Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

DESAIN PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA) DI KOMPLEKS KANTOR KELURAHAN KRAMATJATI JAKARTA TIMUR Margareta Maria Sudarwani
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v6i1.5630

Abstract

In the Kramatjati Sub-District Office Complex, there is an Integrated Child-Friendly Public Space (RPTRA) built on a vacant land formerly occupied by a soy sauce factory. RPTRA Mustika Kramatjati has successfully revitalized the area, preventing urban decay that could lead to the emergence of slums, abandonment, and increased crime rates. However, due to population growth, this RPTRA faces limitations in accommodating activities, and its densely packed schedule leads to insufficient maintenance. Therefore, redesign or reengineering is necessary to make this RPTRA more effective in facilitating community activities and providing comfort. In this collaborative program, The Faculty of Engineering of Architecture UKI partners with stakeholders to propose a redesign of RPTRA as the primary solution to address these issues. It is hoped that this Community Service Team can make a tangible contribution to optimizing the RPTRA's function in accordance with the established RPTRA Management Guidelines. This initiative involves field observations, data collection, design presentations to stakeholders, and engages professors and students from the Architecture Program at the Faculty of Engineering, Universitas Kristen Indonesia, as a contribution to the community in the field of architecture.
Re-Layout Lantai 1 dan Ruang Lurah Pada Gedung Kantor Kelurahan Kramatjati Jakarta Timur Margareta Maria Sudarwani; Sally Septania; Sri Pare Eni; Grace Putri Dianty; Gabrielle Charles; Jourdan Lesilolo; Jessica Miracella Indri
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v6i2.6189

Abstract

ABSTRACT Comfort in the subdistrict office is an important factor in creating a productive work environment and supporting optimal public service performance. The subdistrict office is an entity that functions as a representation of the local government that is directly related to the needs of the community. Therefore, the comfort of the subdistrict office is crucial because it has the potential to improve the quality of public services, strengthen the relationship between the government and residents, and support employee welfare. Currently, the decreasing number of office employees has caused the Kramatjati Subdistrict Office to be too overloaded in accommodating activities and as a result of the office usage schedule, the Kramatjati Sucdistrict Office seems not to be optimally utilized, so it is necessary to redesign or re-design several rooms in the Kramatjati Subdistrict Office. so that it is more aesthetic and comfortable and more organized so that it can increase comfort in carrying out activities in the office. Therefore, the solution to the problem that was carried out was the Re-layout program for the 1st Floor and Subdistrict Head Room in the Kramat Jati Subdistrict Building. In this Collaboration Program, the UKI Architecture Study Program was asked for assistance from partners to provide design proposals for the Re-layout for the 1st Floor and Subdistrict Head Room. This activity involves lecturers and students of the Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Indonesian Christian University as an effort to contribute to society in the field of architectural science. Keywords: re-layout, subdistrict head’s room, Subdistrict Office Building, Kramatjati.
KAJIAN REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN PELABUHAN PAOTERE MAKASSAR DENGAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI Lisal, Bunny; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.454

Abstract

Kota Makassar menjadi salah satu jalur perdagangan Internasional. Pelabuhan Paotere dikategorikan sebagai pelabuhan tradisional/rakyat yang dimiliki oleh kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke 14. Seiring perkembangan Tempat Pelelangan Ikan dalam 10 tahun terakhir, kapasitas Tempat Pelelangan Ikan tersebut terlampaui, sehingga menimbulkan banyak permasalahan, antara lain sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat, sirkulasi dan lahan parkir yang tidak memadai. Apabila melihat potensi yang ada dalam Kawasan Tempat pelelangan ikan tersebut dapat menjadi pusat sarana perikanan tidah hanya sekedar tempat pelelangan ikan ikan melainkan pusat kuliner, oleh oleh khas daerah dan berbagai tempat perdagangan UMKM sehingga dibutuhkan kajian untuk meredesain kawasan tersebut, khususnya Tempat Pelelangan Ikan yang akan dipenuhi oleh sarana dan prasaran penunjang yang sesuai dengan kebutuhan ruang serta standar dermaga pendaratan perikanan bahan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya agar Kawasan tersebut berkembang dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat dan Kawasan percontohan untuk wilayah Indonesia bagian timur dengan itu konsep ekologi arsitektur yang lebih mengembangkan konsep dengan menyatukan dengan lingkungan sekitar diantaranya keselarasan dengan klimatologi wilayah setempat bahkan kelanjutan Kawasan tersebut untuk ke masa akan datang masih terpenuhi secara kapasitas, fungsi dan bentuk arsitekturnya. Kata kunci: Kajian Redesain, Tempat Pelelangan Ikan, Pelabuhan Paotere, Arsitektur Ekologi
EVALUASI KORIDOR TRANSIT DITINJAU DARI KOMPONEN SAFETY & SECURITY: (STUDI KASUS: JALUR PEDESTRIAN JALAN KENDAL DI KAWASAN TOD DUKUH ATAS) Prabandani, Dearesti Ozadita; Eni, Sri Pare; Sudarwani, Margareta Maria
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v5i1.8649

