Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI GEOMETRIK JALAN PADA RUAS JALAN TRANS SULAWESI MANADO-GORONTALO DI DESA BOTUMOPUTI SEPANJANG 3 km Kaharu, Fitriyanti; Lalamentik, Lucia G. J.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu akses transportasi darat yang menghubungkan wilayah yang satu ke wilayah yang lain. Pada Ruas Jalan Trans Manado – Gorontalo yang berada pada desa Botumoputi merupakan jalan penghubung antar kota yang ada di kepulauan Sulawesi, bila dilihat secara visual pada ruas jalan ini belum memenuhi standar geometrik jalan yang dimana pada jalan ini memiliki bentuk tikungan tajam (berjari-jari kecil), yaitu kurang dari Rmin = 110 m yang dimana disyaratkan oleh Bina Marga 1997 untuk jalan Arteri (Jalan Nasional) dengan Vr = 60 km/jam. Dengan kondisi jalan seperti ini dapat menyebabkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Tans Sulawesi Manado – Gorontalo Di Desa Botumoputi Sepanjang 3 km, dikarenakan banyak tikungan yang tidak memenuhi syarat maka dilakukan perbaikan geometrik. Untuk memperoleh data kondisi geometrik lapangan maka dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur Theodolite dan GPS, data yang diperoleh dari pengukuran yaitu data koordinat dan data elevasi, selanjutnya data hasil pengukuran tersebut diolah menggunakan Microsoft Excel dan dimasukkan ke program Autocad Civil 3D 2018, dari hasil penggambaran tersebut maka selanjutnya dilakukan analisa geometrik.Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh 14 tikungan, 8 diantaranya tidak memenuhi syarat jari-jari minimum yang dianjurkan Bina Marga dengan kecepatan rencana 60 km/jam Rmin = 110 m. Berdasarkan perhitungan perencanaan ulang geometrik jalan diperoleh 8 tikungan dengan tipe tikungan Spiral Circle Spiral dengan 3 lengkung vertikal dimana didapat 2 lengkung vertikal cembung dan 1 lengkung vertikal cekung.   Kata kunci: Geometrik Jalan, Gorontalo, Civil 3D, Alinyemen, Horizontal, Vertikal,     
UJI LAIK FUNGSI JALAN SECARA TEKNIS PADA RUAS JALAN CITRALAND – INTERCHANGE MANADO BYPASS Alelo, Ivana Junia; Manoppo, Mecky R. E.; Sendow, Theo K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Citraland - Interchange Manado Bypass merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam kegiatan sehari-hari, jalan yang melayani kepentingan umum harus laik fungsi karena berkaitan dengan penjaminan kepastian keselamatan dan keamanan bagi penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta menentukan perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor.11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengukur penyimpangan (deviasi) kondisi lapangan terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis yang meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kelaikan fungsi jalan pada ruas jalan Citraland – Interchange Manado Bypass untuk STA 3+090 – STA 8+700 ditinjau secara teknis berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010 maka ruas jalan tersebut yang menjadi studi kasus penelitian ini dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan  tetapi masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum namun harus dilakukan perbaikan teknis sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Perbaikan teknis yang harus diperlukan pada ruas jalan tersebut berupa pemeliharaan rutin terhadap saluran tepi jalan, marka jalan, perkerasan jalan yang berlubang / retak dan perbaikan untuk APILL, lampu penerangan, median agar pada ruas jalan Citraland – Interchange Manado Bypass untuk STA 3+090 – STA 8+700 dapat menjadi laik fungsi berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Kata Kunci : Laik Fungsi, Standar Teknis, Ruas Jalan, Perbaikan
