Claim Missing Document
Check
Articles

PENATAAN JALUR PEDESTRIAN BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) PADA REVITALISASI KAWASAN STASIUN MANGGARAI Alawy, Kartika Ismi; Eni, Sri Pare; Sudarwani, Margareta Maria
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v5i1.9284

Abstract

Pemerintah Daerah DKI Jakarta terus berusaha untuk mengatasi permasalahan kota yang dihadapi, salah satunya kemacran dengan merencanakan pembangunan kawasan terpadu di beberapa titik di wilayah DKI Jakarta. Konsep TOD (Transit Oriented Development) merupakan salah satu bentuk perencanaan yang diharapkan bisa mengurangi permasalahan kemacetan di DKI Jakarta. Salah satu lokasi yang bisa dikembangkan yaitu perencanaan sistem transportasi dengan sistem integrasi di kawasan stasiun. Hal ini karena Stasiun Manggarai sedang melakukan revitalisasi menjadi stasiun sentral yang bisa diterapkan dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) karena stasiun Manggarai merupakan perpotongan dan pertemuan koridor transportasi publik lebih dari 2 jenis transportasi publik. Namun dalam pengebangan sebuah kawasan TOD terdapat berbagai prinsip pendukung keberhasilan revitalisasi stasiun Manggarai, yaitu dengan penataan jalur pedestrian yang terintegrasi terhadap sekitarnya. . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penataan jalur pedestrian stasiun Manggarai yang sesuai atau tidak dengan prinsip TOD serta mengetahui dampak dari revitalisasi stasiun Manggarai yang akan dijadikan stasiun sentral serta menerapkan sistem Transit Oriented Development (TOD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dimana data dikumpulkan melalui metode survei dan studi pustaka dan menetapkan perangkat penilaian standar TOD dari ITDP tahun 2017 sebagai pedoman penilaian. Hasil penelitian yang ditunjukkan ialah penataan jalur pedestrian sudah mendapatkan 74 poin standar TOD yang masuk ke dalam kategori level silver. Kategori ini termasuk dalam kateogi menengah dan menuju ke sempurna, dengan peningkatan kualitas yang sesuai dengan standar prinsip TOD maka revitalisasi Stasiun Manggarai akan berdampak lebih dalam keberhasilan penataan jalur pedestrian berbasis Transit Oriented Development (TOD).
KAJIAN REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN PELABUHAN PAOTERE MAKASSAR DENGAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI Lisal, Bunny; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.454

Abstract

Kota Makassar menjadi salah satu jalur perdagangan Internasional. Pelabuhan Paotere dikategorikan sebagai pelabuhan tradisional/rakyat yang dimiliki oleh kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke 14. Seiring perkembangan Tempat Pelelangan Ikan dalam 10 tahun terakhir, kapasitas Tempat Pelelangan Ikan tersebut terlampaui, sehingga menimbulkan banyak permasalahan, antara lain sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat, sirkulasi dan lahan parkir yang tidak memadai. Apabila melihat potensi yang ada dalam Kawasan Tempat pelelangan ikan tersebut dapat menjadi pusat sarana perikanan tidah hanya sekedar tempat pelelangan ikan ikan melainkan pusat kuliner, oleh oleh khas daerah dan berbagai tempat perdagangan UMKM sehingga dibutuhkan kajian untuk meredesain kawasan tersebut, khususnya Tempat Pelelangan Ikan yang akan dipenuhi oleh sarana dan prasaran penunjang yang sesuai dengan kebutuhan ruang serta standar dermaga pendaratan perikanan bahan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya agar Kawasan tersebut berkembang dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat dan Kawasan percontohan untuk wilayah Indonesia bagian timur dengan itu konsep ekologi arsitektur yang lebih mengembangkan konsep dengan menyatukan dengan lingkungan sekitar diantaranya keselarasan dengan klimatologi wilayah setempat bahkan kelanjutan Kawasan tersebut untuk ke masa akan datang masih terpenuhi secara kapasitas, fungsi dan bentuk arsitekturnya. Kata kunci: Kajian Redesain, Tempat Pelelangan Ikan, Pelabuhan Paotere, Arsitektur Ekologi
Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah pada Rumah Tinggal Jalan Diponegoro Nomor 11 Jakarta Prihatini, Eka; Eni, Sri Pare; Sudarwani, Margareta Maria
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60532

