Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KARAKTERISTIK RUANG TUNGGU PADA INSTALASI RAWAT JALAN BANGUNAN RUMAH SAKIT (KAJIAN STUDI RUMAH SAKIT ELISABETH SEMARANG) Yohanes Dicky Ekaputra; Margareta Maria Sudarwani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang tunggu  Instalasi rawat jalan merupakan suatu ruang yang berfungsi sebagai penerima pengunjung Instalasi rawat jalan yang baru datang dan  juga sebagai penghantar pengunjung yang akan meninggalkan Instalasi rawat jalan. Ruang ini juga memiliki fungsi yang lebih bersifat Publik bagi pengunjung yang akan mendapatkan dukungan kebutuhan kesehatan. Sebagai ruang tunggu maka diperlukan adanya tatanan interior yang baik untuk menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung Instalasi rawat jalan.  Ruang tunggu  sebagai awal masuknya dari sebuah Instalasi rawat jalan maka perlu adanya kesan pertama bagi pengunjung Instalasi rawat jalan. Maka tanpa mengesampingkan keindahan dari sebuah ruangan, furniture juga perlu ditata dengan baik untuk memberikan kenyamanan yang maksimal, serta secara psikhologis memberikan motivasi kepada pasien untuk mencapai kesembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal, mempelajari dan memahami karakteristik interior ruang tunggu instalasi rawat jalan Rumah Sakit Elisabeth Semarang, dengan harapan dapat memberikan manfaat wawasan pengetahuan secara Arsitektural serta dapat menjadi masukan teknis kepada owner pengelola majanemen bangunan Rumah Sakit untuk menata pelayanan fasilitas kesehatan dan pendukungnya secara lebih baik lagi. Pembahasan dilakukan untuk mengkaji Elemen Interior, Perabot ruangan serta Aksesoris pelengkap ruangan. Sementara Analisis dititikberatkan pada Fungsi dan Kegunaannya, baik bagi Staf Pengelola Rumah Sakit, Staf Medis, Pasien maupun Pengunjung secara umum. Kata Kunci : Interior, Perabot, Aksesories
Lomba Kreativitas Membuat Majalah Dinding Untuk Siswa Sekolah Menengah Atas Dengan Tema Sustainable Living By Design Margareta Maria Sudarwani
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 4 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v4i1.3722

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah ibu kota yang perlu dipikirkan penanangananya. Siswa-siswa Sekolah Menengah Umum (SMU)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai generasi penerus harus terus dilibatkan untuk berkreasi dan berinovasi terhadap keberadaan sampah di lingkungan sehingga di masa depan sampah tidak menjadi beban dari kehidupan. Untuk memaksimalkan keberadaan siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) di rumah, maka siswa secara perorangan atau kelompok diberikan peluang untuk berkreasi dengan memanfaatkan material bekas yang ada di rumah menjadi karya majalah dinding kombinasi 2-3 dimensi. Hal ini diharapkan bisa mengisi kesibukan, menghilangkan kejenuhan karena tidak bisa berkumpul dengan teman, namun bisa menghasilkan karya yang bermanfaat. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berupa lomba kreativitas membuat majalah dinding, terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu sosialisasi kegiatan dan penyuluhan terkait materi lomba kreativas membuat mading. Sebagai kepedulian terhadap situasi pandemic Covid 19, di dalam majalah dinding juga di tambahkan informasi tentang pentingnya semua masyarakat mentaati protocol kesehatan. Kata Kunci: kreativitas, lomba, majalah dinding, siswa SMU.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN KOTA TERHADAP KETAHANAN ENERGI DAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIS) (Studi Kasus Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi ) Riyan Hermawan; Uras Siahaan; Margareta Maria Sudarwani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i3.1097

