Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK ASSERTIVE ADAPTIVE DI DALAM REBT UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Rumaisha Aziza Siregar; Syaiful Bahri; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.582 KB)

Abstract

ABSTRAK Aziza, Rumaisha Siregar. 2017. Penerapan Teknik Assertive Adaptive di dalam REBT Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Di SMA Negeri 3 Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)   Drs. Syaiful Bahri, M.Pd., (2) Nurbaity, S.Pd, M.EdKata Kunci: Kepercayaan Diri, Konseling, Rasional EmotifKepercayaan diri adalah kemampuan dasar diri seseorang dalam menentukan arah dan tujuan hidupnya. Hal ini ditandai dengan percaya pada kemampuan yang dimilikinya, optimis dengan segala perubahan, objektif dalam menilai dirinya sendiri dan orang lain, bertanggung jawab dan selalu berpikir rasional. Hilangnya kepercayaan diri seseorang disebabkan oleh pola pikir bermasalah yang menyebabkan pemikiran yang tidak rasional. Konseling Rasional Emotif merupakan salah satu jenis konseling yang mengatasi masalah ketidak rasionalan dalam berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi kepercayaan diri sebelum dan sesudah diberikan teknik assertive adaptive di dalam REBT dan mengetahui efektifitasnya untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang siswa di SMA Negeri 3 Banda Aceh yang memiliki kepercayaan diri rendah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian pra-eksperimen one group pre-post test design. Pengumpulan data menggunakan angket dalam bentuk skala Likert. Teknik analisis data menggunakan paired sample sign-test menggunakan uji Z, hasil yang diperoleh adalah 3,16 nilai tersebut  lebih besar dari pada harga kritiknya yang bernilai 1 pada n=10 , α=0.05. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa sebelum diberikan teknik konseling rasional emotif memperoleh nilai rata-rata 66,1, dan setelah diberikan perlakuan menjadi 99,1. Peningkatan skor diperoleh rata-rata sebanyak 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik konseling rasional emotif dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hal ini dapat dilihat melalui perubahan yang terjadi pada siswa seperti, berani mengungkapkan pendapat, tampil dengan baik dihadapan teman-temannya hingga mampu menempatkan dirinya dilingkungan pertemanan dengan baik.
GAYA HIDUP LGBT DI TENGAH MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH Taufiq Hidayat; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.083 KB)

