Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Performansi Otomasi Jaringan pada Routing OSPF dan EIGRP berbasis Web menggunakan Bahasa Pemograman Python Hermawan, Yopi; Wahyudi, Eka; Ginting, Jafaruddin Gusti Amri
Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Litek, September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/litek.v21i2.36

Abstract

Perkembangan perangkat jaringan yang pesat menghadirkan tantangan dalam konfigurasi router. Konfigurasi perangkat jaringan secara manual memerlukan waktu lama dan rentan kesalahan, terutama dalam skala besar. Penelitian ini mengusulkan solusi otomasi jaringan berbasis web menggunakan framework Django dan library Paramiko, Paramiko digunakan untuk menghubungkan server dengan perangkat jaringan melalui protokol SSH, sementara Django menampilkan halaman web yang dinamis. Penelitian ini mengukur pemberian waktu perintah konfigurasi dan menganalisis parameter Quality of Service untuk kedua protokol dalam dua skenario: kondisi jaringan normal dan kondisi gangguan dengan pemutusan tiga jalur interface utama pada router. Hasil dari pemberian konfigurasi OSPF dan EIGRP ke router memiliki perbedaan waktu. Konfigurasi EIGRP memerlukan rata-rata 3,438 detik, sedangkan OSPF rata-rata 4,037 detik. Perbedaan waktu ini disebabkan oleh jumlah data konfigurasi OSPF yang lebih besar dibandingkan EIGRP. Hasil dari pengukuran nilai QoS menunjukkan kedua protokol memberikan kinerja yang sangat baik. Pada skenario normal, EIGRP memiliki throughput 4,995 Mbps dan OSPF 3,932 Mbps; keduanya memiliki packet loss 0,106%; delay EIGRP 1,536 ms dan OSPF 1,916 ms; jitter EIGRP 0,001 ms dan OSPF 0,002 ms. Pada skenario gangguan, throughput EIGRP turun menjadi 3,148 Mbps dan OSPF 2,37 Mbps; packet loss EIGRP 0,106% dan OSPF 0,104%; delay EIGRP 2,345 ms dan OSPF 3,280 ms; jitter EIGRP 0,001 ms dan OSPF 0,004 ms. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua protokol mampu menjaga performa yang sangat baik dalam kondisi gangguan. Secara keseluruhan, EIGRP dan OSPF mampu memberikan kinerja memuaskan dalam mengelola jaringan baik pada kondisi normal maupun saat terjadi gangguan.
PERBANDINGAN KINERJA SISTEM PENYIMPANAN TERDISTRIBUSI CEPH DAN RAID DALAM LINGKUNGAN PROXMOX Usamah, Akbar; Ginting, Jafaruddin Gusti Amri; Arifwidodo, Bongga; Cahyadi, Eko Fajar
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 1 No. 4 (2024): SINTA - OKTOBER
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v1i4.30

Abstract

Kemajuan teknologi komputasi awan memunculkan kebutuhan akan sistem penyimpanan yang mampu mengelola data besar secara efisien, seperti Ceph cluster dan sistem RAID. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa kedua sistem dalam aspek kecepatan transfer data dan kemampuan pemulihan setelah terjadi bencana (failure). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem RAID unggul dalam kecepatan transfer data, dengan capaian tertinggi sebesar 171 IOPS, bandwidth 320 KiB/s, dan latency baca 742 ms, serta latency tulis 747 ms. Di sisi lain, Ceph cluster mencatatkan nilai 111 IOPS, bandwidth 210 KiB/s, latency baca 1129 ms, dan latency tulis 1135 ms. Pada skenario pemulihan bencana, Ceph cluster menunjukkan performa yang lebih baik dengan 206 IOPS dan bandwidth 206 KiB/s untuk operasi baca dan tulis, sementara RAID mencatatkan performa tertinggi dengan 259 IOPS dan bandwidth 259 KiB/s. Berdasarkan temuan ini, pemilihan antara Ceph cluster dan RAID harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik: RAID lebih cocok bagi yang memprioritaskan kecepatan transfer data, sedangkan Ceph cluster menawarkan mekanisme pemulihan bencana yang lebih baik meskipun performanya cenderung menurun signifikan dalam kondisi kegagalan OSD.
Virtual Privat Network: Koneksi Keamanan Pada Aplikasi Berbasis Android Ginting, Jafaruddin Gusti Amri; arifwidodo, bongga; Wahyudi, Eka
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 7 No 1 (2025): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v7i1.1632

