Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Korelasi Antara Adversity Quotient Dengan Selfefficacy Pada Siswa Kelas XII SMA Negeri Di Kota Banda Aceh Iin Salwa Kamalia; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adversity quotient and self-efficacy are needed by individuals to be able to optimize themselves and are two factors that influence student success. This study aims to determine the conditions and the relationship between adversity quotient with self-efficacy in class XII students of SMA Negeri in Banda Aceh. The study uses a quantitative approach with descriptive and correlation methods. The study population was all students of class XII in 6 public high schools in the city of Banda Aceh. The sampling method is done using multistage random sampling which was to randomize school samples and use the Slovin formula to determine the number of student samples. The schools that became the sample of the research were Banda Aceh 5 SMA, Banda Aceh 6 SMA and Banda Aceh 12 SMA and the number of samples that were used as research respondents were 222 students. The hypothesis examined in this study was there is a relationship between adversity quotient and self-efficacy. Data collection tools used are the adversity quotient scale and self-efficacy scale in the form of a Likert scale. The results showed that the adversity quotient of dominant students was in the medium category and the level of self-efficacy of the students was also dominant in the medium category. The results also showed a significant positive relationship between adversity quotient and self-efficacy with coefficients r = 0.666 and p = 0,000. This means that the higher the adversity quotient, the higher the student's self-efficacy. Vice versa, if the adversity quotient is low then the student's self-efficacy will also be low.Keywords: Adversity Quotient, Self-Efficacy, High School Student ABSTRAK Adversity quotient dan self-efficacy sangat diperlukan oleh individu untuk dapat mengoptimalkan diri dan merupakan dua faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan hubungan antara adversity quotient dengan self-efficacy pada siswa kelas XII SMA Negeri Di Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode  deskriptif dan korelasi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII di 6 SMA Negeri dikota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan multistage random sampling yaitu untuk randominasi sampel sekolah dan menggunakan rumus slovin untuk menentukan jumlah sampel siswa. Sekolah yang menjadi sampel penelitian yaitu SMA Negeri 5 Banda Aceh, SMA Negeri 6 Banda Aceh dan SMA Negeri 12 Banda Aceh dan jumlah sampel yang dijadikan responden penelitian sebanyak 222 siswa. Hipotesis pada penelitian ini adalah adanya hubungan antara adversity quotient dan self-efficacy. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala adversity quotient dan skala self-efficacy dalam bentuk skala likert. Hasil penelitian menunjukkan adversity quotient siswa dominan berada pada katagori sedang dan tingkat self-efficacy siswa juga dominan berada pada katagori sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan positif antara  adversity quotient dan self-efficacy dengan koefisien r = 0,666 dan p =  0,000. Artinya semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi  self-efficacy siswa. Begitupun sebaliknya, apabila adversity quotient rendah maka self-efficacy siswa juga ikut rendah.Kata kunci : Adversity Quotient, Self-Efficacy, Siswa SMA
Teknik Role Playing dalam Membentuk Perilaku Asertif Siswa Sekolah Dasar Ekal Fauzan Lahoya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci: Teknik bermain peran, Perilaku AsertifPenelitian yang berjudul “Teknik Role Playing dalam Membentuk Perilaku Asertif Siswa SD” yang bertujuan untuk melihat peningkatan perilaku asertif siswa SD Negeri 16 Kota Sabang, sebelum dan sesudah diberikan teknik role playing.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan.Subyek dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang memiliki perilaku asertif yang rendah.Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Data penelitian kemudian diukur dengan mewaancarai guru yang bersangkutan, seperti guru wali kelas berserta guru umum. Hasil data menunjukkan tingkat keterampilan perilaku asertif siswa mengalami peningkatan setelah diberikan bimbingan kelompok dengan teknik role playing pada siklus I, terdapat perubahan perilaku asertif pada siswa sedikit demi sedikit, kemudian data pada siklus II di dapati bahwa siswa benar adanya terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam perilaku asertif, siswa paham akan bagaimana cara bersikap jujur, menghargai orang lain, berpikir positif, mengungkapkan gagasan atau ide yang ada dalam pikirannya,  dapat mempertahankan sesuatu yang dimilikinya,  dan dapat mengungkapkan ketidaksenangan serta kemarahan yang dirasakannya dengan baik. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan perilaku asertif siswa ketika sebelum dan sesudah diberikannya tindakan. Artinya, teknik role playing dapat meningkatkan perilaku asertif siswa melalui bimbingan kelompok. Berdasarkan data observasi menunjukkan peningkatan perilaku asertif siswa sebelum dan sesudah diberikan tindakan,  terlihat siswa sudah mulai bias berinteraksi secara jujur, menghargai pendapat orang lain, memahami akan perbuatannya, mengeluarkan ide dengan baik, dan mampu mempertahankan sesuatu yang dimilikinya.
