Claim Missing Document
Check
Articles

TIGA STRATEGI PENGEMBANGAN MASYARAKAT TERHADAP SIGNIFIKANSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA PADA GEREJA KATOLIK DI JAKARTA Studi kasus: Gereja Katedral, Gereja Theresia, Gereja Bidaracina, Gereja Toasebio Wijayanti, Dinar Ari; Nugroho, Slamet; Siahaan, Uras; Sudarwanti, M Maria
NALARs Vol. 24 No. 1 (2025): NALARs Vol 24 No 1 Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.24.1.45-62

Abstract

Bangunan cagar budaya di kota Jakarta memiliki signifikansi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor antropologis, sosiologis, politik dan sejarah perkembangan dunia sejak terbukanya hubungan dagang Nusantara dengan dunia luar. Namun masyarakat belum mengambil peran aktif melestarikan bangunan Cagar Budaya (CB) maupun bangunan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Terdapat pandangan masyarakat bahwa pelestarian bangunan CB dan ODCB tidak bernilai ekonomis dan sulit pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode atau strategi mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap bangunan cagar budaya, khususnya gereja Katolik, berangkat dari signifikansi kesejarahan dan arsitektur. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi dan survey empat bangunan gereja Katolik yang menjadi bahan studi kasus untuk merumuskan tiga strategi yaitu strategi skala mikro, meso dan makro untuk mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap signifikansi bangunan cagar budaya dengan studi kasus empat bangunan gereja katolik yang sudah berstatus cagar budaya. Terdapat dua hasil penelitian yang dicapai. Hasil yang pertama, yang menjadi dasar, adalah mendapatkan unsur-unsur signifikansi kesejarahan, arsitektur dan aspek pemanfaatan. Hasil yang kedua, yang memiliki kaitan erat pada hasil pertama, adalah pengembangan metode atau strategi untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap arti penting pelestarian bangunan cagar budaya. Dengan dilaksanakannya metode pengembangan kesadaran masyarakat berbasis signifikansi cagar budaya subjek penelitian, diharapkan kesadaran masyarakat dapat mengakar secara objektif sehingga menjadi rasionalisasi yang kuat untuk berpartisipasi secara aktif dalam usaha-usaha pelestarian. Edukasi bagi semua pihak adalah cara yang efektif dan efisien untuk membangun kesadaran masyarakat akan melestarikan signifikansi bangunan cagar budaya. Sistem dan muatan edukasi yang bersifat transformatif, dapat disiapkan secara komprehensif melalui pelbagai kajian, dan dikemas sedemikian agar masyarakat dapat mencerna dan memahaminya dengan mudah.Cultural heritage buildings in Jakarta have significance that are influenced by various anthropological, sociological, political, and historical factors of world development since the opening of trade relations between the archipelago and the outside world. However, the community has not actively preserved cultural heritage (CB) buildings or suspected cultural heritage object (ODCB) buildings. Public opinion is that preserving CB and ODCB buildings has no economic value and is difficult to implement. This research aims to develop a method or strategy to develop public awareness of cultural heritage buildings, especially Catholic churches, departing from historical and architectural significance. This study uses an analytical method with a descriptive qualitative approach through literature studies, observations, and surveys of four Catholic church buildings, which are the subject of a case study, to formulate three strategies, namely micro, meso, and macro-scale strategies, to develop public awareness of the significance of cultural heritage buildings with a case study of four Catholic church buildings that have cultural heritage status. There are two research results achieved. The first result, the basis, is to obtain elements of historical significance, architecture, and utilization aspects. The second result, closely related to the first result, is the development of methods or strategies to grow and increase public awareness of the importance of preserving cultural heritage buildings. With the implementation of the process of developing public awareness based on the significance of the cultural heritage of the research subject, it is hoped that public awareness can take root objectively so that it becomes a strong rationalization to participate actively in conservation efforts. Education for all parties is an effective and efficient way to build public awareness and preserve the significance of cultural heritage buildings. The transformative system and educational content can be prepared comprehensively through various studies and packaged so that the public can easily digest and understand them. 
The Beauty of Toba Architecture Living in Harmony with the Surrounding Natural Environment Sudarwani, Margareta Maria; Widati, Galuh; Bintang, Situmorang Lumay; Simanjuntak, Faran Sere
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 14 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v14i2.7489

