Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

A Sinusoidal-Based Mathematical Model for Psychotherapy Effects in Bipolar Disorder Type 2 Patients Nursuprianah, Indah; Anggriani, Nursanti; Nuraini, Nuning; Rosandi, Yudi
CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2025): CAUCHY: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN APLIKASI
Publisher : Mathematics Department, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/cauchy.v10i2.33537

Abstract

Bipolar Disorder (BD) is a mental disorder characterized by recurrent manic and depressive episodes. This study aims to build a mathematical model that models mood changes in BD type 2 before and after psychotherapy. Daily mood data were collected for more than 3 months from one BD patient, then divided into seven terms of 14 days each. The analysis was carried out through a sinusoidal function fitting process and numerical simulation based on the Van der Pol differential equation. The results showed that before psychotherapy, the mood amplitude reached 1.99632, the frequency was 0.4926, and the moment of inertia was 4.121081. After undergoing routine psychotherapy 9 times, the amplitude decreased to 0.635, the frequency increased to 1.052, and the moment of inertia decreased to 0.903584. The average mood was controlled at 6.492, within the normal mood range. The decrease in amplitude and moment of inertia indicated that BD mood became more stable and less easily affected by the environment, while the increase in frequency indicated a faster recovery of emotional rhythm. Conclusion: Routine psychotherapy is effective in quantitatively stabilizing the mood of BD type 2.
Analisis Struktur Bilangan Matematika dalam Al-Qur’an Reza Oktiana Akbar; Ninik Nursa’idah Sutarna; Indah Nursuprianah
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss2pp448-455

Abstract

The Qur'an is the greatest miracle, studying the Qur'an is like studying the universe, it will never end. One of the sciences contained in the Qur'an is mathematics. The structure of numbers is a science of mathematics, in which there are various kinds of numbers, relations and arithmetic operations. The purpose of this study is to find out the verses of the Qur'an that are related to mathematics, especially numbers, arithmetic operations and number relations. This study uses the literature method or literature study. In this study what will be examined is document material, namely the verses of the Qur'an which contain the structure of mathematical numbers. There are 234 different verses in the 65 letters mentioned in the Qur'an, especially rational numbers and natural numbers with division based on the origin of each number such as ahad = 1, itsnaini = 2, and so on. It is hoped that this research can provide scientific insight that the Qur'an covers all sciences, one of which is related to mathematics, so that mathematics itself has been used so widely both in matters of worship and muamalah. Mathematical problems in the Qur'an that are most closely related are problemsFaraidh(distribution of inheritance), determining the time of night prayer and determining the price of the dowry that must be given to the wife when divorced. The benefits in education are forming Islamic character education through learning mathematics, including honesty, patience, accuracy, and thoroughness.
Religious Assistance and Economic Strengthening Through Empowering Boboko Craftsman Heryandi, Yandi; Nursuprianah, Indah
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 4 (2025): December
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i4.810

Abstract

This service is expected to create synergy between spiritual and material aspects. Religious assistance and economic strengthening aim to strengthen religion while improving the economic welfare of Boboko craftsmen. The method used is Service Learning, as the application of lecture knowledge to provide meaningful benefits to society. The participatory and collaborative approach includes the Investigation and Problem Mapping stages, training and assistance for economic strengthening, religious assistance, and monitoring and evaluation. The results show the effectiveness of the religious assistance program for boboko craftsmen in the Pagar Gunung Block, especially children and teenagers. The existence of the younger generation living in the Pagar Gunung Block is a hope for the sustainability of this religious program. Boboko craftsmen can increase innovation in boboko craft products and empower the local economy. There is a need for an innovation strategy to increase the empowerment of boboko craftsmen in the Pagar Gunung Block by improving the quality and competitiveness of their products. Boboko products began to be marketed through social media and local shops, directly increasing craftsmen's income.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Teknologi Terhadap Pemahaman Konsep Agama Islam Siswa MTs Syifaaul Hikmah Dace Nurdiana; Indah Nursuprianah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Inovasi Pendidikan (JPDIP)) Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menyajikan desain penelitian mengenai pengaruh pembelajaran berbasis teknologi terhadap pemahaman konsep agama Islam siswa MTs Syifaaul Hikmah tahun ajaran 2024/2025. Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan sehingga Pendidikan Agama Islam dituntut mengadopsi pendekatan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental melalui pre-test dan post-test. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas VIII. Variabel bebas adalah pembelajaran berbasis teknologi, sedangkan variabel terikat adalah pemahaman konsep agama Islam siswa. Analisis data direncanakan menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t berpasangan. Secara teoretis penelitian ini mengintegrasikan konstruktivisme dan pedagogi digital dalam pendidikan Islam. Artikel ini memberikan kerangka implementasi pembelajaran digital di madrasah dan menjadi dasar penelitian empiris lanjutan.
PERBANDINGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA ANTARA YANG MENGGUNAKAN METODE JIGSAW DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS VII SMP SATU ATAP NEGERI TALUN KABUPATEN CIREBON ineu andriani; indah nursuprianah; mumun munawaroh
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v4i2.28