GEJALA AWAL PERILAKU ANTISOSIAL TERHADAP SISWA DI SMP NEGERI 2 KUTA BARO KOTA ACEH BESAR Liza Refiza; said nurdin; nurbaity bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku antisosial merupakan sebuah tingkah laku yang menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat, karena sifatnya yang secara langsung maupun tidak langsung sangat mengganggu ketentraman hidup bermasyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu perilaku Antisosial remaja serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku antisosial pada remaja di SMP Negeri 2 Kuta Baro Aceh Besar. Subjek penelitian berjumlah lima orang remaja yang berperilaku antisosial. Sedangkan Objek penelitian adalah perilaku antisosial pada remaja di SMP Negeri 2 Kuta Baro Aceh Besar.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan observasi.Hasil penelitian yang diperoleh adalah pada umumnya remaja tersebut secara keseluruhan memiliki perilaku antisosial, hal tersebut di lihat dari sikap yang mereka tunjukkan di sekolah yakni, membolos, membangkang, tidak mentaati disiplin serta merugikan masyarakat di sekitar lingkungan mereka. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku antisosial yaitu (1) Faktor keluarga kurangnya kasih sayang orang tua, penerapan pola asuh yang salah, dan lingkungan tumbuh kembang yang tidak kondusif akan menyebabkan anak lebih banyak melihat prilaku antisosial dalam kesehariannya (2) Faktor teman sebaya lingkungan teman sebaya merupakan suatu kelompok baru yang memiliki ciri, norma, kebiasaan yang jauh berbeda dengan apa yang ada di lingkungan rumah. Bahkan apabila kelompok tersebut melakukan penyimpangan, maka remaja juga akan menyesuaikan dirinya dengan norma kelompok. Saran yang diberikan kepada guru bimbingan dan konseling agar dapat memprogramkan dan melatih peserta didik dengan melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling  sesuai dengan kurikulum yaitu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan  yang terjadi pada peserta didik, terutama pada peserta didik yang dikategorikan memiliki masalah perilaku antisosial.
Identifikasi Tingkat Stres Akademik Siswa SMP Negeri di Kota Banda Aceh Rahmah Wardah; Nurbaity Bustamam; Jamilah Aini Nasution
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres akademik ialah stres yang bersumber dari kegiatan akademik siswa, di mana tuntutan akademik yang dihadapi siswa melebihi batas kemampuannya untuk menghadapinya sehingga terjadinya stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat stres akademik siswa SMP Negeri di Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX di 8 SMP Negeri di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel yang dijadikan responden penelitian sebanyak 375 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket tingkat stres akademik dalam bentuk skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres akademik siswa SMP Negeri di Kota Banda Aceh hampir setenganya berada dalam kategori rendah dengan persentase 47,2%, selanjutnya terdapat sebagian kecil siswa yang mengalami stres pada tingkat yang sangat tinggi sebesar 0,8%, dan pada tingkat yang tinggi sebesar 6,9%. Pada tingkat sedang sebesar 25,9% dan sangat rendah sebesar 19,2%. Artinya, tingkat stres siswa SMP Negeri di Kota Banda Aceh rata-rata berada pada kategori sedang.
