Rosmiati .
Doctoral Program In Education, Faculty Of Teacher Training And Education, Universitas Syiah Kuala, Indonesia; Study Program Of Early Childhood Teacher Education, Faculty Of Teacher Training And Education, Universitas Syiah Kuala, Indonesia

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK DI TK IT PERMATA SUNNAH KOTA BANDA ACEH Riska Hayati; Fakhriah .; Dina Amalia; Bahrun .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Early Childhood, Social Emotional, EngklekChildren's social emotional abilities really need to be developed from an early age, one way to develop children's social emotional is through the traditional game of cackling. The crank game is a game that is drawn on the ground, by drawing boxes, then jumping one foot from one box to another. How to develop children's social emotional with the traditional game of cuckoo is a study in this study. This study aims to determine the social emotional development of children with traditional crank games at IT Permata Sunnah Kindergarten, Banda Aceh. The method used is Classroom Action Research (CAR) by using two cycles, in each cycle there are 2 meetings. Data collection techniques are carried out through observation and performance. Research results obtained from. The subjects in this study were 10 children aged 5-6 years, 7 boys and 3 girls. Data collection techniques through observation and performance. The results showed that in the first cycle of the first meeting there were four underdeveloped children, 3 children began to develop and 3 children developed as expected. In the first cycle of the second meeting there were two underdeveloped children, five children began to develop, two children developed according to expectations and one child developed very well. In the second cycle of the first meeting there were two children who began to develop, six children developed according to expectations and two children developed very well, in the second cycle of the second meeting there was one child developing according to expectations and nine children developing very well. The conclusion from the research results is that the social emotional development of children has developed in accordance with the indicators of children's achievement through crank play. It is hoped that teachers can develop children's social emotional using other games.Abstrak. Kemampuan sosial emosional anak sangat perlu di kembangkan sejak dini, salah satu cara mengembangkan sosial emosional anak adalah dengan permainan tradisional egklek. Permaianan engklek ialah sebuah permainan yang digambar di atas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak, kemudian melompat satu kaki dari kotak satu ke kotak lainnya. Bagaimana mengembangkan sosial emosional anak dengan permainan tradisional egklek menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak dengan permainan tradisional engklek di TK IT Permata Sunnah, Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus, pada setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian yang di peroleh dari. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang anak, 7 laki-laki dan 3 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I pertemuan pertama terdapat empat anak belum berkembang, 3 anak mulai berkembang dan 3 anak berkembang sesuai harapan. Pada siklus I pertemuan kedua terdapat dua anak belum berkembang, lima anak mulai berkembang, dua anak berkembang sesuai harapan dan satu anak berkembang sangat baik. Pada siklus II pertemuan pertama terdapat dua anak mulai berkembang, enam anak berkembang sesuai harapan dan dua anak berkembang sangat baik, pada siklus ke II pertemuan kedua terdapat satu anak berkembang sesuai harapan dan sembilan anak berkembang sangat baik. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu, perkembangan sosial emosional anak sudah berkembang sesuai dengan indikator pencapaian anak melalui permainan engklek. Diharapkan kepada guru agar dapat mengembangkan sosial emosional anak dengan menggunakan permainan lainnya.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Sosial Emosional, Engklek
PERKEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA ANAK MELALUI METODE PROYEK DI TK IT MON KUTA BANDA ACEH Melda Lisa; Yuhasriati .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter peduli lingkungan pada anak merupakan suatu sikap yang ditunjukkan melalui tindakan menjaga dan tidak merusak lingkungan. Metode proyek merupakan salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan karakter peduli lingkungan pada anak usia 5-6 tahun di TK IT Mon Kuta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Subjek penelitian adalah 10 orang anak di TK IT Mon Kuta. Analisis data dilakukan dengan memilah data yang berkaitan dengan nilai karakter peduli lingkungan, kemudian dideskripsikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada pertemuan pertama anak dalam kriteria belum berkembang sebanyak 6 anak, mulai berkembang 4 anak. Pertemuan kedua diperoleh hasil dalam kriteria belum berkembang mengalami penurunan hingga tersisa 1 anak, mulai berkembang 3 anak, berkembang sesuai harapan 3 anak dan yang berkembang sangat baik 3 anak. Pertemuan ketiga tersisa 2 anak dalam kriteria mulai berkembang, 3 anak dalam kriteria berkembang sesuai harapan, 5 anak dalam kriteria berkembang sangat baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perkembangan karakter peduli lingkungan pada anak usia dini mengalami peningkatan setelah dilakukan metode proyek menanam kacang panjang. Peneliti merekomendasikan adanya penelitian lanjutan yang sejalan dengan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan nilai karakter peduli lingkungan.Kata Kunci: Karakter Peduli Lingkungan, Metode Proyek, dan Anak Usia Dini.
KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI KOLASE BAHAN ALAM DI TK AL WASHLIYAH ALUE NAGA BANDA ACEH Varmawati .; Fakhriah .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2020): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas yang dimaksud dalam penulisan ini adalah sebuah karya yang dihasilkan melalui kegiatan kolase bahan alam yang dilakukan oleh anak TK A usia 4-5 tahun. Bahan alam adalah kulit kerang dan cangkang keong untuk menghasilkan sebuah karya. Rumusan masalah dari penulisan ini adalah bagaimana perkembangan kreativitas anak usia dini melalui kolase bahan alam. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui perkembangan kreativitas anak usia dini melalui kolase bahan alam. Penulisan ini menggunakan penulisan kulitatif dengan pendekatan eksperimen.Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini adalah observasi dan unjuk kerja. Teknik analisis data dalam penulisan ini dianalisis dengan beberapa langkah sesuai dengan model milen dan huberman (sugiono,2010:337) yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penulisan ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 11 orang anak, yang terdiri dari 6 perempuan dan 5 laki-laki. Penulisan ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, pertemuan pertama dari keseluruah anak  mencapai nilai rata-rata 2.36 dengan presentase 59% , meningkat pada pertemuan kedua 3.18 dengan  presentase 79,5%, dan meningkat pada pertemuan ketiga yaitu 3.27 dengan presentase 81,75%. Pada faktor yang kedua  kemampuan anak membuat karya sesuai pola nilai rata-rata dari keseluruhan anak mencapai 2.27 denganpresentase 56,75%, pertemuan kedua nilai rata-rata anak mencapai 3.27 dengan presentase 81,75%, dan pada pertemuan ketiga nilai rata-rata dari keseluruhan anak meningkat menjadi 3.36 dengan presentase 84%. Jadi dapat disimpulkan setiap kegiatan kolase bahan alam dari kulit kerang dan cangkang keong sangat jelas mengalami peningkatan perkembangan kreativitas anak usia dini di TK AL Washliyah Alue Naga Banda Aceh.Kata Kunci: Kreativitas, Bahan Alam, Anak Usia Dini
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI TEKNIK FINGER PAINTING DI KB AL JANNATI GAMPONG JAWA KOTA BANDA ACEH Anggi . Wulandari; Bahrun . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan kemampuan kreativitas anak perlu ditingkatkan. Salah satu teknik yang digunakan adalah teknik Finger Painting. Pembelajaran dengan teknik Finger Painting memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kreativitasnya melalui mewarnai dengan Finger Painting. Kegiatan anak mewarnai gambar dengan tema profesi dengan jari-jari tangan/ finger untuk mengembangkan kreativitas anak. Masalah yang dijumpai berdasarkan observasi awal dikelompok B, KB Al Jannati Gampong Jawa, Kota Banda Aceh, diperoleh bahwa dimana pada saat proses pembelajaran berlangsung guru masih menggunakan metode yang kurang mendukung munculnya kreativitas. Dalam kegiatan menggambar sederhana guru senantiasa memberikancontoh di papan tulis, sehingga hasil gambar anak cenderung sama persis dan tidak ada yang berani jauh berbeda, 8 anak perkembangan kreativitasnya belum berkembang dimana anak masih mewarnai persis seperti gambar guru. Tujuan penelitian ini untuk meningkatan kreativitas anak melalui teknik finger painting di KB Al Jannati Gampong Jawa, Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan jenis deskripsi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus pada kelompok B, dengan anak berusia 5-6 tahun berjumlah 8 orang anak. Hasil yang didapatkan bahwa melalui teknik finger painting dapat mengembangkan kreativitas anak, dimana adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat dengan berkembangnya hasil pencapaian anak pada siklus I tindakan I, Tindakan II, Tindakan III 7 anak Mulai Berkembang (**), 1 anak Belum Berkembang (*). Pada siklus II tindakan I, Tindakan II, Tindakan III 1 anak Berkembnag Sesuai Harapan (***), 7 anak Berkembang Sangat Baik (****).Kata Kunci : Kreativitas, Anak Usia Dini, Finger Painting
PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN PLAYDOUGH DI TK PERCONTOHAN SIMEULUE Devi . Afnidar; Fakhriah . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Perkembangan Keterampilan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Playdough di TK Percontohan Simeulue” ini mengangkat masalah bagaimana perkembangan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan playdough di TK Percontohan Simeulue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan playdough di TK Percontohan Simeulue. Subjek dalam penelitian ini adalah anak di TK Percontohan Simeulue yang berumur 4-5 tahun di kelas A dengan jumlah anak 14 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, unjuk kerja dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Setelah memberikan perlakuan (treatment) pada kelas A di TK Percontohan Simeulue, semester genap tahun ajaran 2018/2019 membawakan hasil yang memuaskan, disaat sebelum diberi perlakuan anak belum mampu mengoordinasikan mata dan tangan, anak belum mampu meremas, memilin, mencolek dan mengepal, namun saat telah diberi perlakuan dari pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III keterampilan motorik halus anak terus mengalami peningkatan dimana anak sudah mampu mengoordinasikan mata dan tangan, mampu meremas, memilin, mencolek dan mengepal saat melakukan kegiatan playdough. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan keterampilan motorik halus anak usia dini dapat dilanjutkan oleh peneliti lain dengan menggunakan subjek yang berbeda serta dengan kegiatan atau media lainnya.Kata Kunci: Keterampilan Motorik Halus, Anak, Kegiatan Playdough
