone Merentek, Taufan Guntur Stallone Tawalujan, Kevin Filindo Theo K. Sendow Theo Kurniawan Sendow Tolip, Vierihard A. Tombeg, Charlie Valentino Vonne Carla Pangemanan Walangitan, Deane R. Wurara, Dionisius Natan