Abstract

Kasus pencurian data informasi, seperti data pribadi, PIN, dan OTP, semakin meningkat akibat serangan dari penyerang. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan payload berupa skrip berbahaya yang di-inject ke dalam aplikasi Android melalui berbagai perantara, seperti email dan media sosial. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan analisis mendalam untuk memahami kemampuan malware dan memberikan langkah mitigasi yang tepat sehingga data informasi tidak dicuri oleh penyerang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Virtual Private Network (VPN) terhadap aplikasi Android yang terinfeksi malware dengan teknik serangan Command and Control (C&C) attack. Skenario pengujian dilakukan dengan membandingkan dua kondisi: perangkat Android tanpa VPN dan perangkat Android dengan VPN. Pengujian mencakup pengukuran kemampuan serangan C&C dalam mengakses data sensitif serta evaluasi kinerja sistem, seperti kecepatan koneksi internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan VPN dapat membatasi akses penyerang dengan memblokir komunikasi C&C, sehingga meningkatkan perlindungan keamanan data. Namun, hasil pengujian juga menunjukkan adanya penurunan performa koneksi internet sebesar 10,7% saat menggunakan VPN.
Analysis and Monitoring Switch Of The Importance Of Network Performance With Zabbix Monitoring Architecture In Telecommunication Companies Diani, Fitri; Arifwidodo, Bongga; Gusti Amri Ginting, Jafaruddin
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan yang andal merupakan kebutuhanutama bagi perusahaan telekomunikasi seperti PT ABC diYogyakarta untuk mendukung aktivitas digitalnya.Kompleksitas jaringan yang tinggi dan keterbatasan tenagaadministrator menjadi tantangan dalam memastikan kinerjajaringan yang optimal. Untuk mengatasi hal ini, diterapkanNetwork Monitoring System berbasis Zabbix dan Grafana untukmemantau performa switch core yang menjadi inti lalu lintasjaringan, dengan memonitor parameter seperti bandwidth,CPU, dan memori. Sistem ini terintegrasi dengan aplikasiTelegram untuk memberikan notifikasi alert secara real-time.Pemantauan dilakukan selama 7 hari, dengan analisis lalu lintasmenunjukkan perbedaan signifikan antara jam sibuk (08.00–17.00) dan waktu senggang (18.00–07.00). Hasil monitoringmenunjukkan nilai receive tertinggi sebesar 72,4 Mb/s dan senttertinggi sebesar 6,12 Mb/s pada 24 Desember 2024, sedangkannilai terendah masing-masing adalah 0,26 Mb/s untuk receivepada 25 Desember dan 0,026 Mb/s untuk sent pada 26Desember. Penggunaan CPU stabil di angka 1%, sementaramemori terpakai sebesar 0,26 GiB dengan sisa 1,02 GiB. HasilSistem ini juga berhasil memberikan notifikasi alert secaraakurat terkait link down serta parameter bandwidth, CPU,memori, dan temperature (suhu perangkat) yang melebihiambang batas. Hal ini membuktikan bahwa sistem yangdigunakan efektif dalam memastikan kinerja jaringan tetapterpantau dan terjaga.Kata kunci— Grafana,NMS, Switch, Telegram, Zabbix
Analisis Kualitas Video Conference Microsoft Teams Menggunakan Metode Quality Of Service (QOS) Dan Peer Connection Queue (PCQ) Melina; Arifwidodo, Bongga; Gusti Amri Ginting, Jafaruddin
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, terutama penggunaan internet, mempengaruhi kebutuhan akses yang cepat dan stabil. Namun, masalah internet lambat dan akses yang tidak merata masih menjadi tantangan, terutama dalam video conference. Oleh karena itu, manajemen bandwidth diperlukan untuk mendistribusikan akses secara adil kepada setiap pengguna aktif. Riset kali ini menggunakan metode Peer Connection Queue (PCQ) dan Stochastic Fairness Queuing (SFQ) untuk menganalisis kualitas video conference pada platform Microsoft Teams, Google Meet, dan Zoom. Pengujian dilakukan untuk mengukur parameter QoS seperti delay, jitter, packet loss, dan throughput. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua platform masih memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh TIPHON. Video Conference menggunakan Google Meet dengan metode PCQ memberikan hasil terbaik dengan nilai delay 0,702ms, jitter 0,701ms, packet loss 0%, dan throughput 11296 Kbps. Waktu terbaik untuk video conference adalah pada pukul 08.00 pagi, sementara pukul 13.00 siang sebaiknya dihindari karena penurunan kualitas layanan yang signifikan akibat tingginya penggunaan internet pada jam sibuk.Kata kunci— Bandwidth, Internet, Quality of Service (QoS), Peer Connection Queue (PCQ), Stochastic Fairness Queuing (SFQ), TIPHON
Back-up Virtual Machine, Database Dan Fileset Pada Rubrik Cloud Data Management (CDM) Menggunakan Metode Take on Demand (ToD) Dan Driven by SLA Rifa Ganesa Bermana, Kelvin; Gusti Amri Ginting, Jafaruddin; Augus, Gerry
