Claim Missing Document
Check
Articles

Water Quality, Sanitation, and WASH Service-Level Assessment in Three Islamic Boarding Schools (Dayah) in Aceh: A Multi-Site Comparative Study Ashari, Teuku Muhammad; Rohendi, Aulia; Faridy, Faizatul; Rahman, Arief; Dipa, Syahrul Ridha; Effendi, Rijal; Tanjung, Aris Muda; Athaya, Ahmad Faiq; Maulana, Teuku Rian
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 10 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v10i1.42131

Abstract

This study compared drinking-water quality, general-use water quality, sanitation conditions, and water, sanitation, and hygiene (WASH) service levels in three Islamic boarding schools (dayah) in Aceh Province, Indonesia. An exploratory multi-site mixed-methods design combined six point-of-use water samples, site observation, management interviews, and questionnaires administered to 10 students at each site. Water quality was assessed using pH, turbidity, total dissolved solids (TDS), and H₂S screening at all sites, while culture-based Escherichia coli and Total Coliform testing was conducted at only one site because of laboratory capacity constraints. Service performance was evaluated using an adapted WASHCost framework covering quality, quantity, accessibility, and reliability. Drinking water generally met the study reference ranges for pH and turbidity, but TDS exceeded the operational threshold of 300 mg/L at Al-Muslimun (400 mg/L) and Darul Aman (548 mg/L). General-use water showed the clearest cross-site weakness: H₂S screening was positive at 24 and 72 hours at all three dayah. Darul Aman recorded high turbidity (6.59 NTU) and TDS (1,051 mg/L), and Al-Muslimun showed a Total Coliform Count of 151 CFU/100 mL in general-use water, with E. coli non-detectable. Student perceptions were generally positive, indicating a perception-risk gap. Under the adapted WASHCost assessment, Al-Muslimun and Darul Ulum were classified as intermediate, whereas Darul Aman was classified as substandard. These findings suggest that dayah WASH improvement should prioritize the protection and routine monitoring of general-use water systems, not only treated drinking-water points.
Analisis Pengasuhan Penuh Kesadaran (Mindful Parenting) dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak di Aceh Selatan Faridy, Faizatul; Khairina; Dewi Fitriani; Khairina, Khairina
Bunayya Vol 12 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v12i1.33109

Abstract

This study aims to analyze mindful parenting practices in fostering independence among children aged 5–6 years in South Aceh and to identify factors that hinder the implementation of these practices. A qualitative approach with a case study design was employed. The participants consisted of four mothers and four early childhood children selected through purposive sampling. Data were collected using structured observations, open-ended interviews, and documentation. Data analysis was conducted through triangulation to ensure the credibility of the findings. The results indicate that mindful parenting is practiced through attentive communication, parental emotional regulation, non-judgmental acceptance, and supportive involvement in children’s daily activities. These practices positively contribute to children’s independence, as reflected in their ability to perform self-care tasks, engage in social interactions, and demonstrate initiative in everyday activities. However, the implementation of mindful parenting is influenced by economic conditions, time constraints due to parental work demands, and the social environment. Despite these challenges, the findings highlight that the quality of parent–child interactions grounded in awareness and emotional presence remains a key factor in supporting children’s independence. This study provides valuable insights into the application of mindful parenting within a specific sociocultural context and contributes to the broader understanding of awareness-based parenting practices in early childhood education.
Strategi Pengembangan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Wulan Indah; Fitria Santika; Erli Maula Rahmana; Zihan Aulia Amanda; Faizatul Faridy
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/s8hq3015