Abstract

Meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk di Kota-kota besar khususnya di Jakarta disebabkan oleh salah satu faktor yaitu urbanisasi. Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti mencari pekerjaan yang lebih baik, gaya hidup modern dan kemudahan akses ke layanan publik. Peningkatan jumlah penduduk di kota besar menimbulkan masalah pada perkotaan, seperti bertambahnya polusi udara karena meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor. Transit Oriented Development (TOD) atau yang dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan Kawasan Berorientasi Transit, merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut dengan fokus pengembangan kawasan yang berbasi pada human centered dan integrasi antarmoda. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi Koridor Transit Di Kawasan Tod Dukuh Atas ditinjau Dari Komponen Safety & Security pada Pedestrian Jalan Kendal dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur review. Berdasarkan analisis dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa koridor Jalan Kendal belum sepenuhnya memenuhi syarat pada aspek keamanan pedestrian dan jalan tersebut belum dapat di katagorikan sebagai koridor yang ramah untuk pejalan kaki walaupun letaknya berada di kawasan TOD. Maka dari itu perlu adanya perhatian serta perbaikan pada aspek sirkulasi, penerangan jalan, penyebrangan dan kelengkapan perabot jalan seperti tempat sampah, tempat duduk, vegetasi, bollard dll.
PENATAAN JALUR PEDESTRIAN BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) PADA REVITALISASI KAWASAN STASIUN MANGGARAI Alawy, Kartika Ismi; Eni, Sri Pare; Sudarwani, Margareta Maria
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v5i1.9284

Abstract

Pemerintah Daerah DKI Jakarta terus berusaha untuk mengatasi permasalahan kota yang dihadapi, salah satunya kemacran dengan merencanakan pembangunan kawasan terpadu di beberapa titik di wilayah DKI Jakarta. Konsep TOD (Transit Oriented Development) merupakan salah satu bentuk perencanaan yang diharapkan bisa mengurangi permasalahan kemacetan di DKI Jakarta. Salah satu lokasi yang bisa dikembangkan yaitu perencanaan sistem transportasi dengan sistem integrasi di kawasan stasiun. Hal ini karena Stasiun Manggarai sedang melakukan revitalisasi menjadi stasiun sentral yang bisa diterapkan dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) karena stasiun Manggarai merupakan perpotongan dan pertemuan koridor transportasi publik lebih dari 2 jenis transportasi publik. Namun dalam pengebangan sebuah kawasan TOD terdapat berbagai prinsip pendukung keberhasilan revitalisasi stasiun Manggarai, yaitu dengan penataan jalur pedestrian yang terintegrasi terhadap sekitarnya. . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penataan jalur pedestrian stasiun Manggarai yang sesuai atau tidak dengan prinsip TOD serta mengetahui dampak dari revitalisasi stasiun Manggarai yang akan dijadikan stasiun sentral serta menerapkan sistem Transit Oriented Development (TOD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dimana data dikumpulkan melalui metode survei dan studi pustaka dan menetapkan perangkat penilaian standar TOD dari ITDP tahun 2017 sebagai pedoman penilaian. Hasil penelitian yang ditunjukkan ialah penataan jalur pedestrian sudah mendapatkan 74 poin standar TOD yang masuk ke dalam kategori level silver. Kategori ini termasuk dalam kateogi menengah dan menuju ke sempurna, dengan peningkatan kualitas yang sesuai dengan standar prinsip TOD maka revitalisasi Stasiun Manggarai akan berdampak lebih dalam keberhasilan penataan jalur pedestrian berbasis Transit Oriented Development (TOD).
KAJIAN REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN PELABUHAN PAOTERE MAKASSAR DENGAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI Lisal, Bunny; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.454