PENGARUH TERENDAMNYA PERKERASAN ASPAL OLEH AIR LAUT YANG DITINJAU TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Muaya, George Stefen; Kaseke, Oscar H.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan jalan yang berada di pesisir pantai berpotensi digenangi oleh air laut. Kadar garam adalah salah satu yang membedakannya dengan air tawar. Garam-garamman yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (!%), dan sisanya (< 1%) bikarbonat, bromide, asam borak, strontium, dan florida. Jadi, rata-rata dalam 1 liter air laut terdapat 3,5% kadar garam. Berdasarkan SNI 2010 Revisi 2 Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga, nilai Marshall Test untuk lapis aspal beton AC-WC adalah minimal 800 kg untuk stabilitas dan minimal 3 mm untuk kelelehan plastisnya., jadi untuk Marshall Quotientnya minimal 250 kg/mm. Penelitian ini menggunakan material batu pecah yang berasal dari daerah Lolak, Kotamobagu. Penelitian ini bersifat kajian dilaboratorium, dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisik terhadap material batu pecah, agregat kasar, agregat sedang, dan abu batu. Kemudian dilakukan perhitungan kadar aspal perkiraan dan didapatkan sebesar 5,8% yang kemudian divariasikan mulai 3,8%, 4,8%, 5,8%, 6,8%, 7,8% untuk mendapatkan nilai kadar aspal terbaik dari pengujian Marshall. Nilai kadar aspal terbaik digunakan untuk pembuatan benda uji yang akan digunakan untuk perendaman air laut dengan durasi perendaman 24 jam dan 48 jam, variasi suhu perendaman 25°C, 30°C, 35°C, 40°C, dan variasi kadar garam 3,5% (air laut), yang kemudian ditambahkan garam dapur sebesar 0,5% per 1 liter air laut yang menjadi 4,0% dan 4,5%. Kemudian akan dibandingkan dengan perendaman air tawar yang variasi durasi dan suhu yang sama dengan perendaman air laut. Hasil yang di dapatkan dari pengujian Marshall dapat disimpulkan bahwa air laut lebih merusak dibandingkan air tawar dengan perbandingan nilai stabilitas yang mencapai 6,59% untuk durasi 24 jam dan 29,90% untuk durasi 48 jam. Pada nilai kelelehan plastisnya terjadi peningkatan dari 6,16 mm pada perendaman air tawar menjadi 7,24 mm pada perendaman air laut. Nilai Marshall Quotientnya mengalami penurunan 8,88% - 20,06% untuk durasi 24 jam dan 14,10% - 41,39% untuk durasi 48 jam.   Kata kunci : Air Laut, Lapis Aspal Beton AC-WC,Marshall Test
ANALISA KELAYAKAN TARIF ANGKUTAN UMUM DALAM KOTA MANADO (STUDI KASUS : TRAYEK PUSAT KOTA 45 – MALALAYANG) Warouw, Samuel A. R.; Sendow, Theo K.; Longdong, Jefferson; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAngkutan Umum adalah salah satu moda transportasi yang menghubungkan kawasan yang satu dengan yang lain. Manado sebagai salah satu kota yang sedang giat-giatnya membangun, membutuhkan pelayanan angkutan umum yang terkoordinasi dengan baik, sehingga masyarakat dapat menikmati jasa angkutan umum yang murah, cepat, aman dan nyaman. Atas dasar tersebut penelitian tentang Angkutan Kota di Kota Manado perlu untuk dilaksanakan.Dalam Penelitian ini yang ditinjau adalah trayek Pusat Kota 45 - Malalayang. Trayek ini melewati Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario dan Kecamatan Wenang dengan jumlah penduduk sebanyak 124,584 jiwa. Trayek ini melewati kawasan Boulevard on Bussiness sehingga berperan penting dalam Kegiatan Ekonomi. Tarif Angkutan Umum dalam Kota yang berlaku adalah Rp. 2,000 untuk umum dan Rp. 1,700 untuk pelajar. Akan dianalisa kelayakan tarif dengan Metode FSTPT dan DLLAJ.Dalam melakukan penelitian ini disusun suatu lingkup perencanaan yang meliputi studi literatur, pengumpulan data sekunder dan data primer, kemudian dilakukan proses analisa dengan memperhatikan data–data yang ada sehingga didapatkan kesimpulan. Hasil analisa tarif Metode FSTPT menempatkan Operator Kendaraan berada pada posisi untung sedangkan analisa tarif Metode DLLAJ menempatkan Operator Kendaraan pada posisi rugi.Kata kunci: tarif, biaya operasi kendaraan, produksi penumpang, jarak tempuh