PERKEMBANGAN PERCAYA DIRI ANAK MELALUI TARI BINES DI TK SATU ATAP BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES Fitri . Astuti; Israwati . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimiliki seseorang dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai tujuan dalam hidupnya, mampu mengekspresikan perasaan dengan mampu berinteraksi dengan lingkunganya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan percaya diri anak melalui tari Bines di kelas B TK Satu Atap Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B usia 5-6 tahun yang berjumlah 12 anak perempuan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa teknik yang bermaksud untuk membantu dalam penelitian yaitu teknik observasi dan unjuk kerja. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif analisis terdiri dari tiga kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Setelah melakukan penelitian dengan 3 kali pertemuan pada kelas B di TK Satu Atap Blangkejeren, semester genap tahun ajaran 2018/2019 mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, hasil pertemuan pertama anak mulai berkembang mampu bekerjasama, selaras saat melakukan gerak bersama teman, dan anak masih malu-malu saat menari Bines, pada pertemuan kedua dan ketiga perkembangan percaya diri anak terus mengalami perkembangan dimana anak sudah mampu bekerjasama, selaras saat melakukan gerakan tari bersama teman, dan juga anak sudah berani tampil di depan kelas tanpa malu-malu dan takut. Tari Bines tidak hanya mengembangkan percaya diri anak, akan tetapi juga dapat mengembangkan fisik motorik, seni, dan sosial emosional. Diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat memilih lembaga PAUD yang sudah menerapkan kegiatan tari Bines yang optimal.Kata Kunci: Percaya Diri, Anak Usia Dini, Kegiatan Tari Bines
UPAYA GURU MENINGKATKAN NILAI KARAKTER KOMUNIKATIF PADA ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL Fitriani .; Bahrun .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2021): mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Communicative Character, Traditional Games, Early Childhood  Comic cavern is an action taken by someone to share the pleasure of talking, socializing, and treating other people. The communicative character in this study is an act that feels happy to talk, hang out and talk with other people. The formulation of the problem in this value research is how the teacher's efforts to improve communicative character at an early age through traditional games. This study aims to increase the value of the communicative character of children aged 5-6 years at integrated islamic kindergarten Baitusshalihin through traditional games. This study uses a qualitative approach. The research was carried out at integrated islamic kindergarten Baitusshalihin. The subjects in this study integrated islamic kindergarten Baitusshalihin teachers, which consisted of 4 teachers. Data collection techniques in this study were in the form of field observations and interviews with teachers. The data analysis technique was carried out in three stages, namely reducing data, presenting data, and drawing conclusions. From the results of research that carries out teacher efforts in increasing the value of communicative character in early childhood is to make good habits of behavior and teachers apply several types of traditional games to improve communicative character in children, one of which is engklek, stilts, jump rope, congklak games. shell and others. The conclusion of this study is that improving communicative character in children can be done through traditional games, and explains to children that there are many benefits of traditional games. Abstrak. Karakter komunikatif adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain.Karakter komunikatif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul dan bekerjasama dengan orang lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru meningkatkan nilai karakter komunikatif pada anak usia dini melalui permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai karakter komunikatif anak usia 5-6 tahun di TKIT Baitusshalihin melalui permainan tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di TKIT Baitusshalihin. Subjek dalam penelitian ini adalah guru TKIT Baitusshalihin yang berjumlah sebanyak 4 orang guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi lapangan dan juga wawancara dengan guru. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan upaya guru dalam meningkatkan nilai karakter komunikatif pada anak usia dini adalah dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan perilaku yang baik dan guru menerapkan beberapa jenis permainan tradisional untuk meningkatkan karakter komunikatif pada anak salah satunya seperti permainan engklek, egrang, lompat tali, congklak, batok dan lain-lain. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa meningkatkan karakter komunikatif pada anak dapat dilakukan melalui permainan tradisional, yang mana guru harus sering memberikan waktu kepada anak untuk bermain permainan-permainan tradisional, dan menjelaskan kepada anak bahwasanya banyak sekali manfaat dari permainan tradisional tersebut. Kata Kunci : Karakter Komunikatif, Permainan Tradisional, Anak Usia Dini