Abstract

Pelestarian bangunan bersejarah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan sejarah bangsa. Rumah tinggal di Jalan Diponegoro No. 11, Jakarta Pusat, yang merupakan kediaman Prof. Dr. (H.C.) H. Roeslan Abdulgani, memiliki nilai historis yang signifikan, baik sebagai hunian pribadi tokoh nasional maupun sebagai saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, bangunan ini merepresentasikan gaya arsitektur kolonial yang khas dan masih terpelihara dengan baik, menjadikannya penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis nilai-nilai sejarah, arsitektural, dan budaya yang terkandung dalam rumah tersebut, serta menelaah upaya pelestarian yang telah dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui studi lapangan, observasi langsung terhadap kondisi bangunan, dan wawancara mendalam dengan penghuni rumah sebagai narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah ini memenuhi beberapa kriteria sebagai bangunan cagar budaya menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2010, termasuk dari segi usia, gaya arsitektur, nilai historis, dan keterkaitan dengan tokoh nasional. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan strategi pelestarian yang mempertimbangkan prinsip keberlanjutan, intervensi minimal, dan nilai edukatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya.
EFEKTIVITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) DALAM MENDUKUNG MOBILITAS PEJALAN KAKI : STUDI KASUS JPO SIGER MILENIAL KOTA BANDAR LAMPUNG Azhar, Aurel Maylana; Uras Siahaan; Margareta Maria Sudarwani
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 2: December 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i2.10484

Abstract

Pesatnya perkembangan Kota Bandar Lampung menimbulkan kebutuhan mendesak akan infrastruktur pejalan kaki yang aman dan nyaman. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial yang terletak di kawasan Bundaran Gajah, Jalan Jenderal Sudirman, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, sebagai salah satu fasilitas utama perlu dievaluasi efektivitasnya dalam mendukung mobilitas pejalan kaki dan keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas JPO Siger Milenial berdasarkan aspek keselamatan, aksesibilitas, kenyamanan, dan estetika. Metode mixed methods digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi visual, kuesioner pengguna, dan wawancara pihak terkait. Hasil menunjukkan JPO Siger Milenial cukup efektif meningkatkan keselamatan dan memperkuat citra kota dengan desain kearifan lokal. Namun, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan pencahayaan malam hari masih perlu peningkatan. Secara keseluruhan, JPO ini berkontribusi positif dalam mendukung mobilitas pejalan kaki di Kota Bandar Lampung.
KAJIAN TATA KELOLA KOTA TUA MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG LAMPUNG SEBAGAI KAWASAN CAGAR BUDAYA Lia Yuliana Indra Cahya; Sri Pare Eni; Margareta Maria Sudarwani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i2.1410