UJI LAIK FUNGSI JALAN SECARA TEKNIS PADA RUAS JALAN AIRMADIDI – KAIRAGI Tawalujan, Kevin Filindo; Sendow, Theo K.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Airmadidi – Kairagi merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis,  meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Airmadidi – Kairagi untuk STA 0+000 – STA 11+968 dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan  Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci: Uji Laik Fungsi, Perbaikan, Standar Teknis, Ruas Jalan Airmadidi – Kairagi
KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANGAN PADA RUAS JALAN PIERE TENDEAN UNTUK SEGMEN RUAS JALAN DEPAN IT CENTRE KOTA MANADO BERDASARKAN GAP KRITIS Umboh, Amelia; Timboeleng, James A.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gap acceptance merupakan teori yang dapat digunakan dalam menganalisa pejalan kaki dalam hal penyeberangan jalan. Kecepatan arus lalulintas sangat berpengaruh terhadap penerimaan gap. Besar suatu gap yang ada sangat bergantung pada perilaku penyeberang jalan. Penelitian ini dilakukan agar pejalan kaki aman dalam menyeberang jalan dengan cara menentukan nilai gap kritis yaitu headway minimum arus lalulintas dan distribusi headway pada ruas jalan tersebut. Ruas jalan Piere Tendean segmen depan IT Centre Manado merupakan lokasi penelitian yang dipilihkarena dianggap sesuai untuk melakukan penelitian gap acceptance. Pengumpulan data gap yang diterima dan ditolak untuk dianalisa menjadi gap kritis. Penelitian ini dibatasi hanya pada zebra cross dengan waktu 12 jam mulai pukul 10.00 – 22.00 pada hari Senin,Rabu,Jumat dan Sabtu dengan memakai video kamera kemudian diaplikasikan menggunakan metode Raff, Greenshields,dan Acceptance Curve.Hasil nilai gap kritis pada segmen depan IT Centre Jalan Piere Tendean Manado diperoleh dari metode Acceptance Curve yaitu kisaran nilai 4,5 sampai 5 detik. Berdasarkan nilai gap gritis yang didapat menunjukkan bahwa fasilitas penyeberangan sudah tidak memenuhi bagi pejalan kaki.Kata kunci: gap acceptance,gap kritis,distribusi headway, fasilitas penyeberangan
Kajian Kinerja Persimpangan Jalan Harapan – Jalan Sam Ratulangi Menurut MKJI 1997 Watuseke, Monita Sailany; Paransa, M. J.; Manoppo, Mecky R. E.
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu jalur utama yang menghubungkan pusat kota Manado dengan daerah disekitarnya dan kota Tomohon, simpang tiga jalan Harapan - jalan Sam Ratulangi  sangat sering terjadi kemacetan dan antrian yang panjang. Kondisi ini terjadi pada jam-jam sibuk di pagi, siang dan sore hari. Penelitian mengenai kinerja persimpangan jalan Harapan – jalan Sam Ratulangi simpang tipe 322, bertujuan untuk mengkaji kinerja persimpangan pada kondisi eksisting sampai kondisi 5 tahun ke depan, dengan menggunakan MKJI 1997. Pengumpulan data volume lalulintas dilakukan pada hari Senin, Selasa dan Rabu di minggu ke dua Bulan September 2014. Hasil kajian menunjukkan bahwa, derajat kejenuhan (DS) rata-rata simpang  telah melebihi nilai 0,75 selama 2/3 hari di siang hari. Dan pada pagi hari di sekitar jam 07.00 - 08.00 nilai DS telah melebihi 1 (satu), dengan tundaan simpang 16,22 det/smp dan peluang terjadinya antrian sudah diatas 100%. Yang artinya sudah terjadi antrian kendaraan di persimpangan saat ini. Dengan data survey volume lalulintas dihitung nilai LHR dan dengan menggunakan data pertumbuhan lalulintas yang ada di Sulawesi Utara dihitung nilai LHR sampai 5 tahun kedepan. Volume jam puncak diambil sebagai volume rencana yang dihitung dengan mengalikan faktor k pada nilai LHR dan ditetapkan sebagai dasar perhitungan Kinerja Persimpangan saat sekarang dan 5 tahun ke depan. Volume jam puncak ditetapkan berdasarkan volume LV+HV yang paling besar pada tiap-tiap pendekat. Selanjutnya dilakukan perhitungan kembali dengan memperhatikan proporsi volume MC untuk dilakukan penyesuaian pada geometrik persimpangan. Penyesuaian pertama dengan memperbesar lebar jalan utama, jalan Sam Ratulangi  dari 7 m menjadi 11 m dan jalan minor, jalan Harapan dari 5 m menjadi 9 m dengan tetap mempertahankan tipe persimpangan yaitu tipe 322. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai DS ditahun ke 4 sudah diatas 1. Kemudian dilakukan penyesuaian berikutnya yaitu dirubah ke tipe simpang 342 dan hasil perhitungan DS di tahun ini sampai 5 tahun ke depan adalah di bawah 1. Hal ini dianggap hasil kajian telah cukup memadai untuk Kinerja Persimpangan tak bersignal jalan Harapan – jalan Sam Ratulangi di 5 tahun kedepan . Kata Kunci :Derajat Kejenuhan, Tundaan Simpang, Peluang Antrian