Abstract

Kepercayaan diri merupakan suatu hal terpenting bagi siswa khususnya dalam belajar matematika. Apabila individu tersebut memiliki kepercayaan diri yang rendah maka akan mempengaruhi hasil belajarnya. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang di anggap sulit bagi siswa di sekolah, hal inilah yang menjadi ketakutan siswa sehingga kepercayaan diri menjadi rendah ketika belajar matematika. Oleh sebab itu,  guru  dapat  menggunakan metode  active  learning  yang  membuat  pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan tidak hanya berpusat pada guru saja melainkan berpusat juga pada siswa, sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan diri siswa. Metode active learning diantaranya metode Jigsaw dan metode inkuiri  terbimbing.  Dari  kedua  metode  tersebut  peneliti  akan  membandingkan dan menganalisis metode manakah yang baik bagi kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika. Setelah itu, hasilnya terdapat perbedaan dari kedua metode tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain “One Shot Case Study”. Dari hasil analisis diperoleh sebesar 62% kepercayaan diri siswa yang menggunakan metode Jigsaw sedangkan metode inkuiri terbimbing sebesar 65%. Dari kedua metode tersebut diperoleh bahwa kepercayaan diri siswa berada pada kategori sama yaitu kategori tinggi. Untuk uji t diperoleh bahwa sig.2 (tailed) 0,026 < 0,05 sehingga H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika antara yang menggunakan metode Jigsaw dengan metode inkuiri terbimbing.Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Metode Jigsaw, dan Metode Inkuiri Terbimbing
PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP ARITMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA (Studi Kasus pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes ) ninis hayatun nisa; indah nursuprianah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.39

Abstract

Aritmatika merupakan bagian dari matematika yang mempelajari tentang operasi dasar bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Penguasaan pada keempat operasi dasar tersebut mutlak diperlukan untuk mempelajari aljabar. Berpikir aljabar merupakan jembatan antara aritmatika dengan aljabar. Ketika seorang siswa sudah menguasai aritmatika, tentu tingkat pengetahuannya akan beralih pada tingkatan yang lebih rumit, misalnya dalam hal ini aljabar. Dalam transisi dari aljabar menuju aritmatika, siswa akan mengalami proses berpikir aljabar. Sehingga selain berpengaruh pada aljabar, aritmatika juga memiliki pengaruh pada proses berpikir aljabar.Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  (1)  untuk  mengetahui  tingkat  pemahaman  siswa  kelas  VII  SMP  Negeri  1Ketanggungan Kabupaten Brebes pada konsep aritmatika, (2) untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes, (3) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes yang berjumlah 324 siswa dengan sampel sebanyak 35 siswa yang terkumpul dalam satu kelas yaitu kelas VII F yang dimbil secara purposive sampling melalui pertimbangan guru matematika kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep aritmatika sebesar 51,86 sedangkan rata-rata nilai kemampuan berpikir aljabar siswa sebesar 57,49. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan α = 0,05, diperoleh koefisien korelasi (R) = 0,543, artinya keeratan pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar sebesar 54,3%. Koefisien determinasi (R Square) diperoleh sebesar 0,295, artinya terdapat pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa sebesar 29,5%, sedangkan sisanya sebesar 70,5% ditentukan oleh faktor lain. Persamaan regresi Ŷ = 25,937 + 0,607 X, dari persamaan tersebut koefisien regresi sebesar 0,607 menyatakan bahwa setiap satu penambahan (peningkatan) pemahaman konsep aritmatika. Kata Kunci : Konsep aritmatika, berpikir aljabar 
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA ANTARA YANG MENERAPKAN METODE DISCOVERY DENGAN YANG MENERAPKAN METODE INQUIRY PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT elis lisnawati; indah nursuprianah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v3i2.53