Abstract

Kemampuan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini. Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi, sarana menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan, serta mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai metode pengembangan kemampuan bahasa anak serta mengetahui penerapan metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara, mendengar, membaca awal, dan menulis awal pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode bercerita, bernyanyi, bermain peran, tanya jawab, dan penggunaan media gambar mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak secara signifikan. Anak menjadi lebih aktif berbicara, mampu menambah kosakata baru, memahami instruksi sederhana, serta berani mengungkapkan pendapat. Selain itu, penggunaan metode yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak dapat meningkatkan minat belajar serta interaksi sosial anak di lingkungan sekolah maupun rumah. Dengan demikian, guru dan orang tua perlu menerapkan metode pembelajaran bahasa yang kreatif, interaktif, dan sesuai karakteristik anak agar perkembangan bahasa anak dapat berkembang secara optimal.
Mengembangkan Kemandirian Anak Autisme melalui Kegiatan Sehari Hari di AUD Putri Maulidia; Khumala Annisa Aas; Tri Milda Alfudjar; Orisa Sativa; Silvi Fahmi Ramadani; Faizatul Faridy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38519

Abstract

Kemandirian merupakan aspek perkembangan penting yang perlu dikuasai oleh anak autisme sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kemandirian anak autisme melalui kegiatan sehari-hari di satuan Pendidikan Anak Usia Dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan rutin seperti makan mandiri, berpakaian, merapikan mainan, dan mencuci tangan secara konsisten mampu meningkatkan kemampuan kemandirian anak autisme secara bertahap. Dukungan guru dan orang tua melalui pendekatan terstruktur dan berulang menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Disimpulkan bahwa pembiasaan kegiatan sehari-hari yang terencana dan konsisten efektif dalam mengembangkan kemandirian anak autisme di lingkungan AUD.
Identifikasi Gejala ADHD Pada Anak Usia Dini terhadap Proses Belajar di Kelas Nurjannah Nurjannah; Himayaturrahmah Himayaturrahmah; Amanda Putri; Diba Futri Balkis; Faizatul Faridy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38616

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan perkembangan neurobiologis yang sering muncul pada anak usia dini dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan belajar di lingkungan sekolah. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktivitas, serta perilaku impulsif yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Dalam konteks pendidikan, ADHD menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan kondusif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gejala ADHD pada anak usia dini serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung di lingkungan kelas dan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam perilaku anak yang menunjukkan indikasi ADHD dalam aktivitas belajar sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan gejala ADHD cenderung mengalami kesulitan dalam mempertahankan fokus, sering bergerak tanpa tujuan yang jelas, serta bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya konsentrasi belajar, terganggunya interaksi sosial, serta kurang optimalnya pencapaian akademik di kelas. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai agar anak dengan ADHD tetap dapat mengikuti proses belajar secara optimal.
Permasalahan Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini dan Upaya Stimulasi dalam Pembelajaran PAUD Dita Masdalena; Lisa Salfiana; Nazila Wanfitri; Raihanah Raihanah; Faizatul Faridy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38774

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan anak usia dini karena berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan kesiapan belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan perkembangan bahasa pada anak usia dini serta upaya stimulasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAUD. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap 15 artikel ilmiah yang relevan dengan perkembangan bahasa anak usia dini dan stimulasi pembelajaran PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan perkembangan bahasa dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi komunikasi, pola asuh, lingkungan sosial, penggunaan gawai secara berlebihan, serta kondisi kesehatan anak. Upaya stimulasi yang efektif dapat dilakukan melalui metode bercerita, bernyanyi, permainan edukatif, media pembelajaran interaktif, serta komunikasi aktif antara guru dan anak. Dengan demikian, stimulasi yang tepat dan berkelanjutan mampu membantu mengoptimalkan perkembangan bahasa anak usia dini.
Hakikat Bahasa Anak Usia Dini dan Pengaruh Pola Komunikasi Orang Tua dalam Keluarga Suci Rahayu Ningsih; Mazaya Fildzah; Naylatunnisa Alfirsi; Umi Linda Sari; Devi Amelinda; Faizatul Faridy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39368

