Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN PROBIOTIK FERMENTASI KOMBUCHA BUNGA TELANG KEPADA MAHASISWA FARMASI SMESTER 5 UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR BANTEN SEBAGAI PENINGKATAN WAWASAN DALAM MATA KULIAH BIOTEKNOLOGI Nurullah Asep Abdilah; Firman Rezaldi; M. Fariz Fadillah; Mu’jijah Mu’jijah; Usman Setiawan; Swastika Oktavia; Meliyawati Meliyawati; Fernanda Desmak Pertiwi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.144 KB) | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i1.118

Abstract

Telang flower kombucha is a probiotic that has the potential to be developed as a functional drink and even an active cosmetic ingredient in the form of hand soap as an effort to break the chain of transmission of COVID-19 and its mutations. The purpose of this activity is to provide additional insight to students, especially in the pharmaceutical study program at the Faculty of Health Pharmacy, Mathla'ul Anwar University, Banten, in utilizing the fermented kombucha solution of telang flower as an active ingredient in environmentally friendly hand soap cosmetics. The results of the activity showed that the service participants had increased knowledge or insight about the importance of using conventional biotechnology products as a new breakthrough in the pharmaceutical field. This can be seen from the increase in the pre-test and post-test which have been conveyed a lot during material exposure during pharmaceutical biotechnology lectures and during training. Participants who have attended training on making probiotic handwashing soap from fermented kombucha flower telang solution are more enthusiastic and understand the importance of the benefits of fermenting kombucha flower telang not only in the functional food sector but also in the potential for environmentally friendly cosmetics.
Optimalisasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (JULEHA) Mendukung Implementasi Wajib Halal Oktober 2024 di Kabupaten Pandeglang Susilo, Hadi; Hidayat, Deden; Abdillah, Nurullah Asep; Rahmadanti, Aulia; Rahmawati, Dania; Maulani, Tuti Rostianti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.1129

Abstract

Kesadaran masyarakat untuk kebutuhan produk halal sangat meningkat. Masyarakat Pandeglang adalah Masyarakat yang mementingkan konsumsi produk halal, khususnya untuk produk olahan hewani. Maka diperlukan pelatihan para juru sembelih halal yang bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja terlatih dalam pemotongan hewan halal sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pelatihan ini menggunakan metode berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang menjamin bahwa para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan regulasi dan kebutuhan industri. Selain itu, pelatihan ini juga dilengkapi dengan praktek penyembelihan langsung, di mana peserta dapat menerapkan teori yang telah dipelajari dalam situasi nyata. Melalui metode gabungan antara teori berbasis SKKNI dan praktik lapangan, pelatihan ini berhasil menghasilkan juru sembelih halal yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu memenuhi kebutuhan akan pemotongan hewan yang sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan hewan. Program ini diharapkan dapat mendukung industri penyediaan daging halal dan meningkatkan kualitas juru sembelih di Indonesia, sehingga menciptakan kepercayaan publik terhadap kehalalan dan keamanan produk daging. Public awareness of the need for halal products is increasing. The Pandeglang community is a community that prioritizes the consumption of halal products, especially processed animal products. For this reason, training for halal slaughterers is required, a program that aims to create trained workers in halal animal slaughter in accordance with established standards. This training uses a method based on the Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI), which ensures that participants acquire knowledge and skills in accordance with industry regulations and needs. Apart from that, this training is also equipped with direct slaughter practice, where participants can apply the theory they have learned in real situations. Using a combined method of SKKNI-based theory and field practice, this training succeeded in producing halal slaughterers who are competent, certified, and able to meet the need for slaughtering animals in accordance with Islamic law and animal health standards. This program is expected to support the halal meat supply industry and improve the quality of slaughterers in Indonesia, thereby creating public confidence in the halal and safety of meat products.
ANALISIS KEBUTUHAN BIOKIMIA GIZI BALITA DAN PENGENALAN KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) TERHADAP ORANG TUA BALITA DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS: ANALYSIS OF NUTRITIONAL BIOCHEMICAL REQUIREMENTS OF TOddlers and the Introduction of KOMBUCHA FLOWER (Clitoria ternatea L) ON PARENTS OF TOTAL CHILDHOOD IN INCREASING IMMUNITY Nurullah Asep Abdilah; Mu’jijah; Firman Rezaldi; Aris Ma’ruf; Endang Safitri; M. Fariz Fadillah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.446

Abstract

Zat gizi menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan sistem imunitas (imunonutrisi). Penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode single case riset. Penelitian ini di lakukan di Posyandu Wilayah Kota Cilegon dalam waktu 2 bulan, terhadap  39 responden anak usia 6 sampai 24 bulan. Variabel yang diamati adalah asupan karbohidrat, lemak, protein, buah, sayur, Mpasi, ASI, dan Kombucha Bunga Telang bagi Orang Tua Balita. Hasil penelitian membuktikan bahwa 98.5% balita telah diberikan asupan zat gizi berupa karbohidrat berupa nasi, 3.8% diberikan karbohidrat jenis lainnya. 82.7% balita memperoleh lemak yang berasal dari minyak goreng 18.09% berasal dari mentega serta 12.09% belum memperoleh lemak tambahan 98.5% balita telah mengkonsumsi protein hewani dan nabati. Sedangkan 1.5% belum mengkonsumsi buah dan sayur. 86.8% balita telah mengkonsumsi ASI secara ekslusif dan 24.2% telah mengkonsumsi ASI yang dikombinasikan dengan susu formula. Sebanyak 29.1% telah mengkonsumsi bubur instan dan 70,9% balita telah mengkonsumsi zat gizi berupa asi buatan. 97% orang tua balita belum mengetahui kombucha bunga telang dan sebanyak 3% telah mengetahui kombucha bunga telang.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS Abdilah, Nurullah Asep; Jayantie, Dhyneu Dwi; Fauziah, Apipah
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i2.157