Upaya Konselor Sekolah dalam Mencegah dan Mengatasi Penyimpangan Berpacaran pada Siswa SLTA di Kecamatan Banda Raya Khairatun Nisak; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dating is acceptable in certain cultures, but not in Islamic culture. Especially if this activity leads to deviant behavior, which are forms of relations like a married couple carried out by non-married couples. Adolescents who are learning to prepare for their lives should avoid getting involved in these deviant forms of behavior. This study aims to determine the form of behavior, efforts to prevent and efforts to overcome dating deviations in students. This study is a qualitative study with guidance and counseling teachers as the research subjects. Data collection techniques are done through in-depth interviews. The results showed deviant forms of dating behavior carried out by students namely holding hands, vulgar photos, vacations with girl/boyfriends, having sex, and even engaged in prostitution to get money. The contributing factors are a lack of parental control, an overly free environment, and peer influence. Efforts made to prevent and overcome dating irregularities are to provide orientation services, information, classical, groups and individual counseling, collaboration with parents and homeroom teachers, make a statement signed by the students concerned and the school and expel students who have already cannot be fostered and guided. The obstacle reported were the ignorant and defending parents. The conclusion of this research is the efforts made by school counselors to prevent and overcome the deviant behavior of dating students so that students are guided and realize that the behavior is inappropriate behavior.Keywords: dating, forms of deviation, prevention efforts, resolving efforts ABSTRAK Pacaran adalah hal yang dapat diterima dalam budaya tertentu, namun tidak dalam budaya islam. Apalagi jika kegiatan ini mengarah pada perilaku menyimpang yaitu bentuk-bentuk hubungan layaknya pasangan suami istri yang dilakukan oleh bukan pasangan suami istri. Sudah seharusnya remaja yang sedang belajar mempersiapkan masa depannya menghindarkan diri dari terlibat dalam bentuk-bentuk perilaku menyimpang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perilaku, upaya mencegah dan upaya mengatasi penyimpangan berpacaran pada siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subyek penelitian yaitu guru bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bentuk perilaku menyimpang berpacaran yang dilakukan oleh siswa yaitu berpegangan tangan, foto vulgar, liburan bersama pacar, melakukan hubungan intim layaknya hubungan suami istri, dan bahkan siswi menjual diri untuk mendapatkan uang. Faktor penyebabnya adalah kurangnya kontrol orangtua, lingkungan yang terlalu bebas dan pengaruh teman sebaya. Upaya yang dilakukan oleh untuk mencegah dan mengatasi penyimpangan berpacaran adalah dengan memberikan layanan orientasi, informasi, klasikal, kelompok, konseling individu, kerja sama dengan orangtua dan wali kelas, membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh siswa yang bersangkutan dan pihak sekolah serta mengeluarkan siswa yang sudah tidak dapat dibina dan dibimbing. Adapun kendala dalam mengatasi penyimpangan berpacaran yaitu karena orangtua terlalu membela anak, sehingga anak merasa terlindungi atas kesalahan yang dilakukannya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya upaya yang dilakukan oleh konselor sekolah untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang berpacaran pada siswa agar siswa tersebut dibimbing dan menyadari bahwa perilaku tersebut adalah perilaku yang tidak patut dilakukan.Kata kunci: pacaran, bentuk-bentuk penyimpangan, upaya pencegahan, upaya mengatasi
PENGARUH GAME ONLINE FIRST PERSON SHOOTER (FPS) TERHADAP SIKAP AGRESI ANAK (Studi Kasus Permainan Game online Terhadap Sikap Agresifitas Anak Usia 8-15 Tahun Di Desa Lamtemen Timur) Sheidati Zakiah Uli Iman; Martunis Martunis; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAggressive behavior carried out by adolescents lately is increasingly widespread, which aggressive behavior has negative connotations that have an impact on the decline in ethics and morals of 'Millennial’. In the Electronic and Print Media often preaching various phenomena of violence committed by adolescents with different backgrounds. Of course this shows that there is an increase in the quality of aggression behavior.The purpose of this study: (1) To determine the effect of online games on the aggression behavior of children in the village of East Lamteumen. (2) To find out the condition of the family of children who are addicted to playing FPS type online games. This research uses a qualitative approach, using descriptive research. Data collection techniques are unstructured interview techniques. The subjects of this study were children in the village of East Lamteumen who entered their early teens with an age range of 8-15 years, amounting to 5 people. From the results of the study show: (1) The influence of Online Game First Person Shooter on the tendency of child aggression behavior in the village of East Lamteumen is that the type of violence game is more likely to influence aggressive behavior, but it is also influenced by the frequency of playing online games. Some of the symptoms of Aggression behavior that appear on research subjects include; (a) steal parents' money, (b) rebel if they can't play online games, (c) get angry easily when the game is inaccessible (d) throw harsh words and (e) Quite often also fight. (2) The condition of families of children who are addicted to playing online games of type First Person Shooterini is also motivated by parents who are busy working so that the lack of supervision and control of children in daily life, so that liberal parenting is created which is not very foster effective to apply. ABSTRAK  Perilaku Agresif yang