Abstract

Abstract: Menggala City has several strategic areas to be preserved, such as in the East Menggala area, Gedong Aji, Old Market, and River Harbor, so that these areas can be used as Cultural Heritage Areas, because there are historical buildings, in the form of a king's staircase site, ancestral tombs. and traditional houses on stilts. This research was conducted to analyze the Menggala Old Town Area as a city that has many historical relics, as well as to organize the Management of the Menggala Old Town Area to become a Cultural Heritage Area and a tourist destination. The method applied uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques through direct observation, interviews, questionnaires, and photo documentation. The results obtained by the Management of the old town area of Menggala City have not been properly touched by the local government, traditional leaders and the people in Menggala City. Development of concepts in the management of Cultural Heritage Areas, it is necessary to place areas and management that are intended as cultural centers so that sustainability is maintained. As well as the need for support and commitment from the local government in preserving the Menggala old city as a cultural heritage areaKeyword: Cultural Heritage, Menggala, GovernanceAbstrak: Kota Menggala salah satu kota tua yang perlu di lestarikan, seperti di daerah Menggala Timur, Gedong Aji, Pasar Lama, dan Pelabuhan Sungai, sehingga di daerah tersebut bisa dijadikan sebagai Kawasan Cagar Budaya, karena terdapat bangunan bersejarah, berupa situs tangga raja, makam leluhur dan bangunan tradisional rumah panggung. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Kawasan Kota Tua Menggala sebagai kota yang mempunyai banyak peninggalan bersejarah, dan perlu ditata Kelola Kawasan Kota tua Menggala agar dapat dijadikan Kawasan Cagar Budaya dan destinasi wisata. Metode penelitian yang diterapkan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan atau observasi langsung di lapangan, interview atau wawancara, serta foto dokumentasi. Hasil yang didapat tata kelola Kawasan kota tua kota Menggala belum terjamah dengan baik dari pemerintah daerah, tokoh adat maupun masyarakat yang ada di kota Menggala. Pengembangan konsep dalam tata Kelola Kawasan Cagar Budaya,  diperlukan adanya penempatan Kawasan dan tata Kelola yang memang peruntukannya sebagai pusat budaya agar kelestarian tetap terjaga. Hal ini perlukan kerjasama antara masyarakat dan komitmen dari pemerintah daerah dalam melestarikan kota tua Menggala sebagai Kawasan cagar budayaKata Kunci: Cagar Budaya, Menggala, Tata kelola  
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU, STUDI KASUS PERUMAHAN PONDOK CIKUNIR INDAH, BEKASI Victor Joel Manusama; Uras Siahaan; Margareta Maria Sudarwani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i2.1870

Abstract

Abstract: Green open space (GOS) can guarantee the sustainability of the urban development of settlements. The use of green open space, among others, is to accommodate children's play activities and community gatherings and maintain the ecosystem in the region. However, along with its growth, the function of the GOS is often misused by residents, one of which is as a car park, business activities (grocery stores) and the indifference of residents in managing greening land (parks) that are left abandoned. This research is located in the city of Bekasi which is one of the satellite cities of Jakarta and has a fairly high population density. The object of observation is located in jatibening village, pondok cikunir indah housing complex. This study aims to determine the utilization and role of GOS in community settlement areas and identify the type and characteristics as well as the quality and quantity of GOS. Data collection in addition to literature studies is also through interviews / interviews with respondents (housing residents) and direct documentation on the object of observation.Keyword: green open space, the residential of pondok cikunir indahAbstrak: Ruang terbuka ‘hijau (‘RTH) dapat menjamin keberlanjutan perkembangan perkotaan permukiman. Pemanfaatan ruang terbuka ‘hijau antara lain adalah untuk menampung aktivitas bermain anak dan temu warga serta menjaga ekosistem di wilayah tersebut. Namun seiring pertumbuhannya, fungsi dari ‘RTH sering disalahgunakan warga salah satunya sebagai tempat parkir mobil, aktifitas bisnis (toko kelontong) serta ketidakpedulian warga dalam mengurus lahan penghijauan (taman) yang dibiarkan terbengkalai. Penelitian ini berlokasi di kota Bekasi sebagai kota satelit Jakarta yang memiliki kepadatan masyarakat tinggi. Objek pengamatan terletak di kelurahan Jatibening, kompleks perumahan Pondok Cikunir Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan peranan ‘RTH di kawasan permukiman masyarakat serta melakukan identifikasi tipe dan karakteristik serta kualitas dan kuantitas ‘RTH. Pengumpulan data selain melalui studi literatur juga melalui wawancara/interview dengan narasumber (penghuni/pengurus perumahan) serta dokumentasi langsung pada objek pengamatan.Kata Kunci: ruang terbuka ‘hijau, perumahan pondok cikunir indah
Kajian Perancangan Rumah Sederhana Berkonsep Klimatik pada Kampung Dempet di Tipar Padalarang Bandung Margareta Maria Sudarwani; Sally Septania; Jessica Miracella Indry; Gabrielle Charles Jourdan
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 2 (2024): Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v22i2.93938