Abstract

Abstract: During development process, incorporation of urban aspects becomes important thing, on the other side it has been recognized that environmental damage and effects global warming are serious threat; this is also exacerbated by the level of density, as well as high urban population activities. Thus, the different application methods, techniques and assessment instruments for sustainable cities needs to be realized, this aims to find out how cities can become more sustainable in future. The method applied to solve problem is to use Key performance indicators (KPIs) for assessing aspects urban sustainability, especially in terms of energy resilience and infrastructure. This research was conducted using the method of selecting several points from KPIs related to energy resilience and infrastructure to measure sustainability performance at urban level using the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach. The results are then applied to the sustainable urban planning process. This model was then tested and applied in a case study based on Tarumajaya sub-district. Until finally, this research can provide knowledge about strategies for implementing KPIs to improve city sustainability and can be developed by applying indicators into urban planning to support Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.Abstrak: Selama proses pembangunan, penggabungan dari aspek-aspek perkotaan menjadi hal yang penting, disisi lain telah diketahui bahwa kerusakan lingkungan dan efek pemanasan global menjadi ancaman serius; hal ini juga diperparah dengan tingkat kepadatan, serta aktifitas penduduk kota yang tinggi. Dengan demikian, penerapan metode, teknik, dan instrumen penilaian yang berbeda untuk kota berkelanjutan perlu untuk direalisasikan, hal ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana kota bisa menjadi lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. Metode yang diterapkan untuk penyelesaian permasalahan adalah menggunakan Key performance indicators (KPIs) untuk penilaian aspek keberlanjutan kota khususnya pada segi ketahanan energi dan infrastruktur, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan kota berkelanjutan dimana pembangunan dan lingkungan dapat saling terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemilihan beberapa poin dari KPIs yang berkaitan dengan ketahanan energi dan infrastruktur untuk mengukur kinerja keberlanjutan di tingkat perkotaan dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). yang kemudian hasilnya diaplikasikan kedalam proses perencanaan kota keberlanjutan. Model ini kemudian diuji dan diterapkan dalam studi kasus berdasarkan keadaan kecamatan Tarumajaya. Hingga akhirnya, Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang strategi penerapan KPIs untuk meningkatkan keberlanjutan kota serta dapat dikembangkan dengan mengaplikasikan indikator ke dalam perencanaan kota untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Arrangement of Green Open Space on River Borders with Constructed Wetlands Concept Saputra, Stepanus Andi; Sudarwani, Margareta Maria; Eni, Sri Pare
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v24i1.34456

Abstract

Abstract. The decline in river quality is due to the role of 60%-70% of domestic waste, 30% of industrial waste, and 10% of agricultural and livestock waste that pollutes rivers. In addition, because there are settlements on the banks of the river, if it is not handled, the quality of the rivers in Jakarta will certainly be bad. One way of treating wastewater is Constructed Wetlands, the goal is to improve water quality and reduce the harmful effects of waste, as well as water conservation efforts. Constructed Wetlands are usually applied to settlements that have yards, while settlements in Jakarta currently only have narrow yards there are no yards left. From this aspect, the post-normalization riverbank arrangement will be carried out using the Constructed Wetlands approach. The research located at the Kampung Baru,  Cakung,River, East of Jakarta.  To find out the results of this application, the method used is descriptive in knowing the conditions of settlements, and then data collection will be carried out from literature reviews and interviews. Furthermore, an analysis is carried out with basic mathematical calculations to answer the space requirements in the application of Constructed Wetlands so that it will produce a spatial pattern model for settlements.
Kajian Kenyamanan Lingkungan Ruang Komputer Terhadap Pemenuhan Syarat Suhu Udara, Pencahayaan, Dan Akustik Dengan Metode Deskriptif Kualitatif Fasikhi Fasikhi; Uras Siahaan; Margaretha Maria Sudarwani
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 6 No. 2 (2023): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v6i2.3420

Abstract

The Comfort against the influence of air temperature, humidity, indoor lighting, circulation and acoustics is part of the effort to improve the quality of the function of the room. If the room is comfortable, the activities that take place in it are optimal. This research is a qualitative descriptive method. The results in this study were obtained that the average temperature and humidity in South Tangerang City exceeded the comfort threshold of 22.8-25.8 oC, the emission value per square meter was 349.9 Lux, the noise level of the research object from the average measurement results. is 57 dB. It was concluded that the Lux number is very close to ideal, so it is stated that the room lighting in the research object meets the requirements, while the noise level requires a noise damper or barrier to be able to reduce noise so that the room is comfortable to use.Comfort against the influence of air temperature, humidity, indoor lighting, circulation and acoustics is part of the effort to improve the quality of the function of the room. If the room is comfortable, the activities that take place in it are optimal. This research is a qualitative descriptive method. The results in this study were obtained that the average temperature and humidity in South Tangerang City exceeded the comfort threshold of 22.8-25.8 oC, the emission value per square meter was 349.9 Lux, the noise level of the research object from the average measurement results. is 57 dB. It was concluded that the Lux number is very close to ideal, so it is stated that the room lighting in the research object meets the requirements, while the noise level requires a noise damper or barrier to be able to reduce noise so that the room is comfortable to use.
Lomba Pembuatan Mini Garden dan Pembenahan Ujung Gang Di Kelurahan Cawang Jakarta Timur Margareta Maria Sudarwani; Sri Pare Eni; Galuh Widati
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v5i2.4694