dilakukan oleh remaja akhir-akhir ini kian marak, yang mana perilaku agresif ini berkonotasi negatif yang berdampak pada penurunannya etika serta moral remaja ‘Millenial’. Di Media Elektronika maupun cetak kerap memberitakan berbagai fenomena kekerasan yang dilakukan oleh remaja dengan latar belakang yang berbeda. Tentunya hal tersebut menunjukan bahwasanya terdapat peningkatan kualitas akan perilaku agresi. Tujuan penelitian ini: (1)Untuk mengetahui pengaruh game online terhadap perilaku agresi anak di desa Lamteumen Timur. (2) Untuk mengetahui kondisi keluarga anak yang kecanduan bermain game online berjenis FPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah teknik wawancara tidak terstruktur. Subjek penelitian ini adalah anak-anak di Desa Lamteumen Timur yang memasuki usia remaja awal dengan rentang usia 8-15 tahun yang berjumlah 5 orang. Dari hasil penelitian menunjukkan:  (1) Pengaruh Game online First Person Shooter terhadap kecenderungan perilaku agresi anak di desa Lamteumen Timur adalah game berjenis kekerasan lebih besar mempengaruhi perilaku agresif, selain itu juga dipengaruhi oleh frekuensi bermain game online. Beberapa gejala perilaku Agresi yang muncul pada subjek penelitian antara lain seperti; (a) mencuri uang orang tua, (b) memberontak jika tidak dapat bermain game online, (c) mudah marah saat game tidak dapat diakses (d) melontarkan kata-kata kasar dan (e) Tak jarang juga berkelahi. (2) Kondisi keluarga dari anak yang kecanduan bermain game online berjenis First Person Shooterini pun dilatarbelakangi oleh orang tua yang sibuk bekerja sehingga kurangnya pengawasan serta kontrol terhadap anak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pola asuh liberal pun tercipta yang mana pola asuh tersebut sangat tidak efektif untuk diterapkan. Kata kunci : Game online, first Person Shooter, Agresi
Pelaksanaan Layanan Peminatan dalam Implementasi Kurikulum 2013 Auliani Putri; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

Specialization service is one of the services aimed at developing the potential and career of students. This study aimed to describe the implementation of specialization services in schools, especially in the three schools that have certified guidance teachers. This research was conducted using qualitative descriptive method. The data collected by interview and analyzed by qualitative method i.e. data reduction, presentation, and conclusions drawing. The results showed that guidance teachers had followed the procedure in implementing the specialization services. In this process only a few students experience problems in grouping subjects. Selection for group subject placement is carried out systematically by the school and also involves parties outside the school, namely psychologists. Schools also carry out cross-interest programs. This specialization service is very focused on the placement of subject groups conducted in the first grade.Keywords: specialization services, Highschool students, the 2013th national curriculum, certified guidance teachersABSTRAKLayanan peminatan merupakan salah satu layanan yang ditujukan untuk pengembangan potensi serta karir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan layanan peminatan di sekolah, khususnya pada tiga sekolah yang memiliki guru BK yang telah mendapatkan sertifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara konselor di sekolah. Analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data, dan menarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan layanan peminatan bagi siswa baru yang akan menempati beberapa kelompok mata pelajaran peminatan telah dilaksanakan sesuai prosedur. Dalam proses ini hanya sedikit siswa yang mengalami masalah dalam pengelompokan mata pelajaran. Hal ini dikarenakan siswa mengikuti semua langkah dan prosedur yang telah ditetapkan oleh sekolah. Penyeleksian untuk penempatan kelompok mata pelajaran dilakukan secara sistematis oleh sekolah dan juga melibatkan pihak di luar sekolah yaitu psikolog. Sekolah juga melaksanakan program lintas minat. Layanan peminatan ini sangat terfokus kepada penempatan kelompok mata pelajaran yang dilakukan pada kelas satu.  Kata kunci: layanan peminatan, siswa SMA, kurikulum 2013, Guru BK tersertifikasi
KESULITAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DI SMPN 4 TAKENGON Fauziah Fauziah; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.665 KB)

Abstract

ABSTRAKKata kunci: permasalahan siswa–kesulitan guru pembimbingPelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan guru pembimbing seharusnya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditentukan, namun tidak dapat dihindari bahwa kenyataan di sekolah mekanisme pelayanan bimbingan dan konseling tidak dijalankan sesuai dengan prosedur yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan guru pembimbing dalam mengatasi permasalahan siswa di SMPN 4 Takengon. Secara khusus, penelitian ini mendeskripsikan permasalahan yang ditemui pada siswa, kesulitan yang terjadi pada guru pembimbing dalam mengatasi permasalahan dan faktor penyebab terjadinya kesulitan pada guru pembimbing. Metode dan  pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari guru pembimbing dengan melakukan wawacara langsung. Hasil penelitian Menujukkan bahwa, masalah yang terjadi pada siswa yaitu ribut dalam kelas, menyontek, berkelahi, merokok dan membolos. Kesulitan yang dialami guru pembimbing tidak ada jam khusus untuk guru BK, guru tidak dapat memahami siswa dengan baik, kurangnya minat siswa dalam mengikuti layanan, siswa kurang mau mendengarkan bimbingan yang diberikan oleh guru pembimbing dan siswa sulit untuk dipanggil ke ruang BK, adapun faktor penyebab kesulitan yaitu pihak sekolah tidak menyediakan jam untuk guru pembimbing, jumlah siswa yang terlalu banyak, kurangnya motivasi guru pembimbing terhadap siswa, siswa menganggap ruang BK sebagai ruang aib, serta letak ruang BK yang berada pada ruangan dewan guru.