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN MONOPOLI UNTUK PEMBENTUKAN NILAI KARAKTER CINTA TANAH AIR PADA ANAK USIA DINI Savira Meidi; Yuhasriati .; Rosmiati .; Israwati .; Rahmi .; Gracia Mandira; Rahmatun Nessa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Media, Monopoly Board, The Patriotism Character This study aims to produce a valid monopoly board media in building the patriotism character of early childhood. This research uses research and development methods. Data collecting through literature study and media validation by material expert and media expert. Data processing was carried out in a quantitative descriptive manner. The results of the study show that a valid monopoly board media contains pictures and questions related to building the patriotism character. The patriotism character in this study to introduce symbol of the Republic Indonesia, foundation of the Republic Indonesia, flag of the Republic Indonesia, national anthem of the Republic Indonesia, national monument, and first to seventh president of the Republic Indonesia. A valid monopoly board media in building the patriotism character of early childhood is made of foam board (thick sponge) measuring 60cm x 60cm, flannel, cotton cloth, ribbon, and dacron. Monopoly board media has components, dice, pawns, question cards, award stars, and rule sheet. The monopoly board media that was developed was declared to be very valid to building the patriotism character of early childhood. This is based on the results of media validation by material expert obtaining score of 100% with very valid assessment criteria and the results of media validation by media expert obtaining a score of 100% with very valid assessment criteria. This research was only carried out until the media validation stage, for dissemination stage of product that have been tested will be carried out in further research.ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media papan monopoli yang valid untuk pembentukan nilai karakter cinta tanah air anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development). Pengumpulan data melalui studi literatur dan validasi media oleh ahli materi dan ahli media. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan media papan monopoli yang valid berisi gambar dan pertanyaan terkait pembentukan nilai karakter cinta tanah air. Nilai karakter cinta tanah air dalam penelitian ini untuk mengenalkan lambang negara Republik Indonesia, dasar negara Republik Indonesia, bendera negara Republik Indonesia, lagu kebangsaan negara Republik Indonesia, monumen nasional, dan presiden Republik Indonesia yang ke satu sampai ke tujuh. Media papan monopoli yang valid untuk pembentukan nilai karakter cinta tanah air anak usia dini dibuat dari papan berbahan busa ati (spons tebal) berukuran 60cm x 60cm, kain flanel, kain katun, pita, dan dakron, serta memiliki komponen, terdiri dari dadu, pion, kartu pertanyaan, bintang penghargaan, dan lembar aturan main. Media papan monopoli yang dikembangkan, dinyatakan sangat valid untuk pembentukan nilai karakter cinta tanah air anak usia dini. Hal ini berdasarkan hasil validasi media oleh  ahli materi memperoleh skor 100% dengan kriteria penilaian sangat valid dan hasil validasi media oleh ahli media memperoleh skor sebesar 100% dengan kriteria penilaian sangat valid. Penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap validasi media, untuk tahap penyebarluasan produk yang telah teruji akan dilakukan pada penelitian lebih lanjut.Kata Kunci: Media, Papan Monopoli, Nilai Karakter Cinta Tanah Air
PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN PADA MASA COVID-19 DI DESA SIMPANG EMPAT, KARANG BARU. ACEH TAMIANG Rezeki Maulia; Bahrun .; Rosmiati .; Israwati .; Khoiriyah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords : Children's Social Emotional, COVID-19, Role of Parents.During the COVID-19 period, children are required to study at home and limit all activities carried out outside the home and the role of the teacher is replaced by the role of parents. This study aims to determine the extent of the role of parents in developing social emotional abilities of children aged 5-6 years during the COVID-19 period. This research is a type of qualitative research. The subjects in this study were parents in Simpang Empat village, Karang Baru, Aceh Tamiang with the number of subjects being 3 parents and 3 children aged 5-6 years. Data collection techniques in this study in the form of field observations, interviews. The data analysis technique is carried out through 3 stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions and verification. The results of this study indicate that the role of parents in developing