Abstract

Hidayat Taufiq, The lifestyles of LGBT people in Banda Aceh. A thesis, Department of Guidance and Counseling, Teacher Training and Education Faculty, Syiah Kuala University. Supervisors:(1) Drs. Abu Bakar, M.Si., (2) Nurbaity, S.Pd., M.Ed.Keywords: Lifestyle, LGBT, CommunityHomosexual is a growing problem faced by current societies. The same-sex devotees have their own traditions in establishing their space identity and lifestyle and often try to conceal their sexual orientation from the public. This study aimed to learn the lifestyles of the LGBT community in Banda Aceh. This study used the qualitative descriptive approach. The subjects were 5 homosexual singles aged 19 to 27 years, while the objects were their social lifestyles. The data were collected through interviews. The results of the descriptive analysis showed that factors affecting the homosexual lifestyle in the society were activities, interests, and opinions. Homosexual lifestyles are the lifestyles of a homosexual person with diverged sexual orientation such as interacting and having sexual intercourse with the same-sex individuals. The sexual behaviors of the homosexual couples were similar to that of the normal couples such as holding hands and hugging. The main distinctive behavior was that they preferred a private sexual intercourse. This behavior was driven by the fact that homosexual preferences are considered as unnatural behaviors that diverge from a variety of existing social rules, values, and norms. Therefore, counseling teachers are expected to thoroughly and extensively provide guidance about deviant behaviors such as homosexual. With adequate knowledge, students can take care of themselves and restrict themselves from falling to deviant behaviors against the social norms.
Identitas Perencanaan Karir (Penelitian Pada Mahasiswa Akhir Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala) Hasna Nisa; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIdentitas perencanaan karir seharusnya dipersiapkan  dengan matang dan mahasiswa wajib membuat identitas perencanaan karir nya agar bisa menentukan pemilihan dan keputusan karir yang tepat untuk masa yang akan datang. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas perencanaan karir mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Universitas Syiah Kuala yang sedang menyelesaikan skripsi. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP yang berjumlah 64  mahasiswa dari letting 2013, 2014, dan 2015. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 mahasiswa. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan rumus Slovin. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis deskriptif. Hasil dari penelitian dari pembahasan menunjukkan bahwa identitas perencanaan karir pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada pada kategori “sedang” dengan presentase 69,09%  atau berjumlah 38 mahasiswa dan kategori “rendah” dengan presentase 30,90% dengan responden 17 mahasiswa, sehingga dapat dipahami bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki identitas perencanaan karir yang baik, yang didukung berdasarkan analisis pada bab IV menunjukkan data kurva empiric condong ke arah kiri yang menunjukkan bahwa identitas perencanaan karir mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada pada kategori “sedang” hal ini dimaknai bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki identitas perencanaan karir yang baik.Kata Kunci : Identitas Perencanaan Karir, mahasiswa, bimbingan dan konseling
Hubungan Konsep Diri, Minat Jurusan Dengan Kesiapan Kerja Siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh Intan Baiduri; M Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the description of self-concept, interests of majors with work readiness and the relationship of self-concept, interests of majors with work readiness. The approach used is quantitative with a descriptive correlational type of research. The population in this study was class XII students of SMKN 1 Banda Aceh, totaling 228 students. Sampling is done randomly (probability sampling) using simple random sampling technique with a total sample size of 145. Data collected using a questionnaire method with a Likert scale model. The results showed that dominant students (50.3%) had self-concepts that were in the high category, dominant (44.8%) had majors interest in the high category, and dominant (51.1%) had work readiness in the high category. The results of this study indicate that there is a strong relationship between each variable. The calculation results show that the correlation coefficient between the three variables above between variables X1 and X2 with Y get r = 0.77 with a very strong relationship level. Thus, it can be concluded that there is a strong relationship between the self-concept and the interests of the department with work readiness in SMK Negeri 1 Banda Aceh students. Keywords: Self Concept, Interests Major, Readiness WorkAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri, minat jurusan dengan kesiapan kerja serta hubungan konsep diri, minat jurusan dengan kesiapan kerja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMKN 1 Banda Aceh yang berjumlah 228 orang siswa. Penarikan sampel dilakukan secara acak (probability sampling) dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah total sampel sebanyak 145. Pengumpulan data menggunakan metode angket dengan model skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dominan (50,3%) memiliki konsep diri yang berada dalam kategori tinggi, dominan (44,8%) memiliki minat jurusan pada kategori tinggi, dan dominan (51,1%) memiliki kesiapan kerja pada kategori tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antar masing-masing variabel. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara ketiga variabel di atas antara variabel X1dan X2 dengan Y memperoleh r = 0,77 dengan tingkat hubungan sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan konsep diri dan  minat  jurusan  dengan kesiapan kerja pada siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh terdapat hubungan yang kuat.Kata Kunci: Konsep Diri, Minat Jurusan, Kesiapan Kerja