Abstract

Kegiatan pembelajaran matematika yang biasa berlangsung di sekolah pada umumnya menggunakan metode pembelajaran biasa (konvensional), yang kurang melibatkan siswa,   sehingga   siswa   menjadi   pasif.   Salah   satu   pembelajaran   yang   dapat membiasakan siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran adalah metode discovery dan  inquiry.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  seberapa  besar  hasil belajar siswa yang menggunakan metode discovery dan metode inquiry, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode metode discovery dan metode inquiry. Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi peneletian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Darul Musyawirin yang berjumlah 360 siswa, berdasarkan teknik purposive sampling didapat dua kelas yang dijadikan sampel penelitian yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen I yang diajarkan menggunakan metode discovery dan kelas VII I sebagai kelas eksperimen II dengan metode inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen I yang menerapkan metode discovery adalah 72,4103. Sedangkan nilai rata-rata kelas kelas eksperimen II yang menerapkan metode inquiry adalah 64,0769. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (uji non parametrik) ternyata diperoleh hasil Asymp.Sig.(2-tailed)0,000. artinya Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang menerapkan  metode discovery  dengan  yang  menerapkan metode inquiry. Kata kunci     : Metode discovery, metode inquiry dan hasil belajar 
[Window Title] DAEMON Tools Shell Extensions Helper [Main Instruction] DAEMON Tools Shell Extensions Helper has stopped working [Content] Windows is checking for a solution to the problem... [Cancel] indah nursuprianah; mahsusin mahsusin mahsusin
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v1i1.278

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah proses pembelajaran matematika di SMP/MTs pada umumnya masih banyakyang menggunakan cara konvensional seperti ekspositori, driil, demonstrasi dan ceramah. Kebanyakan guru dalamkegiatan pembelajarannya dimulai dengan ceramah, menerangkan pokok materi, memberikan contoh caramenyelesaikan soal dan memberikan tugas rumah. Pembelajaran seperti ini masih ada kelemahan, terutama padapokok-pokok bahasan yang memerlukan media atau alat peraga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui data tentang penggunaan alat peraga model Pythagoras pada pokokbahasan teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis, untuk mengetahui datatentang kemampuan matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 PamaricanKabupaten Ciamis dan untuk mengatahui data tentang pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras terhadapkemampuan matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII di SMP Negeri 4 PamaricanKabupaten Ciamis.Salah satu komponen untuk meningkatkan pembelajaran adalah dengan menggunakan media alat peraga.Bagaimanapun juga media alat peraga memegang peranan penting dalam proses pembelajaran terutama padapelajaran matematika dimana media alat peraga matematika dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuanmatematika siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data melaluiangket dan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican tahunpelajaran 2010/2011 sebanyak empat kelas dan berjumlah 180 siswa, yang masing-masing kelas berjumlah 45 siswaterpilih kelas VIII B sebagai kelas eksperimen.Berdasarkan analisis data, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan alat peraga model Pythagoras sebesar61.1% dengan kategori baik terletak pada rentang 55% - 74%, kemampuan rata-rata matematika siswa pada pokokbahasan teorema pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis sebesar 77.00. dan pengaruhsebesar nilai z = -6.559 dan Sig. 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.Artinya terdapat pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras terhadap kemampuan matematika siswa padapokok bahasan teorema Pythagoras di kelas VIII di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis. Kata Kunci : Pythagoras
HUBUNGAN POLA BERPIKIR LOGIS DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi Kasus di SMA N 1 Rajagaluh Majalengka) indah nursuprianah; Fitriyah fitriyah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.294