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencadangan data penting untuk melindungiperusahaan dari kegagalan sistem, kesalahan pengguna, danserangan cyber. Penelitian ini membandingkan metode Take onDemand (ToD) dan SLA-Driven menggunakan Rubrik CloudData Management (CDM). Hasilnya, SLA-Driven lebih efisiendalam waktu dan penyimpanan, dengan pencadangan 1450,80detik dan pemulihan 30 detik untuk data 3007,22 GB,dibandingkan ToD yang membutuhkan 1650,80 detik dan 50detik. Dengan strategi inkremental, SLA-Driven mengurangikebutuhan penyimpanan dari 660 GB menjadi 500 GB,sehingga lebih cocok untuk pengelolaan data skala besar.Kata kunci — Backup data, Recovery data, Take on Demand(ToD), SLA-Driven, Rubrik CDM
Manajemen Log Di Cluster Kubernetes Menggunakan Fluentd Dan Elasticsearch Megantara, I Gede; Gusti Amri Ginting, Jafaruddin
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membutuhkaninfrastruktur Teknologi Informasi yang mumpuni, termasukadopsi arsitektur mikroservis dan kontainerisasi yangmendorong penggunaan Kubernetes sebagai orkestratorkontainer. Kubernetes memudahkan pengelolaan danpenyebaran aplikasi kompleks, namun juga meningkatkankompleksitas pengelolaan log dari berbagai kontainer. Log inimencakup aktivitas aplikasi, performa sistem, dan pesandebugging yang penting untuk memahami kinerja aplikasi,mendeteksi masalah, dan memenuhi kebutuhan keamanan.Penelitian ini berfokus pada manajemen log terdistribusi dilingkungan Kubernetes menggunakan Fluentd danElasticsearch. Fluentd berperan sebagai agen pengumpul logyang efisien, sementara Elasticsearch menyediakanpenyimpanan, pengindeksan, dan analisis log yang cepat.Kombinasi keduanya diharapkan meningkatkan efisiensi,ketersediaan, dan keamanan infrastruktur cloud yangkompleks. Metode penelitian mencakup implementasi duaskenario utama yaitu pengumpulan log secara manualmenggunakan perintah kubectl logs pada satu pod dan 20 poduntuk mendapatkan performa, dan pengumpulan logterdistribusi menggunakan Fluentd yang terintegrasi denganElasticsearch di cluster Kubernetes. Evaluasi dilakukanberdasarkan waktu pencarian log, efisiensi pengumpulan log,dan kemudahan analisis menggunakan visualisasi dari Kibana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan logmenggunakan Fluentd dan Elasticsearch secara signifikan lebihefisien dibandingkan metode manual.Kata Kunci : Elasticsearch, Fluentd, infrastruktur TI ,kontainerisasi, Kubernetes, manajemen log, mikroservis
Pembuatan Cluster Rubrik Dan Aturan SLA (Service Level Agreement) Pada Rubrik CDM Katamin, Muhammad; Jafaruddin Gusti Amri Ginting; August, Gerry
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kompleksitas infrastruktur teknologi informasi menimbulkan tantangan dalam pengelolaan volume data besar secara efisien, terutama pada Cloud Data Management (CDM). Salah satu permasalahan utamanya adalah kurangnya efisiensi dalam pembuatan cluster dan pengelolaan Service Level Agreement (SLA) yang berdampak pada kualitas layanan dan pemanfaatan sumber daya cloud. Topik ini penting karena SLA berperan krusial dalam memastikan kualitas layanan yang sesuai denganharapan pengguna, seperti pada media streaming atau konferensi video berbasis cloud. Saat ini, terdapat kesenjangan antara kebutuhan pengguna dan efisiensi pengelolaan sumber daya cloud, yang sering kali menghasilkan waktu pemrosesan tinggi dan ketidakpatuhan terhadap SLA. Penelitian ini mengembangkan metode pembuatan cluster Rubrik berbasis SLA untuk mengoptimalkan kinerja layanan CDM. Solusi yang ditawarkan mencakup algoritma pengendalian penerimaan dan penjadwalan ulang sumber daya dengan memanfaatkan pembagian data untuk pemrosesan paralel. Ghost VMdigunakan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya dengan mengurangi waktu pembuatan VM hingga 11,98%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi dan kepatuhan SLA dengan peningkatan signifikan pada atribut Quality of Service (QoS), termasuk throughput, latensi,dan waktu respons. Sistem ini juga berhasil mengurangi beban kerja pengelolaan sumber daya dan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan databesar berbasis cloud.Kata kunci — cloud computing, cdm, sla, cluster rubrik, qos, manajemen sumber daya.
SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA RUANGAN DENGAN PROTOKOL MQTT BERBASIS INTERNET OF THINGS Surbakti, Hairunisa Br; Ginting, Jafaruddin Gusti Amri; Romadhona, Shinta; Ginting, Melinda Br; Ni’amah, Khoirun
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 1 No. 3 (2024): SINTA - JULI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v1i3.25