Konseling keluarga islami online Wonderful Family Tyo Fernanda; Nurbaity Bustamam; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The practice of counseling in this modern era looks increasingly dynamic and in tandem with the development of information technology. The practice of counseling has now also penetrated the virtual world through the nuances of online counseling. This study aims to describe the practice called online counseling; the Wonderful Family concept founded by Cahyadi Takariawan. To examine this object, researchers used a qualitative descriptive method. Researchers collect data through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that Wonderful Family is a family endurance education concept that provides family endurance guidance classes and opens offline counseling services both as a continuation of online classes and client independent activities. Wonderful Family uses a number of online media (social media), such as Instagram, Facebook, and websites to disseminate information related to family guidance and counseling, marriage and parenting. Individuals who are interested in learning further and or solving problems can participate in online counseling and counseling classes. The method used is the provision of material in public classrooms and private discussions through chat and voice notes. This online class is done through the WhatsApp application and a special website where each member has their own account. General online classes are usually not paid, but special classes apply tuition fees.Keywords: Online counseling, social media, Cahyadi Takariawan, Wonderful Family ABSTRAK Praktik konseling  di era modern ini terlihat semakin dinamis dan beriringan dengan berkembangnya teknologi informasi. Praktik konseling kini juga telah merambah dunia maya melalui nuansa konseling online. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik yang disebut konseling online, yaitu konsep Wonderful Family yang didirikan oleh Cahyadi Takariawan. Untuk menelaah objek ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil yang peneliti temukan menunjukkan bahwa Wonderful Family adalah sebuah konsep pendidikan ketahanan keluarga yang menyediakan kelas-kelas bimbingan ketahanan keluarga dan membuka layanan konseling offline baik sebagai kelanjutan dari kelas online maupun kegiatan mandiri klien. Wonderful Family menggunakan sejumlah media online (media sosial), seperti instagram, facebook, dan website untuk menyebarkan informasi terkait bimbingan dan konseling keluarga, pernikahan dan parenting. Individu-individu yang tertarik untuk belajar lebih jauh dan atau menyelesaikan masalah-masalahnya dapat berpartisipasi dalam kelas-kelas bimbingan dan konseling online. Metode yang dipakai adalah pemberian materi dalam kelas umum dan diskusi pribadi melalui chatting dan voice note. Kelas online ini dilakukan melalui applikasi whatsapp dan website khusus dimana masing-masing anggota memiliki akun masing-masing. Kelas-kelas online umum biasanya tidak berbayar, namun kelas-kelas khusus menerapkan iuran pendidikan.Kata kunci: Konseling online, media sosial, Cahyadi Takariawan, Wonderful Family
MERUBAH SIKAP NEGATIF SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Hariyati Hariyati Hariyati; M.husen M.husen M.husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap negatif terhadap mata pelajaran merupakan suatu kecenderungan individu untuk bertingkah laku secara negatif dalam merespon mata pelajaran. Semakin individu mampu merubah sikap negatif menjadi sikap positif terhadap mata pelajaran maka individu akan semakin mampu bertingkah laku sesuai dengan aturan-aturan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh bimbingan kelompok dalam merubah sikap negatif siswa menjadi sikap positif terhadap mata pelajaran. Dalam hal ini bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan konseling yang membantu siswa dalam penyelesaian masalah secara bersama-sama dalam nuansa berkelompok yang bertujuan untuk menjadikan individu mandiri, menghargai orang lain, aktif serta berbagi pengalaman dalam penyelesain masalah yang dihadapi. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kuantitatif pre-exsperimental design dengan bentuk one group pretest-postest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki sikap negatif terhadap mata pelajaran yang berada pada kategori sedang dan rendah. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala sikap.Validitas yang diperoleh dari angket skala sikap yang disusun sebanyak 54 item, terdapat 31 item yang valid dengan reliabilitas sebesar 0,880 yang artinya memiliki reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan dengan mengkategorikan ke dalam norma kategori lalu di uji melalui Wilcoxon sign test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rara-rata pretest sebesar 74,80 lebih rendah dari rata-rata posttest yaitu 100,40. Hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,005 atau menunjukkan probabilitas di bawah 0,05 (0,0050,05). Maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ho di tolak dan Ha di terima. Artinya bimbingan kelompok dapat merubah sikap negatif siswa terhadap mata pelajaran.
Kesiapan Diri Mahasiswa dalam Menghadapi Perkuliahan Daring Miftahul Jannah; Nurbaity Bustamam; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemic covid-19 mempengaruhi semua sektor kehidupan tidak terkecuali pendidikan. Memasuki tahun ajaran baru semester ganjil 2020-2021 pandemi covid-19  belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir maka proses pembelajaran di lingkungan pendidikan tetap dilanjutkan secara daring termasuk di Perguruan Tinggi Universitas Syiah Kuala. Universitas Syiah Kuala perlu memperhatikan bagaimana kesiapan diri mahasiswa dalam menerapkan pembelajaran daring baik dari segi fisik, psikis dan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan diri mahasiswa bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala dalam menghadapi perkuliahan daring. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan format deskriptif. Subjek responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala angkatan 2017, 2018 dan 2019. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner online. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner berupa sejumlah pertanyaan dan pernyataan kepada responden secara online dengan total jumlah subjek responden adalah 158 mahasiswa. Hasil penelitian diperoleh secara umum mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala sudah siap 75% secara fisik. Namun mahasiswa aktif tetap mengalami kelelahan terlalu lama berhadapan dengan laptop/gawai dan membutuhkan waktu untuk adaptasi dengan metode daring.  Secara psikis mahasiswa aktif Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala sudah siap 56,25%. Disisi lain mahasiswa juga merasa kesulitan untuk berkonsentrasi, kesulitan memahami pelajaran karena terbiasa dengan metode tatap muka dan belum menyukai metode daring namun tetap megikuti perkuliahan sesuai jadwal yang dipilih. Secara materil mahasiswa sudah siap 75%  namun sebagian mahasiswa tetap kesulitan mendapatkan sinyal yang kuat untuk proses perkuliahan daring. Rekomendasi dari penelitian ini bagi mahasiswa, diharapkan memahami materi perkuliahan dan berpartisipasi aktif secara baik serta mampu meningkatkan konsentrasi dan semangat selama perkuliahan daring, Bagi pihak perguruan tinggi, diharapkan mampu menyediakan kuota internet selama perkuliahan daring berlangsung. Bagi dosen, diharapkan bisa menggunakan metode yang lebih bervariasai dan mampu memersiapkan diri terutama pemahaman tentang penggunaan media dan aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan daring. Bagi peneliti selanjutnya bisa mengembangkan model pembelajaran efektif untuk perkuliahan sistem daring dan dapat meneliti lebih lanjut mengenai kesiapan dari segi pendidik (dosen) dan lembaga.
Layanan informasi karir dan pemahaman lanjutan studi siswa SMA Ulfa Mahera; M. Husen; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 6, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v6i1.23033