Abstract

Bahasa berfungsi sebagai media komunikasi utama bagi anak-anak kecil untuk mengartikulasikan ide, emosi, dan kebutuhan mereka kepada orang lain. Masa bayi awal (0–6 tahun) disebut sebagai era keemasan, ditandai dengan kemajuan pesat berbagai aspek potensi anak, termasuk kemampuan linguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik bahasa anak usia dini, fase perkembangannya, elemen-elemen yang berkontribusi, dan dampak pola komunikasi orang tua terhadap pemerolehan bahasa anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur (systematic literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai artikel jurnal ilmiah terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa anak usia dini berlangsung secara bertahap, dipengaruhi oleh faktor internal seperti Language Acquisition Device (LAD) dan kematangan kognitif, serta faktor eksternal seperti kualitas interaksi keluarga dan lingkungan sosial. Pola komunikasi orang tua yang hangat, responsif, dialogis, dan kaya stimulasi linguistik terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kosakata, kemampuan ekspresif-reseptif, serta kecerdasan bahasa anak. Sebaliknya, pola komunikasi yang otoriter, kaku, atau kurang mendukung dapat menghambat perkembangan bahasa anak bahkan memicu keterlambatan bicara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang tua memegang peranan sentral sebagai agen utama pengembangan bahasa anak di lingkungan keluarga, dan keterlibatan aktif mereka dalam berbagai kegiatan berbahasa sehari-hari merupakan investasi terpenting bagi masa depan anak.
Penggunaan Media Pembelajaran dalam Pengembangan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Usnaila Ramadhani; Putri Assyifa; Risha Herfina; Fitri Fitri; Rahmayani Br Bancin; Faizatul Faridy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39771

Abstract

Kemampuan berbahasa adalah elemen krusial dalam pertumbuhan anak-anak di usia dini yang perlu dikembangkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kontribusi materi pembelajaran terhadap pengembangan kemampuan berbahasa pada anak usia dini. Penelitian ini didasarkan pada ulasan literatur yang mengumpulkan dan menganalisis jurnal, buku, serta riset terdahulu yang relevan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa metode Montessori, bahan "Loose Parts", serta kartu huruf Hijaiyah memberikan efek positif terhadap kemampuan berbahasa, komunikasi, dan kosakata anak-anak. Penggunaan materi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan mendorong anak untuk lebih aktif, percaya diri, dan antusias dalam proses belajar. Oleh karena itu, materi pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan tahap perkembangan anak dapat membantu dalam memaksimalkan kemampuan berbahasa anak usia dini.
Pengembangan Busy Book Berbasis Nilai Agama Dan Moral Untuk Pengenalan Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini Faizatul Faridy; Nurul Izzati
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 9 No 2 (2025): September-Februari
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v9i2.2639

Abstract

This study departs from the vulnerability of young children to sexual violence/abuse and the persistent taboo on sex-related discussions in early childhood education settings (PAUD), which necessitates concrete, engaging, and religion-aligned learning media to strengthen child protection. The study aims to develop and evaluate the feasibility of a religion- and morality-based busy book for introducing sex education to children aged 5–6 years. An R&D design using the ADDIE model was implemented at PAUD Faza Al-Khalil (Aceh Besar) with 10 child participants; assessments comprised material-expert validation, media-expert validation, and classroom practicality observations. The results indicate 80% feasibility for content (feasible), 88% for media (highly feasible), and 83% practicality (Very Well Developed category). Children showed improvements in naming private body parts and distinguishing acceptable versus unacceptable touch. It is concluded that the religion–moral value-based busy book is feasible and practical for introducing sex education in PAUD, with novelty in the explicit integration of values into kinesthetic tasks that connect knowledge to courteous habits.
Hakikat dan Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Nabila Fasya Agustina; Masitah Fitri; Maulida Yanti; Dina Humaira; Wilda Masyitah; Faizatul Faridy
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1t5mkg32