Identifikasi Permasalahan Belajar yang Dialami Siswa Kelas X Jurusan IPA dan Jurusan IPS di SMA Negeri 5 Banda Aceh Muzakkir Ahmad; Nurbaity Bustamam; Khairiah Khairiah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLearning is an attempt to have something new in five dimensions, that is the dimension of knowing, the dimension of ability, the dimension of will, the dimension of usual , and the dimension of responsibility. In the learning process, students are perceived to have various obstacles in learning be caused by internal factors and external factors. The identification technique was carried out using a non-test instrument in the form of a validated problem statement tool, the namly is AUM PTSDL. The method used is a quantitative approach and the type is descriptive research that is making a description of the learning problems experienced by students in accordance with the facts found in the field. The results of the study illustrate that the learning problems most experienced by class X students in SMA Negeri 5 Banda Aceh occured in the learning skills component (T). The problem most often experienced by students is the difficulty in finding additional reading material assigned by the Teacher.Keywords: Student learning problemsABSTRAKBelajar merupakan usaha untuk menguasai sesuatu yang baru dalam lima dimensi, yaitu dimensi tahu, dimensi bisa, dimensi mau, dimensi biasa, dan dimensi tangung jawab. Dalam melaksanakan belajar, siswa dirasa memeliki berbagai kendala baik dari dalam diri siswa maupun dari luar diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan belajar yang dialami siswa kelas X jurusan IPA dan IPS di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Teknik identifikasi dilakukan menggunakan instrumen non-tes berupa alat ungkap masalah yang sudah tervalidasi yaitu AUM PTSDL. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan jenisnya ialah penelitian deskriptif yaitu untuk membuat gambaran atau deskripsi mengenai permasalahan belajar yang dialami siswa sesuai fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa masalah belajar terbanyak yang dialami siswa kelas X di SMA Negeri 5 Banda Aceh terjadi pada komponen keterampilan belajar (T). Masalah yang paling sering dialami siswa adalah mengalami kesulitan dalam menemukan bahan bacaan tambahan yang ditugaskan guru.Kata Kunci: Permasalahan belajar siswa
Penerapan Teknik Modeling Simbolis Untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa di SMA Negeri 16 Banda Aceh Desi Arista; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desi Arista, 2020. Penerapan Teknik Modeling Simbolis Untuk Mengurangi           Perilaku Bullying Siswa Di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Skripsi, Jurusan         Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,             Universitas Syiah Kuala            Pembimbing : (1) Dra. Nurhasanah, M.Pd, (2) Nurbaity, S.Pd, M.EdKata Kunci : Teknik Modeling Simbolis, Perilaku BullyingPenelitian ini berjudul tentang “Penerapan Teknik Modeling Simbolis untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa di SMA Negeri 16 Banda Aceh” perilaku bullying merupakan suatu tindakan agresi baik itu fisik, verbal, pemerasan, sosial dan elektronik dengan tujuan untuk menyakiti orang lain, yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus dari waktu ke waktu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas teknik modeling simbolis dalam mengurangi perilaku bullying siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental design melalui bentuk one group pretest-posttest design, yang dilaksanakan di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi berjumlah 20 orang siswa sedangkan sampel sebanyak 8 orang siswa yang terindikasi perilaku bullying tinggi dengan menggunakan teknik puposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan skala perilaku bullying dalam bentuk skala Likert. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui norma kategori, statistic non-parametric dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 128,88 sedangkan nilai posttest 53,33, dapat dikatakan bahwa nilai pretest lebih tinggi dibandingkan dengan nilai posttest. Berdasarkan hasil perbandingan nilai rata-rata tersebut, teknik modeling simbolis dinyatakan lebih efektif dalam mengurangi perilaku bullying siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai Asymp Sig (2-tailed) yaitu bernilai 0,012 atau memperlihatkan probolitas dibawah 0,05 (0,0120,05). Maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini (Ho) ditolak dan (Ha) diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik modeling simbolis efektif untuk mengurangi perilaku bullying siswa.