Abstract

Career information service is a form of career guidance service that can help students prepare for one’s career development. This study is intended to describe students' experiences of career information services, describe the condition of students' understanding of further studies, and use this data to estimate the determination index of providing career information services on students' understanding of further studies. The study used a quantitative approach with descriptive and correlational research designs. The research was conducted at one of the schools in Aceh Besar District. Based on 400 total population, a sample of 121 students was taken using a simple random sampling method. Data were collected using the student experience scale of career information services and the understanding of advanced studies scale. The answer options used for the scale adopt the Likert Scale answer options. The results showed that the dominant student's career information service experience was in the high category (57%), students' understanding of the dominant career information service was in the high category (48.8%). The calculation of the index of determination of these two variables shows that 25.3% of the variation in students' understanding of advanced studies can be explained by the provision of career information services in schools. Keywords: Career information services; understanding of further studies; high school level students; correlational studies ABSTRAK Layanan informasi karir merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan karir yang dapat membantu siswa mempersiapkan diri sehubungan dengan perkembangan karir. Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan pengalaman siswa terhadap layanan infomasi karir yang telah dilaksanakan, menggambarkan kondisi pemahaman siswa mengenai lanjutan studi, serta menggunakan data ini untuk memperkirakan indeks determinasi dari pemberian layanan informasi karir terhadap pemahaman lanjutan studi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuatitatif dengan desain penelitian deskriptif dan korelasional. Penelitian dilakukan pada salah satu sekolah di Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan 400 jumlah populasi diambil sampel sebanyak 121 siswa dengan metode penarikan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan skala pengalaman siswa mengenai layanan informasi karir dan skala pemahaman lanjutan studi. Opsi jawaban yang digunakan untuk skala mengadopsi opsi jawaban Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman layananan informasi karir siswa dominan berada pada kategori tinggi (57%), demikian juga pemahaman siswa terhadap layanan informasi karir dominan berada pada kategori tinggi (48,8%). Perhitungan indeks determinasi dari kedua variabel ini menunjukkan bahwa 25,3% variasi pada pemahaman lanjutan studi siswa dapat dijelaskan oleh pemberian layanan informasi karir di sekolah.
THE RELATIONSHIP BETWEEN RELIGIOSITY AND EMOTIONAL REGULATION IN HIGH SCHOOL (SMA) STUDENTS IN BANDA ACEH Nurbaity Bustamam; Cut Chairun Nisyah; Nurhasanah Nurhasanah
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2024): PSIKOISLAMEDIA:JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v9i1.22608