Abstract

Toba architecture is one of the most interesting architectural concepts. Toba architectural house has a charming shape and ornaments equipped with beautiful natural landscapes around it. Nature has a fairly important meaning for the people of Toba Samosir where the relationship and orientation between mountains and lakes become the basic of the layout of their home design. One of the areas that have a Toba architecture style is located on the shores of Lake Toba, Sigumpar Sub district, Toba Samosir Regency, North Sumatra. Environmental arrangements with local wisdom that is strong enough in harmony with the surrounding natural environment, namely mountains and lakes. Jabu houses and Sopo still relatively survive with the style of Toba architecture and have not been affected by modern architecture. Today Toba Architecture is threatened with extinction due to several things which also often the cause of the destruction of hundreds of traditional houses throughout the country. The uniqueness of the Sigumpar Area mentioned above is very interesting to study and research. The purpose of the research is to know the characteristics of Toba architecture in Sigumpar area so that it can be a reference in determining which toba architectural characteristics that need to be maintained in the framework of the preservation. The writing method used is a descriptive method based on empirical facts in the field. In this study the research area is devided in four observation unit/huta which the layout of each observation is varied. The results of this study are expected to provide knowledge about the architectural characteristics of Toba architecture in Sigumpar area and provide concepts related to building preservation and application in designing buildings.
Analisa Kenyamanan Hunian Rumah Susun Tipe 36 Hartono, Mochamad; Eni, Sri Pare; Sudarwani, Margareta Maria
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i3.56143

Abstract

Perkembangan kota yang pesat mendorong pembangunan rumah susun sebagai solusi hunian alternatif, namun regulasi mengenai luas unit seringkali menghasilkan ruang terbatas, yang berdampak pada kenyamanan fisik penghuni. Keterbatasan ini meningkatkan risiko kecelakaan, menyulitkan penataan dan kebersihan ruang, serta menciptakan kondisi yang kurang higienis. Selain itu, ruang pribadi yang sempit mengurangi privasi, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental penghuni, serta menurunkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kenyamanan hunian rumah susun tipe 36, dengan fokus pada Rumah Susun ASN Pasar Jumat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang optimal untuk unit rumah susun dapat dicapai dengan penataan ruang yang efisien dan fleksibel, pemilihan perabot multifungsi, serta penggunaan warna dan pencahayaan yang tepat. Selain itu, teknologi rumah pintar dapat meningkatkan kenyamanan penghuni dengan memberikan kontrol yang lebih baik atas lingkungan hidup mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya desain rumah susun yang mempertimbangkan keterbatasan ruang dan kebutuhan penghuni untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dan fungsional bagi pegawai ASN yang dipindah tugaskan di Jakarta.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN KOTA TERHADAP KETAHANAN ENERGI DAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIS) (Studi Kasus Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi ) Hermawan, Riyan; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: During development process, incorporation of urban aspects becomes important thing, on the other side it has been recognized that environmental damage and effects global warming are serious threat; this is also exacerbated by the level of density, as well as high urban population activities. Thus, the different application methods, techniques and assessment instruments for sustainable cities needs to be realized, this aims to find out how cities can become more sustainable in future. The method applied to solve problem is to use Key performance indicators (KPIs) for assessing aspects urban sustainability, especially in terms of energy resilience and infrastructure. This research was conducted using the method of selecting several points from KPIs related to energy resilience and infrastructure to measure sustainability performance at urban level using the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach. The results are then applied to the sustainable urban planning process. This model was then tested and applied in a case study based on Tarumajaya sub-district. Until finally, this research can provide knowledge about strategies for implementing KPIs to improve city sustainability and can be developed by applying indicators into urban planning to support Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.Abstrak: Selama proses pembangunan, penggabungan dari aspek-aspek perkotaan menjadi hal yang penting, disisi lain telah diketahui bahwa kerusakan lingkungan dan efek pemanasan global menjadi ancaman serius; hal ini juga diperparah dengan tingkat kepadatan, serta aktifitas penduduk kota yang tinggi. Dengan demikian, penerapan metode, teknik, dan instrumen penilaian yang berbeda untuk kota berkelanjutan perlu untuk direalisasikan, hal ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana kota bisa menjadi lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. Metode yang diterapkan untuk penyelesaian permasalahan adalah menggunakan Key performance indicators (KPIs) untuk penilaian aspek keberlanjutan kota khususnya pada segi ketahanan energi dan infrastruktur, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan kota berkelanjutan dimana pembangunan dan lingkungan dapat saling terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemilihan beberapa poin dari KPIs yang berkaitan dengan ketahanan energi dan infrastruktur untuk mengukur kinerja keberlanjutan di tingkat perkotaan dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). yang kemudian hasilnya diaplikasikan kedalam proses perencanaan kota keberlanjutan. Model ini kemudian diuji dan diterapkan dalam studi kasus berdasarkan keadaan kecamatan Tarumajaya. Hingga akhirnya, Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang strategi penerapan KPIs untuk meningkatkan keberlanjutan kota serta dapat dikembangkan dengan mengaplikasikan indikator ke dalam perencanaan kota untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Pengembangan Kawasan Wisata Situ RawalumbuGuna Menciptakan Zona Hijau dan Biru di Kota Bekasi: The Development of Situ Rawalumbu Tourism AreaUse to Create Green and Blue Zone in Bekasi City Galuh Widati; Sri Pare Eni; Sahala Simatupang; Margareta Maria Sudarwani
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 3 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v3i1.2697