Abstract

Climatic architecture is becoming a popular concept as it addresses issues of climate change, economy, and building health. The pandemic has heightened awareness of the importance of cross-ventilation, bringing the climatic concept back into focus for the design of new buildings and the development of existing ones. This study aims to: 1) Identify the characteristics of urban village houses with attached homes focused on thermal comfort, 2) Determine climatic design criteria for attached houses, 3) Understand the application of climatic concepts in attached houses. The methodology used is descriptive quantitative, with data from field conditions and references from journals. The results indicate that in addition to window placement aligned with wind direction, the use of wind chimneys and rain harvesting systems can be implemented in houses in densely built villages. This research is expected to provide knowledge about climatic architecture and offer solutions for its application in contemporary building design.
Kota Berkelanjutan: Analisis Efektivitas Penerapan Smart Mobility dan Smart Living untuk Menciptakan Happy City di Kota Jakarta Anis Wulandari; Uras Siahaan; Margareta Maria Sudarwani
Jurnal Arsitektur Wastu Padma Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62024/jawp.v1i2.13

Abstract

Contemporary technological developments have given birth to a smart city concept that is able to respond to urban problems through the use of information and communication technology. On the other hand, aspects of happiness indicators have become part of city performance, so studies have emerged that link happiness with the quality of life of city residents. In line with the sustainable city development paradigm, in recent years, the Jakarta Special Capital Region government has developed public transportation such as commuterline, Transjakarta, MRT and LRT which is supported by technology in payment systems and departure schedules to improve services for its users. However, it is not enough to provide satisfaction for users due to problems with ticket sensors, payment via vending machines and inappropriate arrival time management. The aim of this research is to analyze the effectiveness by comparing the plans that have been determined with the results in implementing two smart city pillars, namely smart living and smart mobility to create a Happy City in the city of Jakarta. This research uses a descriptive quantitative approach with observation and the use of questionnaires. From the results of the discussion, it was found that the majority of users stated that it had not been achieved or that development was still needed in terms of waiting time range, ease of technology, security and comfort. Meanwhile, city residents as users stated that they were quite happy, showing satisfaction with comfort and security.
Kajian Potensi Kawasan Situs Batu Penggilingan Cakung Jakarta Timur sebagai Kampung Wisata Warisan Budaya Betawi Sri Prasetya Widodo; Uras Siahaan; Margareta Maria Sudarwani
Jurnal Arsitektur Wastu Padma Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62024/jawp.v1i2.14

Abstract

The preservation of the city's historical artifacts is part of the development of the historical, memory and cultural sustainability of the city. The edge of the Buaran River has the potential for historical objects in the form of Batu Penggilingan sites, the history of the area and the potential for residents to develop their villages. This article raises a study of cultural values, preservation and development of Batu Penggilingan historical site on the banks of the Buaran River, Cakung, East Jakarta. This study examines its development as a Betawi cultural tourism village so that it can make the area an educational and interesting tourist attraction. This study used descriptive qualitative methods based on field empirical data exploring the factors that support the program. The result of the discussion was that the development of tourism villages requires in-depth identification of physical, architectural and environmental potentials in order to become a sustainable program by paying attention to and strengthening the unique Betawi cultural characteristics in the village planning and design process.
EFEKTIVITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) DALAM MENDUKUNG MOBILITAS PEJALAN KAKI : STUDI KASUS JPO SIGER MILENIAL KOTA BANDAR LAMPUNG Aurel Maylana Azhar; Uras Siahaan; Margareta Maria Sudarwani
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 2: December 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i2.10484

Abstract

Pesatnya perkembangan Kota Bandar Lampung menimbulkan kebutuhan mendesak akan infrastruktur pejalan kaki yang aman dan nyaman. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial yang terletak di kawasan Bundaran Gajah, Jalan Jenderal Sudirman, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, sebagai salah satu fasilitas utama perlu dievaluasi efektivitasnya dalam mendukung mobilitas pejalan kaki dan keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas JPO Siger Milenial berdasarkan aspek keselamatan, aksesibilitas, kenyamanan, dan estetika. Metode mixed methods digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi visual, kuesioner pengguna, dan wawancara pihak terkait. Hasil menunjukkan JPO Siger Milenial cukup efektif meningkatkan keselamatan dan memperkuat citra kota dengan desain kearifan lokal. Namun, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan pencahayaan malam hari masih perlu peningkatan. Secara keseluruhan, JPO ini berkontribusi positif dalam mendukung mobilitas pejalan kaki di Kota Bandar Lampung.