Abstract

Kota Makassar menjadi salah satu jalur perdagangan Internasional. Pelabuhan Paotere dikategorikan sebagai pelabuhan tradisional/rakyat yang dimiliki oleh kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke 14. Seiring perkembangan Tempat Pelelangan Ikan dalam 10 tahun terakhir, kapasitas Tempat Pelelangan Ikan tersebut terlampaui, sehingga menimbulkan banyak permasalahan, antara lain sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat, sirkulasi dan lahan parkir yang tidak memadai. Apabila melihat potensi yang ada dalam Kawasan Tempat pelelangan ikan tersebut dapat menjadi pusat sarana perikanan tidah hanya sekedar tempat pelelangan ikan ikan melainkan pusat kuliner, oleh oleh khas daerah dan berbagai tempat perdagangan UMKM sehingga dibutuhkan kajian untuk meredesain kawasan tersebut, khususnya Tempat Pelelangan Ikan yang akan dipenuhi oleh sarana dan prasaran penunjang yang sesuai dengan kebutuhan ruang serta standar dermaga pendaratan perikanan bahan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya agar Kawasan tersebut berkembang dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat dan Kawasan percontohan untuk wilayah Indonesia bagian timur dengan itu konsep ekologi arsitektur yang lebih mengembangkan konsep dengan menyatukan dengan lingkungan sekitar diantaranya keselarasan dengan klimatologi wilayah setempat bahkan kelanjutan Kawasan tersebut untuk ke masa akan datang masih terpenuhi secara kapasitas, fungsi dan bentuk arsitekturnya. Kata kunci: Kajian Redesain, Tempat Pelelangan Ikan, Pelabuhan Paotere, Arsitektur Ekologi
Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah pada Rumah Tinggal Jalan Diponegoro Nomor 11 Jakarta Prihatini, Eka; Eni, Sri Pare; Sudarwani, Margareta Maria
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60532

Abstract

Pelestarian bangunan bersejarah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan sejarah bangsa. Rumah tinggal di Jalan Diponegoro No. 11, Jakarta Pusat, yang merupakan kediaman Prof. Dr. (H.C.) H. Roeslan Abdulgani, memiliki nilai historis yang signifikan, baik sebagai hunian pribadi tokoh nasional maupun sebagai saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, bangunan ini merepresentasikan gaya arsitektur kolonial yang khas dan masih terpelihara dengan baik, menjadikannya penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis nilai-nilai sejarah, arsitektural, dan budaya yang terkandung dalam rumah tersebut, serta menelaah upaya pelestarian yang telah dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui studi lapangan, observasi langsung terhadap kondisi bangunan, dan wawancara mendalam dengan penghuni rumah sebagai narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah ini memenuhi beberapa kriteria sebagai bangunan cagar budaya menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2010, termasuk dari segi usia, gaya arsitektur, nilai historis, dan keterkaitan dengan tokoh nasional. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan strategi pelestarian yang mempertimbangkan prinsip keberlanjutan, intervensi minimal, dan nilai edukatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya.
EFEKTIVITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) DALAM MENDUKUNG MOBILITAS PEJALAN KAKI : STUDI KASUS JPO SIGER MILENIAL KOTA BANDAR LAMPUNG Azhar, Aurel Maylana; Uras Siahaan; Margareta Maria Sudarwani
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 2: December 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i2.10484

Abstract

Pesatnya perkembangan Kota Bandar Lampung menimbulkan kebutuhan mendesak akan infrastruktur pejalan kaki yang aman dan nyaman. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial yang terletak di kawasan Bundaran Gajah, Jalan Jenderal Sudirman, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, sebagai salah satu fasilitas utama perlu dievaluasi efektivitasnya dalam mendukung mobilitas pejalan kaki dan keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas JPO Siger Milenial berdasarkan aspek keselamatan, aksesibilitas, kenyamanan, dan estetika. Metode mixed methods digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi visual, kuesioner pengguna, dan wawancara pihak terkait. Hasil menunjukkan JPO Siger Milenial cukup efektif meningkatkan keselamatan dan memperkuat citra kota dengan desain kearifan lokal. Namun, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan pencahayaan malam hari masih perlu peningkatan. Secara keseluruhan, JPO ini berkontribusi positif dalam mendukung mobilitas pejalan kaki di Kota Bandar Lampung.
Kajian Perancangan Rumah Sederhana Berkonsep Klimatik pada Kampung Dempet di Tipar Padalarang Bandung Sudarwani, Margareta Maria; Septania, Sally; Indry, Jessica Miracella; Jourdan, Gabrielle Charles
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 2 (2024): Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v22i2.93938

Abstract

Climatic architecture is becoming a popular concept as it addresses issues of climate change, economy, and building health. The pandemic has heightened awareness of the importance of cross-ventilation, bringing the climatic concept back into focus for the design of new buildings and the development of existing ones. This study aims to: 1) Identify the characteristics of urban village houses with attached homes focused on thermal comfort, 2) Determine climatic design criteria for attached houses, 3) Understand the application of climatic concepts in attached houses. The methodology used is descriptive quantitative, with data from field conditions and references from journals. The results indicate that in addition to window placement aligned with wind direction, the use of wind chimneys and rain harvesting systems can be implemented in houses in densely built villages. This research is expected to provide knowledge about climatic architecture and offer solutions for its application in contemporary building design.