Abstract

Kualitas udara di dalam ruangan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan dan kenyaman manusia. Paparan terhadap polutan udara dalam ruangan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti alergi, asma, penyakit pernapasan, dan bahkan kanker. Sistem pemantauan kualitas udara dapat dipantau dengan menggunakan sensor DHT22 dan mikrokontroller ESP32. Sensor DHT22 dipilih karena keakuratannya dalam mendeteksi suhu dan kelembapan. Mikrokontroller ESP32 memungkinkan sistem untuk terhubung dengan jaringan WiFi, mendukung komunikasi dan pengolahan data secara akurasi. Monitoring bertujuan untuk menciptakan alat yang dapat menjaga stabilitas suhu dan kelembapan secara otomatis, mendukung kenyamanan dan kesehatan penghuni ruangan. Protokol MQTT berbasis Internet of Things (IoT) diimplementasikan dalam sistem ini untuk mengintegrasikan komponen-komponen tersebut. Metode yang digunakan mencakup perancangan dan pengujian sistem, pemantauan menggunakan DHT22 dan ESP32 yang terhubung melalui MQTT. Hasil monitoring menunjukkan bahwa implementasi protokol MQTT memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan teknologi monitoring kualitas udara dalam ruangan. Sistem ini membuktikan kemampuannya untuk memantau dan menjaga kondisi udara secara efektif dan efisien.
Analisis Teknis Dan Operasional Pengaruh Jenis Kabel Serat Optik Terhadap Sla Layanan Internet: Perbandingan ADSS Dan Drop Wire Sahala, Firda; Gusti Amri Ginting, Jafaruddin; Khair, Fauza
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang cepat dan stabil terus meningkat sehingga membuat penyedia layanan internet (ISP) membangun infrastruktur jaringan yang terhindar dari gangguan layanan. Gangguan layanan internet dapat mengganggu aktifitas pelanggan sehingga dapat mempengaruhi SLA (Service Level Agreement) sebagai penilaian kinerja layanan ISP kepada pelanggan. Salah satu indikasi gangguan yang terjadi adalah putusnya kabel. Agar ISP dapat memenuhi SLA, diperlukan strategi yang tepat dari sumber referensi mengenai pemilihan kabel optik yang optimal. Penulis membuat penelitian tentang perbandingan penggunaan kabel optik. Pada penelitian ini, kabel optik yang digunakan adalah kabel ADSS(All-Dielectric Self-Supporting) dan kabel DW (Drop Wire). Harapannya dapat digunakan oleh ISP, penelitian ini juga dapat digunakan untuk masyarakat dan pelajar sebagai sumber pengetahuan tentang kabel optik sehingga dapat meminimalisir terjadinya gangguan layanan. Perbandingan antara keduakabel tersebut didasarkan pada parameter data pengukuran redaman, splice loss, dan MRTG (Multi Router Traffic Grapher), dan presentase SLA. Pada pengumpulan data parameter, lokasi penelitiannya adalah desa Cibiru Hilir dan desa Pangauban yang menggunakan kabel DW serta desa Lengkong dan desaCinunuk menggunakan kabel ADSS. Hasil pengujian redaman, Splice Loss dan MRTG menjadi dasar perhitungan presentase SLA. Pada lokasi penggunaan kabel DW secara berturut-turut adalah 98.86% dan 96.06% sedangkan pada kabel ADSS 98.5% dan 100.0%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkanbahwa kabel ADSS lebih optimal pada implementasi infrastruktur jaringan sehingga dapat menjaga SLA. Kata kunci—ADSS, Drop Wire, Redaman, Splice Loss, MRTG, SLA