Abstract

Emotional regulation is a way to assess, deal with, manage and express emotions in certain situations. The factor that influences emotional regulation in individuals is religiosity. A person who has religiosity involves religion in behaving and taking action, so that it has an effect on controlling his emotions. This research aims to describe religiosity and emotional regulation, as well as to see the relationship between religiosity and emotional regulation in high school students. Research respondents involved 364 students selected from five high schools in Banda Aceh City. Samples were collected using random sampling techniques with the Slovin formula, data collection used a Likert scale of religiosity and emotional regulation. The research results show that the correlation coefficient (r) between the variables studied is 0.721, which indicates a strong correlation between religiosity and emotional regulation. This finding can be interpreted as the higher the religiosity, the higher the student's emotional regulation and vice versa. 
KECEMASAN SOSIAL PENGGUNA INSTAGRAM PADA SISWA SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Fitrya Faradhila; Nurbaity Bustamam; Jamilah Aini Nasution
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v10i1.10476

Abstract

Social anxiety experienced by Instagram users is increasingly becoming a concern, especially among adolescents, because this platform often causes social pressure for its users, such as pressure to present themselves perfectly to get recognition from the surrounding environment and judgment from others. So that this pressure can affect students' mental health, one of which results in social anxiety. The purpose of this study is to describe the level of social anxiety of Instagram users of SMA Negeri 3 Banda Aceh students. The approach in this study uses a quantitative approach with descriptive quantitative methods. The population in this study were all students of SMA Negeri 3 Banda Aceh consisting of classes X, XI, and XII with a total sample of 291 out of 1066 population. The sampling procedure in this study used probability sampling with cluster random sampling technique. The data collection technique uses an Instagram user social anxiety scale with a Likert scale type that is distributed directly to students. The results of data analysis show that most students (38%) have social anxiety as Instagram users in the moderate category, while 26% of students have social anxiety in the high category, 21% of students have social anxiety in the low category, 8% of students have social anxiety in the very high category and 7% very low. Indicating that students feel quite anxious in using Instagram. This study also found that the higher the age of students, the level of social anxiety tends to decrease, which indicates that age development affects students' ability to manage social anxiety. Kecemasan sosial yang dialami pengguna instagram semakin menjadi perhatian khususnya dikalangan remaja, karena platform ini sering menimbulkan tekanan sosial bagi penggunanya, seperti tertekan untuk menampilkan diri secara sempurna mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar dan penilaian dari orang lain. Sehingga tekanan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental siswa salah satunya mengakibatkan terjadinya kecemasan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan sosial pengguna instagram siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh yang terdiri dari kelas X, XI, dan XII dengan jumlah sampel 291 dari 1066 populasi. Prosedur pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kecemasan sosial pengguna Instagram dengan jenis skala likert yang disebarkan secara langsung kepada peserta didik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (38%) memiliki kecemasan sosial sebagai pengguna Instagram pada kategori sedang, sementara 26% siswa memiliki kecemasan sosial pada kategori tinggi, 21% siswa memiliki kecemasan sosial pada kategori rendah, 8% siswa memiliki kecemasan sosial pada kategori sangat tinggi dan 7% sangat rendah. Menunjukan bahwa siswa merasa cukup cemas dalam menggunakan Instagram. Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin tinggi usia siswa, tingkat kecemasan sosial cenderung menurun, yang mengindikasikan bahwa perkembangan usia berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam mengelola kecemasan sosial.