ANALISA PERSIMPANGAN TIDAK BERSINYAL MENGGUNAKAN PROGRAM aaSIDRA (STUDI KASUS PERSIMPANGAN JALAN 14 FEBRUARI – JALAN TOLOLIU SUPIT – JALAN BABE PALAR, KOTA MANADO) Badar, Praycilia Inri; Sendow, Theo K.; Jansen, Freddy; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan Jl.14 Februari – Jl.Tololiu Supit – Jl.Babe Palar Kota Manado adalah persimpangan tidak bersinyal yang merupakan jalur lalu lintas sibuk. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang melintasi persimpangan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang dengan menggunakan program aaSIDRA dan membandingkannya dengan metode MKJI 1997. Dari hasil analisis dengan menggunakan program aaSIDRA menunjukan nilai derajat kejenuhan DS = 0,652-1,326; kapasitas total = 1738 kend/jam-3104 kend/jam; panjang antrian = 11 m-360 m; kontrol tundaan =14 detik- 101,9 detik; dan LOS B - LOS F. Dari hasil analisis menggunakan program aaSIDRA juga menunjukkan terjadinya penurunan nilai derajat kejenuhan dan nilai kontrol tundaan yang mempengaruhi tingkat pelayanan menjadi semakin baik. Sedangkan pada MKJI 1997 nilai derajat kejenuhan sudah melewati nilai yang disarankan MKJI 1997 untuk simpang tidak bersinyal yaitu DS = 0,85 dan untuk MKJI 1997 tanpa adanya sepeda motor arus lalu lintas tidak melewati jenuh. Kata kunci: Persimpangan tidak bersinyal, aaSIDRA, derajat kejenuhan, kontrol tundaan, tingkat pelayanan
ANALISA PERBANDINGAN DESAIN LAPIS TAMBAH (OVERLAY) PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2017 DAN AASHTO 1993 (STUDI KASUS : RUAS JALAN YOS SUDARSO MANADO, NOMOR RUAS JALAN 5000411) Manoppo, Cheryl N.; Sendow, Theo K.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah kendaraan setiap tahunnya baik dari segi jumlah serta kapasitas beban yang diangkut pada diruas jalan Yos Sudarso Manado, mengakibatkan konstruksi perkerasan jalan mengalami penurunan tingkat pelayanannya yaitu ditandai dengan terjadinya kerusakan pada lapisan perkerasan jalan. Jika hal tersebut dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka akan dapat memperburuk kondisi lapisan perkerasan tersebut .Oleh karena itu dibutuhkan suatu tindakan pemeliharaan atau penambahan kekuatan jalan tersebut lewat pelapisan ulang (overlay) sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta menghindari kerusakan yang lebih serius pada jalan tersebut.Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Yos Sudarso Manado yang bertujuan membandingkan desain tebal overlay dengan   menggunakan     metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993 yang dititik beratkan pada perbandingan konsep, parameter, prosedur dan hasil desain dengan menggunakan data lendutan Falling Weight Deflectometer (FWD) yang diperoleh dari survei tahunan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional  (P2JN) Sulawesi UtaraHasil penellitian diperoleh untuk metode Bina Marga 2017 menghasilkan tebal overlay sebesar 6 cm dengan design traffic sebesar 4.601.105, sedangkan metode AASHTO 1993 menghasilkan tebal overlay sebesar 8,5 cm dengan design traffic sebesar 3.810.352,823. Perbedaan ini disebabkan karena konsep desain pada metode Bina Marga 2017 adalah metode mekanistik empiris, sedangkan metode AASHTO   1993 menggunakan metode empiris. Prosedur desain pada Bina   Marga 2017 yaitu dengan menggunakan grafik berdasarkan nilai CESA dan   nilai lendutan wakil, sedangkan untuk AASHTO 1993 menggunakan nilai MR tanah dasar,  nilai  Ep, nilai  SNeff dan SNf  . Kata Kunci: AASHTO 1993, Bina Marga 2017, Falling Weight Deflectometer (FWD), Overlay
