Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Community-Based Total Sanitation and Stunting Incidence in Medan City Retno Danthi Shafira; Irnawati Marsaulina; Evi Naria
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.19794

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, particularly in Medan City. Poor sanitation has been identified as one of the key contributing factors to stunting. This study aims to analyze the relationship between community-based total sanitation and stunting incidence in Medan City. The research is a comparative study with a case-control design. It was conducted in five sub-districts with high stunting rates among the fourteen sub-districts in Medan City that have received community-based total sanitation interventions. The study was carried out from November 2023 to February 2024. The study population included all mothers with children age 0-59 months living in sub-districts that received community-based total sanitation interventions. There were 165 participants in the stunting and 49,676 in the not stunting. The sample size was calculated using the Lemeshow formula, resulting in 50 mothers for the stunting group. The not stunting group was matched to the case group in a 1:1 ratio, making the total sample size 100 mothers. Purposive sampling was used to select participants who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed using SPSS software version 27, employing the chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that three pillars of community-based total sanitation were significantly related to stunting incidence: relationship between handwashing with soap and stunting incidence was significant (p=0.005; OR=4.125), relationship between household Latrine and stunting incidence was significant (p=0.001; OR=7.211), and relationship between household solid waste management and stunting incidence was significant (p=0.027; OR=2.681). The overall relationship between community-based total sanitation and stunting incidence was significant (p=0.015; OR=6.769). Recommendations for the Health Department and Community Health Centers in Medan City include enhancing the achievement of the five STBM pillars within the community through health promotion activities. Keyword: Child, Hygiene, Mother, Sanitation, Stunting
FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT MALARIA: STUDI KARAKTERISTIK, LINGKUNGAN DAN PERILAKU: MULTIFACTORIAL RISKS FOR MALARIA INCIDENCE: CHARACTERISTIC, ENVIRONMENT AND BEHAVIORAL STUDY Sitepu, Rahmadani; Marsaulina, Irnawati; Nurmaini; Ashar, Taufik
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.923

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang utama, terutama di Indonesia. World Malaria Report 2020 melaporkan terdapat 229 juta kasus dan 409.000 kematian akibat malaria. Di Indonesia, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melaporkan 22 kasus (84%) pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko malaria di Kecamatan Kutambaru. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 283 orang yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, penerangan rumah, semak belukar, rumah berdinding kayu tanpa plafon, genangan air, rumah dekat kebun atau sungai, dan sering keluar rumah pada malam hari berhubungan dengan kejadian malaria. Hasil multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang dominan dengan nilai OR sebesar 5,766 yang mengindikasikan bahwa pengetahuan yang kurang baik berpengaruh besar terhadap kejadian malaria di Kutambaru. Kearifan lokal dapat dimanfaatkan dalam memberdayakan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dengan melibatkan peran pelayanan kesehatan dan instansi pemerintah terkait khususnya di Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat.
Vannamei shrimp cultivation technology as an innovation of coastal land use in Rugemuk village Pulau Labu sub-district Deli Serdang district in 2019 Marsaulina, Irnawati; Marpaung, Harlem
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.66 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4053

Abstract

This community service activity aims to increase the ability of fishermen and apply appropriate technology to cultivate Vannamei shrimp in a sustainable manner so that it will improve the welfare of fishermen's families. To achieve the objectives, several stages of activities are carried out, the first stage of the survey is to find out how the fish cultivator fishermen groups carry out their activities. The second stage is the socialization of activities that will be carried out to increase the ability to grow shrimp so that the results in a long time can increase the income (economy) of the fishermen. The third stage is to carry out coaching and counseling related to shrimp farming and can make decisions in the next economic field. This service program is carried out within 6 months. Program targets and outcomes (1). Increased knowledge and skills on appropriate technology in conducting Vannamei shrimp cultivation (2). Increased Vannamei shrimp yields by conducting shrimp culture training using tarpaulins. (3). In the long run, the results of aquaculture increase the economic welfare of the fishermen's family.
Hubungan Rumah Sehat dengan Kejadian Kusta Multi Basiler di Kota Medan Nasution, Annisa; Marsaulina, Irnawati; Ashar, Taufik
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20281

Abstract

ABSTRACT Leprosy is an infectious disease caused by Mycobacterium leprae and is still a health problem in Indonesia, including in the city of Medan. The discovery of leprosy incidents in Medan City has increased. Based on data obtained from the Medan City Health Office, in 2021 there were 23 cases and in 2022 26 new cases were found, in 2023 there were 23 new cases and in 2024 4 new cases were found. The purpose of this study was to analyze the relationship between home environmental sanitation (house components, sanitation facilities and occupant behavior) and the incidence of multi-bacillary leprosy in Medan City. This type of research is Case control. The population in this study were all patients with Multi bacillary leprosy cases in Medan City from 2022 to August 2024, with 53 samples used for total sampling. The number of samples was 39 people and met the inclusion criteria, namely having a Medan City KTP, never moving domicile and willing to be studied. The results showed that there were no healthy houses in the case group, while in the control group there were 47.4% healthy houses. Statistical tests showed that there was a significant relationship between healthy homes and the incidence of Multi Basiler leprosy (p-value 0.001) with an odds ratio of ∞, which means that unhealthy home conditions are the main risk factor in the incidence of Multi Basiler leprosy. Factors such as poor ventilation, poor lighting, high occupancy density, and inadequate sanitation play a role in the increased risk of leprosy. Rumah sehat memiliki peran penting dalam pencegahan kusta Multi Basiler. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan kondisi perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sebagai strategi dalam mengurangi angka kejadian kusta di Kota Medan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor sosial-ekonomi, intervensi perbaikan lingkungan, serta efektivitas program kesehatan dalam menekan penyebaran kusta. Keywords: Leprosy, Environmental Sanitation, Home.  ABSTRAK Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Kota Medan. Penemuan kejadian kusta di Kota Medan mengalami kenaikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan, Tahun 2021 terdapat 23 kasus dan tahun 2022 ditemukan 26 kasus baru, Tahun 2023 terdapat 23 kasus baru dan Tahun 2024 ditemukan 4 kasus baru. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis hubungan rumah sehat dengan kejadian kusta Multi basiler di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah Case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kasus kusta Multi basiler di Kota Medan dari tahun 2022 hingga Agustus 2024, dengan 53 sampel yang digunakan untuk pengambilan sampel total. Jumlah sampel adalah 39 orang dan memenuhi kriteria inklusi yaitu memiliki KTP Kota Medan, tidak pernah berpindah domisili dan bersedia untuk diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada rumah sehat pada kelompok kasus, sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 47,4% rumah sehat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara rumah sehat dengan kejadian kusta Multi Basiler (p-value 0,001) dengan nilai odds ratio sebesar ∞, yang berarti kondisi rumah tidak sehat merupakan faktor risiko utama dalam kejadian kusta Multi Basiler. Faktor-faktor seperti ventilasi yang buruk, pencahayaan kurang, kepadatan hunian tinggi, dan sanitasi yang tidak memadai berperan dalam peningkatan risiko kusta. Rumah sehat memiliki peran penting dalam pencegahan kusta Multi Basiler. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan kondisi perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sebagai strategi dalam mengurangi angka kejadian kusta di Kota Medan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor sosial-ekonomi, intervensi perbaikan lingkungan, serta efektivitas program kesehatan dalam menekan penyebaran kusta. Kata Kunci: Kusta, Sanitasi Lingkungan, Rumah.