Abstract

Situ adalah wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang sumber airnya berasal dari mata air, air hujan, dan/atau limpasan air permukaan. Situ dapat dimanfaatkan secara ekologis dan ekonomis yaitu sebagai habitat berbagai jenis hewan, tumbuhan, daerah resapan air, sumber air bagi kehidupan, pengendali banjir dan pengatur iklim, sebagai lahan perikanan, penghasil sumber daya alam, serta sarana wisata dan olahraga (Puspita et al, 2005). Situ Rawa Lumbu terletak di Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kondisi Situ Rawa Lumbu saat ini mengalami pendangkalan akibat pembuangan sampah/limbah dari pemukiman sehingga air mengalami pencemaran. Dengan demikian, kawasan di sekitar situ mengalami krisis air bersih. Hal ini berdampak kepada pengaruh lingkungan alam khususnya dalam konservasi Kawasan Situ. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, maka diperlukan usaha pelestarian kawasan situ Rawa Lumbu, perlunya penataan pada Kawasan Situ Rawa Lumbu yang ramah lingkungan dengan tujuan melestarikan Kawasan konservasi dan meningkatkan sumber daya manusia sekitar. Oleh karena itu Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Indonesia merencanakan Kegiatan Usulan Desain Kawasan Wisata Situ Rawa Lumbu Kota Bekasi yang diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota Jakarta dan sekitarnya, dengan memperhatikan prinsip Pembangunan Yang Berkelanjutan. Kata kunci: kawasan wisata, pengembangan, situ rawalumbu, zona biru, zona hijau.
Workshop dan Lomba Kreativitas Pemanfaatan Daur Ulang Sampah Di Cawang Jakarta Timur Margareta Maria Sudarwani; Sri Pare Eni; Galuh Widati; Sahala Simatupang
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v4i2.4161

Abstract

Garbage in the capital city is one of the problems that need to be concerned. There have been many government and community programs that have sought management from management to waste cultivation from problems to blessings. In line with this movement, the Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Christian University of Indonesia in Community Service activities invites Cawang Urban Village residents to be creative and innovate about the presence of waste in the environment so that in the future waste will not be a burden from life, but can reduce waste, utilize waste by useful creativity. This activity is expected to be able to fill the busyness, eliminate boredom but can produce useful works. Thus in the new normal era after the Covid 19 pandemic, residents of Cawang, East Jakarta can make creative and useful things by using used items in their respective homes as interior decoration elements related to the ceiling, walls and floors. The competition activity is a series of activities starting from socialization, workshops on the use of used goods for interior decoration elements. The competition was attended by representatives from each of the Neighborhood Associations (RT) of Cawang Urban Village, East Jakarta.
DESAIN PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA) DI KOMPLEKS KANTOR KELURAHAN KRAMATJATI JAKARTA TIMUR Margareta Maria Sudarwani
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v6i1.5630

Abstract

In the Kramatjati Sub-District Office Complex, there is an Integrated Child-Friendly Public Space (RPTRA) built on a vacant land formerly occupied by a soy sauce factory. RPTRA Mustika Kramatjati has successfully revitalized the area, preventing urban decay that could lead to the emergence of slums, abandonment, and increased crime rates. However, due to population growth, this RPTRA faces limitations in accommodating activities, and its densely packed schedule leads to insufficient maintenance. Therefore, redesign or reengineering is necessary to make this RPTRA more effective in facilitating community activities and providing comfort. In this collaborative program, The Faculty of Engineering of Architecture UKI partners with stakeholders to propose a redesign of RPTRA as the primary solution to address these issues. It is hoped that this Community Service Team can make a tangible contribution to optimizing the RPTRA's function in accordance with the established RPTRA Management Guidelines. This initiative involves field observations, data collection, design presentations to stakeholders, and engages professors and students from the Architecture Program at the Faculty of Engineering, Universitas Kristen Indonesia, as a contribution to the community in the field of architecture.
Re-Layout Lantai 1 dan Ruang Lurah Pada Gedung Kantor Kelurahan Kramatjati Jakarta Timur Margareta Maria Sudarwani; Sally Septania; Sri Pare Eni; Grace Putri Dianty; Gabrielle Charles; Jourdan Lesilolo; Jessica Miracella Indri
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v6i2.6189