EVALUASI GEOMETRIK JALAN PADA RUAS JALAN MATALI – TOROSIK DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN SEPANJANG 3 KM Januar E. Kairupan; Mecky R. E. Manoppo; Joice E. Waani
Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : Jurusan Sipil, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu akses transportasi darat yang menghubungkan wilayah yang satu ke wilayah yang lain. Ruas Jalan Matali - Torosik yang merupakan jalan penghubung antar Kabupaten di Sulawesi Utara, bila dilihat secara visual pada ruas jalan ini belum memenuhi standar geometrik jalan yang dimana pada jalan ini memiliki bentuk tikungan tajam (berjari-jari kecil), yaitu kurang dari Rmin = 110 yang dimana disyaratkan oleh Bina Marga 1997 untuk Jalan Kolektor dengan Vr = 60 km/jam. Dengan kondisi jalan seperti ini dapat menyebabkan ketidakamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Maka dari itu penulis melakukan penelitian dengan judul “Evaluasi Geometrik Jalan Pada Ruas Jalan Matali – Torosik Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Sepanjang 3 km”.Dikarenakan banyak tikungan yang tidak memenuhi syarat maka dilakukan perbaikan geometrik. Untuk memperoleh data kondisi geometrik lapangan maka dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur Theodolite dan GPS, data yang diperoleh dari pengukuran yaitu data koordinat dan data elevasi, selanjutnya data hasil pengukuran tersebut diolah menggunakan Microsoft Excel dan dimasukkan keprogram Autocad, dari hasil penggambaran tersebut maka selanjutnya dilakukan analisa geometrik.Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh 32 tikungan dan hanya tikungan 17 dengan jari- jari 115 m yang memenuhi kriteria. Tikungan lainnya sebanyak 31 tikungan memiliki jari-jari yang lebih kecil dari jari-jari minimum dan akan cukupberbahaya untuk kecepatan rencana 60 km/jam. Terdapat tanjakan curam dan penurunan yang terjal pada beberapa lokasi, dimana kelandaian jalan mencapai 28% jauh lebih besar dari yang disyaratkan maksimum sebesar 8%. Kata Kunci: Geometrik Jalan, Bolaang Mongondow Selatan, Alinyemen Horizontal, Alinyemen Vertikal, Jalan kolektor
Co-Authors Ady Suhendra Edmonssoen Monoarfa Alelo, Ivana Junia Amelia Umboh Audie L. E. Rumajar Audy L. E. Rumajar Besouw, Gabrielia Venisia Birasungi, Cynthia F. Bongso, Shofian E. H. Brian Rivaldo Purba, Brian Rivaldo Bryan Barsel Tulungen, Bryan Barsel Clifando E. N. Sondakh, Clifando E. N. Felicia Geiby Dondokambey Fernando Rondonuwu Freddy Jansen George Stefen Muaya, George Stefen Gland Y. B. Lumintang Glendy Lansart, Glendy Hermi R. A. Gultom Ignatius Tri Prasetyo Samponu, Ignatius Tri Prasetyo James A. Timboeleng Januar E. Kairupan Jefferson Longdong Jembris Sagisolo Jimmy Regel Joice E. Waani Jori George Kherel Kastanya Kaharu, Fitriyanti Kamagi, Angelica R. Lalamentik, Lucia G. J. Lambertus J. Undap Lendy Arthur Kolinug Lengkong, Maria Rainy Lexie F. Kereh Lintong Elisabeth Longdong Jefferson Lonteng, Fani Oktavian Lucia I. R. Lefrandt Lumowa, Bella Christianty M. J. Paransa Manguande, Jeisya Manoppo, Cheryl N. Mantiri, Cynthia Claudia Maria Estela Laoli Monita Sailany Watuseke, Monita Sailany Moses Ricco Tombokan Musadi, Claufia Rafika Nathanael Pieter Siriwa Oscar H Kaseke, Oscar H Oscar H. Kaseke Pingkan B. J. Koagouw, Pingkan B. J. Praycilia Inri Badar Prylita Rombot, Prylita Rifan Ficry Kayori Risky Aynin Hamzah, Risky Aynin Rizky Mamangkey Rumambi, Cherryl Clinda Samuel A. R. Warouw Semuel Y. R. Rompis, Semuel Y. R. Sendouw, Theo K. Servie O. Dapas Soraya Hais Abdillah Steve Ch. N. Palenewen Tampi, Christina Karolina Taufan Guntur Stallone Merentek, Taufan Guntur Stallone Tawalujan, Kevin Filindo Theo K. Sendow Theo Kurniawan Sendow Tolip, Vierihard A. Tombeg, Charlie Valentino Vonne Carla Pangemanan Walangitan, Deane R. Wurara, Dionisius Natan