Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT MALARIA: STUDI KARAKTERISTIK, LINGKUNGAN DAN PERILAKU: MULTIFACTORIAL RISKS FOR MALARIA INCIDENCE: CHARACTERISTIC, ENVIRONMENT AND BEHAVIORAL STUDY Sitepu, Rahmadani; Marsaulina, Irnawati; Nurmaini; Ashar, Taufik
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.923

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang utama, terutama di Indonesia. World Malaria Report 2020 melaporkan terdapat 229 juta kasus dan 409.000 kematian akibat malaria. Di Indonesia, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melaporkan 22 kasus (84%) pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko malaria di Kecamatan Kutambaru. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 283 orang yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, penerangan rumah, semak belukar, rumah berdinding kayu tanpa plafon, genangan air, rumah dekat kebun atau sungai, dan sering keluar rumah pada malam hari berhubungan dengan kejadian malaria. Hasil multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang dominan dengan nilai OR sebesar 5,766 yang mengindikasikan bahwa pengetahuan yang kurang baik berpengaruh besar terhadap kejadian malaria di Kutambaru. Kearifan lokal dapat dimanfaatkan dalam memberdayakan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dengan melibatkan peran pelayanan kesehatan dan instansi pemerintah terkait khususnya di Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat.
Vannamei shrimp cultivation technology as an innovation of coastal land use in Rugemuk village Pulau Labu sub-district Deli Serdang district in 2019 Marsaulina, Irnawati; Marpaung, Harlem
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.66 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4053

Abstract

This community service activity aims to increase the ability of fishermen and apply appropriate technology to cultivate Vannamei shrimp in a sustainable manner so that it will improve the welfare of fishermen's families. To achieve the objectives, several stages of activities are carried out, the first stage of the survey is to find out how the fish cultivator fishermen groups carry out their activities. The second stage is the socialization of activities that will be carried out to increase the ability to grow shrimp so that the results in a long time can increase the income (economy) of the fishermen. The third stage is to carry out coaching and counseling related to shrimp farming and can make decisions in the next economic field. This service program is carried out within 6 months. Program targets and outcomes (1). Increased knowledge and skills on appropriate technology in conducting Vannamei shrimp cultivation (2). Increased Vannamei shrimp yields by conducting shrimp culture training using tarpaulins. (3). In the long run, the results of aquaculture increase the economic welfare of the fishermen's family.