Abstract

ABSTRACT Comfort in the subdistrict office is an important factor in creating a productive work environment and supporting optimal public service performance. The subdistrict office is an entity that functions as a representation of the local government that is directly related to the needs of the community. Therefore, the comfort of the subdistrict office is crucial because it has the potential to improve the quality of public services, strengthen the relationship between the government and residents, and support employee welfare. Currently, the decreasing number of office employees has caused the Kramatjati Subdistrict Office to be too overloaded in accommodating activities and as a result of the office usage schedule, the Kramatjati Sucdistrict Office seems not to be optimally utilized, so it is necessary to redesign or re-design several rooms in the Kramatjati Subdistrict Office. so that it is more aesthetic and comfortable and more organized so that it can increase comfort in carrying out activities in the office. Therefore, the solution to the problem that was carried out was the Re-layout program for the 1st Floor and Subdistrict Head Room in the Kramat Jati Subdistrict Building. In this Collaboration Program, the UKI Architecture Study Program was asked for assistance from partners to provide design proposals for the Re-layout for the 1st Floor and Subdistrict Head Room. This activity involves lecturers and students of the Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Indonesian Christian University as an effort to contribute to society in the field of architectural science. Keywords: re-layout, subdistrict head’s room, Subdistrict Office Building, Kramatjati.
KAJIAN REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN PELABUHAN PAOTERE MAKASSAR DENGAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI Lisal, Bunny; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.454

Abstract

Kota Makassar menjadi salah satu jalur perdagangan Internasional. Pelabuhan Paotere dikategorikan sebagai pelabuhan tradisional/rakyat yang dimiliki oleh kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke 14. Seiring perkembangan Tempat Pelelangan Ikan dalam 10 tahun terakhir, kapasitas Tempat Pelelangan Ikan tersebut terlampaui, sehingga menimbulkan banyak permasalahan, antara lain sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat, sirkulasi dan lahan parkir yang tidak memadai. Apabila melihat potensi yang ada dalam Kawasan Tempat pelelangan ikan tersebut dapat menjadi pusat sarana perikanan tidah hanya sekedar tempat pelelangan ikan ikan melainkan pusat kuliner, oleh oleh khas daerah dan berbagai tempat perdagangan UMKM sehingga dibutuhkan kajian untuk meredesain kawasan tersebut, khususnya Tempat Pelelangan Ikan yang akan dipenuhi oleh sarana dan prasaran penunjang yang sesuai dengan kebutuhan ruang serta standar dermaga pendaratan perikanan bahan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya agar Kawasan tersebut berkembang dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat dan Kawasan percontohan untuk wilayah Indonesia bagian timur dengan itu konsep ekologi arsitektur yang lebih mengembangkan konsep dengan menyatukan dengan lingkungan sekitar diantaranya keselarasan dengan klimatologi wilayah setempat bahkan kelanjutan Kawasan tersebut untuk ke masa akan datang masih terpenuhi secara kapasitas, fungsi dan bentuk arsitekturnya. Kata kunci: Kajian Redesain, Tempat Pelelangan Ikan, Pelabuhan Paotere, Arsitektur Ekologi
EVALUASI KORIDOR TRANSIT DITINJAU DARI KOMPONEN SAFETY & SECURITY: (STUDI KASUS: JALUR PEDESTRIAN JALAN KENDAL DI KAWASAN TOD DUKUH ATAS) Prabandani, Dearesti Ozadita; Eni, Sri Pare; Sudarwani, Margareta Maria
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v5i1.8649

Abstract

Meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk di Kota-kota besar khususnya di Jakarta disebabkan oleh salah satu faktor yaitu urbanisasi. Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti mencari pekerjaan yang lebih baik, gaya hidup modern dan kemudahan akses ke layanan publik. Peningkatan jumlah penduduk di kota besar menimbulkan masalah pada perkotaan, seperti bertambahnya polusi udara karena meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor. Transit Oriented Development (TOD) atau yang dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan Kawasan Berorientasi Transit, merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut dengan fokus pengembangan kawasan yang berbasi pada human centered dan integrasi antarmoda. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi Koridor Transit Di Kawasan Tod Dukuh Atas ditinjau Dari Komponen Safety & Security pada Pedestrian Jalan Kendal dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur review. Berdasarkan analisis dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa koridor Jalan Kendal belum sepenuhnya memenuhi syarat pada aspek keamanan pedestrian dan jalan tersebut belum dapat di katagorikan sebagai koridor yang ramah untuk pejalan kaki walaupun letaknya berada di kawasan TOD. Maka dari itu perlu adanya perhatian serta perbaikan pada aspek sirkulasi, penerangan jalan, penyebrangan dan kelengkapan perabot jalan seperti tempat sampah, tempat duduk, vegetasi, bollard dll.