Abstract

Penyakit gigi dan mulut menempati urutan tertinggi yang diderita oleh masyarakat Indonesia dikarenakan banyaknya mengkonsumsi makanan cepat saji tinggi gula dan rendah nutrisi yang dapat mempercepat pembentukan plak dan meningkatkan risiko karies gigi oleh bakteri Streptococcus mutans. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) secara tradisional memiliki kemampuan sebagai sumber antibakteri karena mengandung metabolit sekunder flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan obat kumur ekstrak bunga C. ternatea sebagai antibakteri terhadap S. mutans. Bunga C. ternatea diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96 % dengan metode maserasi, uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga C. ternatea dengan cara mikrodilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan uji aktivitas antibakteri obat kumur dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan pengukuran zona hambat, data dianalisis menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Hasil rendemen ekstrak bunga C. tenatea diperoleh 15.733 %, pada konsentrasi 0,125 mg/mL menunjukan penghambatan yang signifikan > 90 % terhadap S. mutans. Formulasi obat kumur dengan konsentrasi 1 % (F2) menunjukan aktivitas antibakteri sedang berdasarkan diameter zona hambat sebesar 6 mm. Penelitian ini menunjukan bahwa formulasi obat kumur ekstrak bunga C. ternatea memiliki potensi yang baik sebagai produk antibakteri alami terhadap S. mutans.
AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN PEPPERMINT (Mentha piperita L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT abdilah, nurullah asep; Perkasa, Dwilie Patih; Sumarlin
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 1 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v4i1.3810

Abstract

Daun peppermint (Mentha piperita L.) secara empiris digunakan untuk mengatasi demam namun belum terdapat pembuktian secara ilmiah. Daun M. piperita mengandung flavonoid yang umumnya mampu menghambat kinerja enzim siklooksigenase 2 dalam biosintesis prostalglandin sebagai mediator terjadinya demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun M. piperita pada mencit putih jantan yang di induksi vaksin DPT. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratorium. Metode penelitian meliputi ekstraksi daun M. piperita secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol daun M. piperita dibuat dalam 3 dosis yaitu 0,2; 0,4 dan 0,8 mg/20 gBB mencit. 25 mencit putih jantan diinduksi dengan vaksin DPT pada dosis 0,02 mL/20 gBB kemudian dibagi ke dalam 5 perlakuan meliputi pemberian larutan Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif (Kelompok I), parasetamol dengan dosis 1,3 mg/20 gBB sebagai kontrol positif (kelompok II), esktrak daun M. piperita dengan dosis 0,2 (kelompok III), 0,4 (kelompok IV) dan 0,8 mg/20 gBB (kelompok V). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun M.piperita memiliki aktivitas antipiretik dengan dosis paling efektif yaitu 0,4 mg/ 20 gBB. Kata kunci: demam, antipiretik, ekstrak daun peppermint
Tipe peneluran, pengaruh lama ketiadaan inang dan pakan terhadap keragaan reproduksi parasitoid Anagrus nilaparvatae Pang et Wang (Hymenoptera: Mymaridae) Abdilah, Nurullah Asep; Atmowidi, Tri; Buchori, Damayanti
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 13 No 3 (2016): November
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.217 KB) | DOI: 10.5994/jei.13.3.127

Abstract

Anagrus nilaparvatae Pang et Wang (Hymenoptera: Mymaridae) is a major egg parasitoid of brown planthopper, Nilaparvata lugens Stal (Hemiptera: Delphacidae). The purpose of this study was to examine the egg development type, the effect of host deprivation and feeding on the reproductive performance of parasitoid. Determination of the egg development type was done by dissecting females of A. nilaparvatae upon emerging. Adult females aged 0, 1, 2, 3, 4, 5, and 6 hours were killed in the freezer. Abdominal of wasp was dissected by micro pin. Mature egg of wasp were calculated and documented. Treatment of host deprivations were conducted by feeding 10% honey solution and depriving female parasitoids of host for 3, 6, 9, 12, and 18 hours consecutively. After treatments, female parasitoids were given hosts every day until the parasitoids died. Another group of parasitoids were given with water and treated with the same lenght of deprivation period. Results showed that the A. nilaparvatae egg development type is proovigenic. The egg maturation of parasitoid has been initiated since it first emerge with 75% mature eggs of potential fecundity. In the conditions provided 10% honey solution or water as feed, reproductive performance of A. nilaparvatae decreased with increasing duration of host deprivation period, include realized fecundity, parasitization rate, and longevity of female wasp. The decline in the reproductive performance was done by host deprivation for 9 to 18 hours. Longevity of female wasps varied from one to three days, with higher and lower values consecutively for 9 and 18 hours of host deprivation period.