Abstract

The current situation of the Cawang Sub-District which is our partner, like most settlements during the Covid 19 pandemic era, is to continue to maintain a new normal environment that is healthy and balanced. The community Service Team of Architecture of Engineering Faculty UKI hopes to play a real role in overcoming existing problems to optimally improve the function of a healthy residential environment. Therefore, one of the solutions to overcome the problem is to keep pushing to create a clean, healthy environment free of waste. In the era of the COVID-19 Pandemic, the people of the Cawang Sub-District, East Jakarta, have started to stretch their activities outside the home. As before the COVID-19 era, PKK women in the Cawang sub-district of East Jakarta City were active in various activities including environmental health maintenance activities and other PKK activities. For this reason, in the Community Service activities in the Cawang green village development program, we from UKI Architecture, fulfill the request of the Cawang community, to work together in revitalizing community members to be more intense in protecting the environment. The Community Service Program entitled Mini Garden Contest and Senggol Alley Improvement is an effort to prepare a new normal environment in Cawang Village, East Jakarta, in the form of outreach and competitions. Keywords: the end of Senggol Alley; mini garden contest; alley improvement
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kain Menjadi Ornamen Dekorasi Interior Rumah Tinggal di Pulau Harapan Ulinata Ulinata; Bambang Erwin; Margareta Maria Sudarwani; Susanti Muvana Nainggolan; Sahala Simatupang
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v5i2.5151

Abstract

Community Service activities carried out by the UKI Faculty of Engineering Architecture Study Program raised the theme Green Action 28 Socialization and Training on the Utilization of Fabric Waste as Interior Decoration Ornaments for Residential Homes on Harapan Island. This activity is a continuation of the previous Community Service Activities which aim to educate the public about the design and creation of mini gardens that can be used as additional open green spaces in residential homes. The method is by holding socialization and workshops that present resource persons who are experts in their fields so that participants receive education on how to design and make Fabric Waste Into Residential Interior Decoration Ornaments so that participants can independently do it in their homes and pass it on to neighbors and their families who have never participated in outreach and training. The process is that the participants practice directly with patchwork waste brought by each participant which can be created so that it becomes an element of interior decoration in a residence so that it is more aesthetic. The training also held a question and answer session for the participants. Keywords: Green Action, Patchwork, Harapan Island
EVALUASI KORIDOR TRANSIT DITINJAU DARI KOMPONEN SAFETY & SECURITY: (STUDI KASUS: JALUR PEDESTRIAN JALAN KENDAL DI KAWASAN TOD DUKUH ATAS) Dearesti Ozadita Prabandani; Sri Pare Eni; Margareta Maria Sudarwani
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v5i1.8649

Abstract

Meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk di Kota-kota besar khususnya di Jakarta disebabkan oleh salah satu faktor yaitu urbanisasi. Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti mencari pekerjaan yang lebih baik, gaya hidup modern dan kemudahan akses ke layanan publik. Peningkatan jumlah penduduk di kota besar menimbulkan masalah pada perkotaan, seperti bertambahnya polusi udara karena meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor. Transit Oriented Development (TOD) atau yang dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan Kawasan Berorientasi Transit, merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut dengan fokus pengembangan kawasan yang berbasi pada human centered dan integrasi antarmoda. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi Koridor Transit Di Kawasan Tod Dukuh Atas ditinjau Dari Komponen Safety & Security pada Pedestrian Jalan Kendal dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur review. Berdasarkan analisis dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa koridor Jalan Kendal belum sepenuhnya memenuhi syarat pada aspek keamanan pedestrian dan jalan tersebut belum dapat di katagorikan sebagai koridor yang ramah untuk pejalan kaki walaupun letaknya berada di kawasan TOD. Maka dari itu perlu adanya perhatian serta perbaikan pada aspek sirkulasi, penerangan jalan, penyebrangan dan kelengkapan perabot jalan seperti tempat sampah, tempat duduk, vegetasi, bollard dll.
PENATAAN JALUR PEDESTRIAN BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) PADA REVITALISASI KAWASAN STASIUN MANGGARAI Kartika Ismi Alawy; Sri Pare Eni; Margareta Maria Sudarwani
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v5i1.9284