children's socio-emotional is very significant on the ability of social emotional development of children aged 5-6 years during the COVID-19 period, namely the role of parents such as accompanying and doing assignments, establishing communication, supervising, encouraging and giving motivation, directing, and carrying out activities with children at home in daily life to be able to develop children's social emotional abilities. With this research, it can be said that parents play an important role for the social emotional development of children. Researchers hope that future researchers can refine and add more interesting insights to parents to develop social emotional abilities of children aged 5-6 years. Abstrak. Pada masa COVID-19 anak diharuskan untuk belajar dirumah dan membatasi segala aktifitas yang dilakukan di luar rumah dan peran guru digantikan oleh peran orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun pada masa COVID-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua di desa Simpang Empat, Karang Baru, Aceh Tamiang dengan jumlah subjek 3 orang tua dan 3 orang anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi lapangan dan wawancara. Teknik analisis yang data yang dilakukan melalui 3 tahapan yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan serta verifikasi (Conclusion drawing/verification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mengembangkan sosial emosional anak sangat signifikan terhadap kemampuan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun selama masa COVID-19 adalah dengan peran orang tua seperti mendampingi dan mengerjakan tugas, menjalin komunikasi, mengawas, mendorong dan memberi motivasi, mengarahkan, serta melakukan kegiatan bersama anak di rumah dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat mengembangkan kemampuan sosial emosional anak. Dengan adanya penelitian ini maka dapat dikatakan bahwa orang tua memegang peran yang penting untuk perkembangan sosial emosional anak. Peneliti berharap agar peneliti selanjutnya dapat menyempurnakan serta menambah wawasan yang lebih menarik terhadap orang tua untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia 5- 6 tahun.Kata Kunci: Sosial Emosional Anak, Covid-19 , Peran Orang Tua
TINJAUAN TERHADAP PEMANFAATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) OLEH GURU DI TK AL-AZHAR SIEM Nurul Khaira; Suhartati .; Rosmiati .; Bahrun .; Mutmainnah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Educational Playing Tools, Teachers This study aims to determine the use of Educational Game Tools by teachers at Al-Azhar Siem Kindergarten. The method used is descriptive qualitative research method by taking three (3) teachers in class B1, B2, and B3. Furthermore, the data collection techniques in this study were observation and interviews. The results showed that teachers at Al-Azhar Siem Kindergarten, namely S1, S2, and S3 have been able to utilize Educational Game Tools well in the learning process. The use of Educational Game Tools carried out by teachers consists of (1) teachers using Educational Game Tools in the learning process and Educational Game Tools used by teachers can support 6 aspects of children's development (2 ) the availability of Educational Game Tools to support the growth and development of children aged 5-6 years at Al-Azhar Siem Kindergarten is good although there are still some Educational Game Tools that are not available (3) Educational Game Tools used by the teacher is in accordance with the learning theme and the age and condition of the child (4) the teacher also provide motivation and guidance to children when playing Educational Game Tools (5) the use of Educational Game Tools by teachers in supporting 6 aspects of child development is good because the teacher follows the procedures for using Educational Game Tools including: preparation, implementation, evaluation and follow-up stages. This research is expected to add insight to kindergarten teachers in utilizing Educational Game Tools properly and appropriately. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) oleh guru di TK Al-Azhar Siem. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil 3 guru di kelas B1, B2, dan B3. Selanjutnya, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK Al-Azhar Siem yaitu S1, S2, dan S3 telah mampu dalam memanfaatkan APE dengan baik pada proses pembelajaran. Adapun pemanfaatan APE yang dilakukan oleh guru terdiri dari (1) guru memanfaatkan APE pada proses pembelajaran serta APE yang digunakan oleh guru dapat menunjang 6 aspek perkembangan anak (2) tersedianya APE untuk mendukung tumbuh kembang anak usia 5-6 tahun di TK Al-Azhar Siem bagus walaupun masih ada beberapa APE yang tidak tersedia (3) APE yang digunakan oleh guru sesuai dengan tema pembelajaran serta usia dan kondisi anak (4) guru juga memberikan motivasi dan bimbingan kepada anak ketika memainkan APE (5) pemanfaatan APE oleh guru dalam menunjang 6 aspek perkembangan anak baik karena guru mengikuti tata cara penggunaan APE meliputi: tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada guru TK dalam memanfaatkan APE dengan baik dan tepat. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif (APE), Guru