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di SMA Negeri 1 Rajagaluh, bahwa dalampembelajaran dikelas lebih menekankan pada kecerdasan logis-matematis, yaitu dengan membiasakan anakmenggunakan pola berpikir logis dalam setiap melakukan kegiatan belajarnya. Dengan berpikir logisdiharapkan siswa mampu memahami konsep-konsep, melakukan refleksi, abstraksi, formalisasi, dan aplikasi.Namun tidak demikian yang terjadi di SMA Negeri 1 Rajagaluh, siswa kurang mampu memahami konsepkonsep,dayanalarsiswarendah,dansiswakurangmampumenyelesaikansuatupermasalahanyangkompleks.Halinilahyangmenjadi permasalahan dalam penelitian penulis, adakah hubungan pola berpikir logis denganhasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Rajagaluh, dengan tujuan untukmengetahui kemampuan pola berpikir logis siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rajagaluh, mengetahui hasil belajarmatematika siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Rajagaluh, dan mengetahui hubungan keduanya pada siswa kelasXII di SMA Negeri 1 Rajagaluh.Metode penelitian skripsi ini yaitu dengan pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi target dalampenelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rajagaluh Kab. Majalengka yang berjumlah 305 siswa.Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas yaitu kelas XII IPA 2 yang berjumlah 36 siswa. Adapun teknikyang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling, peneliti hanya mengambil 30 siswa dari36 siswa untuk dijadikan sampel karena sudah representatif. Variabel dalam penelitian ini adalah pola berpikirlogis dengan Hasil belajar matematika siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dandokumentasi. Setelah data diperoleh, analisis data menggunakan uji korelasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pola berpikir logis yang dimiliki siswa tinggi dengan memperolehnilai rata-rata 76,13. Hasil belajar matematika siswa menunjukkan kategori sangat baik berdasarkan skor rataratahasil belajar matematika siswa yaitu sebesar 81,73. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,876 menunjukkanhubungan yang sangat kuat. kemudian nilai koefisien korelasi dengan menggunakan analisis uji hipotesisdiperoleh thitung = 9,610 sedangkan ttabel = 1,701. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa thitung> ttabel, maka berdasarkan kriteria uji H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan yang signifikanantara pola berpikir logis dengan hasil belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Rajagaluh.Kata Kunci : logis matematis, kompleks
PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL BIDANG DATAR (Studi Kasus Kelas VII di SMP Negeri 1 Cidahu Kabupaten Kuningan) iim rohimah; indah nursuprianah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v5i1.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; bagaimana pemahaman konsep geometri tentang segitiga dan segi empat (kedudukan dua garis, sifat-sifat garis sejajar, besar sudut, jenis sudut). Untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Bidang Datar (persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang)  tentang sifat-sifat, luas, dan keliling persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. Banyak konsep matematika lebih mudah dipahami jika disajikan dengan bahasa geometri. Untuk dapat mempelajari geometri dengan baik, siswa harus dituntut untuk menguasai kemampuan dasar geometri, keterampilan dasar dalam belajar geometri terdiri dari: kemahiran visual, lisan, melukis, logika, dan aplikasi. Pemahaman konsep geometri dalam penelitian ini yaitu paham/mengerti akan materi geometri itu sendiri, dimana materi geometri itu sendiri membahas tentang hubungan titik, garis, sudut, bidang dan benda-benda ruang serta sifat-sifatnya.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 1 Cidahu yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah 402 siswa. Sedangkan  pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil satu kelas dari 10 kelas yaitu kelas  VII E yang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian, setelah dilakukan pegolahan data berdasarkan program bantuan SPSS versi 16 diperoleh nilai uji hipotesis menunjukkan bahwathitung sebesar 4,294. Pada derajat bebas (df) = 35, nilai  t  tabel pada taraf signifikansi 5% adalah 2,030. Dapat disimpulkan bahwa thitung>ttabel yaitu 4,294  >2,030 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemahaman konsep geometri  terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bidang datar. Didapat korelasi antara pemahaman konsep geometri dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bidang datar (r) adalah 0,587, dan koefisien determinasi (R) sebesar 0,345. Kata kunci: Pemahaman Konsep, Geometri, Bidang Datar, Menyelesaikan Soal-Soal Bidang Datar