Abstract

Pemerintah Daerah DKI Jakarta terus berusaha untuk mengatasi permasalahan kota yang dihadapi, salah satunya kemacran dengan merencanakan pembangunan kawasan terpadu di beberapa titik di wilayah DKI Jakarta. Konsep TOD (Transit Oriented Development) merupakan salah satu bentuk perencanaan yang diharapkan bisa mengurangi permasalahan kemacetan di DKI Jakarta. Salah satu lokasi yang bisa dikembangkan yaitu perencanaan sistem transportasi dengan sistem integrasi di kawasan stasiun. Hal ini karena Stasiun Manggarai sedang melakukan revitalisasi menjadi stasiun sentral yang bisa diterapkan dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) karena stasiun Manggarai merupakan perpotongan dan pertemuan koridor transportasi publik lebih dari 2 jenis transportasi publik. Namun dalam pengebangan sebuah kawasan TOD terdapat berbagai prinsip pendukung keberhasilan revitalisasi stasiun Manggarai, yaitu dengan penataan jalur pedestrian yang terintegrasi terhadap sekitarnya. . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penataan jalur pedestrian stasiun Manggarai yang sesuai atau tidak dengan prinsip TOD serta mengetahui dampak dari revitalisasi stasiun Manggarai yang akan dijadikan stasiun sentral serta menerapkan sistem Transit Oriented Development (TOD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dimana data dikumpulkan melalui metode survei dan studi pustaka dan menetapkan perangkat penilaian standar TOD dari ITDP tahun 2017 sebagai pedoman penilaian. Hasil penelitian yang ditunjukkan ialah penataan jalur pedestrian sudah mendapatkan 74 poin standar TOD yang masuk ke dalam kategori level silver. Kategori ini termasuk dalam kateogi menengah dan menuju ke sempurna, dengan peningkatan kualitas yang sesuai dengan standar prinsip TOD maka revitalisasi Stasiun Manggarai akan berdampak lebih dalam keberhasilan penataan jalur pedestrian berbasis Transit Oriented Development (TOD).
The Sustainability of Semarang Kauman Village (When Conservation Meets Development) Margareta Maria Sudarwani
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 16, No 1 (2024): January 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v16i1.9905

Abstract

Semarang has developed as a large coastal city with an important port due to its strategic and unique position. This strategic and unique position is shown by the hills at the top of the city such as Gajah Mungkur, Candi, Mrican, Mugas, Mount Sawo, Simongan and others as well as lowlands at the bottom of the city. One of the important historical ethnic villages to be appointed is Kampung Kauman, Semarang, which has a distinctive history related to the existence of the Great Mosque of Semarang. is an ancient village inhabited by local residents which began to be awakened during the reign of Ki Ageng Padang Aran. The Great Mosque of Semarang, although it is quite an old mosque, is the first mosque in the city of Semarang which was founded by Ki Ageng Padang Aran. The Great Mosque of Semarang is located in the old Semarang square complex which has the same pattern as Javanese city squares in general. There are many opinions regarding the term "kauman". There is an opinion that "kauman" comes from the word: nggone wong qoum (place of the clans), pakauman (place of residence of the clans), sing aman (safe group/people) or there is also the opinion of qo'um muddin (Islamic religious leader). Based on the opinions described above, "kauman" contains the meaning of the residence of the scholars. This study aims to examine the sustainability of residential spaces in Kauman village, both physical and non-physical characteristics and aims to optimize the potential of existing villages for urban development planning. This research uses a descriptive method based on empirical facts. The results of the Kauman Village Residential Spatial Sustainability Research are then used as needed, including development strategies and future city government decisions.