Abstract

Bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan anak usia dini. Melalui bahasa, anak dapat menyampaikan keinginan, perasaan, pendapat, serta menjalin hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya. Perkembangan bahasa pada anak berlangsung secara bertahap sejak lahir melalui proses mendengar, meniru, memahami, hingga mampu berbicara dengan baik. Penelitian mengenai hakikat bahasa anak usia dini bertujuan untuk memahami bagaimana bahasa berkembang pada anak serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan tersebut. Penelitian ini umumnya menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau observasi terhadap perkembangan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa anak dipengaruhi oleh faktor internal seperti usia, kesehatan, dan kemampuan kognitif, serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, pola asuh, pendidikan, dan interaksi sosial. Selain itu, stimulasi yang diberikan melalui kegiatan bercerita, bernyanyi, bermain, dan komunikasi aktif sangat membantu meningkatkan kemampuan bahasa anak. Dengan demikian, perkembangan bahasa perlu diberikan perhatian sejak usia dini agar anak mampu berkembang secara optimal dalam aspek komunikasi dan sosial.
Co-Authors Ade Rahmita Adinata, Budi Rahmat Aida Fitri Amanda Putri Andriansyah Andriansyah Aphina Wulan Kunanti Arief Rahman Arita, Salfayana Putri Asmaul Husna Asmaul Husna Athaya, Ahmad Faiq Awal Maulidza Azilla, Silvia Burrahman, Muji Cut Puteri Balqis Cut Ulya Umamah Cut Zahra Iklima Debi Apriyani Devi Amelinda Dewi Fitriani Diba Futri Balkis Dina Humaira Dipa, Syahrul Ridha Dita Masdalena Dominic Shifa Effendi, Rijal Erli Maula Rahmana Fatiya, Ulya Fatiyyah, Asna Khoiril Fifit Aulia Fitri Fitri Fitri, Muliana Fitria Santika Flora Herlisyah Fuji Hastuti Ghina Raudhatul Jannah Hania Maulidya Putri Heliati Fajriah, Heliati Hijriaty Hijriaty Himayaturrahmah Himayaturrahmah Iman Rahmawan Intan Ramadhani Iqra, Alief Prasandi Irhamna Irhamna Irhamna, Irhamna Jamaliah Hasballah Jayawarsa, A.A. Ketut Juliarta Marpaung Khairina Khairina Khairina, Khairina Khumala Annisa Aas Lina Amelia Lisa Salfiana M. Faisi Ikhwali Mahyana, Mahyana Masitah Fitri Maulana, Teuku Rian Maulida Yanti Maulida, Maulida Maulizar Putri Maya Rosita Urza Mazaya Fildzah Meutia Rahmasari Misna Yani Mumtazul Fikri Mutia, Rizka Mutiara Mutiara Nabila Asyifa Nabila Fasya Agustina Nabila Rahmah Najwa Muthmainnah Nasyatul Wahidah Nasywa Tarizha Naylatunnisa Alfirsi Nazila Wanfitri Nazirah Maulina Nesty Zelvia Nohan Suharni Nova Nanda Sari Novia Rifni Ns. Suci Rahayu Ningsih Nurhayati Nurhayati Nurjannah Nurjannah Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Nurul Hidayati Nurul Izzati Nurul Izzati Nurul Kamaliah Orisa Sativa Putri Assyifa Putri Devani Aris Putri Maulidia Putri Shafina Putri Situmorang Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmawan, Iman Rahmayani Br Bancin Rahmi Sarita Raihanah Raihanah Ramli, Selvia Rani Puspa Juwita Rani Puspa Juwita Rani Puspa Juwita Rifda, Rifda Risha Herfina Risha Herfina Riza Mardhatillah Rizka Nurul 'Aini Rizkia Yunanda Rizqi, Alifah Rohendi, Aulia Sabila Walidaini Sakinah Alfarina Salwa Haryati Sauma Fitri Shabrina Saleem Shafina, Putri Silvi Fahmi Ramadani Siri Leik Siti Nurhafizah Sitti Ulviani Sofyan Sufri Syahrina, Alfi Syakira Ramadiana Syakira Ramadiana Syarifah Aisyah Al Zahir Syifa Salsabila T. Muharram Vibran Tanjung, Aris Muda Tasyatul Mahfirah Teuku Muhammad Ashari Tri Milda Alfudjar Umi Linda Sari Usnaila Ramadhani Wati, Widia Wilda Masyitah Wulan Indah Zahwa Anisatun Mardiah Zihan Aulia Amanda Zikra Hayati Zuhratul Muna